
"Mama, mama dari mana kenapa mama cantik sekali" Arlan
"Mama baru pulang dari acara ulang tahun adik Bintang dan Bunga sayang, bagaimana kabarmu?" Fairi
"Aku baik ma, aku sangat merindukan mama." Arlan mengeluh dan mulai cerita banyak hal pada Fairi.
"Ma dimana papa? Kenapa mama sendirian" Kemal
"Kalian ingin menghubungiku dan melakukan video call dengan ku atau papa kalian" Fairi memanyunkan bibirnya
"Mama, aku kangen mama. Tapi, tapi...aku juga kangen papa" Arlan berkata dengan ragu - ragu
Fairi tersenyum melihat tingkah lucu dari anak bungsunya itu "mama sungguh sangat merindukan kalian, maaf mama tak bisa datang kesana karena masih ada banyak pekerjaan yang harus mama lakukan." Fairi
"Tak apa ma, kami mengerti kok" Kemal
"Iya, iya ma. Aku juga baik-baik saja di sini. Kakak selalu menemani aku dan kakek Herman sama Tante Anita mengajari aku banyak hal, kami juga main keluar dan pergi ke taman hiburan, sangat menyenangkan ma." Arlan bercerita dengan riang dan antusias.
"Oh benarkah? Kau terlihat sangat menyukainya" Fairi berkata sambil berganti baju
"Senang ma, sangat senang" Arlan berkata dengan sangat senang dan Kemal yang tiduran di sofa belakang Arlan terlihat sedang memainkan iPad nya.
"Sayang boleh tidak mama bicara sama Kakak sebentar" Fairi meminta ijin sama Arlan
"Iya Lan Lan pergi dulu"
"Kakak, mama mau bicara sama kakak" Arlan berdiri dan menepuk Kemal lalu pergi keluar
"Ouh" Kemal kaget dengan pukulan Arlan di perutnya.
"Tante Nita Lan Lan mau makan es krim" teriak Arlan yang terdengar oleh Fairi
"Dia sangat ringan tangan" Kemal tersenyum melihat Arlan dan duduk
"Ada apa ma?" Kemal bangun dan duduk menatap layar laptop yang sedang melakukan panggilan video sama mamanya.
"Bagaimana dengan perkembangan belajarmu di sana?" Fairi
"Baik ma, dan aku tau ada yang ingin mama tanyakan soal Bee kan, itu sebabnya mama memintanya untuk keluar." Kemal sangat peka
Fairi mengangguk dan Kemal tersenyum, lalu dia menceritakan semuanya soal Arlan, Fairi mendengarkan dengan seksama dan dia merasa sangat lega. Lalu Fairi juga menceritakan kalau Tyas mama kandung Arlan telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu.
...💔💔💔...
Keesokan harinya nyonya Tias yang tak sabar pergi ke apartemen Kenan bersama dengan Yusri dan di sana nyonya Tias marah besar pada Kenan atas apa yang telah diungkapkan Kenan di wawancaranya soal hubungannya dengan Sofiana.
"Apa maksud mama sebenarnya, Ken tak merasa bersalah." Kenan terlihat sangat marah
__ADS_1
"Tak bersalah? Jadi apa yang kau lakukan itu tak bersalah menurutmu, dari awal aku dan papamu sudah menegaskan kalau kau berulah maka kami tak akan pernah memaafkan mu Ken."
"Kenapa kau membuat ulah lagi seperti ini, dan lihatlah Fairi bahkan dia tak mengatakan apa pun tentang hal itu, dan kau akan menyakiti dia lagi seperti sebelnya, apa yang kau pikirkan Ken."
"Dimana pikiranmu sebenarnya hah!?"
"Apa karena dia merubah wajahnya makanya kau berbuat seperti ini pada dia hah!? Katakan padaku"
Nyonya Tias naik pitam dengan kelakuan putranya itu, dan dia tak bisa berkata apa - apa lagi soal maslah Kenan ini.
"Memangnya kenapa ma, ini adalah urusan dan masalah ku dengan Fairi kenapa mama jadi semarah ini, biarkan Ken menyelesaikan sendiri dengan Fairi nanti ma."
"Dan semuanya bukan maslah Fairi merubah wajahnya atau tidak."
Kenan menjawab pertanyaan mamanya dan dia cuek saja dengan tuduhan mamanya.
"Apa maksudmu kau ingin menyelesaikan seperti apa hah!?" Nyonya Tias masih marah pada Kenan
"Maaf ma, aku harus menjawab teleponku dulu." Kenan bangun dan pergi menuju kamarnya
"Siapa yang menghubungimu, apa wanita ****** itu" nyonya Tias mengikuti Kenan dan menarik telepon Kenan
"Ma" Kenan kaget
"Hai dengarkan aku jangan pernah menghubungi Kenan lagi karena aku tak akan pernah menerima mu bagaiman pun kau berusaha untuk masuk, dan ingatlah ini. Jika kau berani bersama dengan Kenan maka kau tak akan mendapatkan apa pun karena aku akan merampas dan mengambil semuanya dari Kenan kau mengerti" nyonya Tias marah dengan Sofiana yang menghubungi Kenan
Dalam diam Kenan tersenyum sekilas melihat mamanya marah dan kesal serta memakai dan mengata - ngatai Sofiana, bahkan mengancamnya.
