Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 105


__ADS_3

Seminggu sudah Kemal tinggal sama Fairi dan pulang pergi ke sekolah diantarkan oleh Anita. Kegiatan Kemal di sekolahnya juga semakin banyak karena suasana hatinya yang membaik dia mengikuti semua kegiatan apa lagi Anita juga sangat pandai dalam segala latihan karena dia adalah mantan prajurit jadi semua latihan yang diikuti oleh Kemal semuanya dilatih oleh Anita sendiri. Olah raga Kemal sehari - hari juga selalu meliputi sepak bola, tenis meja, karate dan masih banyak lagi yang lainnya.


Keseruan dan kebersamaan Kemal dengan semua orang yang ada di rumah baru Fairi itu membuat suasana rumah yang begitu besar jadi terasa hidup karena teriakan dan canda tawa Kemal. Dan semua orang juga merasa sangat senang karena Kemal anaknya mudah beradaptasi dan membaur dengan orang baru.


"Paman masukkan bolanya, ya...kita kalah" Kemal mengeluh dengan lemas dan menjatuhkan tubuhnya di rerumputan saat dia bermain dan tanding sepak bola dengan para pengawal yang ada di rumah itu.


"Dia terlihat sangat menikmatinya" Fairi yang melihat dari lantai 2 tersenyum karena melihat putranya tersenyum bahagia saat bermain.


"Non maaf saya dengar kalau nyonya Ayu dia keluar dari tahanan dan tak ada yang tau siapa yang telah membantu dan menjaminnya." ucap Sabrina yang baru mendengar kabar.


"Aku tau, kamu tak perlu khawatir. Siapa pun yang ada dibelakangnya aku sudah siap untuk menghadapinya." jawab Fairi dengan tenang dan santai.


"Apa anda akan membiarkannya begitu saja?" tanya Sabrina.


"Kita tak perlu buru - buru Rin. Aku yakin pada saatnya nanti dia akan kembali lagi ke balik terali besi itu. Karena aku tak akan membiarkan orang yang menyakiti keluarga ku bisa bebas begitu saja. Tapi kita harus tetap tenang ok." Fairi menjawab dan tersenyum.


"Oh iya, nanti sore aku akan bertemu dengan paman Jono kamu tak perlu mengikuti aku, aku akan pergi bersama dengan Anita saja."


"Baiklah non. Kalau begitu saya undur diri dulu." Sabrina keluar dari ruang kerja Fairi.


Fairi yang melihat keseruan Kemal bermain bersama Anita dan yang lainnya juga ikutan tertarik dan dia mengikat rambutnya lalu turun dan bergabung dengan Kemal serta yang lainnya untuk bermain.


...💔💔💔...


"Bagaimana dengan Laras dan yang lainnya." tanya tuan Herman pada anak buahnya.


"Mereka semua baik tuan dan sejak kedatangan tuan kecil rumah itu jadi semakin ramai dan tuan Jono juga jadi sering main ke rumah itu untuk bermain dengan anak itu." jawab anak buah tuan Herman


"Hem, lalu bagaimana dengan Ayu dan Bagus." Tuan Herman.


"Kalau tuan Bagus sepertinya dia sedang dalam masalah keluarga, kalau nyonya Ayu masih belum ditemukan dia pergi kemana dan putrinya juga terlihat biasa saja karena dia masih aktif dengan pekerjaannya sebagai model." Anak buah tuan Herman.


"Hem, abaikan dulu dia karena nanti dia akan keluar sendiri." Tuan Herman tersenyum sambil melihat laporan kerjanya.


"Apa kita tak perlu untuk mencarinya tuan? Lalu bagaimana dengan putri dari nyonya Ayu, Tyas, haruskah kami mengawasinya?" tanya anak buah tuan Herman.


"Hem, kalau bisa dapatkan lagi sampelnya dan lakukan pemeriksaan secepatnya dengan Laras." perintah tuan Herman


"Baik tuan." Anak buah tuan Herman dan mereka pun pergi meninggalkan tuan Herman sendiri di ruang kerjanya.


