Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Episode 188


__ADS_3

"Sayang.. Mengapa Najma dan juga Ashraf bersekolah dirumah?" tanya Denny dengan penasaran.


"tidak apa-apa, Mas. Ada kebijakan dari sekolah mereka untuk sementara waktu" jawab Amyra setenang mungkin.


Denny mengaggukkan kepalanya dan masuk kedalam kamarnya. Amyra mengikuti Denny, lalu memberikan sebuah pijatan kecil di betisnya.


"Mas tidak pernah membayangkan jika sampai dapat menginap di dalam jeruji besi" ungkap Denny dengan pandangan nanar.


Amyra mencoba tersenyum getir mendengar ucapan suaminya. Ia merasa jika ungkapan itu sangat membuat suaminya tampak begitu syok dan tidak pernah dalam mimpi sekalipun.


"Setiap yang terjadi pada kita sudah menjadi garis kehidupan yang tak dapat dihindari, dan Kita hanya menjalaninya saja" jawab Amyra dengan nada setenang mungkin.


Sementara itu, polisi telah memperkuat bukti jika Denny bukanlah pelaku dari semua permasalahan ini.


Dengan tindakan cepat, polisi mengumpulkan para waryawan dan melakukan jumpa pers.


Sesuai dengan permintaan Rudy, maka pihak kepolisian memberikan klarifikasi terhadap masalah yang telah menyebar dan fitnah keji terhadap Denny.


Jika ditilik dari awal kejadian, maka dapat dilihat jika Denny sebenarnya juga adalah korban yang sedang difitnah.


Seketika publik dikejutkan oleh pernyataan Kepolisian yang menyatakan jika kasus ini adalah sebuah kesalah fahaman. Dimana Denny yang menjadi terduga pelaku tindak asu-sila itu adalah korban fitnah yang sangat keji.


Polisi memperlihatkan bukti rekaman dari cctv yang memperlihatkan jika Julia diseret oleh tiga orang Bule kedalam kamar yang berhadapan dengan kamar Denny.


Sedangkan menurut pengakuan Amyra, Jika Julia yang tampak terlempar dari dalam kamar hotel Denny adalah Amyra yang mendorongnya, sebab Julia berniat ingin menodai suaminya.


Sedangkan hasil visum, banyak ditemukan cairan pria dari 4 cairan yang berbeda, yaitu cairan 3 orang bule dan satu orang milik pelayan hotel tersebut.


Publik yang mengikuti berita tersebut merasa tercengang dan akhirnya berbalik menghujat Julia.


Mereka menyebut Julia dengan sebutan 'Pelakor ******'.


Disisi lain, Julia belum melihat berita tentang klarifikasi pihak kepolisian terhadap kasus yang sedang menimpanya.


Julia masih berada dkkamar mandi, berendam dalam buthub dan mencoba mengembalikan kehalusan kulitnya dengan menggunakan berbagai alat cosmetik yang teruji keampuhannya. Semua itu akibat dari perlakuan kasar ketiga bule itu saat menggarapnya.

__ADS_1


Setelah lama berendam dan membersihkan dirinya, Ia kembali keranjang dan masih tetap melanjutkan perawatan kulitnya.


Saat sedang mengoleskan lotion penghilang luka, Ia mendengar pesan masuk kedalam phonselnya.


Beberapa pesan gambar dan juga vedeo tampak masuk kedalam aplikasi WA-nya.


Saat membuka pesan gambar dari seorang pengirim tidak dikenal.


Beberapa gambar dengan foto dirinya saat memasukkan obat penambah gairah kedalam makanan dan juga minuman untuk Denny.


Bahkan yang membuatnya sangat syok, Ia menonton vedeo dirinya yang sedang digarap oleh ketiga pria bule didalam kamar hotel.


Yang lebih parahnya, ada sebuah link yang dikirimkan kepadanya melalui akun palsu saat dirinya dikamar hotel sedang melakukan siaran langsung bersama dua orang bule, satu bule merekamnya.


Bahkan saat bule itu memasukkan alat junior getar yang terbuat dari silikon kedalam organ intinya, serta meludahinya sebelum mereka meninggalkannya dalam kondisi yang mengenaskan.


Julia membeliakkan matanya, Ia menghubungi orang yang telah mengiriminya vedeo dan link tersebut, namun tidak tersambung dan nomornya diblokir.


