
Setelah mendengarkan cerita dari bi Mina Kenan masuk dan melihat putranya yang tertidur lelap dengan bekas air mata dikedua pipinya. Kenan menatap sedih pada putranya dan dia mengusap lembut kepala Kemal.
"Maafkan papa sayang, papa tak tau apa alasan dari mamamu untuk mengambil keputusan itu, tapi percayalah mama akan datang menemui mu nanti."
Gumam Kenan dan mengecup kening Kemal dan merebahkan tubuhnya disebelah Kemal sambil memeluk Kemal dalam dekapannya.
"Fairi, mau sampai kapan kau akan menghindar dan bersembunyi. Apakah kau bisa melihat kalau putra kita hari bisa merasakan kehadiran mu dan dia mulai menangis karena tak dapat menemukan mu."
Kenan menatap langit - langit kamar dan bergumam dalam hati sambil membayangkan wajah Fairi.
"Aku juga merindukan mu Fa."
...💔💔💔...
Keesokan harinya pagi - pagi sekali Fairi sudah sibuk dengan pekerjaannya dan dia sudah menatap layar komputer, untuk mengecek semua pengeluaran dan pemasukan serta perkembangan dari semua prodak yang sedang dikembangkan.
"Hah..."
Fairi menghela nafas dan meregangkan tubuhnya karena sudah duduk dan bekerja didepan komputer selama 3 jam.
Brrrrt
Hanpon Fairi bergetar dan saat dilihat itu adalah panggilan dari Amrita. Fairi tersenyum karena hanya Amrita dan Lina saja yang tau nomer hanpon Fairi.
"Ya Ta, apa ada sesuatu?"
Fairi bertanya dan berjalan ke dapur sambil mendengarkan apa yang diceritakan oleh Amrita pada dirinya. Terlihat Fairi sangat tenang namun ada kepanikan dari pandangan matanya saat dia mendengarkan cerita dari sahabatnya itu.
"Baiklah, aku akan menyelesaikan semuanya dengan cepat, karena aku gak mau saat nanti aku bertemu dengannya ternyata aku masih sibuk dengan pekerjaan yang belum terselesaikan. Dan aku melakukan semua ini karena aku ingin saat ketemu dengannya nanti aku punya cukup waktu dengannya."
Fairi menjawab dan sesekali tersenyum lalu dia mematikan sambungan telepon dengan Amrita.
"Boo, aku tau kamu adalah anak yang kuat dan bisa diandalkan, dan aku tau kamu juga tak akan pernah melupakan aku walau sudah ada orang lain yang berusaha untuk menggantikan aku."
Fairi tersenyum dan bergumam sambil melihat gambar foto putranya dan dirinya yang dia simpan didalam dompetnya.
"Sebaiknya aku tidur sebentar." Fairi merebahkan tubuhnya ditempat tidur dan memasang alarm.
"Selamat pagi non Wati." sapa Sabrina yang melihat Sri Wati datang ke rumah Fairi.
"Pagi Sa, dimana Fairi?" Sri Wati langsung masuk dan bertanya keberadaan Fairi.
"Non Ayu mungkin masih istirahat, karena tadi pagi setelah saya lihat di dapur dia kembali lagi ke kamar dan belum keluar sampai sekarang." jawab Sabrina
"Baiklah, biar aku lihat." Sri Wati masuknkedalam kamar Fairi dan terlihat Fairi terlelap dengan wajah yang terlihat lelah.
Sri Wati menatap Fairi dan duduk disebelah Fairi sambil tersenyum.
"Tak ku sangka setelah perjalanan yang begitu lama dan juga jauh akhirnya kamu kembali lagi, tapi kamu harus cepat muncul dan tak sembunyi lagi."
Sri Wati bergumam dan mengingat kembali kenangan 1 tahun lalu saat dia baru pertama kali melihat Fairi yang dikabarnya telah meninggal ternyata masih hidup dan sedang terbaring lemas di kamar rumah pamannya Sujono.
Kilas balik Sri
__ADS_1
"Paman, apa paman ada di rumah?"
