
"Kenapa nomernya tak bisa dihubungi ya, apa ada sesuatu yang penting karena dia menelepon ku dari tadi." Kenan bergumam dan menerka apa yang terjadi karena ada 5 panggilan tak terjawab dari Fairi.
"Aku akan menemui dia saja." Kenan bangun dan bersiap untuk pergi menemui Fairi.
"Non, ah maaf Bu." Agus menyapa Fairi yang baru keluar dari lif
Fairi tersenyum dan berjalan mendekati Agus "jangan bingung panggil sesuai yang kamu inginkan saja tak masalah. Dimana Kenan aku tak bisa menghubungi dia dari tadi."
"Oh pak Kenan sedang tidur non mungkin tak dengar saat anda menghubungi." Agus memberitahu Fairi
"Tidur, pantas saja dia tak mengangkat telepon dari ku dari tadi." Fairi bergumam dan membuat wajah kesal
"Ah, sebaiknya anda masuk saja dan bisa bangunkan pak Kenan sendiri." Agus mempersilakan Fairi masuk sendiri ke ruangan Kenan.
"Baiklah." Fairi tersenyum dan berjalan ke arah ruangan Kenan.
"Gus dia ya yang namanya Fairi mantan istri bos." tanya seorang pegawai wanita pada Agus
"Iya sudah jangan bergosip." Agus menjawab dan pergi.
"Hei Gus jangan pergi dulu, tak apa bergosip sedikit toh kita gak bahas yang buruk aku hanya ingin tau saja." ucap pegawai itu menahan lengan Agus
"Ya ampun kau ini. Aku tak tau kenapa mereka berpisah karena saat aku datang kesini mereka sudah berpisah." jelas Agus
"Apa mereka mau balikan lagi? Dia sangat cantik ya, dan juga sangat manis saat tersenyum." ucap pegawai itu
"Benar dan orangnya sepertinya sangat baik dan ramah" ucap pegawai lainnya.
"Ha...sudah lah ayo kerja." Agus pun pergi ke mejanya.
Fairi berdiri didepan pintu ruangan Kenan dan bersiap untuk membuka pintu ruangan itu, dan Kenan yang dari dalam juga bersiap untuk membuka pintunya. Sehingga mereka secara bersamaan membukanya, Kenan menarik pintu itu kedalam sehingga secara tak langsung Fairi tertarik dan hampir jatuh.
"Oh." Fairi
"Ah." Kenan
Keduanya terkejud saat mereka membuka pintu secara bersamaan karena Fairi yang tertarik kedalam menabrak Kenan dan secara spontan Kenan menahan tubuh Fairi.
"Kau tak apa, kenapa kau ada disini." Kenan bertanya setelah Fairi sudah mulai bisa menyeimbangkan dirinya
"Aku tak apa hanya kaget saja, apa kau lupa karena kita mau ke rumah sakit untuk melihat Tante Ayu dan sekalian ke makam ayah." jawab Fairi dan berjalan masuk
"Oh iya maaf aku lupa, apa kita akan pergi sekarang? Ini jam berapa." Kenan melihat jam dipergelangan tangannya.
"Ini sudah jam 4 Ken, aku menghubungimu sudah sejak jam 3 tadi. Tapi tadi Agus bilang kalau kau sedang tidur, enak sekali ya kau bukannya bekerja tapi malah pindah tidur." Fairi berkata dan duduk dengan santai di sofa
"Aku hanya merasa lelah saja tadi setelah pertemuan dan berniat istirahat sebentar, kalau begitu tunggu sebentar aku serahkan berkas pada Farid dulu dan kita berangkat." Kenan berjalan menuju meja kerjanya dan menata berkas yang ada diatas mejanya.
"Baiklah aku tunggu di kantin ya aku mau cari sesuatu untuk dimakan." Fairi bangun dan hendak berjalan keluar
"Makan, bukannya kau bertemu dengan Lime apa kalian tak makan tadi." Kenan berkata dan itu membuat Fairi berhenti dan menatap punggung Kenan
"Kau melihat aku dan Lime bertemu, itu artinya kau tau dan ada di sana juga." Fairi bertanya pada Kenan dan Kenan terkejud karena dia keceplosan
Kenan berbalik dan menatap Fairi "ya aku ada pertemuan di sana juga tadi."
__ADS_1
"Lalu kenapa kau tak menyapa kami, tau gitu kan kita bisa berbincang bersama." Fairi berjalan mendekati Kenan
"Tidak karena ku lihat kalian sedang berbicara serius berdua, dan aku tak ingin mengganggu kalian berdua" Kenan kembali sibuk dengan berkas - berkasnya.
"Kau tau tentang kami, apa kau juga tau apa yang sedang kami bicarakan bersama." Fairi berjalan semakin dekat.
"Emang apa yang kalian bicarakan, aku tidak tau. Aku hanya melihat kalian dari jauh saat aku mau pulang." Kenan sibuk dengan berkasnya dan menunduk tak berani menatap Fairi
"Oh ya tadi kau bilang ingin ke kantin untuk mencari sesuatu yang ingin kau makan, sebaiknya kau bergegas kesana. Aku akan cepat." Kenan mengalihkan pembicaraan
"Apa kau sedang kesal dan cemburu Ken." Fairi menatap Kenan dan berdiri didepan Kenan
"Apa yang kau bicarakan." Kenan menatap sekilas Fairi dan tersenyum
"Jadi kau tak masalah walau aku dengan Lime" Fairi menyentuh tangan Kenan
"Aku..." Kenan menatap Fairi dan tak bisa berkata
Fairi tersenyum "baiklah aku ke kantin dulu, ku tunggu di sana cepatlah."
