
"Sepertinya mereka memang keluarga, lihatlah mereka terlihat sangat dekat satu sama lain" gumam Kenan dan meninggalkan tempat itu untuk menuju ke rumah mamanya dengan hati yang sakit.
Setelah sekian lama mengawasi Kenan pun meninggalkan pengawasannya dan melajukan mobilnya menuju ke arah rumah mamanya, selama perjalanan Kenan terus berfikir dan mengingat akan kejadian keakraban Fairi dan seorang pria yang terlihat lumayan cakep. Dan Kenan memerintahkan Agus untuk menarik semua orangnya agar tak mengawasi Fairi lagi.
Berkali - kali Kenan menghela nafas dalam berusaha untuk menetralkan beban dalam hatinya soal pemandangan keakraban keluarga Fairi. Dengan laju sedang Kenan melewati jalanan malam dengan keheningan hati dan pemikirannya sendiri.
...💔💔💔...
"Aku kembali dulu karena sudah malam, dan aku juga sedang ditunggu teman ku untuk melihat apartemennya." Lime berkata dan berniat untuk meninggalkan rumah Fairi.
"Baiklah hati - hati di jalan dan jangan lupa besok kita ketemu di rumah dan aku akan membawah mu ke Bogor untuk melihat langsung perkebunan teh di sana ok." Fairi berkata dengan sangat senang.
"Ok, aku akan datang besok pagi dan menunggu mu di rumah untuk bermain dengan Boo." ucap Lime dengan memeluk Kemal dan terlihat Kemal juga sangat dekat dengan Lime.
...💔💔💔...
Sesampainya di rumah mamanya Kenan langsung masuk kedalam rumah dengan jalan sempoyongan dan terlihat sangat menyedihkan, melihat keadaan rumah yang gelap karena sudah malam dan semua orang sudah pada tidur, Kenan duduk di ruang tamu dengan sesenggukan menahan tangis dan sesak dadanya.
Seseorang menuruni tangga dan melihat di kegelapan, dia mendekati sumber tangis yang terdengar sangat menyakitkan. Dengan hati - hati orang itu yang ternyata adalah nyonya Tias mama Kenan, karena mendengar suara mobil dan tangis putranya maka dia bangun dan mencari Kenan.
Nyonya Tias mendekati Kenan yang duduk dalam kegelapan malam, perlahan nyonya Tias menyentuh kepala Kenan yang sedang meringkuk di sofa sambil tubuhnya bergetar karena menangis. "Kenan, kenapa nak?"
Ya sekesal dan semarah apapun seorang ibu kepada anaknya mereka akan tetap menerima anak - anak mereka dengan lapang dada dan memaafkan semua kesalahan anaknya, itulah yang dilakukan oleh nyonya Tias kepada Kenan karena sekesal apa pun nyonya Tias pada Kenan dulu kini dia adalah orang pertama yang akan memeluk Kenan jika Kenan dalam masalah yang menyakitkan.
"Ma, mama." Kenan memeluk tubuh mamanya dengan erat "Kenapa sesakit ini ma." sambung Kenan.
"Kenapa nak? Apa yang terjadi?" Nyonya Tias menepuk - nepuk punggung Kenan dengan lembut.
"Fairi, dia sepertinya sudah berkeluarga ma, hari ini aku melihat suaminya datang dan mereka sedang bermain dengan putra mereka dengan sangat menyenangkan ma. Kenapa sakit sekali ma, rasanya sangat sakit ma." jelas Kenan pada mamanya dengan memeluk tubuh mamanya tanpa mau melepaskannya.
"Akhirnya kamu mengerti nak, jika semua itu menyakitkan? Apa kamu tak berfikir dulu saat kamu melakukannya pada Fairi saat dia masih menjadi istrimu yang sah. Bagaimana rasa sakitnya yang dia tanggung melihat suaminya membawah pulang wanita lain kedalam rumahnya dan mengenalkannya sebagai istrinya yang lain." Nyonya Tias menatap Kenan dan menghapus air mata Kenan.