Sri Wati yang mendengar kalau pannya sudah datang dari luar kota itu langsung bergegas mendatangi rumah pamannya.
"Kenapa begitu sepi, pada kemana semua orang. Dan paman juga tak ada."
Sri berjalan mengitari rumah dan keadaan rumah benar - benar sepi, satpam yang biasanya ada juga tak kelihatan dan para art juga tak kelihatan.
Dengan dongkol Sri berjalan dan dia mendapati kamar yang biasanya tertutup rapat dan terkunci itu sedikit terbuka, Sri perlahan mendekati kamar itu dan dia sangat kaget saat tiba - tiba saja ada orang yang keluar dari kamar itu.
"Ya ampun." Sri yang kaget melihat art dan juga satpam rumah itu keluar dari kamar itu.
"Non Wati datang." sapa art rumah Sujono yang juga tak kalah kagetnya dengan Sri.
"Siapa dia bi, kenapa ada seseorang yang terbaring didalam kamar itu dan dimana paman." Sri bertanya dengan penasaran.
"Oh saya tak tau nom, dia baru saja datang dan kelihatannya dia sedang mengalami luka yang serius. Karana lengan dan juga kakinya diperban rapat." jelas art itu pada Sri.
"Bolehkah aku melihatnya?" Sri merasa penasaran dan masuknkedalam untuk melihat.
"Ya ampun Fairi." Sri terkejud saat dia tau orang yang sedang terbaring itu adalah Fairi dengan lengan kiri dan kaki kirinya dipasang gips, dan wajahnya yang kiri juga diperban.
Perlahan Sri mendekati Fairi dan menatap tak percaya kalau itu benar - benar Fairi. Dengan keras Sri menangis sejadi - jadinya karena dia 1 minggu yang lalu mendatangi pemakamannya dan hati ini dia melihat orangnya terbaring dengan lemah didepannya.
Setelah kilas balik
"Uhg." Fairi menggeliat dan dia menatap sahabatnya Sri duduk termenung disamping tempat tidur sambil menggenggam tangannya. Fairi tersenyum dan dia teringat akan kejadian 1 tahun lalu, saat dia terbangun untuk pertama kalinya dia juga melihat Sri disampingnya dengan bengong.
"Sudah dari tadi tuan putri." Sri mendekat dan memberikan kecupan di kening Fairi yang sedang bersandar ditempat tidur.
"Duh kebiasaan kau ini, gunakan saja perhatianmu itu pada kekasih mu." Fairi tersenyum dan bangun dari tempat tidur.
"Aku dengar kau akan ada pertemuan di mol nanti siang. Apa aku boleh ikut dengan mu, aku janji tak akan mengganggu. Aku malas di rumah karena tak ada kegiatan boleh ya, ya, ya" Sri memohon pada Fairi dengan manja.
"Aku tau itu hanya alasan saja, kau ingin bertemu dengan dia kan? Karena tak ingin ketahuan makanya membuat alasan untuk ikut dengan ku." Fairi berkata dan menatap Sri
Sri tersenyum "kau tau saja, tapi boleh ya."
"Iya baiklah." Fairi pun masuk kedalam kamar mandi.
...💔💔💔...
Disisi lain Kemal yang sejak pagi rewel dan gak mau pergi ke sekolah sedang duduk termenung sambil memainkan mainan robot yang dulu dibelikan oleh Fairi. Dan Kenan yang ada pertemuan terpaksa meninggalkan Kemal sebelum Kemal bangun dari tidurnya.
"Sayang mau makan kue, nenek tadi buatkan kue kesukaan mu." Nyonya Tias membujuk Kemal
"Tidak nek, aku belum lapar dan juga gak mau makan kue." Kemal menjawab dengan lemas lalu sibuk lagi dengan mainannya.
Nyonya Tias menghela nafas dalam dan kasian melihat Kemal yang sedang merindukan mamanya yang tak akan pernah dan tak akan mungkin bisa dia lihat lagi.
"Assalamualaikum."
Amrita dan Arumi datang ke rumah Kenan setelah pulang sekolah untuk melihat Kemal karena pagi ini tak masuk sekolah.
