Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Episode 219


__ADS_3

Grace berjalan menyusuri koridor menuju ruang kerja Denny. Ia masih merasa kesal atas perbuatan Tony padanya yang telah mengambil kesempatan dalam kondisinya.


Saat telah berada didepan pintu ruangan Denny, Fhytri melintasinya "Pak Denny tidak masuk hari ink. Kamu bawa berkas laporan apa?" tanya Fhyti kepada Grace.


"Hasil meeting kemarin" jawab Grace sembari memperlihatkan Map berbahan plastik berwarna kuning yang dipegangnya.


Fhytri mengerutkan keningnya "Sebaiknya kamu bawa ke ruangan Pak Tony terlebih dahulu, agar diperiksanya, karena itu berkaitan dengan masalah keuangan" ucap Fhytri menjelaskan, lalu Ia beranjak dari tempatnya dan menuju lift.


Grace berdecak kesal. Lagi-lagi Ia harus berhadapan dengan Tony sang karyawan rendahan.


Selama ini Grace hanya membidik presedir ataupun CEO diperusahaan, bukan karyawan seperti Tony. Ini akan menurunkan level seleranya dalam mencari mangsa.


Dengan terpaksa Ia menuju ruang kerja Tony yang ada di bagian sisi ruangan kerja Denny dan berjejer.


Grace mengetuk pintu ruangan Tony dengan malas, lalu terdengar suara memerintahkan untuk masuk.


Lalu Grace memasuki ruangan kerja Tony dengan wajah masam.


Melihat kehadiran Grace, Tony tersenyum smirk. Wajah masam Grace tak membuatnya menahan senyum kemenangan.


Grace menghampiri meja kerja Tony, lalu meletakkan hasil laporannya kepada Tony.


"Kata Fhytri ini harus kamu periksa dulu, baru diserahkan kepada Pak Denny.


"Hey.. Bagaimanapun Saya ini atasan Kamu, maka bersikap sopanlah untuk memanggil saya Bapak" ucap Tony mengingatkan.


Grace mencibirkan bibirnya dengan kesal. Lalu mensedekapkan kedua tangannya didadanya.


Tony meraih Map tersebut, lalu membukanya "Mendekatlah dikursi saya, ada sesuatu yang ingin saya tanyakan tentang laporan ini" ucap Tony dengan nada perintah.


Sesaat Grace semakin kesal, dan dengan terpaksa Ia menghampiri Tony.


"Tolong jelaskan ini mengapa bisa seperti ini?" tanya Tony yang menunjukkan sebuah table yang berisi angka-angka.


Grace mulai menjelaskannya, dan mencoba memberikan penjabaran yang dapat difahami dengan mudah.


Namun berbalik dengan Tony, Ia memiliki maksud lain dari memanggil Grace ke sisinya.


Sesaat tangan Tony sudah mendarat di nokong Grace yang hanya menggunakan rok ketat dan diatas lutut.


"Pak.. Jangan kurang ajar, ya!" sergah Grace dan berusaha menepiskan tangan Tony.

__ADS_1


Lalu Tony menurunkan tangannya dari bokong Grace dan meraih phonselnya.


Ia memutar sebuah Vedeo tentang Grace saat didalam mobil tanpa busana dan mengakui dirinya sebagai pela- cur Tony.


Seketika wajah Grace memerah dan rasanya ingin menonojok wajah Tony.


"Saya ini atasan Kamu. Maka turuti perintah Saya.." " Cih.. Hanya atasan safu level saja dari Saya, lalu buat apa saya menuruti semua perkataan anda" jawab Grace dengan nada tak suka.


"Oh begitu. Bagaimana jika saya menyebarkan vedeo murahan kamu ini ke akun media sosial? Apakah Kamu masih bisa mengatkan tidak mau?" Ancam Tony kepada Grace.


Seketika Grace menatap penuh wajah amarah kepada Tony "Sial.!! Apa Maumu?" tanya Grace dengan nada sedikit kasar.


Tony tersenyum senang karena telah mampu memperdaya Grace si wanita sombong. Ia tidak akan membiarkan Grace menggoda Denny, sebab Ia sudah lama memperhatikan Grace dan menaruh rasa. Namun karena Grace menghinanya, membuat Tony berbuat jahat.


"Duduk diatas meja kerja saya, dan patuhi perintah saya!" titah Tony kepada wanita itu.


Grace mengerutkan keningnya dan tak beranjak dari tempatnya.


"Cepat.!! Sebelum kesabaran saya habis" ucap Tony dengan nada perintah.


Dengan kesal bercampur marah, Grace menuruti perintah Tony, lalu naik keatas meja kerja milik Tony.


