Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 45


__ADS_3

Hari - hari Kenan terasa sangat sepi dan monoton, selain pergi ke kantor untuk bekerja, ke restoran Farid untuk nongkrong dan ke rumah untuk istirahat, tak ada lagi tempat yang dituju oleh Kenan. Setiap hari hampir hanya itu saja kegiatan Kenan selama 3 bulan ini dan dia menjalaninya dengan santai serta suka hati.


"Kenapa mas kenan kok kelihatannya ada sesuatu yang sedang mas Kenan pikirkan." tanya pak ustad yang datang hari itu ke rumah Kenan untuk pengajian rutin setiap minggunya.


"Iya pak ustad, saya ini lagi bingung. Bagaimana caranya saya menyelesaikan masalah saya ini, sebenarnya saya dalam ganjalan hati mengenai mantan istri saya. Dia menggugat cerai tanpa sepengetahuan saya, ya saya akui semua adalah salah saya tapi saya merasa sangat sakit dan tak terima dengan semuanya. Karena sejujurnya saya tak pernah ingin untuk berpisah dengan dirinya sedikit pun, tak pernah terlintas pikiran untuk menceraikannya." ucap Kenan dan pak ustad merasa bingung karena Kenan berkata dengan wajah yang sangat sedih.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi mas Kenan, dan kalau boleh bapak tau ada masalah apa sampai istri mas Kenan menggugat mas Kenan. Karena setau bapak walau bagaimana pun dari pihak pengadilan pasti akan ada anjuran untuk meditasi sebelum memutuskan sebuah masalah yang bersangkutan dengan perceraian." jelas pak ustad dan Kenan tertunduk pilu


"Sebenarnya semua itu karena kesalahan yang saya buat sendiri pak ustad. Saya menikahi istri saya karena perjodohan dan tak pernah ada perasaan cinta untuk dirinya. Awalnya saya baik - baik saja karena berfikir kalau semua akan baik selama diantara kami tak ada yang mengganggu kehidupan pribadi kami masing - masing. Saya merasa nyaman tinggal dengan dia walau dalam pernikahan kami tak ada yang namanya cinta. Dan setelah 3 tahun lamanya, saya pun merasa tak kuat dan akhirnya membawah kekasih saya yang sudah saya nikahi secara siri masuk kedalam rumah beserta anak kami yang masih bayi, awalnya saya berfikir semua baik karena tak ada reaksi apa pun dari istri saya, dia tak terlihat sedih atau pun marah yang sampai histeris, raut wajahnya biasa saja seolah dia sudah tau semua itu akan terjadi, namun beberapa menit kemudian dia turun dengan membawah koper dan menuntut berpisah dengan saya yang lagi - lagi dia berkata dengan wajah yang datar dan biasa saja" Kenan menjelaskan tentang ceritanya dan terlihat pak ustad mendengarkan dengan seksama.


"Lalu setelah itu ada masalah apa mas? Bukankah seharusnya mas Kenan senang karena mas Kenan bisa menikahi wanita pilihan mas Kenan dan yang mas Kenan cintai. Dengan begitu maslah mas Kenan harusnya telah selesai." ucap pak ustad yang merasa bingung.


Kenan meneteskan air matanya "Tapi saya tak ingin kehilangan dia pak ustad, saya tau saya orang yang tamak dan serakah. Tapi saya merasa sangat sakit dan sesak saat melihat air matanya, ada perasaan bersalah yang mendala dan juga sesal dalam hati. Karena selama 3 tahun pernikahan kami tak pernah sekali pun dia tak menjaga ikatan pernikahan kami, dia sangat menghormati pernikahan yang terjalin tanpa cinta itu. Dan saat saya melihat dia dekat dengan pria lain baru saya sadari kalau sebenarnya perasaan nyaman itu adalah rasa suka saya pada dirinya." Kenan semakin deras menangis

__ADS_1


"Hem, jadi selama ini mas Kenan menyangkal perasaan mas Kenan sendiri?" pak ustad bertanya dan menepuk bahu Kenan


"Ya, saya tak mau mengakuinya dan lebih memilih istri juga anak saya dari pernikahan kedua saya. Tapi karena rasa kesal dan marah yang terlalu menyiksa saya pun menuntut hak saya dengan memaksanya dan menyakitinya. Saya sadar semua yang saya lakukan padanya adalah salah, tapi saya tetap melakukannya demi menahan dia disisi saya dan bergantung pada saya. Dengan segala cara saya membuat dia kehilangan pekerjaannya dan bermaksud berbuat adil dengan memberi mereka kartu ATM tanpa batas pada keduanya. Ini salah saya." Kenan menutup wajahnya dengan bantal sofa sambil menangis seperti anak kecil.


