
"Apa semuanya sesuai dan tak ada yang salah dengan data yang kau kirim ini" tanya Kenan pada seseorang dari telepon
"Semuanya sesuai pak dan semuanya sudah ada didalam sana" jawab orang itu
"Baik, kau awasi dia untuk ku sekarang." perintah Kenan selanjutnya pada orang itu
"Baik pak." jawab orang itu dan mematikan sambungan telepon dengan Kenan.
"Ada apa Ken, kau terlihat sangat serius. Apakah ada sesuatu yang harus kau kerjakan" tanya Farid
"Tidak, aku hanya melakukan sesuatu hal kecil saja." jawab Kenan santai
"Hem, aku dengar katanya om akan melepas perusahaan dan kau bisa membangun perusahaan mu sendiri." ucap Farid menatap Kenan dan terlihat bahagia untuk Kenan.
Kenan pun bekerja dengan giat hari itu sambil menunggu kabar dari orang yang dia kirim untuk mengawasi Fairi, karena Kenan ingin bertemu secara langsung dengan Fairi sebelum mereka menikah sesuai dengan rencana kedua orang tua Kenan.
*Pak orang yang saya awasi sudah pulang dan sekarang dia ada di rumah, apa yang harus saya lakukan selanjutnya.
Orang suruhan Kenan mengirimkan pesan pada Kenan dan memberitahu kalau Fairi sudah pulang.
*Baik kau tunggu di sana aku akan segerah kesana sekarang. Awasi dia dan laporkan kalau dia keluar
Pesan yang dikirimkan Kenan pada orang itu
Tak lama setelahnya kenan menuju ke apartemen Fairi sambil membawah berkas yang sudah dia siapkan dari tadi.
...💔💔💔...
"Apa dia ada di rumahnya" tanya Kenan pada orang suruhannya
"Ada pak, belum keluar sejak dari masuk tadi." jawab orang itu
"Hem, kau bisa pergi sekarang." Kenan pergi ke rumah Fairi.
Kenan menghela nafas dalam sebelum dia menelan tombol rumah Fairi dan dia menyiapkan dirinya, setelah itu dia menekannya dan menunggu sampai Fairi membukakan pintu
"Iya siapa, oh kakak yang waktu itu" Fairi menatap bingung pada Kenan yang saat ini berdiri didepan rumahnya
"Fairi, benar." suara Kenan yang besar menyadarkan Fairi yang sedang melamun karena berfikir darimana Kenan tau rumahnya.
"Baiklah ayo masuk dulu karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu penting" Kenan melangkah maju sehingga Fairi dengan spontan mundur sampai Kenan masuk kedalam rumah Fairi.
"Aku Kenan putra Bramono dan Nengtias kau pasti sudah kenal mereka kan." ucap Kenan dan Fairi kaget karena orang yang selama ini dia hindari saat ini ada di depannya dan didalam rumahnya.
"Kita bicara langsung saja, ini adalah berkas perjanjian. Kau tau kan kalau kita dijodohkan, dan aku tak punya pilihan selain menyetujui semuanya Karana dengan begitu aku bisa lepas dari bayang - bayang papa dan membuka perusahaan ku sendiri." jelas Kenan
"Oh rupanya dia juga punya tujuan untuk lepas dari orang tua sama seperti ku." suara hati Fairi
"Baik, silakan duduk." Fairi membawah Kenan ke ruang tengah dan mereka duduk berhadapan.
"Aku tak tau apa tujuan mu, tapi aku tak perna menyukai mu dan pernikahan ini hanyalah formalitas saja. Tapi aku juga butuh kepastian sebuah perjanjian yang tertulis, yang didalamnya menyatakan kalau kita akan hidup seperti biasa tanpa mengganggu urusan masing - masing, dan aku juga tak ingin kalau pernikahan kita ini akan diketahui oleh banyak orang. Jadi kita harus meminimalkan pemberitaan, dan juga..."
"Aku setuju." jawab Fairi memotong ucapan Kenan yang belum selesai.
"Aku akan bilang pada mama Tias agar pernikahan ini diadakan hanya dengan kita berdua saja tanpa ada tamu undangan atau apa pun itu. Dan untuk yang lainnya aku juga setuju kalau kita akan tetap hidup sendiri - sendiri walau sudah menikah." jawab Fairi
"Apa." Kenan merasa kaget karena Fairi menyetujui usulannya
"Iya aku setuju dengan semua syarat yang kamu katakan tadi. Aku cuma ingin menambahkan poin saja, aku ingin setiap tahunnya kita akan merayakan ulang tahun pernikahan kita untuk membuktikan pada mama Tias kalau pernikahan kita baik - baik saja, selebihnya terserah kamu." sambung Fairi tanpa ada pembicaraan yang ribet.
"Baiklah kalau begitu." Kenan merasa bingung karena Fairi menerima semuanya dengan sangat mudah.