"Jika semua adalah jalannya maka kamu harus ikhlas nak. Walau berat tapi semua adalah suratan." Nyonya Tias mengecup kening Kenan.
"Maaf ma, maafkan Kenan." Kenan Memeng tangan mamanya dengan erat
"Bukan pada mama nak, harusnya kamu meminta maaf kepada Fairi." Nyonya Tias berusaha menenangkan Kenan.
Malam itu nyonya Tias memberitahu dan menasehati Kenan atas segala apa yang dia lakukan dulu, dan nyonya Tias juga mengingatkan pada Kenan atas sebab akibat dari segala perbuatan yang akan dilakukan, jika tak ingin disakiti dan tak ingin merasakan rasa sakit makan jangan pernah menyakiti orang lain.
Didalam kamar Kenan merenung dan dia mengingat segala perbuatannya terhadap Fairi dulu, dan semua seolah seperti kaca bagi dirinya saat ini, Kenan merenung dan menatap kosong pada langit - langit kamarnya, serta terbayang akan wajah dan ekspresi Fairi saat pertama kali Kenan datang membawah Melinda memasuki rumahnya. Serta kisah perjalanan pernikahannya dengan Fairi dari hari pertama sampai akhirnya mereka berpisah.
Kilas balik 10 tahun yang lalu
"Apa maksud mama sama papa? Ken tau ma kalau dia adalah putri sahabat mama dan sangat mama sayangi melebihi kasih sayang mama dan papa sama Ken. Tapi kenapa Ken juga harus berkorban untuk dia dengan menikahinya, Ken gak mau karena Ken sudah memiliki orang yang Ken cintai.
__ADS_1
"Ken.! Papa gak mau tau dan gak akan mengulangi perkataan papa sampai dua kali, jika papa memutuskan kau harus menikah dengan Fairi maka kau harus melakukannya, dan sampai kapan pun papa tak akan pernah setuju kau dengan wanita mana pun paham." teriak tuan Bram pada kemana dengan kesal.
"Pa, papa. Ha,,, sial.!" Kenan sangat marah
Tiba hari H acara pernikahan Kenan terlihat sangat kesal, dia menatap Fairi dengan tatapan kemarahan namun Fairi yang duduk didepan meja rias tak menunjukkan ekspresi apa pun, tatapan mata Fairi hanya datar tanpa ada emosi. Tak ada kebahagian atau kesedihan dalam wajahnya.
Pernikahan sederhana yang dilakukan Kenan dan Fairi hanya dihadiri oleh beberapa kerabat dekat saja, bahkan teman - teman Fairi pun tak ada yang datang begitu juga dengan Kenan. Fairi yang duduk dengan tenang disamping Kenan tanpa ada suara dan hanya mendengarkan Kenan mengucapkan ijab kabul didepan penghulu dan keluarga.
"Dengar ada yang ingin aku katakan pada mu." suara Kenan saat dia masuk kedalam kamar dan melihat Fairi sudah melepas semua hiasan dan menghapus riasannya.
"Kita pulang ke rumah kita sekarang juga, aku sudah berkemas dan akan menunggu mu dibawah, oh iya aku juga sudah bilang pada mama kalau malam ini kita akan langsung pindah dan mama setuju jadi kamu tak perlu khawatir.." ucap Fairi yang membuat Kenan terkejut.
Setelah beberapa menit Kenan turun dan dia melihat Fairi sudah berkumpul dengan beberapa kerabat dari orang tua Kenan serta terlihat biasa saja dengan percakapan dan candaan mereka Fairi hanya tersenyum tipis, dia tak juga tak menanggapi semua percakapan semua orang yang menggodanya.
"Kamu sudah siap? Ma, Pa kami pergi dulu." ucap Fairi berpamitan pada mama dan papa Kenan.
Selama dalam perjalanan Fairi hanya diam dan dia terlihat sedang menghubungi seseorang dengan mengirim pesan pada orang itu, karena Kenan mendengar beberapa nada notifikasi yang masuk kedalam hanpon Fairi.