"Subhanallah mas Kenan, sepertinya mantan istri mas Kenan adalah wanita yang hebat dan luar biasa, karena dia mampu membuat air mata seorang Kenan Adi Prayoga, pimpinan dari PT. Prayoga Industri ini keluar tanpa henti hanya untuk mengenang dirinya." Pak ustad kembali menepuk bahu Kenan


"Dia selalu bisa menemukan jalannya sendiri, dan saat dia pergi jau serta menerima saya dengan baik, juga menunjukkan senyum yang tak pernah dia tunjukkan pada saya selama 3 tahun pernikahan, bahkan melayani saya dengan sangat lembut saya berfikir kalau dia telah menerima dan memaafkan saya, namun semua adalah kedamaian sebelum datangnya badai besar, saat saya kembali saya menerima berkas perceraian dan dia juga menghilang entah kemana. Semua itu sangat menyiksa pak ustad, sangat menyiksa." Kenan kembali menangis dengan derasnya seolah - olah rumah itu bisa banjir denga air matanya


"Tidak, ini adalah hukuman dan balasan untuk saya atas kejahatan yang sudah saya lakukan padanya, wanita yang saya anggap sebagai cinta dan juga sangat saya percayai ternyata dia adalah wanita yang selama bertahun - tahun telah menipu dan membohongi saya, bahkan dia telah mengkhianati saya tepat didepan mata saya. Saya pun merasakan betapa sakitnya ditipu dan dikhianati. Saat ini saya ingin sekali bertemu dengan istri saya dan meminta maaf padanya serta memohon ampunan atas segala kesalahan saya, namun saya tak bisa menemukan keberadaannya sampai saat ini." Kenan berkata dengan sangat tulus kalau dia telah menyesal dan ingin sekali meminta maaf.


"Jadi maksud mas Kenan, mas Kenan telah berpisah dega istri kedua mas Kenan, dan saat ini mas Kenan ingin bertemu dengan mantan istri mas Kenan yang telah menceraikan mas Kenan untuk memohon ampunan darinya begitu?" tanya pak ustad dan Kenan mengangguk dengan posisi wajahnya dibenamkan di bantalan sofa.


"Hem, ya manusia memang tempatnya salah dan dosa, dan setiap manusia pasti punya masalahnya sendiri. Tapi Allah SWT adalah maha pengampun dan juga pemaaf untuk segala kesalahan para hambanya. Dia (Allah) bisa mengampuni dan memaafkan serta menerima taubat dari hambanya yang pernah berbuat zinah selama hidupnya asal hambanya itu mau bertaubat dan kembali ke jalannya. Jadi kalau mas Kenan memang benar - benar tulus telah menyadari segala kesalahan mas kenan dan menyesalinya. maka serahkan dan pasrahkan semua kepada-Nya (Allah) biarkan dia (Allah) yang mengatur dan menentukan jalannya." pak ustad berkata dengan lembut

__ADS_1


"Maksud pak ustad apa?" Kenan bertanya dengan bingung.


Pak ustad tersenyum, "Mas Kenan, mungkin ini adalah cobaan untuk mas Kenan dan pengunjuk-Nya, dan Allah berusaha untuk membuka kebenaran dari siapa sebenarnya orang yang selama ini mas Kenan butuhkan, makanya mata mas Kenan dibuka untuk diberitahu atas pilihan yang salah dengan ditunjukkannya penghianat dari wanita yang mas Kenan pilih. Jadi tak ada yang tak mungkin bagi-Nya (Allah), bisa saja saat ini mantan istri mas Kenan disembunyikan oleh-Nya (Allah) untuk menguji ketulusan dari mas kenan, dan suatu hari nanti akan ada tangan kecil yang membantu kalian untuk bertemu dan bersama lagi, semua tergantung niat dan ketulusan mas Kenan untuk mengakui segala kesalahan, karena Allah maha pengampun dan pemaaf mas, dan Dia (Allah) juga yang mampu mengatur serta membolak balikkan hati manusia, jadi percaya dan pasrah lah pada takdir-Nya (Allah)." Pak ustad menjelaskan panjang lebar pada Kenan, dan mendengar itu Kenan merasa sedikit lega.


"Apa menurut pak ustad semua itu mungkin? Akankah dia mau untuk memaafkan saya yang sudah menyakitinya terlalu dalam?" Kenan bertanya dengan nada bergetar


"Saya tidak bisa menjawab mas Kenan, karena bagaimana pun orang yang tersakiti karena telah dikhianati, dicurangi, dibohongi dan disiksa secara lahir batin pasti akan memiliki rasa sakit yang mendalam. Sebab hati manusia itu ibaratnya dinding, jika mas Kenan menancapkan sebuah paku disana hingga berkali - kali semua itu akan meninggalkan membekas meskipun mas Kenan sudah mencabutnya dan menambal lubangnya, dan dinding itu tak akan bisa kembali seperti semula. Tapi tak ada yang tak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Jadi pasrah lah, serahkan semuanya pada kehendak-Nya (Allah), semoga hasilnya sesuai dengan keinginan mas Kenan. Tapi tetap seperti yang pernah saya katakan dulu pada mas Kenan, kalau mas Kenan harus beriman kepada qadha dan qadar." Pak ustad berkata sambil tersenyum dan Kenan mengangguk.


"Baiklah, untuk hari ini sampai di sini dulu kita akan ketemu Minggu depan dan semoga mas Kenan sudah jauh lebih baik dari sekarang. Bapak juga ikut berdoa semoga apa yang mas Kenan harapkan segerah terkabul, amin." Pak ustad berkata sambil menepuk bahu Kenan dan tersenyum.


"Baik pak ustad, terima kasih atas masukannya dan pengajarannya selama ini. Agus akan mengantar pak ustad pulang" Kenan berkata dengan suasana hati yang sudah mulai membaik dari pada tadi


"Baik, terima kasih, mas Kenan cepat istirahat bapak pulang dulu. Assalamualaikum" pak ustad berkata dan pergi dari rumah Kenan.

__ADS_1


__ADS_2