
Setelah seminggu sejak prahara di restoran Farid semua kembali seperti semula dan Kenan juga mulai menyelidiki soal keberadaan Kemal putra Fairi yang saat ini sedang bersekolah di taman kanak - kanak darma wanita. Sesekali Kenan pergi ke sekolah itu hanya untuk melihat putra Fairi bermain dengan teman - temannya. Seperti saat ini Kenan sedang melihat dari kejauhan keseruan Kemal bermain dan terlihat sangat bahagia.
"Dia benar - benar anak yang lincah." gumam Kenan tersenyum melihat putra Fairi yang menggemaskan itu, namun senyumnya tiba - tiba saja hilang saat seorang pemuda datang menghampiri Kemal dan membawah Kemal pergi dari sekolahnya.
"Siapa dia sebenarnya? Jika dia bukan ayah dari anak itu, akankah dia adalah ayah sambungnya." Kenan pun mengikuti mobil yang membawah Kemal pergi.
Brrrt
"Halo ya Rid ada apa?" Kenan mengangkat panggilan telepon dari Farid.
"Kau dimana Ken? Ini para dewan sudah pada berkumpul jangan bilang kalau kau lupa kalau siang ini ada rapat cepat kembali ke kantor sekarang." Farid memberi tau Kenan.
"Ah, sial aku benar - benar lupa, ok aku akan sampai dalam 15 menit kau pimpin dulu." Kenan merelakan mobil yang membawah Kemal lolos dari pandangannya dan Kenan memutar balik mobilnya untuk kembali ke kantornya.
"Maaf saya terlambat karena ada sedikit urusan tadi." Kenan memberikan hormat pada para orang - orang yang sudah berkumpul di tempat rapat untuk menunggu Kenan.
Akhirnya setelah Kenan datang walau sedikit telat Kenan bisa dengan cepat mengambil alih rapat itu sehingga bisa berjalan dengan lancar dan bisa memuaskan semua orang termasuk para anggota dewan yang juga ikut hadir dalam rapat itu.
"Terima kasih, maaf tadi membuat menunggu." Kenan mengucapkan kata maaf lagi dan berjabat tangan dengan para orang - orang yang telah dibuatnya menunggu dirinya.
"Tak masalah tuan Kenan, dan saya secara pribadi merasa sangat puas dengan bekerja sama bersama dengan tuan Kenan." ucap beberapa orang yang menjalin kerja sama dengan Kenan.
"Selamat, saya mewakili direktur untuk menghadiri rapat ini dan saya ucapkan selamat atas kerja sama kita kali ini." ucap Fairi pada Kenan.
Kenan tersenyum dan menatap lembut Fairi sehingga membuat Fairi merasa bingung dengan reaksi Kenan pada dirinya. "Baiklah kalau begitu saya pamit dulu tuan Kenan." ucap Fairi lagi karena dia tak ingin berlama - lama dengan Kenan.
__ADS_1
"Tunggu, bisa tolong tinggalkan kami berdua karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan atasan mu." Kenan berkata dan menatap Lina.
"Tunggu di luar aku akan segerah keluar." Fairi berkata dan mengangguk pada Lina.
"Baik Bu Laras, permisi pak Kenan." Lina berkata dan memberikan hormat pada Kenan.
"Katakan, apa yang ingin tuan Kenan bahas dengan saya." Fairi berkata dengan nada bicara formal pada Kenan.
Lagi - lagi Kenan tersenyum "Kau sangat cantik hari ini." ucap Kenan dan hal itu membuat Fairi terbelalak.
Kenan melangkah mendekati Fairi dan secara spontan Fairi pun melangkah mundur dengan mengerutkan keningnya karena tak mengerti dengan tindakan Kenan kali ini, "Jangan macam - macam, aku bisa membuat mu dituduh melakukan pelecehan jika kau mendekat lagi" suara Fairi setelahnya tanpa ada kata formal lagi karena sedang panik dengan sikat Kenan.
"Hahaha." Kenan tertawa dan berhenti lalu menatap Fairi "Kau sungguh sangat cantik sayang, dan aku lebih suka jika kau bicara non formal padaku seperti ini dari pada formal seperti tadi. Aku cuma mau bilang maaf pada mu atas segalanya dan juga aku berjanji tak akan membuat mu tak nyaman dengan ku, apakah kau mau menghadiri jamuan makan malam besok, karena kita sudah bekerja sama secara pribadi dan juga secara umum jadi aku mengundang mu secara khusus, bagaimana apa kau mau datang? Aku akan sangat senang jika kau bisa datang dan kau juga bisa membawah keluarga mu untuk hadir, karena itu hanya perjamuan perusahaan yang ditujukan untuk saling mendekat satu sama lain, dan mereka juga membawah keluarga mereka masing - masing," Kenan menyerahkan kartu undangan pada Fairi "Ku tunggu, ok." ucap Kenan lagi dan mengedipkan sebelah matanya lalu keluar dari ruangan itu dengan senyum merekah.
