
Amyra menatap wajah suaminya dengan tatapan yang tak mampu Ia sembunyikan.
Denny merengkuh tubuh Amyra, lalu mengecup lembut ujung kepala istrinya. "I love U.." ucapnya dengan lembut ditelinga Amyra.
Amyra hanya diam membisu dalam keheningan Ia masih mengenang Ayahnya yang telah tiada.
Lalu Denny kembali menyetir mobilnya, dan menuju ke grapari dan berniat memperbaiki kartu sim card Amyra yang rusak.
Disisi lain, Zain dan juga Khumairah tampak begitu bingung. Mereka menatap pemakaman yang masih tampak basah tersebut. Zain mencoba menenagkan Khumairah, menariknya dalam dekapannya.
"Tenanglah.. Kita akan melewati segalanya bersama-sama" ucap Zain mencoba menenangkan Khumairah.
"Maukah Kau ikut denganku ke kota? Disana Kita akan membangun rumah tangga kita yang baru dimulai dengan awal" ucap Zain mencoba memberikan pengertian kepada Khumairah.
Mendengar kata kota tentunya sangat asing bagi Khumairah, dan itu membuatnya penasaran.
"Bagaimana dengan ayah? Ia pasti kesepian dan sendirian disini?" tanya Khumairah yang tidak tega melihat dan meninggalkan ayahnya terkubur disini sendirian.
"Ini rumahnya.. Ia akan senang berada ditempat ini. Sebelum Ia menyerahkannya kepadaku, Ayah sudah memberikan pesan kepadaku untuk mengeluarkanmu dari hutan ini" ucap Zain mencoba memberitahu kepada Khumairah.
Setelah berfikir bagaimana caranya keluar dari hutan, sebab Zain dalam kondisi hanya menggunakan satu kaki saja, tentu akan memperlambat perjalanan mereka.
"Mai ambil simpanan ayah dulu, Mas.. Sepertinya Mas akan menunggangi sapi milik ayah, dan saya akan bersepeda. Sesampai di desa kita akan menjual sapi itu dan uangnya kita gunakan untuk pergi ke kota" Khumairah mencoba berfikir untuk pergi dsri hutan ini.
Meski hatinya berat dan merasa merindukan tempat ini nantinya, namun Ia tidak dapat bertahan lebih lama disini.
Khumairah membongkar isi lemari milik ayahnya, dan menemukan kaleng bekas roti yang disimpan dibawah lemari dan membukanya.
Tampak beberap perhiasan milik ayah dan ibunya yang disimpan didalam tempat itu.
Ia memberikannya kepada Zain, namun Zain meminta untuk Khumairah yang menyimpannya.
__ADS_1
Keduanya kembali menaburkan kembang dan menziarahi makam yang masih tampak baru tersebut.
Lalu Zain menanamkan sebuah pohon kamboja didekat makam itu. Lalu keduanya tampak saling pandang dan beranjak meninggalkan rumah yang penuh dengan kenangan indah tersebut.
Khumairah menarik seekor sapi jantan dari dalam kandang sapi untuk menjadi kendaraan mereka menuju desa.
Saat Khumairah menarik sapi jantan itu, sapi betina itu mengikutinya dan terpaksa Khumairah meninggalkan sepedanya dan mereka menaiki satu persatu sapi tersebut.
Zain merasakan baru kali ini Ia menaiki sapi sebagai kendaraannya, namun karena cinta yang mulai tumbuh dihatinya terhadap sang istri membuatnya semua terasa nyaman.
Disisi lain, Amyra telah selesai memperbaiki kartu sim cardnya. Lalu keduanya masuk kedalam mobil "Myra transfer ya, Mas.." ucapnya, sembari mengetik angka nominal yang dibutuhkan oleh Denny untuk menutupi biaya produksi produk baru mereka.
Suara dering pesan masuk kedalam phonsel Denny, Ia mencoba mengeceknya, dan benar saja, Amyra sudah mentransferkan yang sebesar 4 milyar dari nilai yang dibutuhkannya hanya 3 milyar saja.
Denny memandang sang istri "Sayang.. Ini kelebihan satu Milyar, ucap Denny mengingatkan.
"Tak mengapa.. Kelebihannya untuk tanam saham juga" jawab Amyra dengan tenang.