__ADS_1
"Baik, mana yang harus aku tanda tangani." Fairi meminta berkas yang dibawah Kenan
"Di sini dan di sini." Kenan menunjukkan
"Sudah selesai, apa masih ada yang lain? Kalau tak ada silakan anda pergi karena saya harus pergi bekerja lagi." Fairi berkata dengan sopan pada Kenan.
"Ok kita ketemu di hari pernikahan kita nanti." Kenan pun pamit dan keluar dari rumah Fairi.
Tak lama kemudian terlihat Fairi keluar dari rumahnya dan dia pergi bersama dengan Amrita untuk melakukan pemotretan lagi Karama Fairi.harus menggantikan seseorang yang malam itu tak bisa datang.
"Oh dia benar - benar keluar ya." gumam Kenan yang memperhatikan Fairi kelar dan pergi dengan seseorang yang lain lagi.
...💔💔💔...
Beberapa hari kemudian sesuai dengan permintaan Fairi pada nyonya Tias kalau pernikahannya dengan Kenan hanya dihadiri oleh keluarga Kenan dan Fairi saja pun terjadi, pernikahan yang amat sangat sederhana terjadi pada pagi itu. Terlihat Fairi yang cantik dengan balutan baju kebaya putih dan Kenan jas putih juga terlihat mereka sangat serasi satu sama lain.
"Selamat ya sayang." Nyonya Tias terlihat sangat bahagia
"Makasih ma." Fairi tersenyum dan berusaha untuk terlihat bahagia.
"Ini sayang." Nyonya Tias menyerahkan sebua surat pada Fairi
"Apa ini ma?" Fairi menatap bingung
"Itu adalah sertifikat rumah hadiah dari mama dan papa untuk pernikahan mu sayang." ucap nyonya Tias
"Makasih ma" Fairi memeluk nyonya Tias
"Gila kenapa suami wanita j*lang itu sungguh sanga tampan" gumam Tyas dengan kesal menatap Fairi.
Keesokan harinya Kenan dan Fairi pun menempati rumah baru mereka, hadiah dari nyonya Tias. Terlihat rumah itu sangat besar dan sertifikatnya atas nama Fairi.
Beberapa bulan pun telah terlewati dan Fairi sama Kenan yang tinggal bersama pun bagaikan orang asing yang tak saling kenal satu sama lain, karena reksa selalu bersimpangan dan juga tak tegur sapa kalau bukan urusan yang penting. Hingga pernikahan mereka pun berjalan 1 tahun.
"Ken, jangan lupa Minggu depan adalah perayaan ulang tahun pernikahan kita yang kedua" ucap Fairi saat dia berpapasan dengan Kenan yang baru pulang kerja.
"Iya, oh iya. Kalau bisa kita rayakan sendiri saja karena aku sibuk. Kita bisa mengambil gambar untuk dikirimkan pada mama." jawab Kenan
"Baiklah, nanti aku akan bilang sama mama kalau aku ingin merayakan berdua saja dengan mu" balas Fairi
"Hem." Kenan pergi masuk kedalam kamarnya dan Fairi pergi untuk bekerja.
Pada hari H Fairi sudah sibuk seperti tahun kemaren untuk masak dan menyiapkan kue untuk merayakannya, dan saat sore itu Fairi bersiap serta menunggu Kenan, namun Kenan tak kunjung pulang hingga hari semakin malam dan Fairi pun lelah menunggu hingga dia ketiduran di sofa.
"Mak Kenan baru pulang, non Fa menunggu dari tadi dan tertidur." ucap bi Ningsih yang melihat kena pulang larut malam
"Oh iya maaf bi, aku lupa karena tadi ada masalah sedikit di kantor." jawab Kenan dan dia masuk melihat Fairi yang terlelap dan meringkuk di sofa.
"Mau dipanaskan mas makanannya?" tanya bi Ningsih
"Tidak usah bi, simpan saja panaskan besok pagi." perintah Kenan dan dia mendekati Fairi.
"Maafkan aku ya." bisik Kenan lalu dia mengangkat Fairi untuk dipindahkan ke kamar tidur.
"Tubuhnya sungguh sangat ringan, apa dia menunggu ku dari sejak tadi?" gumam Kenan bertanya - tanya saat dia menatap wajah Fairi yang terlelap.
"Selamat malam, maafkan aku Fa." Kenan mengusap kepala Fairi lalu meninggalkan kamar Fairi.