"Ken" nyonya Tias menatap tak puas pada Kenan
"Yus, bawah mama pulang." perintah Kenan pada Yusri
"Kau tak perlu mengusir mama, mama akan pergi sendiri tapi kau harus ingat ini aku tak akan tinggal diam jika kau bersama dengan perempuan itu" nyonya Tias pergi setelah mengancam Kenan.
Seperginya sang mama Kenan meminta maaf pada Sofiana dan berjanji akan menghubunginya lagi nanti.
Pada malam hari setelah selesai mengerjakan pekerjaannya Kenan menghubungi Sofiana dan berbicara dengan santai cukup lama sampai mereka mengakhir panggilan mereka untuk berjanji ketemu besok.
"Sayang aku sangat merindukanmu."
"Rasanya aku tak sabar untuk bertemu dengan mu besok"
"Hem, kau telah menyiksaku dengan begini, kau harus memberiku hadiah nanti."
"Apakah kau juga merindukan ku? Aku akan melakukan yang terbaik untuk mu."
Kenan sedang menghubungi seseorang lagi dan dia berbicara dengan orang itu dengan sangat bahagia, terlihat Kenan sangat menyukai percakapan dengan orang itu bahkan mereka bisa berbicara hingga Berjam - jam seolah pembicaraan diantara mereka tak ada akhirnya.
__ADS_1
...💔💔💔...
"Fa aku sudah mendapatkan mereka" Handoko menghubungi Fairi lewat panggilan telepon.
"Baik om aku akan kesana besok, pastikan aku bisa bertemu dan bicara dengan dia." Fairi menjawab dengan pasti
"Baik" Handoko
Tak menunggu lama Fairi bersama dengan Abdi dan Abal pun berangkat ke Bogor untuk bertemu dengan Handoko dan orang - orang yang telah diatasi oleh Handoko.
"Dimana mereka om?" Fairi terlihat tak sabar
"Dia akan datang setelah ini." jawab Handoko
"Baiklah aku akan menunggu di sana." Fairi pun pergi ke ruangan vip di restoran itu
Tak lama ada seorang paru baya datang dan dia terlihat bicara dengan Handoko, mereka masuk kedalam ruang vip lainnya dari restoran itu dan setelah Handoko menghubunginya Fairi masuk dan bergabung dengan mereka.
"Ada apa ini?" orang itu terlihat kaget melihat Fairi.
"Iya, karena aku lah yang sebenarnya ingin bertemu dengan anda." jawab Fairi dan duduk didepan orang itu.
"Oh apakah anda yang bernama Laras." pria itu berkata dan terlihat berusaha untuk menyesuaikan diri.
"Benar, kita bisa ke intinya saja." Fairi
"Hem, terserah kau saja aku akan mengikuti. Ku pikir kau orang yang seperti apa, ternyata kau biasa saja." jawab orang itu
Fairi mengulurkan tangan dan Abdi memberikan iPad pada Fairi, lalu terlihat Fairi sedang mencari sesuatu.
"Bagaimana jika aku menyebarkan video ini ke publik, akan kah semuanya tetap sama" Fairi menyodorkan iPad itu pada orang didepannya.
"Ini, kau" orang itu kaget dan menatap lurus pada Fairi
Fairi tersenyum, "aku suka dengan reaksi anda, karena anda pasti sangat mengenal semua anggota keluarga anda dengan baik kan, apakah anda bisa tenang jika ada anggota keluarga anda yang melakukan hal itu, apa lagi itu tak hanya 1 melainkan 3 anggota keluarga anda."
"Darimana kau mendapatkannya" orang itu ingin meraih Fairi, namun dengan cepat Abal menahan tangan orang itu
"Aku bukan orang yang akan diam saja melihat anggota keluargaku disakiti, mungkin jika keluarga anda hanya menyakiti Tyas aku masih bisa memberikan hukuman sesuai dengan perbuatan mereka pada polisi, namun karena ini menyangkut putraku maka dengan tanganku sendiri aku akan melakukannya. Aku tak akan pernah memaafkan mereka yang berani menyentuh anak - anakku" Fairi
"Apa yang kau inginkan." orang itu duduk kembali dan bertanya
"Anda sangat cepat mengerti." Fairi tersenyum.
Setelahnya Fairi menyebutkan dan meminta orang itu untuk melakukan sesuatu dan jika dia melanggar maka Fairi tak akan segan menyebarkan video yang berkaitan dengan anggota keluarga pria Itu.
"Om tolong awasi terus mereka" ucap Fairi saat pertemuannya dengan orang itu selesai
__ADS_1
"Aku mengerti" jawab Handoko dan mereka pun kembali ke rumah Handoko.
"Entah apa yang telah diajarkan oleh Herman, dia sampai bisa jadi seperti ini. Dia sungguh sangat matang dan penuh dengan rencana, seolah - olah tak pernah takut dengan apa pun. Apakah telah tersakiti beberapa kali membuat dia menjadi kuat" Handoko bergumam dalam hati dan menatap Fairi yang terlihat berbeda dan sangat tegas menghadapi orang - orang yang sulit untuk ditangani. Terlebih lagi wajah Fairi yang sekarang terlihat sangat tegas dan menakutkan saat dia sedang serius.