
"Gus bagaimana apa kau sudah bersama dengannya? Kau bisa mendapatkannya?" Kenan menghubungi asistennya setelah Fairi pergi.
"Iya pak saya sudah bersama dengan dia dan ini saya sedang berusaha untuk membujuknya karena ini sedikit agak sulit pak." jawab Agus
"Hem, berusahalah lagi nanti setelah selesai rapat aku akan kesana." Kenan mematikan teleponnya setelah bicara.
...💔💔💔...
"Boo, sayang maaf sudah nunggu lama ya?" Fairi menghampiri Kemal yang duduk di sofa lobby hotel
"Honey akhirnya kamu datang juga setelah sekian lama daku menunggumu." Kemal lompat dan lari ke pelukan Fairi
"Anak ini." Fairi tersenyum dan mencium gemas pipi putranya yang selalu bisa membuatnya tersenyum dan melupakan rasa lelah serta kesalnya.
"Mama Laras, maaf ya saya harus menghubungi anda dan meminta anda untuk datang dengan cepat karena semuanya sudah pada pulang." guru Kemal menjelaskan pada Fairi.
"Iya tak apa Bu, terima kasih dan maaf merepotkan. Kalau begitu saya akan langsung pulang." Fairi berpamitan pada guru Kemal "Ayo sayang"
"Kemal pulang dulu Bu guru." Kemal pun pamit pada gurunya dan melambaikan tangan pada gurunya sama pada Agus yang sedang sembunyi dibalik tugu yang ada ditengah lobby hotel.
...💔💔💔...
"Selamat malam pak." ucap salam Agus pada Kenan yang berada di apartemennya.
"Hem, bagaimana hasilnya apa dapat? Karena tadi kau terlihat sangat yakin untuk melarang ku datang." Kenan yang selesai solat menghampiri Agus.
"Dapat pak tapi ya begitu, sebenarnya tanpa ditanya atau tes pun sepertinya sudah menjelaskan kalau bos kecil itu adalah putra kandung pak Kenan." jawab Agus dan Farid yang juga ada disitu tersenyum
"Maksudmu apa ya?" Kenan yang mengambil minum bertanya penasaran.
"Ya pak dia memiliki sifat yang sama dengan anda, dingin dan suka mengintimidasi dan mempermainkan emosi orang. Untung saja wajahnya tidak mirip anda sehingga dia masih terlihat lucu dan menggemaskan dengan sifat kerasnya itu." jelas Agus dan Farid semakin tertawa mendengarkan ucapan Agus.
"Maaf, maaf pak saya hanya mengatakan yang sebenarnya pak. Dan sebenarnya saya mendapatkan ini karena diberikan langsung oleh bos kecil sendiri." Agus menyerahkan potongan rambut Kemal yang dimasukkan dalam klip.
"Maksudnya bagaimana? Tolong kamu jelaskan dengan benar." Kenan meminta penjelasan.
Agus tersenyum, "Sebenarnya saya ketahuan pak kalau mau mengambil sampel untuk pemeriksaan dan dia memaksa saya untuk jujur, jadi saya terpaksa berkata jujur. Lalu..." Agus pun menceritakan drama antara dia dan Kemal.
1 jam sebelumnya
Disebuah lobby hotel tempat para murid istirahat menunggu orang tua mereka datang menjemput setelah melakukan studi tur Agus yang mengikuti Kemal dari awal keberangkatan Kemal mengajak Kemal untuk bermain dan menjaganya sampai sang mama datang menjemput sedang berusaha untuk membujuk Kemal agar dia mau memakan es krim dan juga berusaha untuk membujuk Kemal menata rambutnya demi mendapatkan sampel untuk tes DNA antara Kemal dan Kenan.
__ADS_1
"Om, kenapa om dari tadi terus saja memaksa aku melakukan ini dan itu. Katakan pada ku dengan sebenarnya apa yang ingin om lakukan, om ingin mengambil sesuatu dari diri ku kan untuk dilakukan pemeriksaan katakan." Kemal berkata sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya sambil menatap Agus.