...💔💔💔...
Setelah sampai di rumah yang dibelikan oleh orang tuan Kenan sebagai hadia dari pernikahannya Fairi langsung memberikan sebuah map pada Kenan, dengan tatapan bingung Kenan menerima map itu lalu Fairi langsung naik kelantai atas, dan seorang wanita paruh baya menghampiri Kenan serta memberitahu kepada Kenan kalau dia sudah menyiapkan kamar untuk Kenan.
"Apa semua ini sudah dia atur sebelumnya ya." gumam Kenan saat dia masuk kedalam kamar yang sudah tertata rapi.
"Hei, apa maksud dari isi map ini?" tanya Kenan pada Fairi saat dia bertemu dengan Fairi dipagi hari.
"Jadi maksud mu, kita hanya menjalani pernikahan dan berhubungan baik sebagai teman serumah saja? Kau tak akan mengganggu waktu pribadiku dan tak harus menjalin hubungan apa pun, hanya menghormati satu sama lain." tanya Kenan memperjelas lagi.
"Benar, aku akan menghormati mu sebagai suami ku dan aku juga akan menjadikan diri ku layaknya seorang istri demi kebahagian orang tua kita. Dan aku tak akan mengganggu mu, anggap saja kita cuma sebagai dua orang yang tinggal serumah." Fairi berkata dengan tatapan datar.
"Baik, aku setuju. Tapi jika diantara kita memiliki kekasih atau ingin menikah lagi maka kita harus membicarakannya dengan baik dan kita akan memutuskan hubungan ini secara baik." Kenan menambahkan satu poin dalam persyaratan tinggal bersama.
"Iya, aku hanya ingin setiap tahunnya kamu meluangkan waktu untuk hari perayaan pernikahan kita sebagai bukti kepada orang tua kamu kalau kita baik - baik saja." jawab Fairi
"Ya, aku akan selalu membuat moment indah setiap hari perayaan pernikahan kita dan menunjukkan buktinya pada mama dan papa agar mereka tak curiga." Kenan menyetujuinya "lalu bagaimana dengan orang - orang yang ada di rumah ini?" sambung Kenan karena merasa cemas bagaimana kalau mereka membocorkan persoalan hubungannya dengan Fairi yang hanya berpura - pura didepan orang tuanya.
"Mereka adalah orang - orang baik dan tak akan membocorkan semuanya karena aku mengenal mereka dan percaya pada mereka semua, dulu mereka adalah orang - orang dari ibu ku." jelas Fairi.
"Baik, kita tanda tangani sekarang." Kenan dan Fairi pun menanda tangani perjanjian itu.
Hari - hari Kenan dan Fairi berjalan seperti orang asing dan hanya menegur jika ada perlu saja, bahkan saat Fairi dalam masalah besar dia juga tak memberitahu Kenan dan menanggung semuanya sendiri.
...💔💔💔...
"Ya ampun siapa wanita itu? Dia cantik sekali." ucap Farid saat dia pertama kali bertemu dengan Fairi di lokasi syuting saat Fairi menggantikan seorang model yang tak bisa datang.
__ADS_1
"Ken, tidak kah kau lihat kalau dia adalah wanita yang sangat cantik dan juga luar biasa." Farid terus saja memuji Fairi
"Aku tak tau." jawab Kenan cuek.
"Hai Ken, coba lihatlah ada orang yang mendekatinya." Farid memberitahu Kenan.
Terlihat dari jauh ada seorang pria yang datang menghampiri Fairi saat Fairi sedang istirahat, tapi terlihat Fairi sedang berbincang dan terus melipat kedua tangannya didepan dada seolah dia sedang meminta maaf, dan terlihat Fairi terus saja melangkah mundur setiap kali pria itu berusaha untuk mendekatinya.
