
Mendengar penuturan dari Fairi mengenai sahamnya yang ingin dia jual untuk menutupi kerugian atas terjadinya kebakaran di pabriknya yang ada di Bogor Kenan merasa kesal dan marah pada Fairi, karena Fairi malah menjual sahamnya itu pada orang lain bukannya pada dirinya yang sudah menyatakan kalau dia bersedia untuk membelinya.
"Maksudmu apa hah? Bukankan didalam rapat aku sudah mengatakan dengan jelas kalau aku akan membeli saham yang kau tawarkan itu, kenapa tiba - tiba sekarang kau malah menawarkannya pada orang lain tanpa konfirmasi padaku dulu, bahkan kau juga sudah melakukan persetujuan jual beli dengannya. Kau ingin berbuat curang dengan melakukan ini semua padaku." Kenan berkata dengan marah
"Apa maksudmu, aku tak bermaksud untuk curang. Dan aku melakukan itu karena aku sudah memikirkan semuanya. Tuan Jhonson adalah orang yang tepat untuk itu, dan aku gak mau kalau kau akan mengalami kesulitan jika harus membeli saham yang aku tawarkan, karena kau harus mengeluarkan label baru dari produk mu kan." jawab Fairi dengan tegas.
"Apa hubungannya dengan itu, apa kau pikir aku tak mampu dan tak memiliki kemampuan itu?" Kenan bertanya dengan nada marah.
"Ken aku rasa kau salah paham, aku tak bermaksud seperti itu." Fairi berkata dengan lembut.
"Hah, apa kau sengaja melakukan semuanya bahkan saat kau menawarkan pada Jhon. Kau pasti tau kalau dia sedang mengejar mu kan." Kenan berkata dengan marah.
"Ken, aku gak mau berdebat dengan mu. Aku sudah memutuskan semuanya dan aku gak mau membahasnya lagi, hubungan kita hanyalah masalah bisnis jadi tolong jangan sangkut pautkan dengan urusan yang lain, saat ini kau marah tak jelas hanya karna aku menawarkan pada tuan Jhon, bukankan itu terlalu berlebihan." Fairi mulai meninggikan nada bicaranya.
"Oh begitu, jadi kau lebih suka bantuan darinya dari pada dari ku karena kalian memang ada hubungan." Kenan semakin kesal
"Kenapa dengan mu, kami tak ada hubungan apa pun kenapa kau jadi marah padaku tak jelas begini. Dengan siapa pun aku berbisnis itu tak ada hubungannya dengan mu. Tolong jangan campur baur semuanya." Fairi mulai kesal.
"Tak ada hubungan, siapa bilang kita tak ada hubungan. Kita terhubung oleh anak kita dan itu tak bisa dipungkiri. Jika kau memang ingin menjalin hubungan dengan pria lain silakan saja aku tak peduli, tapi aku tak suka jika anakku diasuh oleh orang lain." Kenan berkata dengan sangat marah dan mulai keluar dari topik yang sebenarnya.
"Jangan sembarangan kamu Ken, kenapa kamu malah membahas kearah sana, dan asal kau tau dia adalah putraku. Aku yang mengandungnya, merawat dan mengasuhnya selama ini." Fairi berkata dengan marah pada Kenan.
"Anakmu, jika bukan karena aku yang menanam benih kau tak akan memilikinya. Silakan kau bergaul dengan pria lain mana pun aku tak peduli, aku akan mengambil anakku." Kenan berkata dan bangun bersiap untuk keluar dari ruangan kantor Fairi.
"Aku tak akan membiarkan siapa pun mengambil anakku dari tanganku. Kau jangan egois Ken. Sudah cukup semuanya, apa kau masih ingin membuatku susah setelah sekian lama." Fairi mulai tak sanggup lagi dengan pertengkaran antara dirinya dan Kenan.
"Egois. Siapa di sini yang egois, kau pergi setelah menipuku dan menghilang tanpa kabar. Membuatku mencari mu sepeti orang gila." Kenan menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Fairi.
__ADS_1
"Kau bertanya siapa yang egois. Lalu dimana hatimu saat kau datang dengan membawah wanita lain kedalam rumah dan memperkenalkan dia sebagai istri dan anak mu disaat hari jadi pernikahan kita." Fairi mulai mengungkit hal yang telah berlalu.
"Aku akui aku bersalah soal itu, tapi pada saat itu tak ada perasaan diantara kita. Aku tak mencintaimu dan kau juga tak mencintaiku. Tapi berbeda dengan sekarang kita memiliki anak diantara kita." Kenan mulai merendahkan suaranya dan berjalan mendekati Fairi yang berdiri disamping meja kerjanya.
"Tak ada yang berbeda Ken. Jangan menjadikan anak sebagai alasan, karena mau dulu atau sekarang semuanya tetap sama kalau kita tak ada hubungan apa pun. Soal anak, dia bisa menjadi diri mereka sendiri dan kita cukup memberikan perhatian dan kasih sayang padanya. Jadi jangan membuat alasan lagi." Fairi melangkah mundur saat Kenan mendekatinya.
"Jangan melakukan lagi kebohongan lebih dari itu Fairi. Dan ya, jika kau akan pergi nanti malam sendiri untuk menemui pria mu itu silakan, namun jika kau akan membawah putraku aku akan ikut bersama, setuju atau tidak aku telah memutuskan dimana putraku berada aku akan ada bersama dengannya." Kenan langsung pergi setelah berkata seperti itu pada Fairi.