"Aku ingin tau sampai mana kau membohongi semua orang. Aku tak pernah menyangka kalau kau adalah wanita yang sepeti ini. Yang ku ingat dulu kau adalah wanita yang baik dan juga sabar, kenapa tiba - tiba kau jadi wanita yang tamak, serakah dan juga kejam." Tuan Herman bergumam sendiri dan melihat foto yang dia bawah.

__ADS_1


...💔💔💔...


"Ken aku dengar katanya Fairi bekerja sama dengan om Bram saat ini." Farid bertanya dan duduk didepan Kenan.


"Iya, dia telah menerima dan memaafkan semuanya. Dia bilang yang lalu agar ditinggalkan dibelakang dan dia juga tak penutup diri lagi seperti dulu, jadi aku bisa lebih leluasa untuk bertemu dengan Arman. Karena sejak Fairi kembali dia seolah tak peduli dengan yang lainnya dan hanya mau dekat dengan mamanya saja." Kenan berkata dengan senyuman yang mengembang.


"Apakah hubungan mu dengan Fairi telah membaik, terlihat dari senyumanmu kau terlihat sangat bahagia" Farid menatap dan bertanya dengan penasaran.


"Belum sejauh itu, tapi setidaknya dia tak menolak ku saat aku mendekatinya" jelas Kenan dan tersenyum pada Farid.


"Ya, ya semoga ada kabar baik. Aku kembali kerja dulu." Farid bangun dan meninggalkan Kenan.


"Maaf pak, barusan Lina menghubungi kalau bosnya meminta janji temu untuk pembahasan kontrak kerja atas prodak yang sedang dilakukan bersama, dan pihak mereka ingin melakukan pertemuannya besok. Haruskah saya mengatur ulang atau mengundur jadwal yang sudah ada." Agus masuk kedalam ruang kerja Kenan dan memberitahukan kalau pihak Fairi meminta janji temu untuk besok.


"Tidak perlu merubah jadwal, kamu infokan saja kalau kita bisa melakukanya pada malam hari, dan bilang pada mereka untuk sekalian makan malam karena jadwal kita sudah padat untuk besok." jawab Kenan dan Agus pun langsung menghubungi Lina untuk menyampaikan pesan Kenan.


...💔💔💔...


"Wah, wah, wah...coba lihat siapa ini yang datang" teman - teman Tyas yang ada di klub pada menyambut kedatangan Tyas dengan suara seru.


"Jangan berisik aku butuh ketenangan." jawab Tyas cuek


"Duh elah non, kalau butuh ketenangan itu ya bukan di sini tapi didalam kamar atau di hutan akan lebih sepi, dan kalau masih ingin lebih sepi lagi pergi ke kuburan sana." teman Tyas berkata dengan bercanda dan Tyas hanya menatapnya jengah.


"Kalian diam saja aku mau pergi dulu." Tyas berdiri dan berjalan ke arah Kenan yang sedang duduk didepan meja bar bersama dengan seseorang yang tak dikenal.


"Selamat malam mas Kenan, aku tak menyangka kalau aku akan bertemu dengan mas Kenan di sini." Tyas mendekat dan menegur Kenan.


"Oh, apakah dia teman atau kenalan mu Ken." tanya orang itu yang ternyata adalah Sujono.


Ya sejak Kenan sering main ke rumah Sujono yang ditempati oleh Fairi, Kenan dan Sujono menjadi akrab walau mereka tak pernah berbisnis bersama. Dan keakraban antara Kenan dan Sujono semua tersambung karena Kemal, dan mereka hanya akan pergi untuk menikmati waktu bersantai bersama baik itu di bar atau di kafe yang dirasa mereka bisa menikmati waktu sambil berbincang dengan santai, karena pembicaraan mereka selalu nyambung.


"Tidak, dia adalah saudara tiri Fairi namanya Tyas." jawab Kenan santai


"Oh, jadi dia yang namanya Tyas. Model ternama yang sedang naik daun, senang berkenalan dengan anda nona Tyas, saya Jono." Sujono memperkenalkan dirinya pada Tyas dan beramah tamah.