"Dasar orang gila." Fairi bergumam dan bernafas lega.
"Ayo kita pergi." Fairi bernafas dalam dan meninggalkan kantor Kenan.
Didalam ruangannya Kenan masih saja tersenyum karena dia mengingat wajah Fairi yang terlihat sangat manis dan menggemaskan bagi Kenan saat dia merasa panik dan takut. "Ah dia sungguh menggemaskan, sama persis dengan putranya." gumam Kenan
"Siapa yang menggemaskan? Dan putra siapa?" Farid yang masuk kedalam ruangan Kenan menatap bingung melihat Kenan yang senyum - senyum sendiri dan bergumam kayak orang gila.
"Bukan apa - apa, bagaimana dengan persiapan jamuannya?" Kenan mengalihkan pembicaraan karena tak mau menjawab alasannya dia tersenyum sendiri pada Farid.
"Ya semuanya berjalan lancar dan undangan juga sudah diberikan, yang ingin aku tanyakan apa kita akan melakukan semuanya sama seperti semula atau ada yang berbeda kali ini?" Farid bertanya mengenai rencana perjamuan besok.
__ADS_1
"Kita akan melakukan dengan cara kekeluargaan untuk kali ini dan mereka bisa membawah keluarga mereka masing - masing." jawab Kenan santai.
"Baik, begitu juga bagus. Kalau begitu aku akan mengaturnya bersama Agus." Farid berkata dan pergi bersama dengan Agus.
...💔💔💔...
"Ada apa dengan Kenan, kenapa dia terlihat aneh dan berbeda atau hanya perasaan ku saja." Fairi sedang berfikir keras soal sikap Kenan hari ini "Ah, lupakan Fairi itu bukan urusan mu lagi"
"Hai, Fairi." Tyas masuk kedalam ruangan Fairi dan menegur dengan kasar.
Fairi bernafas dalam melihat hal itu, tapi sudah tak takut lagi seperti dulu karena Fairi sudah sangat siap dengan sikap dan perlakuan antara anak dan ibu dari keluarga ayahnya itu, dan Fairi sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi haknya dan juga alm ibunya yang ditendang keluar dari rumah.
"Mau apa lagi kau, ingin berbuat ulah lagi? Aku rasa kau salah tempat." Fairi berkata dengan santai dan menatap komputernya.
"Jangan berpura - pura lagi, katakan apa tujuan mu datang dan bergabung dengan perusahaan hah?! Bahkan kau juga membeli perkebunan yang seharusnya bangkrut karena sudah tak produksi lagi, dari mana kau dapatkan uang itu cepat katakan pada ku" Tyas berkata dengan melipat kedua tangannya di dada dan berdiri tepat didepan meja Fairi.
Fairi menatap Tyas dan tersenyum "Apa yang ingin kau katakan sebenarnya, sebaiknya kau langsung saja karena aku masih banyak pekerjaan hari ini." ucap Fairi dengan menatap tajam Tyas.
"Dengarkan aku, aku tak akan membiarkan kau berhasil dengan rencana mu itu. Dan ingatlah aku akan membuat mu tersingkir lagi seperti dulu" Tyas berkata dengan kesal.
"Kita lihat saja siapa yang akan tersingkir nanti, jika kau memiliki kemampuan maka lakukan dengan benar jangan curang." Fairi berkata lagi dan kali ini Fairi berdiri mensejajarkan dirinya dengan Tyas
"Jangan sombong kamu, dan satu lagi aku tak akan membiarkan mu bersatu lagi dengan mas Kenan, karena sampai kapan pun aku tak akan membiarkan mu berhasil merebutnya." Tyas berkata dengan menunjuk pada dada Fairi dengan jari telunjuknya.
Fairi tersenyum menatap Tyas, "Jadi ini semua berhubungan dengan Kenan? Jika kau mampu maka lakukan sesuka mu, dan jika kau bisa mendapatkannya itu justru bagus, tapi jika tak bisa maka jangan merajuk karena kau tak kenal siapa Kenan." Fairi menahan tangan Tyas yang menunjuknya "Aku berikan nasehat untuk mu, Kenan adalah tipe orang yang tak suka melepaskan targetnya, jika dia sudah menargetkan mangsanya maka dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya, jika kau merasa memiliki kemampuan untuk menarik perhatiannya maka lakukan dan buat dia menargetkan mu." ucap Fairi dengan senyumannya.
__ADS_1
"Kau, lihat saja aku pasti mengusir mu cepat atau lambat." Tyas berkata dan keluar dari ruangan Fairi dengan membanting pintu dengan sangat keras.
"Orang gila, apa kau pikir aku akan mudah untuk kau usir kali ini. Aku sudah siap sebelum aku memutuskan untuk datang jadi aku tak akan mudah kau usir untuk kali ini." gumam Fairi ini dengan tersenyum dan kembali duduk setelah Tyas pergi.