
Hari jumat yang ditetapakan sebagai hari diadakannya acara syukuran telah tiba.
Suasan setelah shalat Jumat tampak begitu ramai du kediaman Nazla.
Para anak yatim dan kaum dhuafa yang mendapat tamu undangan terlebih dahulu sudah selesai dengan makan hidangan yang lezat dan mendapat bingkisan yang membuat hati mereka bersuka ria.
Setelah itu kini giliran para tamu undangan umum yang mendapatkan gilirannya.
Lalu tampak Denny dan Amyra yang baru saja tiba. Denny menggenggam pergelangan tangan Amyra sepanjang turun dari mobil dan seolah takut ada yang melirik Amyra.
Padahal jika dilihat dari perut Amyra yang membuncit, siapa juga yang berani menggodanya.
Anyra dan Denny disambut oleh Abah dan Umi yang saat juga sedang menyambut tamu lainnya, dan tak berselang lama, tampak Papa Rudy dan Renata turut menghadiri syukuran mangan menantunya itu.
Renata tak menyangka jika Menantunya memdapatkan balasan yang begitu indah sari Rabb-Nya dengan diberikan seorang istri yang cantik dan Sholeha.
Bahkan kedua cucunya anak dari Rania dirawat dan diberi pelajaran yang begitu dekat dengan agama.
Renata menyesali segala perbuatannya yang mana dahulu pernah membuat Reno menderita dan ikut berperan memisahkan Rania dengannya.
Namun karena kebesaran hati dan juga ketulusan cinta Reno pada Rania membuatnya begitu sangat malu. Reno dan Nazla menyambut Deny, Amyra, Rudy dan juga Renata.
Entah apa yang membuat Renata tak mampu untuk tidak mengakui segala kesalahannya dimasa lalu. Ia tiba-tiba memeluk Reno dengan rasa penuh bersalah sembari tersedu.
Reno terdiam terpaku melihat sang ibu mertuanya memelukknya penuh dengan penyesalan dan dosa yang membuatnya begitu sangat malu "Maafkan semua kesalahan Mama dimasa lalu. Mama doakan semoga kamu mendapatkan hidup yang bahagia dan lebih baik" ucapnya sembari tersedu, lalu melepaskan pelukannya.
"Terimakasih atas doanya. Semoga Mama juga mendapatkan kebahagiaan yang sama, dan Reno sudah memaafkan semua kekhilafan Mama" ucap Reno sembari mencium punggung tangan Renata.
Renata semakin tak mampu membendung air matanya. Lalu tampak Raisya datang menghampirinya "Sini sama Oma, Sayang" ucap Renata dengan nada selembut mungkin.
Ada wajah Rania dilekuk wajah Raisya, dan hal itu membuat Renata semakin tak kuasa untuk menggendong gadis kecil yang kini juga sudah berhijab.
Raisya memegang kedua pipi Renata, Omanya kini juga sudah berhijab dan Raisya mengecup pipi wanita yang merupakan nenek dari ibunya tersebut.
__ADS_1
Seketika suasana haru memecah dalam acara tersebut.
Nazla menyalim Ibu mertua Reno dari Almarhum istri pertamnya. Sebagai wanita yang faham akan ilmu agama, Ia mengerti jika mantan istri itu ada, namun mantan mertua itu tidak ada. Layaknya sebagaimana mana tidak ada mantan anak, maka juga tidak ada mantan mertua.
Sehingga agama menetapkan, meskipun sepasang suami istri sudah bercerai, menantu tidak dapat menikahi mertuanya dan begitu sebaliknya. Karena dalam syariat menentukan mertua tetaplah mertua sampai kapanpun meskipun suami istri telah bercerai atau meninggal dunia.
Maka sebab itu, air wudhu antara menantu dan mertua itu batal, dan mertua serta menantu menjadi mahram.
Nazla dan Reno membawa tamu mereka ke meja tamu yang sudah disediakan dan menikmati hidangan yang telah disajikan.
Lalu Nazla dan juga Reno kembali menyambut tamu lainnya.
"Sayang, kamu disini saja, Mas yang ambilkan makanan buat kamu" ucap Denny kepada Amyra. Sesaat Rudy yang duduk satu meja bersama mereka mengerutkan keningnya.
