
Pada hari H perjamuan di perusahaan Kenan yang diadakan di hotel milik keluarganya terlihat sangat meriah dengan tema keluarga sehingga banyak dari para pebisnis datang dengan membawah keluarga mereka, sehingga semuanya bisa saling mengenal dan para istri berkumpul sendiri membentuk kelompok dan saling mengenal satu sama lain. Dan para anak - anak juga terlihat bermain dengan sangat seru.
Dengan kemeriahan malam itu Kenan terlihat sangat cemas dan gelisah karena dia terlihat terus menatap kearah pintu masuk seolah sedang menunggu seseorang yang sangat dia nantikan kehadirannya. Dan hal itu membuat tuan dan nyonya Bram orang tua Kenan merasa aneh dengan putranya yang terlihat tak fokus untuk malam ini.
...💔💔💔...
Ditempat Tyas dia sedang menyiapkan diri untuk berdandan dan berpenampilan sangat seksi untuk bisa menarik perhatian Kenan karena dia ingin malam ini dia bisa mendapatkan perhatian Kenan yang selama ini selalu cuek dan biasa saja dengan dirinya.
"Pokoknya hari ini adalah kesempatan ku dan aku harus bisa membuatnya jatuh kedalam pelukan ku, harus dan tak boleh gagal." Tyas sangat bertekad.
"Apa kau akan melakukan sesuatu untuk mendapatkannya malam ini Yas?" tanya teman Tyas yang sedang menemani Tyas bersiap.
"Tentu saja dan kali ini aku tak boleh salah lagi." Tyas sangat percaya diri.
"Hem, kau pasti bisa semangat lah." teman Tyas memberikan dukungannya.
"Ok, aku pergi dulu." Tyas bersiap dan saat dia keluar menuju ke parkiran dia melihat Danang
"Kau terlihat sangat cantik malam ini sayang ku." Danang menarik Tyas dan memeluk pinggang Tyas.
"Diam lah dan jangan ganggu aku, pergilah untuk apa kau datang kemari. Awas aku sedang terburu - buru." Tyas mendorong Danang menjauh dari dirinya.
"Aku sengaja datang ke apartemen mu untuk menemui mu karena aku sangat merindukanmu dan ini perlakuan mu pada ku?" Danang terlihat tak puas dengan sikap Tyas.
"Dengarkan aku ya, kita tak ada hubungan apa pun. Dan aku tak suka kau mengganggu ku karena kali ini aku benar - benar tak ingin berdebat dengan mu." Tyas berkata dengan kesal dan membuka pintu mobilnya.
"Kau." Danang menarik Tyas dan mencium paksa Tyas.
"Danang, apa kau sudah gila hah?! Aku bilang kita tak ada hubungan apa pun." Tyas berkata dengan sangat marah.
"Tidak ada hubungan? Apa kau sudah lupa dengan kesepakatan kita, bukankan sejak awal kita sudah membuat kesepakan untuk timbal balik kau jangan lupa itu Tyas, karena aku tak suka orang yang mengingkari janjinya." Danang berkata dengan mencekam tangan Tyas sangat kuat.
"Ah sakit, baiklah tapi tolong jangan ganggu aku kali ini, dan selesaikan tugasmu itu." Tyas melunak dan berkata dengan baik pada Danang.
"Ok, begitu lebih baik sayang, ku tunggu nanti di kamar 3420 jangan lupa untuk datang karena aku paling tak suka menunggu lama. Aku akan datang ke hotel yang sama dengan mu, dan soal tugasku kamu tak perlu khawatir aku pasti aka melakukannya dengan baik." Danang melepaskan Tyas dan memberinya kecupan sebelum pergi meninggalkannya.
"Kau hanya alat untuk ku Danang, aku akan memusnahkan mu setelah aku menggunakan mu." Tyas bergumam dengan kesal setelah Danang pergi dari hadapannya.
...💔💔💔...
"Apa maksud anda, aku tak mau." Fairi bersih keras tak ingin datang ke acara malam itu.
"Fairi kamu adalah orang yang mewakili disetiap rapat dan juga menjalin hubungan kerja sama dengannya bagaimana kamu bisa tak bisa menghadiri acara itu, itu adalah acara yang bisa membuat mu mengenal lebih banyak orang lagi kedepannya." Tuan Adi berkata dan memaksa Fairi untuk datang ke acara perjamuan yang diadakan oleh perusahaan Kenan.
