
Setelah membongkar brankas milik tuan Bagus dan menemukan semua berkas yang membuktikan atas kecurangan tuan Bagus dan nyonya Ayu, Fairi menyerahkan semuanya pada Fahmi untuk diproses.
"Fa...sebenarnya apa yang terjadi dan kenapa Fahmi sepertinya tau semua tentang hari ini."
Kenan bertanya dan menatap Fahmi serta Fairi bergantian. Dalam hati Kenan merasa kalau dia selalu saja kalah dari Fahmi sejak dulu kalau berurusan dengan Fairi.
"Maafkan Ken, sebelumnya aku memang menghubungi Amrita dan menceritakan semuanya untuk meminta bantuan Fahmi yang ternyata telah ditunjuk sebagai penguasa hukum oleh om Han."
Fairi menjawab pertanyaan Kenan dan tersenyum pada Kenan. Melihat senyum Fairi yang diberikan secara tulus membuat Kenan melupakan semua kekesalan hatinya karena baru tau soal dirinya dari berita.
"Baiklah aku kan kembali, dan urusan mu sebaiknya kamu selesaikan sampai benar - benar selesai. Biarkan Sabrina dan Anita menemanimu bersama mu sampai semuanya aman." Sujono berkata pada Fairi lalu menatap Kenan.
"Tuan Kenan, aku rasa untuk cerita lebih lengkapnya sebaiknya kau tanya pada papa mu karena aku rasa papa mu tuan Bram mengetahuinya dan dia bagian dari rencana ini. Maaf tak melibatkan banyak orang untuk mengungkap dan menangkap orang - orang yang berbuat curang dan menyakiti Fairi."
Sujono berkata dan tersenyum pada Kenan yang terlihat bingung.
"Sebaiknya mulai sekarang kau harus menjaga dia lebih baik lagi, karena dia sudah tak memiliki siapa pun. Jika kau tak bisa menjaganya maka aku akan mengambilnya dan membawahnya pergi lagi, dan kali ini akan ku bawah lebih jauh jika ku tau kau membuatnya susah."
Tuan Sujono berkata pada Kenan dan menepuk bahu Kenan lalu pergi bersama beberapa orang yang berpakaian serba hitam.
Kenan melihat Fairi sedang sibuk dengan dua wanita yang sedang sibuk dengan laptop didepan mereka. Sesekali Fairi menatap Kenan dan melemparkan senyumannya untuk Kenan.
"Deg."
Jantung Kenan berdebar melihat Fairi yang terlihat berbeda dari sebelumnya, seolah ada yang berbeda dengan Fairi sekarang karena Fairi yang sekarang tak hanya murah senyum dia juga terlihat sangat menarik saat memutuskan segala keputusannya untuk memberikan hukuman pada orang - orang yang telah membuat kecurangan.
__ADS_1
Sikap tenang dan ketegasan Fairi telah menjadi daya tarik tersendiri bagi Kenan yang sejak tadi menyaksikan Fairi secara langsung. Dan cara memerintah Fairi dan orang - orang yang memanggilnya nona juga terlihat sangat berbeda.
"Entah kenapa dia seperti memberikan sihir padaku, wanita yang sangat aku rindukan selama 1 tahun ini sekarang berdiri didepan mataku dan dia terlihat sungguh sangat berbeda dan lebih menarik lagi."
Kenan bergumam dan terus menatap Fairi seolah tak akan ada hari esok untuk melihatnya. Sehingga Kenan tak ingin melepaskan pandangannya dari sosok Fairi.
"Non Fairi, aku tak menyangka kalau kau selamat dan telah melakukan banyak hal untuk menyelamatkan perusahan ini." Handoko berkata dan mulai berkaca - kaca.
"Om Han, mau bagaimana pun ini adalah perusahaan peninggalan ayah dan juga ibuku, karena mereka mengelola dan mendirikan perusahaan ini untuk kebaikan semua orang, karena mereka ingin memberikan lahan pekerjaan bagi orang - orang yang mereka sayang."
Fairi berkata dan menatap Handoko dengan wajah ceria serta senyum tak lepas dari bibir Fairi.
"Terima kasih karena non Fairi telah membuat nama baikku kembali dan aku benar - benar tak menyangka kalau semuanya adalah pengaturan non Fairi. Aku berjanji akan mengabdikan diri pada non Fairi." Handoko berkata dengan sungguh - sungguh.
Fairi mendekati Handoko dan membawah Handoko duduk di sofa serta menjelaskan kalau Fairi meminta Handoko untuk kembali ke Bogor kota asalnya dan bekerja di pabrik teh dan kopi.