"Fairi mana bi?" tanya Kenan yang tak melihat Fairi
"Oh non Fa berangkat ke Singapura karena ada pekerjaan dan sudah berangkat sejak tadi pagi mas." jawab bi Ningsih
__ADS_1
"Singapura, baiklah." Kenan pun sarapan sendiri dengan masakan yang dimasak oleh Fairi kemaren
"Oh iya mas, tadi non Fa pesan kalau mas Kenan mau kuenya dibawah saja ke kantor untuk dibagikan dengan teman mas Kenan di kantor. Karena untu ibu sudah dikirim tadi pagi sama ojek." bi Ningsih menyampaikan pesan Fairi
"Oh memangnya dia beli banyak bi?" tanya Kenan penasaran
"Non Fa tak pernah beli mas, setiap tahun selalu masak dan membuat sendiri kue dan hidangannya." jawab bi Ningsih
"Em." Kenan terdiam dan menatap masakan yang saat ini dimakan.
1 Minggu pun telah berlalu dan Fairi baru pulang, dia kaget saat melihat ada orang lain di rumahnya. Dan Fairi merasa ragu untuk menyapa dan bertanya siapa dia.
"Oh anda mencari siapa mbak." Farid bertanya pada Fairi
"Ah, itu." Fairi ragu mau jawab
"Non Fa baru datang ya." Man Ayub lari mendekati Fairi yang baru saja sampai
"Man" Fairi tersenyum
"Ayo biar Maman yang bawah ini non" man Ayub membawah koper Fairi dan berjalan masuk
"Eh." Farid menatap bingung
"Ken aku barusan melihat ada seorang wanita masuk rumah, dan kelihatannya man Ayub sangat akrab dengannya, dia dipanggil non Fa" ucap Farid pada Kenan saat dia masuk ke ruang kerja Kenan
"Oh, dia Fairi istriku." jawab Kenan santai
"Apa?! Istri, kapan kau menikah dan dia kenapa terlihat agak takut - takut gitu." Farid kaget dan bingung
"Kami dijodohkan dan tak saling cinta, pernikahan kami hanya diatas kertas saja karena kami masih hidup masing - masing" jawab Kenan menatap Farid
"Dia cantik, tapi kenapa begitu?" Farid semakin bingung
"Ceritanya panjang, nanti saja aku ceritain" Kenan tersenyum pada Farid.
Fairi sangat menjaga jarak dari Kenan dan juga orang - orang yang dikenal serta yang berhubungan sama Kenan. Karena Fairi tak ingin terlibat jauh dengan Kenan, namun selama menjadi istri Kenan Fairi juga menjaga dirinya dengan sangat baik bahkan dia tak berani untuk dekat dengan seorang pria atau berhubungan dengan mereka selain Fahmi.
Saat pulang kerja Kenan kaget melihat Fairi yang baru keluar dari kamar mandi karena habis mandi dan Fairi tak tau kalau Kenan sudah pulang.
"Apa - apa an dia, apa dia tak bisa waspada pada orang kenapa dia santai sekali keluar berlenggang seperti itu padahal di rumah ini tak hanya ada dia tapi juga ada man Ayub, bagaimana jika man Ayub melihatnya." gumam Kenan dan dia memegangi dadanya karena jantungnya berdetak sangat cepat.
"Em, Fa aku minta maaf karena waktu itu ada pekerjaan yang sangat penting di kantor jadi aku pulang telat." ucap Kenan saat dia melihat Fairi keluar dari kamarnya
"Oh tak apa, aku tak masalah kok." jawab Fairi santai dan tak ada raut marah sama sekali.
"Kau mau kemana?" tanya Kenan yang melihat Fairi mau keluar
"Oh aku mau ketemu sama teman" jawab Fairi dengan sopan
"Apa mau ku antar? Kau mau ketemu sama temanmu dimana?" Kenan menawarkan diri untuk mengantarkan Fairi
"Tidak, tidak perlu karena nanti aku dijemput." Fairi menolak dan dia pergi keluar
"Kenapa dia selalu menolak tiap kali mau aku antarkan." Kenan melihat Fairi pergi dijemput oleh seseorang yang tak bisa Kenan liat siapa yang menjemput.
Hubungan Fairi dan Kenan seperti orang asing dan mereka akan bersandiwara sebagai suami istri yang bahagia saat didepan nyonya Tias saja.
Hubungan timbal yang baik - baik saja selama 3 tahun pun jadi semakin berantakan saat Kenan datang dan memperkenalkan wanita lain sebagai istri kepada Fairi.
Hancur berantakan hati Fairi bagai diremas dan disayat - sayat saat Fairi yang selama 3 tahun menjaga diri namun Kenan telah mengkhianatinya.
__ADS_1
7 tahun telah berlalu saat Kenan menerima hukuman dari Fairi yang telah meninggalkannya dan menghilang dari hadapan Kenan, dengan susah paya Kenan mempertahankan keyakinan dan kepercayaannya kalau dia akan bertemu kembali dengan Fairi wanita yang ternyata selama selama 3 tahun pernikahannya sudah dicintainya hanya saja Kenan terlalu lemah dan lambat untuk bisa menyadari perasaannya kepada Fairi yang sebenarnya.