"Aku tak peduli dan aku tak ingin menghadirinya." Fairi bersih keras.
"Aku rasa yang dikatakan oleh tuan Adi benar Fa, ini adalah kesempatan untuk mu lebih mengenal banyak orang lagi." Lime berkata dan ikut membujuk Fairi.
"Kalian berdua ini ya, aku melakukan semua pekerjaan ini hanya untuk mendapatkan hak ku saja dan aku tak pernah berfikir lebih dari itu, jadi aku tak ingin mengenal siapa pun lagi." Fairi bersih keras menolak untuk hadir
__ADS_1
"Bukankah kali ini temanya adalah kekeluargaan, aku rasa ini akan sangat cocok untuk mu lebih mengenal banyak orang lewat para istri dari pebisnis itu." Handoko ikut bersuara.
"Om Han, jangan coba untuk mempengaruhi aku." Fairi menatap Handoko dengan tajam.
Dibalik itu tuan Adi melakukan kode dengan Kemal yang sedang asik bermain mobil - mobilan dan bocah kecil itu melebihi keinginan dari tuan Adi, karena Kemal memiliki kemampuan menangkap maksud dari setiap tindakan yang diinginkan pada dirinya.
"Honey, ayo datang aku juga ingin bertemu teman baru dan bermain dengan mereka honey." ucap Kemal dan menatap Fairi dengan tatapan memohon yang terlihat sangat menggemaskan.
"Tidak, mama tak akan datang." Fairi berusaha mengalihkan pandangannya dari putranya.
"Oh, honey kau tak sayang lagi pada ku." Kemal menunduk dan matanya mulai berkaca - kaca. Melihat hal itu membuat Fairi merasa bersalah, karena dia telah melahirkan Kemal tanpa seorang ayah dan Fairi berjanji kalau dia akan melakukan apapun untuk membuat putranya itu bahagia dengan caranya sendiri.
"Kau benar - benar ingin mama datang ke acara itu?" Fairi menatap putranya yang mulai meneteskan air matanya.
"Hem." Kemal mengangguk dengan lemas.
"Baiklah, kita datang bersama tapi mungkin kita sudah telat datang karena sudah malam" Fairi akhirnya kalah dari putranya.
"Benarkah? Baiklah honey." Kemal terlihat sangat senang dan bersemangat.
Saat Fairi bangun dan bersiap Kemal melakukan tos dengan kakeknya karena berhasil membujuk Fairi untuk datang ke acara malam perjamuan itu. Dan Lime sama Handoko tersenyum karena kelemahan Fairi adalah putra semata wayangnya.
...💔💔💔...
Kemeriahan acara itu sungguh sangat luar biasa dan banyak sekali para pebisnis yang datang karena mereka selalu merasa puas setiap kali bekerja sama dengan Kenan sehingga mereka selalu hadir disetiap acara yang diadakan oleh Kenan.
"Kau sedang menunggu seseorang? Dari tadi papa perhatikan kau terus menatap kearah pintu." Tuan Bram bertanya pada Kenan yang terlihat sangat tak tenang dan selalu melihat kearah pintu
"Adi, dia sudah dalam perjalanan. Barusan papa menghubunginya" jawab tuan Bram atas pertanyaan putranya.
"Selamat malam Om, mas Kenan." sapa Tyas yang terlihat sangat cantik dan seksi malam itu.
"Selamat malam Tyas, kau sangat cantik malam ini" tuan Bram memuji Tyas.
"Om bisa saja, papa datang terlambat karena masih ada urusan." ucap Tyas dengan senyuman yang dibuat sangat manis.
"Ya, om juga baru saja menghubungi ayah mu." ucap tuan Bram dengan ramah.
"Waaao." suara seorang anak kecil yang terlihat terpukau dengan suasana gedung acara malam itu.
"Boo, hati - hati jangan lari." Fairi menahan tangan Kemal
"Oh, sepertinya ayah mu datang" tuan Bram berkata dan melihat kearah pintu masuk.
Kenan menatap kearah pintu dan perlahan senyum di bibir kenan muncul karena orang yang dia tunggu - tunggu telah datang, Kenan tak peduli dengan seseorang yang ada disamping Fairi karena bagi Kenan hanya Fairi saja yang terlihat saat itu. Sedangkan Tyas yang menyadari hal itu menatap dengan tatapan kebencian pada Fairi, karena dia telah membuat Kenan tersenyum dengan kehadirannya.