Amyra hanya tersenyum mendengar ucapan Denny. "Ini harta kita bersama, dan Kita harus saling membantu satu sama lain" jawab Amyra dengan tulus.
Denny menatap pada Amyra dengan penuh sangat takjub. Sebab jika selama ini pastinya wanita tidak rela jika hasil pencairannya dinikmati bersama, namun Amyra merelakan semuanya demi untuk suaminya.
"Kamu benar-benar batu berlian sayang.." ucap Denny dengan nada penuh cinta. Amyra hanya menatap penuh kehangatan.
Denny menyetir mobilnya, lalu menuju kerumah untuk mengantarkan Amyra. Ia merasa hidupnya penuh dengan keberuntungan, sebab Ia dianugerahi seorang istri yang cantik dan soleha.
Sementara itu, Zain dan juga Khumairah masih menyusuri hutan untuk mencapai desa. sapi yang mereka tunggangi tampak lelah dan ingin beristirat. Lalu mereka berhenti dibawah sebuah pohon untuk beristirahat dan memakan bekal mereka, lalu membiarkan sapi itu untuk merumput.
Saat makan siang, Zain merasa jika Ia tidak dapat secepatnya kembali ke kota, sebab polisi masih memburunya. Ia memutar otaknya untuk mencari cara bagaimana agar Ia tidak dikenali dan tidak menjadi buronan polisi.
Khumairah tampak begitu sangat lelah, Ia masih mengenang ayahnya yang kini tinggal dirumah tua mereka tanpa ada temannya.
__ADS_1
Air matanya mengalir tanpa henti, Ia seperti belum rela untuk meninggalkan sang Ayah dan juga tempat tinggalnya yang sudah menjadi tempat ternyaman dalam hidupnya selama ini.
"Kamu masih memukirkan ayah, Ya?" tanya Zain dengan penuh kehati-hatian.
Khumairah menganggukkan kepalanya, dan menatap sendu pada Zain.
Zain mengerti akan perasaan sang istri yang baru saja kehilangan sang ayah, Ia mencoba menjadi pelipur lara bagi wanita yang baru satu hari dinikahinya.
Zain mengusap lembut punggung istrinya dan mencoba memberikan rasa nyaman yang sangat luar biasa terhadap sang istri.
Khumairah menyandarkan kepalanya dipundaknZain. Kini Ia hanya dapat mengharapkan Zain sebagai tempat berbagi dalam hal suka dan dukanya.
Zain mencoba menghibur sang istri, dan terus memberikan kasih sayang itu kepada Khumairah.
Disisi lain, Denny sudah mengantarkan Amyra sampai kedalam rumah "Sayang, Mas pergi kekantor, ya.. Mas harus segera menghandle pekerjaan yang tertunda waktu itu" ucap Denny, sembari mengecup lembut ujung kepala Amyra.
Amyra menganggukkan kepalanya, dan tersenyum penuh kehangatan. "Hati-hati dijalan ya, Mas.." ucap Amyra dengan lembut.
Denny menganggukkan kepalanya dan berpamitan untuk pergi.
Amyra memandangi kepergjan sang suami, lalu beranjak ke kamar setelah mobil yang dikendarai oleh Denny menghilang dari pandangannya.
Amyra memasuki kamarnya, lalu berjalan menuju kekamar mandi. Rasa gerah yang melanda siang ini membuatnya begitu ingin berendam didalam buthub.
Amyra menyiapkan air untuk mandi dan berendam didalam buthtub. Ia memasukkan susu kecantikan sebagai bahan relaksasi dalam menghilangkan kepenatan yang melanda dirinya.
Denny sudah sampai dikantor dan berjalan menuju lift. Image negatif yang sempat melekat didirinya karena berita bohong yang disebarkan oleh Julia perlahan menghilang dan Ia tak lagi menjadi tatapan aneh bagi karyawannya.
Denny menuju ruang lift, dan bertemu dengan Dwy. "Eh.. Pak.. Sudah masuk kantorkah?" ucap Dwy sang sekretaris dengan wajah sembari merunduk.
"Ya.. Siapkan berkas dan semua pekerjaan yang tertunda" Titah Denny kepada Dwy.
__ADS_1
Dwy hanya menganggukkan kepalanya dan mematuhi perkataan sang presedir.