
Melihat Kenan memberikan rumah sebagai hadiah Melinda merasa bersalah dan dia berniat ingin mengembalikan semuanya dan merencanakan untuk bekerja demi menghidupi anaknya dan meminta maaf pada Kenan agar dia bisa bekerja di perusahaan Kenan.
Pagi itu Melinda bersiap dengan sangat cantik dan telah siap untuk pergi ke perusahaan Kenan, demi melamar pekerjaan dan menemui Kenan untuk meminta maaf dan mengembalikan hadiah yang telah diberikan oleh Kenan kepadanya.
"Kau mau kemana? Dandan begitu cantik dan terlihat sangat seksi." Danang bertanya saat dia melihat Melinda berdandan cantik.
"Aku ingin menemui mas Kenan untuk mengembalikan semua barang - barang yang diberikan mas Kenan dan juga mencari pekerjaan" jawab Melinda dan meninggalkan putrinya pada pembantunya. "Mama pergi dulu ya sayang kamu hati - hati dan gak boleh nakal sama mbak ya." Melinda berpamitan pada putrinya lalu dia pergi ke kantor Kenan dengan naik angkot.
...💔💔💔...
Saat Melinda sampai didepan kantor Kenan dia merasa terpukau dan tak sangka kalau Danang juga mengikutinya dari belakang karena ingin tau seperti apa orang bernama Kenan yang mampu memberikan hadiah sebuah rumah dan barang - barang mewah untuk Melinda, bahkan uang puluhan juta dalam waktu dekat saat dia meminta pada Melinda.
"Kantor mas Kenan sungguh sangat besar." gumam Melinda melangkah masuk ke kantor itu.
"Wao, tak ku sangka adik tiriku ini adalah orang yang sangat luar biasa, dia bisa menggaet seorang pengusaha kaya raya. Tapi sayangnya sekarang dia dibuang, namun jika bisa membuat mereka kembali lagi bersama itu sungguh akan sangat luar biasa." Danang bergumam dan ingin merencanakan sesuatu.
"Pak orang yang anda panggil sudah datang." Agus menginfokan pada Kenan.
"Hm, suruh mereka masuk." Kenan berkata sambil menunggu tak sabar.
"Selamat pagi pak." sapa beberapa orang yang telah dihubungi oleh Kenan beberapa hari yang lalu.
"Iya kemarilah dan bawah ini. Ingat lakukan secara diam - diam dan senatural mungkin karena aku gak ingin ada yang mengetahui soal semua ini, kalian mengerti?" ucap Kenan menatap tajam pada beberapa orang yang menghadap.
"Baik pak kami mengerti, kami pasti akan melakukannya dengan baik." jawab orang - orang itu lalu pergi dari hadapan Kenan.
__ADS_1
Di lobby perusahaan Melinda melihat sekeliling dan dia menghadap di resepsionis dan mengatakan kalau dia ingin bertemu dengan Kenan dan ingin menaruh lamaran pekerjaan.
"Saya benar - benar kenal dengan mas Kenan, dan saya ada keperluan dengan mas Kenan untuk membicarakan sesuatu." Melinda menjelaskan pada pegawai resepsionis itu.
"Iya Bu maaf tapi kalau tidak ada janji sama beliau saya tidak bisa mengijinkan anda untuk langsung menemui beliau, setidaknya buatlah janji dulu sama beliau agar saya bisa membantu ibu." ucap Wati dengan sopan pada Melinda karena memang tak bisa sembarangan ketemu sama Kenan jika tak ada janji temu sama dia.
"Tapi mbak ini adalah urusan sangat penting dan mendesak, jadi saya harus ketemu dengan mas Kenan sekarang juga" Melinda bersih keras untuk bisa menemui Kenan.
"Saya tau Bu, tapi ibu harus membuat janji temu dulu." Wati tetap tak mengijinkan Melinda bertemu dengan Kenan.
"Hei, apa kau tau siapa dia hah?! Statusmu itu tak ada apa - apanya dibandingkan dengan dia, kenapa kau malah mempersulit dan tak mau mengijinkan untuk ketemu. Hubungi dia dan bilang kalau Melinda mantan istrinya ingin menemuinya apa susah ya sih" Danang berkata dengan tak sabar dan marah -arah pada Wati, sehingga seluruh orang yang ada di lobby perusahaan itu memperhatikan keributan yang dibuat oleh Danang.
"Apa yang kakak lakukan di sini? Kenapa kakak ikut datang kesini" Melinda menarik Danang dan berusaha untuk membawah Danang keluar dari kantor itu.
"Kenapa, kenapa kau menghalangi aku. Bukankah aku mengatakan yang sesungguhnya, kau memang adalah mantan istri dari bos mereka dan aku tak berkata bohong." Danang masih berkata dengan suara keras.
"Biarkan, biarkan mereka semuanya tau. Kalau bos mereka itu adalah orang yang tak bertanggung jawab dan meninggalkan istrinya begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan dari istrinya dulu apa yang terjadi." Danang berteriak dengan keras dan menarik perhatian dari orang - orang "Ya, bos kalian yang hebat itu dia adalah seseorang yang dulunya adalah orang yang tidak bisa melayani istrinya, katakan pada ku, jika kalian yang memerlukan kebutuhan biologis sedangkan suami kalian tak bisa memberikan pada kalian apa yang akan kalian lakukan hah? Katakan." Danang membuat keributan sehingga sampai ditelinga Farid.