Ia melihat jika puteranya telah benar-benar berubah dan tulus mencintai Amyra.
Sementara itu, Rudy dan Renata beranjak mengambil hidangan yang sudah disediakan di meja prasmanan.
Sesaat bocah berusia 14 tahun datang menghampiri Amyra dengan pakaian serba putih dan mengenakan peci dikepalanya. Bocah laki-laki itu tampak begitu sangat bersahaja.
Garis ketampanan sudah tergambar diwajah bocah berusia 14 tahun itu.
Ia berdiri dihadapan Amyra "Apa kabar tante?" tanya Bocah itu ramah.
"Alhamdulillah baik, Kamu Adnan, Ya?" tanya Amyra memastikan.
"Ya, Tante." jawab Adnan dengan senyum yang begitu bersahaja.
"Wah.. Sudah besar saja, Ya.." ucap Amyra dengan wajah ramah.
Adnan kembali tersenyum "Kabar Najma bagaiamana, Tante?" tanya Adnan yang terlihat sangat serius.
Seketika wajah Amyra berubah datar, Ia tersenyum tipis.
__ADS_1
Amyra juga melupakan untuk menyampaikan pesan Adnan kepada Najma jika Adnan sedang mondok di pesantren.
"Alhamdulilla ba-baik" jawab Amyra tergagap. Ia merasa jika antara Adnan dan Najma ada sesuatu yang belum mereka mengerti, seperti sebuah perasaan yang hanya orang dewasa saja yang mengetahuinya.
"Apakah Tante sudah menyampaikan pesan Adnan kepada Najma, jika Adnan sedang mondok dipesantren ini?" tanya Adnan seperti sedang mengintrogasi.
"Emmm..." suara Amyra tercekat ditenggorokannya, karena Denny yang sudah datang kemeja sembari membawa sepiring hidangan yang tampaknya hanya sepiring saja.
"Emmm.. Ini Adnan, Mas" Ucap Amyra mengalihkan pembicaraannya dengan bocah laki-laki itu.
Denny menoleh kepada Adnan" Oh.. Iya.. Apa kabar?" tanya Denny kikuk. terbesit rasa bersalah yang begitu dalam pernah memisahkan bocah itu dari mamanya karena sebuah kesalahan dimasa lalu.
Karena ulahnya yang tidak mengetahui Jika Rania adalah sepupu dan ibu dari boca itu. setelah hampir 4 tahun bocah laki-laki itu tak merasakan kasih sayang seorang ibu karena keegoisan sebuah hasrat semata.
"Baik, Om.. Permisi, saya mau balik ke pondok lagi" ucap Adnan lalu meninggalkan Deny dan Amyra.
Sesaat Amyra menatap kepergian Adnan yang tampaknya sangat terburu-buru.
"Sayang.. Kamu makan ini, Ya. Biar Mas yang suapin.." ucap Denny seolah Amyra hanya miliknya.
Rudy dan juga Renata telah sampai dimeja tamu dengan membawa piring berisi makanan yang dihidangkan.
Tampak Denny yang sibuk menyuapi Amyra dengan celotehnya yang kadang membuat Rudy menggelengkan kepalanya.
"Terimakasih, Burhan.. Kamu mengirimkan puterimu untuk menaklukkan puteraku yang keras kepala ini" Rudy berguman dalam hatinya.
Sementara itu, Adnan bergegas menuju pesantren. Ia ada kelas untuk pelajaran menterjemahkan bahasa Arab-Indonesia. Namun karena Ia mengetahui jika hari ini ada acara syukuran untuk calon adik barunya yang mengundang banyak orang, Ia meyakini jika Amyra datang dan membawa Najma turut serta ke acara syukuran tersebut. Namun Nyatanya Najma tak juga ikut.
Bocah itu menelan semua harapannya yang tampak belum tercapai. Ia menyerahkan hati dan perasaannya kepada Rabb-nya, lalu berlari kecil menuju ruang kelas yang sebentar lagi akan dimulai.
Adnan berniat untuk menjadi orang yang sukses dan juga hafiz dikemudian hari.
Ia menyerahkan semua apa yang ada didalam.benak dan hatinya saat ini, Ia masih banyak tugas yang harus dikerjakannya saat ini, dan untuk mencapainya ia harus bersungguh.
__ADS_1