"Sesuai dengan permintaan non Fairi, aku akan melakukannya dengan baik."
Handoko langsung menjawab tanpa harus berfikir lagi, karena dia juga ingin bisa berkumpul dan tinggal bersama dengan keluarganya, putri dan cucunya serta ibunya yang sudah sangat tua.
"Baiklah, kapan pun om Han siap om bisa langsung bekerja disana, dan aku menyerahkan semuanya dibawah pengawasan om."
Fairi tersenyum dan menyerahkan kunci kantor yang ada di Bogor pada Handoko, sebagi bentuk kepercayaan Fairi pada Handoko untuk menyerahkan semuanya pada Handoko saat Fairi bekerja di tempat yang jauh dari Bogor.
"Aku akan berangkat besok non dan hari ini aku akan menyiapkan semuanya. Karena aku ingin bisa segerah bekerja lagi dibawah kepemimpinan non Fairi."
__ADS_1
Handoko merasa sangat bersyukur, nona nya yang dulu sangat membenci ayahnya walau sudah dibujuk model apa pun kini terlihat sangat peduli dengan perusahaan yang ditinggalkan dan bersedia untuk mengelolanya.
"Non sudah selesai semuanya, aku dan Anita juga Lina akan ikut pengacara Fahmi ke kantor polisi sekarang. Nanti saat non Ayu akan kembali mereka akan menangani sisanya" ucap Sabrina mengatakan pada Fairi
"Baiklah Rina terima kasih, dan tolong nanti setelah selesai kamu dan Anita tak perlu menjemput ku karena aku akan pulang sendiri." Fairi berkata dan kedua wanita cantik itu menunduk lalu pergi bersama Fahmi dan Lina.
"Baiklah om, ayo aku akan membantu om memberikan konfirmasi pada awak media atas tindakan apa yang telah terjadi pada om Han." Fairi bangun dan membawah Handoko untuk melakukan konferensi pers atas tuduhan yang dilimpahkan pada dirinya.
1 bulan telah berlalu dan semua telah mulai kembali membaik dengan perlahan, Fairi juga mulai merekrut orang - orang yang dipercaya sesuai dengan rekomendasi dari Handoko untuk ditempatkan pada posisi yang ditinggalkan karena orang - orang yang dikeluarkan oleh Fairi. Namun karena kesibukan Fairi dia masih belum menemui putranya dan Kenan juga masih belum menceritakan soal Fairi pada Kemal.
...💔💔💔...
Disisi lain Tyas yang baru pulang dari pemotretan di luar negeri dia baru melihat berita siaran langsung yang diberitahu oleh temannya, dan Tyas merasa kaget juga tak menyangka kalau Fairi yang dikabarkan telah meninggal dunia dan bahkan mayatnya telah dimakamkan itu tiba - tiba muncul dan kembali diantara dia dan Kenan lagi. Serta telah membuat semua rencana mamanya hancur juga telah memasukkan mamanya kedalam tahanan.
"Tidak mungkin, bagaimana bisa seperti ini, bukankah dia sudah meninggal dan kenapa setelah 1 bulan lamanya aku baru dikabari. Hubunganku dan mas Kenan telah jauh lebih baik, bahkan kami telah menjadi teman. Dan wanita j*lang ini kenapa kembali bahkan dia telah membuat mamaku di penjara. Aku pasti akan membuat perhitungan dengannya."
Tyas berkata dengan emosi dan kemarahan dalam hatinya karena dia merasa terancam untuk hubungannya dan kedekatannya dengan Kenan serta merasa tidak terima atas apa yang telah dilakukan oleh Fairi pada mamanya.
"Lah kami sudah memberitahu kamu sejak awal, tapi kamu bilang kalau kamu tak peduli dan juga tak mau tau urusanmu dengan mamamu karena kamu masih marah sama mamamu, jadi kami bisa apa kalau kamu saja menolak." jawab teman Tyas
"Tidak bisa dibiarkan." Tyas menekan nomer di layar teleponnya untuk menghubungi seseorang "aku butuh bantuan mu untuk melakukan sesuatu. Dan kali ini aku tak ingin kau gagal, apa kau mengerti." Tyas menghubungi seseorang melalui panggilan telepon
"Dasar wanita bodoh, kalau sudah begini kan masih harus memerlukan aku untuk membantunya."
Tyas bergegas pergi ke kantor polisi untuk menemui mamanya disana. Dan dia tak memperdulikan temannya yang sejah dari tadi menemaninya.
__ADS_1