"Oh, itu bos kecil sebenarnya bukan seperti itu, aku hanya ingin berusaha untuk menata rambut yang sudah berantakan itu. Pasti nanti kalau rambutnya bagus mama akan suka melihatnya." Agus membuka alasan.
"Tidak akan, nanti honey akan menganggap aku tak benar - benar belajar karna rambutku rapi setelah seharian belajar dan melakukan perjalan tur sekolah dari pagi sampai malam hari ini." Kemal bisa menjawab dengan tepat yang tak bisa dibantah oleh Agus.
"Oh, kalau begitu makan es saja ini es nya sudah mau meleleh, ini sendoknya." Agus memberikan sekotak es krim pada Kemal
"Om mau bikin akun sakit perut. Makan es sebelum makan malam?" Kemal memiringkan kepalanya.
"Haaaa, sial ni bocah bisa aja ngelesnya." gumam Agus dalam hati merasa frustasi Karana Kemal terus saja bisa mengelak.
"Wah honey bakalan lama menjemput ini, lihatlah semua teman ku sudah pada dijemput semua." Kemal menatap teman - temannya yang sudah dijemput oleh orang tua mereka masing - masing.
"Kemal, apa mama kamu masih belum datang? Mau ibu temani untuk menunggunya?" tanya seorang guru pada Kemal
"Tidak usah Bu, Kemal sudah bersama dengan om Agus, Kemal tunggu di sini saja sama om Agus sampai honey datang." jawab Kemal dan Agus menatap guru itu dengan tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, nanti kalau ada apa - apa kamu teriak saja ya ibu ada di kursi itu." guru Kemal menunjuk pada kursi didepan Kemal
"Iya Bu." Kemal menjawab dengan tersenyum.
Agus yang mendengar hal itu bernafas dalam dan tersenyum pada Kemal "Duh Gusti ni anak ya, bener - bener sama dengan papanya. Tanpa dites pun sudah ketahuan kalau mereka adalah anak dan orang tua. Untung saja wajahnya tak meniru bos jadi dia masih terlihat ramah dengan sifat dan sikapnya yang dingin ini." gumam Agus dalam hati dan akhirnya menyerah lalu menceritakan semuanya pada Kemal.
"Berikan guntingnya." Kemal meminta gunting pada Agus dan memotong sendiri rambutnya lalu diserahkan pada Agus.
"Ha...terima kasih." ucap Agus tersenyum sambil memasukkan rambut Kemal kedalam plastik klip.
"Baiklah, aku akan ke bu guru dulu om pulang saja, oh iya, sal sama om Kenan bilang kalau aku merindukannya." Kemal langsung lari bergabung dengan beberapa teman yang masih belum dijemput dan gurunya.
1 jam kemudian
"Jadi dia sendiri yang memberikannya ya." Kenan bergumam dan tersenyum menatap rambut yang diserahkan oleh Agus padanya.
"Ya, dari caranya berkata sudah ketahuan kalau dia memang anak mu, karena dia sama menjengkelkannya seperti mu." Farid berkata dan tersenyum menatap Kenan.
"Dia memang anak ku, tapi aku butuh bukti untuk menunjukkannya pada Fairi." jawab Kenan dan memotong rambutnya sendiri untuk dimasukkan kedalam plastik klip juga.
...💔💔💔...
"Auw kepalaku sakit sekali." Tyas bangun dan memegangi kepalanya yang terasa sakit
__ADS_1
Tyas melihat sekeliling dan dia berusaha untuk mengingat apa yang terjadi semalam "Tunggu dulu, siapa yang membawah ku pulang ya? Ini adalah kamar apartemen ku."
Ting tong (bel rumah Tyas ada yang menekan)
"Siapa pagi - pagi begini datang." Tyas bangun berjalan menuju pintu sambil memegangi kepalanya.
