Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Episode 213


__ADS_3

Acara pertemuan berlangsung dengan sangat baik. Kolega yang akan bekerja sama dengan perusahaan yang akan menjakin kerjasama dengannya.


Denny menata tas kerjanya dengan memasukkan barang-barang yang digunakannya untuk presentase barusan.


Tampak Grace masih menunggunya diruangan tersebut, sedangkan peserta meeting sudah keluar seluruhnya.


Denny beranjak pergi meninggalkan ruangan, tanpa menyapa Grace.


Hal tersebut membuat Grace semakin marah dan kesal.


Grace tak mengikuti Denny keluar dari ruangan. "Pak.. Apa salah saya, sampai bapak mengabaikan saya setiap kali bertemu" ucap Grace yang membuat Denny menghentikan langkahnya diambang pintu, lalu menatap Grace dengan tatapan dingin.


"Maksud kamu apa?"tanya Denny balik.


"Saya merasa jika Bapak tidak menyukai saya dan selalu menghindari saya" jawab Grace kesal.


"Kamu sekretaris dan saya menerima kamu karena pengalaman bekerja kamu dan hasil kerja kamu. Lalu harus hal apalagi yang ingin saya nilai dari kamu?" tanya Denny balik.


Grace berjalan menghampiri Denny, lalu ketika jarak mereka begitu dekat, Grace menarik ujung dasi Denny dan menatap pria yang menjadi bosnya itu dengan tatapan liar.


"Bapak belum menilai pekerjaan saya diranjang" ucap Grace sembari memainkan ujung lidahnya


Denny menatap wanita cantik yang menjadi sekretarisnya itu "Apakah sebelumnya kamu sering bekerja diranjang dengan para atasanmu?" tanya Denny penuh selidik.


Grace tersenyum nakal mendengar pertanyaan dari Denny, Ia merasa jika Denny mulai masuk dalam perangkapnya.


"Ya.. Mereka akan merasa sangat puas dengan kerja saya, Pak.. Dan Bapak bisa mencobanya" ucap Grace dengan penuh percaya diri.


Denny menganggukkan kepalanya "Baiklah.. Sepertinya boleh dicoba, ini nomor kamar yang bisa kamu temui, jangan terlambat" ucap Denny dengan wajah serius.


Grace tersenyum sumringah dan tatapannya begitu sangat liar.


"Saya ada keperluan, Kamu bisa menunggu dikamar ini" ucap Denny lalu beranjak pergi dan meninggalkan Grace.


Grace terlonjak senang, dan Ia sangat tak sabar menanti kemenangannya. Wanita itu berjalan menuju kamar hotel yang diberi tahu oleh Denny. Ia akan segera menaklukkan Denny dengan pesonanya.


Grace telah menemukan nomor kamar hotel tersebut. Ia memiliki kuncinya sebab Denny meberikannya. Grace memasuki kamar tersebut, tampak seperti suit yang lumayan mewah.

__ADS_1


"Jika Ia merasa puas, maka Ia akan memberikan kekayaannya dan akan mudah diporoti.." guman Grace dalam hatinya "Apalagi aku mendengar jika pak Denny tidak dapat berhubungan dengan istrinya karena mengalami kelemahan dalam kandungannya" Grace semakin percaya diri.


Grace berusaha menservice Denny dengan sebaiknya, Ia melepaskan pakaiannga dan mengenakan lingere.


Sesaat Ia merasakan jika tubuhnya memanas dan mulutnya menegering. Grace merasakan tubuhnya meninginkan sesuatu, dan semakin lama Ia merasakan hasratnya semakin bangkit dan menginginkan penuntasan.


Grace semakin gelisah, dan Ia menunggu kehadiran Denny yang tak juga kunjung tiba.


Tiba-tiba Ia mendengar suara pintu kamar terbuka dan tampak muncul seseorang dari balik pintu.


Grace membolakan matanya dan menatap dengan terperangah.


Ditempat lain, Denny pergi kesebuah minimarket dan membeli sesuatu karena merasa sangat haus.


Denny melihat permen asam yang terbuat dari sari asam jawa yang merupakan permen kesukaan Amyra. Ia membelinya sepuluh bungkus, agar Amyra tak kehabisan stok permen asam.


Tiba-tiba Denny teringat akan Grace, Ia tersenyum tipis. Ia berharap sekretaisnya itu teridur dan terlelap..


Setelah membeli apa yang dibutuhkannya, Denny pergi kelasir dan membayarnya.


