Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
part 22


__ADS_3

ketika anita sibuk di kantor bergumul dengan tumpukan dokumen, bian pun sedang bersenang senang dengan agnes di apartemen nya


biar tidak mempedulikan lagi istri dan anak anak nya karena bagi diri nya dia juga butuh bersenang senang tidak hanya selalu melihat wajah istri nya yang jelek itu setiap hari, semakin hari biar semakin bosan dengan istri nya selain jelek istri nya juga tidak punya keterampilan di karenakan kurang nya pendidikan.


sebenar nya anita itu wanita yang pintar karena terbukti sewaktu dia sekolah dulu dia selalu mendapatkan juara pertama tapi di karenakan ekonomi yang kurang maka nya dia sampai harus putus sekolah


"sayang aku mau kita nikah secepat nya" kata agnes


"tidak bisa secepat nya nes" jawab bian


"kenapa gak bisa" agnes mulai merajuk


"ya kan aku belum cerai sama anita"


"kapan kamu akan ceraikan dia" agnes mulai emosi

__ADS_1


"kamu yang sabar dulu ya aku lagi nunggu waktu yang tepat buat ceraiin dia" bujuk bian


"tapi sampai kapan bian, aku gak mau kamu gantungin hubungan kita" agnes merasuk lalu pergi ke kamar nya meninggalkan bian yang lagi lagi termangu di buat nya


"aku harus secepat nya menceraikan anita, agar aku bisa bersama sama terus dengan agnes karena aku takut kehilangan wanita yang cantik dan pintar seperti agnes" pikir bian


tanpa pikir panjang biar pulang ke rumah anita dengan tergesa gesa, sewaktu sampai dirumah dia tidak menemukan siapa pun di rumah itu bahkan biasa nya anak anak nya akan belajar di ruang tamu juga tidak ada hari ini


"mereka pada kemana ya, kok gak ada semua di rumah" bian mencari keberadaan anak anak nya di seluruh Ruangan rumah nya tapi tetap saja hasil nya nihil


anak anak anita tidak tau jika ayah mereka sedang mencari mereka


"kek apa boleh semua mainan ini kami bawa pulang ke rumah" tanya rania sambil memperlihatkan gigi nya saking lebar nya dia tersenyum


"tentu saja boleh tanya sayang, tapi rania harus minta izin dulu sama bunda ya" kata pak surya membelai rambut rania dengan penuh kasih sayang

__ADS_1


"ya kakek tapi kasian bunda harus kerja keras buat menghidupi kami" kata rania sedih


"memang nya ayah rania kemana" pak surya sengaja bertanya untuk mencari tau tentang rumah tangga anak nya apakah baik baik saja atau sedang beradalah seperti kata anak buah nya


"ayah kalau pulang ke rumah cuma bisa mengajak bunda bertengkar terus, ayah bahkan sering menghina bunda karena kerja hanya sebagai pembantu" rania menangis sehabis bercerita tentang bunda nya sedang kan pak surya mengepalkan tangan nya karena menahan amarah mendengar cerita rania tentang ibu nya


"kamu akan merasakan akibat dari perlakuan mu terhadap anak ku, kamu lihat saja bian aku tidak akan melepaskan mu begitu saja, aku akan membuat hidup mu menderita karena sudah berani menghina anak ku" batin pak surya menahan amarah nya


"terus rania mau gak tinggal sama kakek disini" tanya pak surya merayu cucu nya sambil meredam emosi nya


"mau kek rania mau banget daripada di rumah harus lihat bunda nangis terus tiap malam karena ayah, rania sayang bunda rania tidak mau bunda sedih rania hanya mau bunda bahagia dan selalu tersenyum


pak surya merasa tersentuh mendengar penuturan anak sekecil rania yang sudah punya pemikiran seperti itu


"kamu jangan pernah berubah ya sayang tetap lah berhati lembut dan penuh kasih sayang seperti ini karena orang orang juga pasti akan menyayangi mu setulus hati" kata pak surya menatap cucu nya dengan kasih sayang

__ADS_1


"iya kek rania akan ingat kata kata kakek" kata rania tersenyum


__ADS_2