Julia semakin kelabakan dan Ia tidak ingin reputasinya rusak karena link vedeo itu yang tampak begitu sangat mempertontonkan dirinya.


Banyak beragam komentar tak sedap yang menyerang akunnya.


Ibarat sebuah pepatah 'Siapa yang menabur, maka bersiap menabur angin'.


Belum sempat Ia berfikir mengapa Denny dapat lepas dari jerat hukum yang kini sedang dihadapinya, tiba-tiba saja phonselnya kembali berdering dan dengan cepat Ia meraihnya.


Tampak kembali nomor baru yang berbeda menghubunginya.


"Hallo.. Siapa ini?" tanya Julia dengan nada penasaran.


"Bagaimana rasanya dipermalukan? Enak bukan?" ucap suara seorang pria dari seberang telefon.


Julia membolakan matanya, Ia yakin jika pria itu yang mengirimkan pesan gambar dan juga link vedeo.


"Brengsek Kamu, kamu tidak tahu siapa saya, dan Kamu akan menyesalinya" ancam Julia dengan nada geram.

__ADS_1


"Coba saja.. Nanti akan ada kejutan lainnya yang siap menantimu" ucap pria itu dengan nada cibiran dan tertawa mengejek.


Julia semakin kesal, Ia memaki pria yang kini sedang berbicara kepadanya, namun ternyata sia-sia, sebab pria itu telah memutuskan sambungan selulernya dan memblokir nomornya.


Julia memaki dengan kesal, Ia tidak terima dengan semua ini. Selama ini Ia selalu mendapatkan apa yang diinginkannya, dan Ia tidak pernah kalah.


Julia membuka akun media sosialnya. Ternyata disana sudah sangat banyak komentar buruk dari para netizen yang berkomentar pedas.


Bahkan link vedeonya banyak dihujani komentar pedas dengan berbagai komentar yang menyakitkan.


Kata 'Pelakor ' melekat erat ditubuhnya.


"Sialan..!! Siapa yang telah meyebarkan foto-foto dan vedeo itu.?!"ucap Julia sembari mengacak rambut basahnya.


Dengan rasa kesal Ia turun dari ranjang dan ingin pergi menemui seseorang untuk meminta bantuan untuk menyelesaikan masalahnya.


Baru saja Ia membuka pintu rumahnya, tampak dua orang pihak kepolisian sedang berdiri tegak dihadapannya.


"Maaf, Bu...kami harus menangkap ibu dalam dugaan kasus pencemaran nama baik, dan Ibu harus menuruti kami untuk ikut kekantor polisi.


Kedua mata Julia terbeliak "A..apa .? Disini saya yang menjadi korban itu saya.! Mengapa harus saya yang dijadikan tersangka." ucap Julia protes saat Polisi itu menghampirinya dan membawa paksa Julia masuk kedalam mobil polisi.


Julia meronta-ronta meminta untuk dilepaskan dan mencaci maki pihak kepolisian yang kini sedang membawanya paksa masuk kedalam mobil.


Sementara itu, para subcriber Denny yang tadi men-uscubcribernya kini kembali menjadi penggemarnya dan beramai-ramai menjadi subcribernya kembali.


Amyra yang sempat menon aktifkan akun go-ogle milik Denny dan juga miliknya serta milik Najma kini kembali diaktifkan.


Lalu para netizen menghapus komentar pedas mereka dari konten animasi milik Denny, bahkan kini subcribernya bertambah lebih banyak.


Amyra merasa lega dengan semuanya. Ia tak hentinya bersyukur atas apa yang terjadi.


Semua ini karena gerak cepat papa mertuanya serta pertolongan Rabb-Nya dari segala doa yang dimunajadkan Denny disepertiga malamnya.


Setelah memeriksa segalanya, Amyra memastikan jika akun mereka sudah steril dari sehala hujatan dan makian para netizen, maka Amyra mengembalikan laptop dan juga phonsel milik Denny beserta milik Najla.

__ADS_1


Didalam mobil polisi, Julia meronta meminta untuk dilepaskan dan diturunkan dari mobil polisi. Ia terus mengatakan jika Ia adalah korban.


"Iya Bu.. Ibu korban tetapi sangat senang saat melayani ketiga bule itu ya" cibir polisi yang mengawal Julia disisi kirinya.


__ADS_2