"Kenan tinggal dulu pa." Kenan pergi meninggalkan papanya dan Tyas begitu saja.
"Hem, ayo kita sapa ayahmu." Tuan Bram membawah Tyas untuk bertemu dengan ayahnya.
__ADS_1
"Wah Bram acaranya tiap tahun selalu berbeda dan sungguh sangat memukau." Tuan Adi berkata dengan sangat senang dan saling memeluk dengan tuan Bram.
"Makanya kau jangan sakit - sakitan agar bisa hadir terus disetiap acaranya." Tuan Bram berkata dengan bahagia "Siapa yang bersama dengan Fairi?" tanya tuan Bram
"Dia Lime, pegawai dari bangkok yang kebetulan datang dan ku bawah ke arah ini sekalian." jawab tuan Adi dan mereka pun berbincang dengan sangat seru bersama beberapa pebisnis.
"Selamat malam, selamat datang." Kenan menyapa Fairi dan juga Lime
"Iya selamat malam, acaranya sungguh sangat meriah. Saya Lime asisten Bu Laras waktu di Bangkok." Lime mengenalkan dirinya pada Kenan
"Oh, hanya asisten ya" gumam Kenan dalam hati.
"Tuan, tuan." Lime memanggil Kenan yang terikat bengong.
"Oh, maaf saya jadi terbengong. Saya Kenan, senang bertemu dengan anda tuan Lime." Kenan membalas jabat tangan Lime dan berbincang dengan ramah sama Lime
"Hei Boo, maaf aku tinggal" Fairi pergi mengejar Kemal dan meninggalkan Lime sama Kenan.
"Halo saya Linda istri tuan Andi." sapa seorang wanita pada Fairi yang terlihat sibuk dengan putranya.
"Oh iya, maaf saya sibuk sendiri karena putra saya sedikit aktif." Fairi berkata dengan senyuman manis.
"Iya tak apa, saya dengar anda adalah ibu Laras yang bergabung dengan PT. Wijaya, saya mendengar kalau anda sungguh sangat hebat dalam memecahkan maslah dan suami saya selalu memuji anda setiap saat karena dia ingin saya bisa menjadi seperti anda." ucap Linda dengan sangat senang.
"Oh, terima kasih. Tapi saya rasa suami anda terlalu berlebihan." Fairi berkata dengan malu
"Oh, iya mari kita berteman karena saya dengar anda adalah teman dari model Amrita, saya adalah penggemarnya." ucap Linda dengan senang hati.
"Tentu saya juga senang berteman dengan anda." Fairi berkata dengan ramah.
"Tolong jangan bicara formal, bisakah kita berdua bicara non formal saja biar bisa lebih akrab lagi." Linda berkata dengan senyumannya
"Tentu dengan senang hati." Fairi membalasnya dengan senang.
Disaat keseruan Fairi dan Linda berbincang dan bergabung dengan para wanita lainnya terlihat Tyas sangat kesal karena dia melihat Fairi berhasil mendapatkan perbincangan dengan para wanita sosialita itu dengan sangat mudah sementara dirinya dari tadi masih saja dicuekin oleh para wanita - wanita itu.
"Hai jagoan" sapa Kenan pada Kemal yang terlihat sedang seru bermain dengan beberapa anak - anak lainnya
"Om siapa." tanya Kemal dengan berani pada Kenan.
"Om adalah teman mu, mau berteman dengan om?" Kenan mengulurkan tangannya pada Kemal
"Tentu dengan senang hati, dan senang mengenal anda." jawab Kemal dengan nada bicara formal dan sok dewasa
"Hahaha, kau sungguh sangat lucu." Kenan tertawa dengan reaksi dan tanggapan Kemal pada dirinya.
"Tuan Kenan kau ada di sini rupanya." Seorang pebisnis menegur Kenan.
"Oh iya, baik ku tinggal dulu dan selamat bermain, mari tuan Lime." ucap Kenan pada Lime serta Kemal dan mengusap kepala Kemal dengan lembut.
__ADS_1
Disaat semua orang sedang berbincang dengan seru Tyas malah membuat ulah saat melihat Fairi ingin mengambil minum, dan dengan sengaja Tyas menendang Fairi hingga minuman yang dipegang oleh Fairi tumpah mengenai gaunnya. "Oh, maaf tangan ku licin jadi tak sengaja menendang mu, apa kau tak apa kakak ku?" Tyas berkata dengan nada dan tatapan mengejek Fairi.