Denny meminta sopir untuk mengantarkannya pulang kerumah, Ia tak ingin Amyra menunggunya terlalu lama.


Sopir itu meenganggukkan kepalanya dan menghidupkan mesin mobil untuk melaju menuju pulang.


Grace tercengang dengan pria yang memasuki kamarnya "Kau.. Mengapa Kau ada di tempat ini?" tanya Grace dengan m


Nada ketus, namun hasrat didalam tubuhnya semakin membara.


"Kenapa? Kamu terkejut jika yang datang ke kamar ini adalah aku bukan Pak DennY?" Ucap Pria yang tak lain Tony.


Grace memarah wajahnya karena tak menyangka jika ucapan Tony itu benar adanya.


"Ngawur, Kamu.. Jangan asal nuduh saja" ucap Grace denga kesal, namun Ia mengajarapkan sesuatu.


"Sepertinya Kau tampak gelisah, apakah Kau perlu bantuanku?" tanya Tony sembari menghampiri Grace yang sedang duduk gelisah ditepian ranjang.


"Mau apa Kau? Menyingkirlah, atau aku akan.."ucap Grace menghentikan ucapannya karena Tony sudah membekap mulutnya dan menyesap bibirnya dengan rakus.

__ADS_1


"Atau apa? Nikmati sajalah wanita ja- lang.. Aku ingin mencoba pekerjaanmu diranjang seperti yang kau ucapkan pada Pak Denny diruang meeting tadi" Ucap Tony yang sudah melepaskan sesapannya.


Grace membolakan matanya "Dasar pecundang! Bisa-bisanya Kau menguping pembicaraanku" ucap Grace kesal.


Tony tertawa dengan licik, dan Ia mendorong tubuh Grace hingga terjerembab di atas ranjang.


"Menyingkirlah Kau brengsek" ucap Grace kesal namun bertentangan dengan nahasa tubuhnya.


Sesaat Tony sudah menggarapnya, dan Grace yak mampu menolaknya. Setelah menuntaskan permainannya, Tony tersenyum mencibir, Ia berhasil memerangkap wanita sombong tersebut.


Bahkan Tony tersenyum penuh kemenangan karena akhirnya rasa sakit hatinya terbalaskan.


Tony tersenyum sebab Ia berhasil menukar minuman yang dicampur obat perang- sang oleh Grace kedalam minuman Denny, namun Tony yang menyadarinya kembali menukar minuman itu untuk disajikan kepada Grace, dan tepat seperti rencananya, jika Grace meminum ramuanya sendiri dan bahkan menguping pembicaraan mereka saat di ruangan meeting.


Grace masih terkapar diatas ranjang, lalu Tony menatapnya dengan sinis.


"Segerah untuk mandi, karena Kita akan pulang segera!" titah bahagia Denny, sebab Ia baru saja menaklukkan wanita sombong tersebut.


Grace berjalan tertatih dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara itu, Denny sudah sampai dirumah, karena perjalanan yang hanya memakan dua jam perjalanan saja.


Sesampainya di rumah, Denny menuju kamarnya dan melihat jika Amyra masih terbaring ditepian ranjang.


"Sudah pulang, Mas?" tanya Amyra lirih.


Denny menganggukkan kepalanya dan menatap kepada Amyra, lalu menghampiri Amyra sembari menenteng kantong kresek yang dari minimarket yang dibelinya di kota tetangga.


"Ini ada Mas belikan permen asam kesukaan, Kamu" ucap Denny sembari menyerahkan kantong kresek tersebut.


Amyra membukanya, dan Ia tersenyum sumringah.


"Makasih ya, Sayang, sudah membelikannya" ucap Amyra dengan tulus.


Denny menganggukkan kepalanya dan mengecup lembut ujung kepala Amyra. "Mas kangen Kamu" Ucap Denny dengan lirih.


Lalu Ia duduk disisibsang istri. Ia pernah mendengar jika ketika seorang suami berada diluaran dan melihat seorang wanita lalu tergoda, maka segerahlah pulang kerumah, sebab apa yang ada pada wanita lain, juga ada pada istri sah. Dan satu hal yang tak dimiliki oleh wanita lain ialah kaberkahan dari sang istri.

__ADS_1


Kini Denny menyadari, jika semua itu benar adanya, Ia harus mengetahui jika istri adalah kunci keberkahan bagi rezekinya.


__ADS_2