
Sehari sebelum prahara antara Kenan dan Farid terjadi. Terlihat Farid sangat senang melihat temannya yang telah lama tak bertemu datang ke restorannya dan mereka terlihat sangat senang ngobrol bersama.
"Hei Rid, wah aku tak menyangka loh kalau kamu sekarang jadi begitu sukses." Galih
"Wah aku juga gak pernah menyangka kalau kamu juga telah menjadi juragan ayam bahkan menikah dengan teman yang dulu kau ganggu" Farid
Galih terbahak "kau ini ini Rid masih saja ingat hal itu."
"Tentu saja siapa yang tak akan ingat kalian hampir setiap hari bertengkar setiap kali bertemu" Farid
"He Rid kau benar - benar tamak ya jadi orang. Aku dengar katanya kamu bekerja sama Kenan di perusahaannya tapi kamu juga membuka restoran yang sangat ramai pengunjung." Galih
"Kau jangan mengalihkan pembicaraan, aku sebenarnya melanjutkan usaha orang tuaku saja yang dulu sempat berhenti karena kesibukanku untuk mencari uang demi biaya adikku, tapi sekarang aku memiliki istri yang bisa membantu ku jadi aku membuka lagi restoran yang sempat berhenti, dan Kenan tak membiarkan aku pergi dari sisinya." Farid
"Hem ok ok" Galih tertawa
"Oh iya apa kamu tau. Katanya Kenan kembali lagi bersama dengan Sofiana" Galih
"Apa? Siapa yang bilang." Farid terlihat kaget
"Hem, apa kau jarang berkumpul dengan anak - anak yang lain. Mereka semuanya bilang kalau Kenan dan Sofiana kembali bersama, apa lagi sekarang mereka bekerja sama." Galih
"Aku tak pernah dengar soal itu, tapi kalau soal kerja sama memang benar." Farid
"Hem, aku dengar kabarnya dari Bas dan Ansori. Nirma dan Marsa juga mengatakan hal yang sama." Galih
"Hai kalian bahas apa ini kenapa tak menunggu aku dulu" Sarita yang baru datang langsung memotong pembicaraan antara Farid dan Galih
"Oh halo sayang apa kamu capek" Galih terlihat perhatian sama istrinya
"Ya tanyakan pada Sarita, dia juga dengar kabar itu." Galih
"Soal apa ini." Sarita
"Soal kabar kalau Kenan dan Sofiana kembali bersama lagi." Galih
"Oh iya aku dengar dari yang lain begitu, bahkan katanya Kenan juga datang ke rumah Sofiana kemaren. Waktu akhir pekan." Sarita
"Apa - apa an dia, apa dia mulai lagi." Farid bergumam
"Silakan dinikmati." Ambar menyajikan makanan yang dipesan oleh Galih.
"Wah terima kasih nyonya Farid." Galih
"Terlihat sangat enak." Sarita
"Baiklah kalian makan dulu aku yang terakhir kali ini, dan pesan saja apa yang kalian inginkan." Farid
"Ok bos." Sarita dan Galih berkata bersamaan.
...💔💔💔...
__ADS_1
Keesokan paginya saat berangkat ke kantor Farid melihat mobil Kenan sudah terparkir di parkiran, seketika Farid ingat apa yang diceritakan oleh Galih dan Sarita kemaren saat mereka makan di restorannya.
"Aku akan tanya sendiri padanya." Farid bergegas menuju ke ruangan Kenan untuk mengkonfirmasi kabar yang dia terima kemaren dari kedua temannya soal hubungan Kenan dan Sofiana.
"Ken, apa yang kau lakukan? Aku mendengar dari anak - anak yang lain katanya kau sedang dekat dengan Sofiana lagi dan kalian sering pergi bersama, apa kau ingin kembali bersama dia lagi." Farid yang baru datang langsung masuk ke ruangan Kenan karena dia tau ada mobil Kenan di parkiran
"Sebaiknya kau diam saja dan jangan ikut campur" Kenan berkata dengan cuek
"Apa maksudmu Ken berkata seperti itu, aku hanya ingin bertanya soal kebenarannya saja." Farid
"Memangnya kenapa, jika iya atau tidak apa ada hubungannya dengan mu" Kenan
"Bulan begitu Ken, tapi kau dan Fairi telah bersama setelah banyak melalui rintangan." Farid
"Farid kau harus tau batasan mu, dan ingat jangan pernah ikut campur pada urusanku, di sini kau adalah pegawai tak beda dengan yang lainnya jadi jangan sampai melampaui batas mu. Kau mengerti." Kenan berkata dangan kasar pada Farid.
"Apa." Farid kaget "Maaf"
Farid yang mendapatkan respon tak baik dan kasar dari Kenan merasa kesal dan dia pergi begitu saja dengan hati yang kacau dan sakit karena kata - kata Kenan.
"Pak Farid." Agus yang menyapa tak direspon oleh Farid yang baru keluar dari ruangan Kenan dan dia dicuekin saja
"Eh, ada apa dengan dia." Agus terlihat bingung melihat Farid yang sudah kesal di pagi hari.
Selama rapat Kenan dan Farid juga terlihat tak saling tegur sapa dan mereka seolah bekerja sendiri, bahkan Farid bertingkah seperti seorang pegawai biasa yang selalu patuh pada atasannya.
Agus dan Melisa menatap bingung pada dua orang itu, karena tak biasanya. Karena kebiasaan Kenan setiap selesai rapat dia akan selalu berdiskusi dengan Farid tentang banyak hal, begitu juga dengan Farid yang selalu mengutarakan pendapatnya. Tapi kali ini mereka bersimpangan dan Kenan terlihat akrab dengan mitra bisnisnya yaitu Sofiana.