__ADS_1
"Kakak Arman." Arumi mendekati Arman yang duduk di sofa dengan wajah sendu
"Rita." Nyonya Ayu tersenyum melihat Amrita dan putrinya datang.
"Tante, ada apa. Apakah dia sedang sakit?" Amrita bertanya dan mendekati Arman yang terlihat sedang sedih dan tak bersemangat.
"Ya dia sedikit demam dan sudah dibawah ke rumah sakit. Tapi sejak tadi dia seperti itu, tak mau makan dan gak mau bergerak.* Nyonya Tias menceritakan kejadian kemaren pada Amrita.
Amrita terdiam dan dia tersenyum saat dia ingat kalau tadi pagi Sri menghubungi dirinya dan bilang kalau dia sedang sama Fairi dan hari ini dia akan keluar bersama dengan Fairi untuk bertemu dengan Kekasihnya di mol Josua karena Fairi siang ini ada pertemuan bisnis di sana.
"Aku tau Tan bagaimana cara menghiburnya." Amrita mendekati Kemal dan berbisik ditelinga Kemal, seketika Kemal menatap Amrita dan tersenyum.
Nyonya Tias yang melihat merasa bingung apa yang sedang dibisikkan oleh Amrita itu, kenapa wajah Kemal yang tadinya mendung tiba - tiba cerah seolah matahari telah terbit dengan sangat terang.
"Ayo mandi dan ganti baju nanti akan telat kalau gak bergegas." Amrita berkata dengan semangat.
"Iya aku mau mandi sekarang." Kemal langsung bergegas dan minta dimandikan oleh bi Mina.
"Ada apa dan apa yang ku bisikkan tadi?" Nyonya Tias bertanya penasaran.
"Tante tenang saja, aku sedang memancing buruan yang besar." Amrita berkata dengan senyuman yang misterius.
Setelah selesai dan Kemal telah siap Amrita membawah Kemal, nyonya Tias dan juga putrinya kesebuah mol ternama, dan nyonya Tias berfikir kalau kesedihan Kemal hilang karena Amrita berkata akan membawahnya bermain.
Mereka berempat masuk kedalam mol itu dan menuju ke pusat permainan, terlihat Kemal dan Arumi bermain dengan sangat seru dan terlihat Kemal begitu bahagia. Nyonya Tias tak menyangka kalau cara membujuk Kemal begitu sangat mudah.
"Di sini tempatnya?" Fairi bertanya pada Sri saat mereka sampai didepan mol besar.
"Iya ayo masuk, aku benarkan Sa." Sri menarik Fairi dan menatap Sabrina.
"Iya benar." Sabrina mengangguk.
Dua orang pengawal berjas hitam membukakan pintu mol itu dan Sri sama Fairi melangkah masuk kedalam mol itu. Mereka berjalan kearah restoran Cina yang ada didalam mol itu.
Dan disisi lain Kemal yang sedang asik bermain tiba - tiba berhenti, dia menatap Amrita. Lalu Amrita tersenyum dan mengangguk. Dengan cepat Kemal lari keluar dari tempat permainan itu.
"Eh Arman." Nyonya Tias kaget dan mengejar Kemal begitu juga dengan Amrita dan Arumi.
1 jam sebelum di mol
"Sayang, jangan menangis." Amrita mendekati Kemal yang duduk di sofa dengan sendu.
"Mau mama Rita ajak ketemu sama mama kamu gak? Tapi janji jangan nakal." bisik Amrita ditelinga Kemal
Kemal menatap Amrita tak percaya "Hem, ayo mandi dan ganti baju nanti akan telat kalau gak bergegas."
1 jam setelahnya.
"Honey...honey."
Kemal berlari dan melewati banyak orang, dia terus saja mencari dan memanggil honey nya.
Sedangkan nyonya Tias dengan panik ikut lari memanggil - manggil nama Kemal, namun tak dihiraukan oleh kemal karena dia sedang lari mencari sang mama yang sangat dia rindukan.
__ADS_1