"Ada apa?" Farid yang berjalan mendengar banyak pegawai berkasak kusuk merasa penasaran.
"Maaf pak di lobby ada seseorang yang sedang membuat keributan dan mereka mengumumkan kalau wanita itu adalah mantan istri dari pak Kenan dan pak Kenan tak bisa memberikan kebutuhan biologis pada mantan istrinya selama ini." jelas seorang pegawai pada Farid.
"Mantan istri? Tidak bisa memberikan kebutuhan biologis? Siapa mereka? Mungkinkah itu adalah..." Farid merasa bingung dan berusaha untuk menebak.
"Itu pak seorang wanita dan seorang pria, mereka mengumumkannya dan bercerita dengan keras pada semua orang." pegawai itu menjelaskan lagi pada Farid.
__ADS_1
Mendengar cerita itu Farid mencoba untuk melihat siap orang yang membuat keributan itu, untuk memastikan dan Farid sudah menduga kalau itu adalah ulah dua orang yang berhubungan Kenan. Farid segerah memberitahu Kenan mengenai ulah Melinda dan juga Danang kakaknya yang sedang membuat ribut di lobby kantor.
"Apa katamu barusan? Ngapain mereka kesini? Bukankah kau bilang kalau sudah membereskan semuanya kemaren." Kenan berkata dengan tak puas
"Ya aku memang sudah melakukan semuanya, tapi mana aku sangka kalau mereka akan datang kemari dan membuat keributan di sini. Sebaiknya kau temui dan selesaikan semuanya sekarang, karena dari awal kau tak menemuinya mungkin sekarang mereka merasa tak puas, bisa saja kan." Farid berkata dengan santai.
Kenan terlihat sangat marah dan Agus yang berada disamping Kenan dari tadi merasa bingung dan tak tau kalau bosnya ini ternyata sudah pernah menikah dan bercerai, karena Agus masuk dan bergabung dengan perusahaan memang saat Kenan sudah berpisah dengan Melinda, sehingga Agus tak tau menahu soal cerita dibalik nama Kenan.
"Pergilah dan urus urusan mu sekarang, selesaikan sampai selesai. Karena jika tidak maka mereka akan pasti datang lagi karena merasa tak puas dengan mu." Farid berkata dan mempersilakan Kenan untuk berjalan keluar dari ruangannya.
Dengan tak sabar dan amarah yang besar Kenan berjalan memasuki lif untuk ke lobby melihat keributan yang telah dibuat oleh Melinda dan Danang di kantornya, sementara Farid dan Agus mengikuti Kenan dari belakang dengan diam.
"Panggil bos kalian kemari." Danang berkata dengan marah pada semua orang, sedangkan Melinda yang dari tadi berusaha untuk mencegah Danang tak kuasa lagi dan hanya berdiri mengawasi Dangan.
"Pak Kenan." Sapa semua orang yang melihat Kenan keluar dari lif.
"Ada apa ini, kenapa kalian membuat keributan di sini." Kenan berkata sambil berjalan mendekati kerumunan.
"Wah akhirnya kamu keluar juga." Danang berkata dengan sombong.
"Ada apa ini, apa yang aku Kasikan kepada kalian masih kurang? Sehingga kalian datang kemari dan membuat keributan di sini" Kenan berkata dengan dingin pada Melinda dan Danang.
"Mas Kenan, tolong maafkan kami, sebenarnya aku..." Melinda berkata dan mendekati Kenan namun ditarik Danang
"Sudah diam lah kamu Mel. Biar semua orang yang ada di sini dan juga pegawainya tau orang seperti apa bos mereka ini." Danang berkata dengan menunjuk pada Kenan.
__ADS_1
Kenan menatap diam pada Danang dan Melinda lalu Kenan tersenyum. "Aku tak tau apa yang mau kau katakan, jika memang kau datang untuk mempermalukan diri kalian silakan saja, tapi tolong jangan bawah - bawah aku dalam permainan kalian ini." Kenan melipat kedua tangannya didada. "Haruskah aku bilang kalau kalian adalah pasangan zina yang hebat, yang mampu bermain didepan suami dan ipar kalian yang sedang sakit? Haruskah aku memutarkan video bagaimana kalian melakukannya waktu itu? Aku sudah melakukan sesuatu yang seharusnya dan aku berniat untuk memberikan kompensasi atas waktu yang aku habiskan dengan mu, namun sepetinya kau tak mengerti apa yang dimaksudkan dengan kata maaf yang kau ucapkan pada ku waktu itu. Dan sekarang aku umumkan pada semua orang kalau aku tak hanya menalak kamu, tapi aku jatuhi kau talak 3 dan jangan ganggu kehidupan ku lagi, sebaiknya kalian pergi sekarang juga sebelum aku melaporkan kalian pada pihak berwajib sebagai orang pembuat onar dan pencemaran nama baik." Kenan berkata dengan sangat dingin.