
1 tahun telah berlalu hubungan Kenan dan Arumi, dan setiap saat Arumi selalu pergi bekerja keluar kota bahkan keluar negeri sehingga Kemal selalu ditinggalkan. Dan hari itu Arumi sengaja tak memberitahu kalau dia sudah pulang, dengan cepat Arumi datang ke kantor Kemal untuk mengejutkan Kemal dengan kehadirannya.
"Oh, non Arumi sudah pulang kenapa tak bilang - bilang" Agus yang melihat Arumi di kantor kaget
"Iya om sengaja untuk memberi kejutan sama kak Ar" jawab Arumi tersenyum lebar
"Oh, ok ayo masuk dia sedang ada pertemuan dengan mitra bisnis dan sebentar lagi pasti sudah selesai" Agus dan Arumi berjalan masuk dan menuju kantor Kemal
"Oh itu dia" ucap Agus yang melihat Kemal keluar dari ruangannya dengan seseorang
"Rum sudah pulang" sapa Kemal biasa saja pada Arumi
"Iya kak" Arumi menjawab penuh dengan senyuman
"Oh anda ada tamu lagi ya Kem" ucap wanita itu dengan hanya memanggil nama saja pada Kemal
Mendengar itu Arumi seketika menghilangkan senyumnya dan menatap Kemal sama wanita itu bergantian dengan wajah curiga dan tak suka pada wanita di samping Kemal.
"Baiklah om Agus akan mengantarkan kamu untuk keliling melihat pabrik" ucap Kemal menatap Agus
"Baik mari pergi dengan saya" Agus mengarahkan wanita itu pergi
"Bagaimana kabar mu, apa semuanya sudah selesai" tanya Kemal menatap Arumi biasa saja
"Iya suda selesai, makanya aku pulang lebih awal karena ingin bertemu dengan kakak" jawab Arumi
"Oh baiklah, tunggu sebentar" Kemal terlihat sibuk lagi dengan sekretarisnya dan Arumi menunggunya di sofa sambil main handphone
"Apa an ini, aku datang untuk memberinya kejutan tapi dia bersikap biasa saja bahkan dia masih tetap sibuk bekerja" gerutu Arumi dalam hati dengan kesal menatap Kemal
"Baiklah lah pak Kem, saya akan mengedit datanya lagi dan mengirimkannya lagi kepada bapak nanti" ucap sekretaris Kemal
"Ok, tolong ya." Kemal tersenyum dan pergi
"Hei kenapa mayun begitu, ayo ikut aku" Kemal berkata pada Arumi dan membawah Arumi masuk kedalam kantornya
Dengan malas Arumi berjalan mengikuti Kemal di belangnya, sambil menghentakkan kaki sesekali.
"Masuklah" kemal membuka pintu ruangannya
"Hem" Arumi berjalan dengan wajah kesal dan melewati Kemal
"Oh, em" suara Arumi yang kaget langsung tenggelam
Kemal yang tak tahan mendorong Arumi ke sebelah pintu dan menahan Arumi di dinding serta langsung mengunci pintu serta mengunci tubuh Arumi lalu menikmati aroma harum yang dipancarkan oleh Arumi, serta melahap dengan tak sabar bibir Arumi dan penuh dengan penuntutan.
"Jangan menunjukkan wajah kesal begitu karena aku tak akan bisa tahan" ucap kemal menatap Arumi setelah dia melepas Arumi
"Habisnya kakak bersikap biasa saja seperti kakak tak merindukan ku sama sekali." jawab Arumi dengan wajah polos dan bersemu merah karena malu pada Kemal yang baru saja menciumnya dengan kasar seolah dia sedang melepaskan rindu yang mendalam.
"Bagaimana mungkin aku tak rindu, setiap hari aku selalu menyibukkan diri agar tak memikirkan mu. Karena jika tidak aku tak akan bisa menahan diriku lagi." jawab Kemal dan kembali melahap bibir lembut Arumi, namun kali ini dengan lembut dan berirama tak seperti pertama tadi yang terkesan sangat menuntut. Arumi pun membalas ciuman Kemal.