"Siap..." kalimat Tyas tak selesai karena dia kaget melihat siapa yang berdiri didepan pintu rumahnya.
"Selamat pagi, bagaimana keadaan mu, apa kau sudah baikan?" seorang wanita bertanya pada Tyas dengan ramah.
"Ngapain kau kemari. Dan tau dari mana rumah ku di sini" Tyas berkata dengan nada kesal pada wanita itu yang tak lain adalah Melinda
"Bukankah kau sendiri yang mengundang ku dan memberikan alamat rumah mu." Melinda menunjukkan pesan singkat dari Tyas untuk dirinya.
"Ya datanglah ke rumah ku besok pagi, Ayi kita bahas besok bagaimana kita akan menyelesaikan orang itu, ini alamat rumahku) pesan singkat dari Tyas untuk Melinda.
"Apa, tidak mungkin bagaimana bisa aku mengirimi pesan aku saja tak tau moner mu." Tyas tetap mengelak
"Biarkan aku masuk dulu baru kita bicarakan.* Melinda mendorong Tyas dan masuk kedalam rumah Tyas
"Hei aku tak menyuruhmu masuk tau dasar wanita j*lang." Tyas berkata dengan kasar.
"Jika aku adalah wanita j*lang lalu kamu apa? Wanita yang ingin merebut pria dari kakak tirinya disebut apa?" Melinda bertanya dangan nada menyindir Tyas.
"Kau?!" Tyas semakin kesal.
"Apa kau tak ingat apa yang sudah kita bicarakan dan sepakati tadi malam? Kalau kita akan membuat wanita seperti Fairi hancur, aku tau sebelumnya aku kesal dan marah padamu karena kau berkata buruk padaku, tapi sekarang aku ingin membantumu. Karena aku juga merasa sangat kesal dan benci pada Fairi mantan istri pertama mas Kenan." ucap Melinda dan Tyas terdiam menatap Melinda.
"Ya aku juga membenci dia sama seperti mu, karena dialah yang membuat aku dan mas Kenan berpisah. Entah guna - guna apa yang digunakan oleh Fairi untuk menjerat mas Kenan, karena sejak mas Kenan berhubungan intim dengannya mas Kenan jadi selalu menyebut namanya dan bilang kalau dia mencintainya." sambung Melinda dan dia duduk di kursi meja makan Tyas
"Apa maksudmu, mas Kenan dan Fairi berhubungan intim? Bagaimana bisa mereka melakukannya, mereka menikah karena perjodohan dan mereka tak saling mencintai." Tyas berkata dan ikut duduk
"Itulah, makanya aku bilang kalau Fairi mungkin melakukan sesuatu pada mas Kenan. Coba saja kau ingat kenapa dia harus kembali setelah pergi begitu lama, dia pasti akan menggunakan anaknya untuk mendapatkan mas Kenan kembali." Melinda berkata dan menatap Tyas.
"Benar juga, dia tiba - tiba saja kembali dan juga menerima saham dari papa yang dulu tak dia inginkan bahkan dia sangat membenci papa." Tyas berkata sambil berfikir.
Melinda tersenyum melihat Tyas, "Itulah, aku pikir pasti dia memiliki rencana untuk melakukan semuanya. Bisa saja dia ingin merebut semua harta orang tuamu dan juga ingin kembali sama mas Kenan." ucap Melinda
"Aku tak akan membiarkan itu terjadi." Tyas berkata dengan kesal. "Baiklah apa yang ingin kau bicarakan dengan ku, jika itu menguntungkan ku maka aku bisa memikirkannya, tapi aku tak akan membiarkan mu merebut mas Kenan kembali"
"Aku tak akan melakukannya, aku hanya ingin membantumu membuat perhitungan pada Fairi." Melinda berkata dengan sorot mata tajam.
__ADS_1