Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
part 29


__ADS_3

hari minggu ini anita sudah berjanji pada anak anak nya jika dia akan mengajak mereka untuk pergi jalan jalan ke pantai dan seperti janji nya mereka pun pergi bersama tanpa pak surya karena beliau ada urusan lain


"kakek kenapa tidak ikut kami saja sih" rajuk rania


"maaf sayang kakek ada urusan yang harus kakek kerjakan tapi lain kali kakek akan ikut bersama kalian ya" janji pak surya pada anita


"bener ya kek, kakek gak boleh bohong"


"iya kakek janji" sambil tersenyum pak surya mencium pipi cucu bungsu nya itu yang bikin orang gemas jika melihat nya


"oke deh kalau begitu" balas rania tertawa sambil mengangkat jari nya membentuk huruf O


"kami pergi ya kek" pamit cucu cucu nya


"iya, hati hati ya di jalan" Ucap pak Surya yang sebenar nya juga mau ikut bersama cucu cucu nya tapi dia masih ada urusan lain yang tidak bisa di tunda


setelah kepergian anak dan cucu cucu nya pak surya pun bergegas ke tempat yang di tuju nya yaitu tambang tempat bian bekerja yang ternyata pertambangan itu juga milik pak surya


setelah sampai di tambang pak surya langsung menuju ke lokasi dan dia melihat jika bian sedang beristirahat makan siang bersama rekan kerja nya yang lain


ketika bian dan rekan kerja nya melihat pak surya bersama mandor mereka langsung berdiri dan memberi hormat pada beliau


"bagaimana kerjakan kalian apa lancar semua nya" tanya surya pada para pekerja

__ADS_1


"lancar pak" kata salah satu pekerja tambang itu


"apa ada yang kalian keluh kan selama kerja disini" pak surya melihat satu persatu pekerja nya dan beliau fokus pada bian


"kamu siapa nama nya" tanya pak surya pada bian dan beliau pura pura tidak kenal dengan bian


"saya bian pak" jawab bian tegas sambil menyunggingkan senyuman nya pada pak surya


"nama yang bagus" kata pak surya sambil memanggil anggukan kepala nya "tapi sayang kelakuan nya gak sebagus nama nya" pak surya menyindir bian


"maksud bapak apa ya?" tanya biar merasa keheranan


"ah, apa saya ada ngomong sesuatu?" pak surya balik bertanya pada bian


"emm mungkin saya salah dengar pak" kata bian agak sedikit tersinggung dengan perkataan pak surya barusan


"baik pak" mandor itu mengikuti pak surya dari belakang


"bagaimana kinerja pekerja yang nama nya bian itu" tanya pak surya langsung ketika mereka sudah jauh dari para pekerja itu


"kinerja nya selama ini cukup baik pak, tapi sudah dua minggu ini dia kinerja nya sudah mulai menurun pak" kata mandor itu


"oh begitu tapi jika kinerja nya semakin menurun terus lebih baik kamu pecat saja dia" tegas beliau

__ADS_1


"baik pak saya mengerti" jawab mandor itu takut


"jika kinerja yang lain nya bagaimana" tanya pak surya lagi


"yang lain nya bagus kok pak kinerja nya, dan hasil tambang kita sebulan ini naik terus" jawab mandor sambil tersenyum


"bagus kalau begitu beri mereka bonus supaya mereka semakin giat dalam bekerja" pak surya senang mendengar kabar hasil tambang yang terus naik


"kalau bian bagaimana pak, apa dia di kasih bonus juga" tanya mandor


"kasih untuk semua orang tanpa terkecuali" kata pak surya karena beliau tidak mau ada yang curiga dengan rencana nya


"baik pak akan saya laksanakan sesuai permintaan bapak, dan terima kasih untuk bonus nya" pak mandor kelihatan senang sekali menerima uang dari pak surya


setelah kepergian pak surya mandor itu membagi bagikan amplop yang berisi bonus untuk para pekerja, mereka sangat senang dan bersyukur punya bos yang baik


"bian, kesini kamu sebentar" mandor memanggil bian agar mendekat pada diri nya


"ada apa ya pak" tanya bian


"begini biar tadi pak surya menanyai tentang kinerja kamu, ya kamu tau sendiri lah kinerja kamu dua minggu ini semakin menurun dan jika kamu masih tetap seperti ini maka jangan salahkan saya jika dengan berat hati saya akan memecat kamu" pak mandor memberitahu bian tentang pembicaraan diri nya dan pak surya tadi


"maaf pak jika memang kinerja saya menurun tapi saya janji saya akan perbaiki lagi, tolong jangan pecat saya pak" bian memohon pada pak mandor

__ADS_1


"ya sudah kamu kembali bekerja sama dan jangan di ulangi lagi ya"


"iya pak, terimakasih banyak" bian berlalu pergi dari hadapan pak mandor dengan hati yang sulit diartikan


__ADS_2