"Sepertinya pria itu mencobak untuk mendekatinya." Farid berkata lagi
"Kau kesini untuk ketemu sama rekan bisnis atau untuk mengawasi wanita hah?!" kesal Kenan.
"Ya ampun Ken, orang yang harusnya kita temui juga belum datang apa salahnya kita cuci mata sebentar karena ada barang bagus yang bisa membuat mata bening." Farid berkata menggoda Kenan dan Kenan hanya bergeleng kepala sambil tersenyum tipis.
"Apa kau lihat tadi? Sepertinya sutradara berusaha untuk mendekati Fairi. Tapi seperti biasanya, Fairi akan menolak dengan halus." suara seorang wanita yang terlihat salah satu dari teman kerja Fairi karena mereka berdua memakai baju yang senada dengan para kru yang ada di lokasi syuting.
"Iya benar, Fairi itu aneh sekali. Jika dia masih singel kenapa dia tak menerimanya saja, sayang sekali padahal sutradara sangat tampan dan juga kaya tapi Fairi tetap saja menolak." ucap teman lainnya.
"Iya aneh sekali, bahkan dia juga pernah menolak model Mex loh, ya ampun Fairi ini ya. Apa dia biarawati atau keturunan biksu ya hampir semua pria yang mendekatinya ditolak semua dan dia juga selalu menjaga jarak dari mereka, hanya satu pria saja yang mampu membuat dia mendekat dan tersenyum manis." ucap wanita itu
"Iya, kamu benar dan itu adalah pengacara Fahmi. Tapi dia adalah kekasih dari model Amrita yang merupakan sahabat dari Fairi." jawab teman wanita itu.
Kenan yang bisa mendengar dengan jelas percakapan dari dua wanita itu jadi menatap Fairi yang duduk seorang diri dan sedang memainkan ponselnya. "Kau benar - benar menjaga dirimu dengan sangat baik rupanya diluar."
"Apa?" Farid bertanya pada Kenan karena dia mendengar Kenan bergumam.
"Tidak apa, orang yang kita tunggu sudah datang." Kenan menjawab dan orang yang ingin ditemuinya sudah datang.
"Oh iya, ayo." Farid berdiri dan mempersilakan pada dua orang yang telah membuat janjintemu dengannya dan Kenan.
...💔💔💔...
"Selamat malam, kau sudah pulang." tegur Kenan saat dia sampai rumah dan melihat Fairi sedang melintas dari dapur
"Malam, iya. Makan malam sudah disiapkan, jika kamu ingin makan silakan dan jika tidak biarkan saja nanti dibereskan oleh bibi" ucap Fairi dan melintas naik keatas.
Kehidupan rumah tangga Kenan dan Fairi berjalan sangat baik, dan mereka sudah semakin dekat dengan memanggil nama mereka masing - masing. Karena selama 3 tahun ini selama tinggal bersama mereka selalu bersandiwara didepan orang tua Kenan kalau hubungan rumah tangga mereka sangat bahagia dan baik - baik saja.
"Kenan jangan lupa 3 hari lagi adalah hari jadi pernikahan kita, pulanglah lebih awal. Aku akan menyiapkan semuanya, kita tak perlu ada hiasan cukup kue saja dan foto bersama. Nanti kalau ditanya mama bisa bilang kalau kita sama - sama sibuk." Fairi mengingatkan pada Kenan sebelum Kenan berangkat kerja.
"Iya, aku ingat. Aku berangkat dulu." Kenan menjawab dengan nada biasa saja.
"Fairi maaf aku ada pekerjaan dan harus bermalam untuk beberapa hari jadi mungkin aku tak akan pulang nanti." jelas Kenan pada malam harinya dan terlihat panik dengan membawah beberapa potong bajunya.
"Baiklah, hati - hati dan jangan lupa kalau bisa luangkan waktu untuk hari jadi pernikahan kita." jawab Fairi biasa saja.
__ADS_1
"Iya aku pergi dulu." Kenan langsung pergi begitu saja, tanpa peduli dengan Fairi yang terlihat khawatir melihat Kenan panik.