Kenan bernafas dalam dan menatap Fairi yang keluar dari ruangannya. "Apa yang kau lakukan Ken, jangan berharap karena kau tak pantas untuk itu."
"Hei ken kata Agus kau mencari aku." Farid masuk kedalam ruangan Kenan
"Iya, tolong kau tangani semua ini. Aku sudah memeriksa dan menyetujuinya kau tinggal memprosesnya saja, aku akan pergi bersama Fairi. Besok pagi kau letakkan saja di meja ku." Kenan mengintruksikan tugas pada Farid
"Hem, baik. Ku tangani semua." Farid menerima beberapa berkas dari Kenan
"Bu tolong bakso satu ya sama es jeruk." Fairi memesan semangkok bakso di kantin kantor Kenan
"Siapa dia aku tak pernah melihatnya." pegawai 1
"Tak tau, dia cantik sekali." pegawai 3
"Apakah dia pegawai baru?" pegawai 2
"Tapi dia dibagian apa, aku tak pernah lihat ada perekrutan pegawai baru selain pegawai di resepsionis." pegawai 1
"Hem benar juga ya, mungkin dia hanya orang yang lewat saja dan makan di sini." pegawai 2
"Iya, tapi dia cantik sekali dan juga sangat ramah." pegawai 3
"Ya ampun bos." pegawai 2
"Loh kenapa bos ada di sini." pegawai 1
"Ya ampun dia tampan sekali" ketiga pegawai itu berkata bersamaan
"Sungguh pemandangan yang menyegarkan mata" pegawai 3
"Kau makan di sini, apa sudah selesai." Kenan mendekati Fairi dan bertanya karena Fairi terlihat sangat menikmati makanannya.
"Eh, bos kenal dengan wanita itu. Apa dia kenalan bos atau pacarnya ya." pegawai 2
"Entahlah, tapi mereka terlihat sangat cocok." pegawai 1
__ADS_1
"Benar - benar, cantik dan tampan sungguh sangat serasi." pegawai 3
Terlihat ketiga pegawai Kenan yang ada dibagian pemasaran itu menatap mereka berdua dan sedang membicarakan mereka.
"Baiklah ayo kita berangkat." Fairi bangun dan berjalan untuk membayar makanannya.
"Selamat sore pak Ken." sapa ibu kantin pada Kenan
"Masukkan saja tagihannya pada ku." ucap Kenan dan tersenyum
"Baik pak." jawab ibu kantin.
"Eh tidak aku akan membayarnya." Fairi mengeluarkan dompetnya
"Sudah kita akan telat dan kemalaman nanti." Kenan menarik tangan Fairi
"Terima kasih ibu, Ken tunggu dulu" Fairi sedikit kesusahan mengikuti langkah Kenan.
"Ooo...ya ampun lucu sekali mereka berdua, dan aku baru kali ini melihat bos begitu posesif pada seorang wanita. Ini bakalan jadi gosip terhangat di forum kantor besok pagi." pegawai 1
"Benar pasti akan heboh dan seru." pegawai 2
"Aku sudah mengambil gambar mereka." pegawai 3
"Hei Ken kau menarik ku seperti anak anjing." Fairi menarik paksa tangannya
"Apa kau tak lihat dan tak dengar kalau semua orang yang ada di kantin sedang memperhatikan kita dan sedang ngomongin kamu." Kenan menatap Fairi
"Hei, kenapa memangnya aku tak melakukan kesalahan dan mereka juga tak membicarakan hal buruk apa salahnya biarkan saja, aku tak merasa terganggu dengan hal itu." Fairi berkata dengan cuek
"Kau jadi suka menjadi pusat perhatian ya." Kenan berkata dengan kesal
"Apanya, memangnya kenapa. Itu urusan mereka, mau mereka bilang apapun apa salahnya asal hal itu tak membuatku rugi." Fairi tetap menanggapi dengan santai
"Dimana Lina, kenapa kau berkeliaran sendirian." Kenan bertanya dengan nada kesal
Fairi tersenyum dan tak menjawab pertanyaan Kenan, dia berlalu setelah lif terbuka dan berjalan mendahului Kenan.
"Mobilmu yang mana." Fairi berbalik dan menatap Kenan
"Kau benar - benar datang sendirian? Dimana Lina hah." Kenan menatap Fairi dan mengerutkan keningnya
"Kita akan berangkat bersama jadi untuk apa kita bawah mobil sendiri - sendiri. Kenapa, kau tak mau menyetir untuk aku. Kalau begitu berikan kuncinya biar aku yang menyetir untuk mu." Fairi mengulurkan tangannya meminta kunci mobil Kenan.
"Ha..kau benar - benar ya" Kenan mengeluh dan berjalan melewati Fairi.
"Hem." Fairi menatap Kenan dan tersenyum lalu mengikuti Kenan dari belakang.
Didalam mobil Fairi terlihat asik sendiri bicara sama Sujono dan membahas soal pengobatan nyonya Ayu serta maslah Tyas yang akan dipindahkan ke tahanan pusat karena banyaknya kesalahan yang telah dilakukan oleh Tyas selama ini.
Kenan sesekali menatap Fairi yang masih saja berbicara dengan beberapa orang lewat teleponnya dan yang terakhir adalah Fairi bicara dengan Lime dan terdengar sangat seru pembicaraan mereka.
"Bukannya tadi sudah ketemu, kenapa masih saja bicara lewat telepon. Apakah pembicaraan yang tadi masih belum selesai." gumam Kenan dalam hati.
Kenan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan Fairi masih saja berbincang dengan Lime sampai mereka sampai di rumah sakit. Kenan berjalan tanpa pedih dengan Fairi yang masih saja berbicara lewat telepon sampai mereka bertemu dengan tuan Herman.
__ADS_1