"Anda terlalu melebih - lebihkan tuan Jono." Tyas membalas dengan lembut "tapi aku tak pernah bertemu dengan anda sebelumnya."


"Saya baru saja bertemu dengan dia, dan karena kami cocok jadi kami menikmati hari bersama." Sujono menjawab dengan santai.


"Bolehkah aku bergabung dengan kalian?" Tyas bertanya dan menatap Kenan.

__ADS_1


"Tentu saja, silakan." Sujono bergeser ke kursi satunya dan mempersilakan Tyas untuk duduk di kursi yang ada diantara dirinya dan Kenan.


"Apakah aku tidak mengganggu waktu kalian bersama?" Tuas kembali bertanya dengan nada suara lembut.


"Tentu saja tidak sama sekali iya kan Ken." Sujono berkata dan menatap Kenan.


"Hem." Kenan bergumam dan mengangguk.


"Mas bagaimana kabar mas Kenan dan Kemal? Aku sudah lama sekali tak bertemu dengan dia, sekitar 1 bulan karena kesibukan ku." Tyas duduk dan bertanya pada Kenan


"Cider atau Rum" Sujono bertanya pada Tyas


"Rum." jawab Tyas langsung.


"Ok." Sujono tersenyum


"Minuman untuk nona model." Sujono memberikan segelas minuman sejenis Rum pada tyas sambil mencuri pegang Tyas.


"Terima kasih tuan Jono." Tyas menatap dan tersenyum pada Sujono


"Apakah anda sering datang kemari? Anda sangat menarik dan saya menyukai anda." Sujono berkata tanpa ada yang ditutupi.


Mendengar itu Tyas merasa bingung dan menatap Sujono dengan bertanya - tanya. Sujono melemparkan senyum manisnya saat Tyas menatapnya terpaku, lalu mengusap kepala Tyas dengan lembut dan hal itu membuat Tyas tersipu dan salah tingkah.


"Oh tuan bisa saja, aku sangat berterima kasih pada tuan karena menyukai ku, dan ku harap kedepannya tuan akan bisa selalu memberikan dukungannya padaku." Tyas berkata dengan senyuman.


Dengan sikap baik Sujono yang menunjukkan kalau dia sangat tertarik pada Tyas, mereka pun jadi ngobrol dengan sangat santai dan Kenan menjadi pendengar setia mereka berdua. Walau sesekali Tyas menoleh dan mengajak Kenan untuk bicara namun Sujono selalu memiliki cara untuk membuat fokus Tyas kembali padanya.


"Wah benar - benar menyenangkan ngobrol dengan anda nona Tyas." Sujono sangat ringan tangan dengan Tyas, dia sudah pegang sama dan sini, sedangkan Tyas merasa baik saja dengan perlakuan Sujono itu.


"Oh baiklah Ken, ketemu lagi besok aku balik dulu. Bye nona Tyas." Sujono pergi dengan senyum mengembang dan Tyas juga terlihat sangat nyaman dengan Sujono.


"Baiklah, aku balik juga." Kenan pun ikut pergi.


"Mas Kenan boleh kah aku ikut numpang karena aku kesini tadi gak bawah mobil." Tyas mulai menempel pada Kenan.


"Ok." Kenan berjalan keluar dulu dan Tyas mengikutinya dari belakang.


"Mas bagaimana kabar Kemal aku lama sekali tak bertemu dengannya dan aku sangat merindukannya." Tyas mulai membuka bahasan soal Kemal yang sempat tertunda karena dia ngobrol dengan Sujono, dan karena Tyas tau kalau Kenan sangat sayang dengan anaknya itu makanya Tyas membuka obrolan soal Kemal lagi.


"Dia baik dan juga sangat sehat." Kenan menjawab apa adanya.

__ADS_1


Dalam perjalanan Tyas banyak bertanya dan bicara pada Kenan, sedangkan Kenan menjawab seadanya dan fokus nyetir, saat mobil Kenan berhenti di lampu merah tanpa sadar mobil Fairi juga berhenti disamping mobil Kenan.


__ADS_2