__ADS_1
"Mas Kem, dimana dia" Agus mencari Kemal dan tak melihat ada Kemal duduk di ruangannya, karena ruangan Kemal tembus pandang hanya area sebelah pintu saja yang dinding yang lainnya adalah kaca.
"Kau melihat pak Kemal" tanya Agus pada sekretaris Kemal
"Pak Kemal masuk kedalam bersama dengan tunangannya pak Agus." jawab sekretaris Kemal
"Oh, baiklah. Mas ditunggu di ruang rapat 10 menit lagi jangan terlambat" teriak Agus yang tau apa yang sedang dilakukan oleh Kemal didalam ruangannya.
"Kak hentikan, om Agus bilang kakak ada rapat" Arumi menahan dan mendorong Kemal menjauh
"Aku tau, oh aku tak tahan lagi kalau aku harus seperti ini" Kemal meletakkan kepalanya di bahu Arumi dengan lemas
"Kenapa lagi" Arumi mengusap kepala Kemal dan tersenyum
"Tak bisakah kita menikah dan tak perlu menunggu sampai kau lulus, aku sudah tak sanggup dan sudah mencapai batasku" Kemal menatap Arumi dengan tatapan memohon
"Apa maksud kakak" Arumi berpura - pura tak mengerti
"Jangan membuatku semakin gila." Kemal kembali melahap bibir Arumi dan kali ini dia menahan tengkuk Arumi agar tak bisa mendorong dan menghindarinya.
"Em." Arumi memukul bahu Kemal
"Kakak sudah ditunggu di ruang rapat, pergilah" Arumi tersenyum menatap Kemal
"Aku tak ingin rapat" Kemal mendekat lagi
"Hentikan cepat pergi sana." Arumi mendorong Kemal menjauh
"Apa tadi ya." Arumi tersenyum malu dan berjalan ke sofa sambil memegangi bibirnya.
"Selama 1 tahun ini kakak tak pernah mencium ku, dia hanya memeluk dan menggandeng tanganku selama ini. Oh dia pernah mencium ku sekali dulu saat marah, tapi tadi, ah..." Arumi berteriak pelan dan tersenyum malu sambil memegangi bibirnya dan menutup wajahnya.
"Lusa Bee ada pertunjukan mau ikut melihat" ucap Kemal pada Arumi saat dia mengantar Arumi pulang.
"Mau aku juga ingin menyaksikan permainan dia." Arumi menjawab dengan sangat semangat
...💔💔💔...
Pada hari H pertunjukan kemal menjemput Arumi dan ternyata Arumi sudah menunggu didepan rumahnya.
"Kenapa menunggu didepan" Kemal keluar dari mobil
"Iya biar cepat pergi." jawab Arumi tersenyum
Bunga keluar dari mobil dan tersenyum pada Arumi, seketika Arumi langsung menatap tak suka dan senyum diwajahnya hilang.
"Siapa dia" tanya Arumi pada Kemal
"Salam kenal kak Rumi, aku Bunga tunangan kak Arlan." ucap Bunga memperkenalkan diri dan menatap Arumi sama Kemal bergantian.
Kemal tersenyum "ya dia tunangan Bee, namanya Bunga, dia putri om David dan Tante Melisa."
__ADS_1
"Oh." Arumi merubah wajahnya jadi tatapan kepo
"Ayo berangkat nanti Bee menunggu kita." Kemal masuk kedalam mobil
"Eh, kau duduk di belakang" Kemal menatap Arumi yang masuk ke kursi penumpang bersama dengan Bunga.
"Ah sudah cepat pergi, aku ingin bersama dengan Bunga, cepat, cepat." Arumi duduk dibelakang bersama Bunga.