"Kenapa jadi seperti ini lagi, aku sudah menata hatiku sejak lama, kalau aku tak akan marah dan bersabar menghadapinya." Fairi merasa bingung dan tak stabil lagi dengan perasaannya.
...💔💔💔...
Malam harinya sesuai dengan janji temunya dengan Jhonson untuk membahas maslah jual beli dengan makan malam pun telah tiba, Fairi berniat untuk pergi sendiri namun Kemal terus saja merengek minta ikut karena dia ingin menjaga Fairi sendiri dan gak mau orang lain mengganggu Fairi.
Setelah perdebatan yang cukup panjang antara Fairi dan Kemal yang sangat keras kepala akhirnya Fairi membawah Kemal bersamanya dan Fairi juga menghubungi Lina karena dari awal Fairi memang tak ingin menemui Jhonson seorang diri. Dalam perjalanan ke restoran yang telah ditentukan oleh Jhonson Kemal terlihat sangat senang dan saat sampai di restoran Kemal malah sibuk bermain hanpon yang dia minta dari Lina, dan terlihat sangat sibuk dengan permainan game yang sedang dia mainkan.
"Hai jagoan siapa namamu, apakah aku boleh tau siapa namamu." Jhonson menegur Kemal dan Kemal mendongak lalu tersenyum sangat manis dan mengangguk
"Namaku Kemal om, salam kenal." jawab Kemal dengan sopan dan ramah
"Wah nama yang bagus." Jhonson membalas lagi dan mencubit pipi Kemal ringan.
"Silakan pesanan anda tuan, nyonya." seorang pramusaji menyajikan makanan sudah dipesan oleh Jhonson sebel Fairi tiba.
"Loh, kok sudah pesan makanan. Bukannya kita akan membahas maslah pekerjaan dulu." Fairi menatap dengan bingung.
"Kita makan saja dulu baru setelah itu kita bicara soal pekerjaan, ayo kita nikmati makanan selagi masih hangat" Jhonson mempersilakan pada Fairi.
__ADS_1
"Modus." gumam Kemal pelan saat dia mendengarkan penuturan Jhonson.
Tak terasa 1 jam berlalu Fairi yang selesai makan dan membahas soal pekerjaan dengan Jhonson pun berbincang ringan. Dan tak lama dari itu Kenan muncul dengan gaya non formal dengan style celana dogger panjang warna hitam dan kaos oblong putih dengan jaket kulit hitam terlihat sangat keren sehingga banyak orang yang ada di restoran itu terpukau melihat Kenan.
"Maaf tuan ada yang bisa saya bantu?" seorang pegawai restoran bertanya pada Kenan.
"Maaf saya sudah ada janji dan akan menemuinya." jawab Kenan ramah
"Baik, silakan tuan." pegawai itu mempersilakan pada Kenan
Sementara didalam ruangan vip restoran itu Kemal meminta pada Lina untuk mengantarkannya ke kamar mandi dan setelah kembali Kemal terlihat sangat riang dia mengembalikan handphone pada Lina dan berlari pada sosok yang dia kenalnya lalu melompat masuk kedalam pelukannya.
"Bilang pada bos mu aku membawahnya." ucap Kenan dan berbalik pergi meninggalkan restoran.
Melihat itu Lina merasa bingung, bahkan Kemal yang terlihat sangat nyaman dalam pelukan Kenan pun membuat Lina jadi semakin bingung. Lama Lina berdiri mematung menyaksikan Kemal dan Kenan yang terlihat sangat akrab satu sama lain hingga Lina sadar setelah Fairi menegurnya dan bertanya soal Kemal.
"Oh, maafkan saya Bu Laras, saya terlalu terkejud melihatnya. Tuan Kenan telah membawahnya pergi barusan dan sepertinya mereka sangat akrab karena Kemal yang lari menghampirinya, seola mereka memang sudah janjian untuk bertemu di sini." jelas Lina panjang lebar pada Fairi.
"Apa? Kenan membawahnya, kau yakin?" Fairi kaget dan tak percaya.
"I-iya benar Bu, 5 menit yang lalu." Lina merasa kaget karena Fairi tak tau dan terlihat cemas.
"Baiklah, maafkan aku tuan Jhon aku masih ada urusan dan harus pergi lebih dulu, maaf tak bisa menemani anda lebih lama, nanti aku akan mengirim hasilnya lewat email, aku permisi dulu." Fairi langsung berpamitan pada Jhonson dan bergegas pergi meninggalkan restoran.
Dalam perjalanan Fairi terus menghubungi Kenan untuk menanyakan dimana dia membawah putranya pergi, tapi Kenan tak menjawab panggilan Fairi karena Kenan sengaja meninggalkan handphonenya didalam mobil dan mereka telah asik bermain bersama di timezone. Dan mereka berdua telah memainkan banyak permainan serta memenangkan banyak poin dari setiap permainan.
"Duh dia membawahnya pergi kemana sebenarnya." Fairi terlihat sangat putus asah.
__ADS_1
Fairi tak henti - henti terus berusaha untuk menghubungi Kenan dengan raut wajah cemas dan juga takut kalau Kenan akan membawah putranya pergi jauh darinya dan dia tak bisa lagi melihat serta bertemu dengan putranya.