Lalu Tony meraih segelas air mineral yang ada dimejanya "Minumlah.. Agar kau tidak terbawa emosi" ucap Tony menyarankan.


"Aku tidak mau" tolak Grace dengan ketus.


"Sudah Ku katakan jika Kau harus mematuhiku!" ucap Tony dengan nada intimidasi.


Dengan kesal Grace meneguk air tersebut, dan meletakkan gelas itu diatas meja. Tony meraih gelas itu dan meletakkannya dilantai.


Tony menyibak kedua pangkal kaki milik Grace, lalu menarik penutup segitiganya, dan menaikkan kedua kaki Grace ketas meja kerjannya.


"Apa yang akan kamu lakukan?!" ucap Grace dengan sengit.


"Diamlah..!!" bentak Tony, lalu tanpa aba-aba melahab benda tersembunyi milik wanita itu.


Disisi lain, Fhytri berjalan menyusuri koridor ruangan kerja Tony yang bersebelahan dengan Denny.


Tanpa mengetuk pintu, Ia membuka pintu itu dengan perlahan.


Dan alangkah terkejutnya Ia ketika melihat adegan berbahaya yang dilakukan oleh Tony dan Grace.

__ADS_1


Fhytri mengambil phonselnya dan merekam kejadian itu secara diam-diam hingga Ia sendiri merasa nyut-nyutan.


Dan gilanya Tony tidak menyadari jika aksi mereka dipergoki olehnya.


Setelah melihat keduanya menuntaskan hasrat duniawinya, Fhytri menutup perlahan pintu ruangan Tony dan menyimpan vedeo tersebut dan mungkin akan berguna suatu saat nanti.


Ia tak menduga jika Tony sangatlah liar "Pantas saja istrinya minta cerai, ternyata seperti itu prilakunya" Fhytri berguman dalam hatinya.


Grace dan Tony yang bermain, tetapi Fhytri yang ikut panas dingin.


"Dasar, mereka berdua gak ada akhlak.. Bisa-bisanya diruangan kantor dan jam kerja berbiat seperti itu. perusahaan ini bisa terancam keberkahannya jika karyawannya ada yang berbuat mesum seperti itu" ucap Fhytri kesal.


Fhytri tidak dapat membiarkan hal ini terjadi terus menurus. Sebab perusahaan bisa terancam mendapat sial karena ulah dari segelintir orang.


"Apakah tidak ada hotel yang bisa digunakan mereka untuk bermain? Mengapa harus ruangan kantor?" Guman Fhytri yang kini berjalan memasuki ruangan kerjanya.


Fhytri tampak resah dan juga gelisah. Ia harua mencari cara untuk menghentikan perbuatan mereka, namun Ia tidak ingin mengambil resiko, Ia hatus memikirkan semua ini dengan sangat hati-hati.


Tak berselang lama, Ia melihat Grace muncul memasukk ruangan kerjanya yang bersebelahan dengan ruangannya yang hanya bersekat dinding kaca.


Fhytri melihat Grace merapikan rambutnya yang berantakan dan kacing blushnya yang tampak terlepas.


Sepertinya Ia sedikit lelah dengan permaianannya. "Memang wanita ini seperti duri dan hanya membuat dosa dimana-mana" Fhytri menggerutu, dan melirik Grace yang kini sedang menghidupkan layar komputernya.


Namun Grace terlihat gelisah, Ia seperti tak nyaman saat dalam bekerja. Tiba-tiba saja Ia keluar lagi dari ruangannya dan menuju kelantai dua menaiki lif.


Fhytri yang merasa penasaran mengikuti langkah Grace. Ia ingin melihat apa sebenarnya yang akakn dilakukan oleh sekretaris tersebut.


Fhytri mengendap-endap mengikuti Grace, dan Ia melihat jika Grace memasuki ruangan Tony kembali.


Fhytri mengerutkan keningnya "Apa lagi yang akan dilakukan oleh wanita itu?" Fhytri berguman lirih.


Lalu setelah Grace masuk kedalam ruangan Tony, Dengan berjingkat Fhytri mendekati ruangan tersebut.


Fhytri mencoba membuka pintu dengan perlahan, dan alangkah terkejutnya Fhytri melihat Grace yang berbalik menyerang Tony dengan lapar "Ternyata Kau kembali lagi ja- lang" ucap Tony lalu membalas serangan Grace.


Fhytri menutup pintu itu dengan perlahan.


Deguban dijantungnya serasa bagaikan genderang perang.


"Aku harus melaporkan hal ini kepada pak Denny, kantor ini akan tertimpa kesialan karena ulah mereka.."Guman Fhytri dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2