"Ceritakan pada ku bagaimana kau bisa bertunangan dengan bocah itu" tanya Arumi penasaran pada Bunga
"Ya awalnya ku pikir dia adalah pemudah murahan yang suka tebar pesona, apa kakak tau saat pertama kali bertemu dia membunyikan klakson mobilnya dengan sangat keras hingga membuat semua penumpang didalam bis melihatnya"
"Lalu dia..."
Bunga bercerita dengan sangat antusias pada Arumi soal Arlan, dan Arumi juga mendengarkan dengan sangat antusias juga. Dan mereka berdua tertawa bersama serata bercerita dengan saat seru sepanjang perjalanan.
Kemal yang nyetir sesekali melihat keseruan dua wanita dibelakang lewat spion jadi ikut tersenyum, karena Kemal tak menyangka kalau Arumi dan Bunga bisa seseru itu padahal mereka baru saja bertemu, bahkan Arumi sempat memasang wajah permusuhan
Kedekatan antara Bunga dan Arumi membuat dua wanita itu jadi sering nongkrong bersama, bahkan Bunga juga ikutan belajar jadi model sama Arumi. Membuat Kemal dan Arlan jadi tersisih saat kedua wanita itu bertemu dan bersama.
...💔💔💔...
"Kak sebenarnya kita datang ke sini untuk kencan atau mengasuh anak sih" ucap Arlan menghela nafas melihat tingkah Arumi dan Bunga kegirangan lagi kesana kemari
"Mungkin dua - duanya." jawab Kemal tersenyum dengan santai
"Tapi gak begitu juga kali kak" Arlan menunjuk pada keseruan dua wanita yang datang ke taman hiburan ini bersama dan mengabaikan para tunangan mereka.
"Apa kau tak ingat mama kita hem, mungkin memang seperti itu wanita. Mereka akan seru sendiri dan giliran waktu untuk bayar akan lari pada kita" ucap Kemal tersenyum dan menepuk bahu Arlan.
"Hem, bener juga sih apa kata kakak" jawab Arlan tersenyum saat dia ingat mamanya yang bersikap manja pada papanya yang pada akhirnya minta dibelikan ini dan itu.
"Kak ayo." teriak Arumi yang melihat Kemal dan Arlan jauh darinya.
"Ayo Bee." Kemal tersenyum dan datang
"Kak aku mau kesana dulu ya, kak Rumi ayo pergi bersama, kita naik komedi putar." Bunga menarik Arumi pergi setelah pamit pada Arlan
"Lah, terus apa maksudnya memanggil kita" Arlan menatap bengong dan Kemal hanya tersenyum
"Kak bayar es nya ya" ucap Bunga dan pergi lagi sama Arumi sambil makan es krim
"Cepat bayar." pinta Kemal dan mereka mengikuti lagi Arumi dan Bunga pergi.
Ya Arlan dan Kemal seperti pengasuh anak kecil, karena mereka hanya diminta bayar ini dan itu lalu ditinggal lagi. Arumi sama Bunga seru sendiri, saat melihat kedua saudara itu jauh darinya baru para wanita itu teriak memanggil.
"Sepertinya kita harus menghentikan mereka" ucap Kemal yang mulai gerah dengan tingkah tunangannya
"Ku bilang dari tadi juga apa" Arlan berkata dengan kesal
"Baiklah bawah pergi Bunga, aku akan membawah Arumi. Kita ketemu di komedi putar lagi nanti tepat 1 jam dari sekarang." ucap Kemal dan dia langsung berjalan cepat lalu menarik Arumi, begitu juga dengan Arlan.
__ADS_1
Setelah mereka bisa mengendalikan para wanitanya mereka bertemu lagi dan mulai melakukan perjalanan bersama. Mereka berempat menikmati segala wahana di taman hiburan itu dengan seru dan berakhir dengan nonton film romantis serta makan malam dan pulang ke rumah mereka masing - masing.