"Mana aku tau, kan yang selalu bersama dengan kak Ken itu kamu." Melisa berkata dan memukul Agus
"Tapi selama ini semua baik - baik saja dan tak menunjukkan gejala, tapi tadi pagi saat aku tiba dan menyapa kakakmu itu dia tak merespon dan wajahnya ditekuk kayak pantat ayam." Agus berkata sambil berbisik
"Hei kau ngatain kakakku pantat ayam ya." Melisa lagi - lagi memukul Agus
"Duh elah Mel ringan tangan banget sih kamu, awas nanti ditiru sama anakmu loh" Agus
"Lagian kamu ngatain kakakku pantat ayam, emang gak ada istilah yang lebih baik lagi" Melisa
"Elah, kan aku menceritakan apa yang aku lihat tadi pagi." Agus
"Aku juga tak tau kenapa dengan mereka, tapi aku melihat kalau kak Ken begitu dekat dengan Sofiana." Melisa terlihat berfikir
"Hem, kau benar. Beberapa hari yang lalu juga pak Ken pergi sendiri untuk survei lokasi dan juga datang ke tempat produksi bersama dengan Bu Sofiana." ucap Agus
"Apa karena itu ya mereka jadi berselisih, karena kak Ken mau main gila lagi. Atau ada sesuatu yang lain yang membuat mereka jadi seperti itu" Melisa terlihat sedang berfikir keras.
"Oh Gus, tolong kamu nanti ke kantor Fairi dan serahkan ini padanya, bilang kalau aku tak bisa datang untuk hari ini karena ada pembahasan proyek kerja dengan Sofiana." Kenan berkata pada Agus
"Baik pak" Agus langsung bersikap tegap begitu juga dengan Melisa yang tadinya bergosip soal Kenan.
...💔💔💔...
__ADS_1
Malam harinya Fairi dan Lina baru pulang dari pertemuannya dengan penanam saham di perusahaannya dan terlihat Fairi sangat lelah karena dia sudah bekerja dari pagi hingga malam hari, begitu juga dengan Lina.
"Bu Laras bukankah itu pak Kenan." Lina melihat Kenan sedang makan dengan seseorang.
"Oh iya." Fairi melihat dan cuek saja
"Apa tak ikut gabung dengan pak Kenan saja Bu?" Lina terlihat bingung dengan Fairi yang terlihat biasa saja.
"Tidak kita duduk di sini saja, jangan ganggu mereka" Fairi
"Kau tunggu dulu aku ke kamar mandi sebentar." Fairi pergi ke kamar mandi
"Ken aku ke kamar mandi dulu ya."
Dari jauh Sofiana yang melihat Fairi dia langsung pamit pada Kenan untuk ke kamar mandi karena dia melihat Fairi pergi ke arah kamar mandi
"Ho siapa ini." Sofiana menyapa Fairi yang baru keluar dari kamar mandi dan sedang cuci tangan di wastafel
"Kau tau siapa aku." jawab Fairi cuek
"Kenapa dengan ekspresi itu, apakah kau merasa sakit hati melihat aku dan Kenan bersama." Sofiana juga ikut cuci tangan disebelah Fairi
"Apa kau pikir aku adalah orang dengan hati yang tersakiti?" Fairi menatap Sofiana
"Kenapa, aku tak mengatakan apa pun untuk itu. Tapi jangan pernah meremehkan aku." Sofiana pergi meninggalkan Fairi
"Meremehkan mu, hem kau akan tau bagaimana rasanya diremehkan." Fairi tersenyum
Fairi keluar dari kamar mandi dan dia berjalan lurus kearah meja Kenan dan Sofiana, Lina yang melihat berdiri dari tempat duduknya dan menatap bingung pada Fairi yang berjalan melewati meraka mereka.
"Sayang." Fairi langsung memeluk Kenan dari belakang dan mencium pipi Kenan
"Oh" Kenan kaget mendapatkan kejutan dari Fairi yang tak terduga.
"Aku tak tau kalau kau juga makan di sini, tau gitu aku akan menghubungimu tadi. Aku lelah sekali." Fairi bersikap manja pada Kenan dan duduk dipangkuan Kenan
"Apa yang kau lakukan apa kau tak malu bertingkah seperti itu di tempat umum seperti ini." Sofiana naik pitam melihat aksi Fairi
"Auh." Fairi menjerit ringan karena kenan mencubit pinggangnya.
"Maaf aku tak tau kalau anda juga ada di sini Bu Sofi" Fairi berkata tanpa turun dari pangkuan Kenan
"Kau sangat nakal." bisik Kenan pelan ditelinga Fairi
"Apa kau akan pulang telat malam ini sayang" Fairi kembali bicara dengan Kenan dan mengalungkan kedua tangannya di leher Kenan
"Hem" Kenan menjawab hanya dengan gumaman dan anggukan.
"Apakah kau tak merindukan aku bekerja begitu keras selama ini" Fairi memainkan jemarinya dan menyusuri leher serta dada Kenan.
Sedangkan Lina yang berdiri memantau merekam aksi Fairi yang diluar dugaannya dan dia tersenyum melihat tingkah bosnya yang saat ini terlihat seperti wanita penggoda dan bertingkah manja serta memiliki tangan yang sangat ringan meraba disana sini pada tubuh Kenan dan membuat Kenan tak berdaya dengan ulah dari bosnya, sedangkan wanita yang bersama dengan mereka terlihat kesal dan marah.
__ADS_1