
Julia sampai di hotel tempatnya menginap. Ia masih begitu sangat kesal terhadap Denny yang menolak mengantarkannya.
Julia merasa jika Denny melupakannya. Julia pernah satu kelas dengannya, namun karena Denny typikal cowok yang tidak begitu perduli dengan para teman perempuannya, sebab Ia terlalu fokus mengejar nilai-nilai angka dalam setiap mata kuliah.
Sedangkan Julia sudah memeperhatikannya sejak awal pertama masuk kelas, namun Denny tak juga peka terhadapnya.
Hingga beberapa tahun yang lalu mereka dipertemukan di California saat liburan. Denny tentu saja tidak mengenalinya, sebab pria itu memang tidak mengenalinya.
Julia merebahkan tubuhnya diranjang dan menatap langit-langit kamar hotelnya, fikirannya jauh menerawang ke masa lalu.
Sementara itu, Denny telah sampai dirumah. Ia terlihat sangat sensitif hari ini. Pertemuannya dengan Julia membuatnya sedikit risih dan juga tidak nyaman. Ia bergegas masuk kedalam kamarnya, Ia melihat Amyra baru saja selesai mandi.
Denny menghampiri Amyra yang masih menggunakan handuk sebagai pembalut tubuhnya.
Tanpa basa-basi, Denny langsung menggendong tubuh ramping Amyra dan membawanya ketepian ranjang.
"Mas.. Sudah mau maghrib, jangan abeh-aneh deh.." protes Amyra yang sekarang dalam dekapan Denny.
Namun Denny hanya dkam saja, Ia memeluk erat tubuh istrinya. Ia ingin melepaskan kepenatan dan rasa lelahnya bekerja seharian yang menguras fikirannya.
Denny menopangkan dagunya dipundak Amyra, Ia memejamkan matanya, merasakan aroma parfum dari sabun cair yang digunakan oleg sang istri.
Rasa tenang dan juga kedamaian merasuk kedalam hati dan jiwanya. Ia tidak ingin rasa kebahagiaan yang kini sedang dirajutnya harus terurai oleh orang-orang yang ingin merusak kebahagiaannya.
Setelah merasakan lelahnya menghilang, Ia mengecup lembut pipi kanan Amyra, lalu melepaskan dekapannya dan membiarkan Amyra beranjak dari pangkuannya.
Amyra merasa bingung dengan sikap Denny yang tampak tak biasa. Ia merasakan jika suaminya sedang menghadapi sebuah masalah yang tampaknya sangat sulit.
Amyra beranjak dari pangkuan Denny dan bergegas menyalin pakaiannya.
Ia membuka sepatu suaminya, beserta kaos kakinya yang dibawa Denny hingga ke ranjang.
Lalu Amyra membuka jas dan juga kemeja suaminya. Setelah itu Ia menyiapkan air panas di buthub untuk mandi Denny.
"Mas.. Air hangatnya sudah siap.. Mandilah.. Biar rileks" ucap Anyra menyarankan.
Denny menatap sang istri, lalu menganggukkan kepalanya dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Saat Denny sedang mandi, Amyra menyiapkan pakaian ganti untuk shalat maghrib berjamaah, Ia meletakkannya diatas ranjang.
__ADS_1
Saat Ia sedang sibuk mempersiapkan kebutuhan suaminya, tiba-tiba phonsel Denny berdering, satu panggilan suara masuk melalui apklikasi WA suaminya.
Nomor tersebut tanpa nama, dan berulang kali memanggil. Amyra merasa jika hal itu sangat penting, dan berniat untuk mengangkatnya.
Amyra mengangkatnya.. Namun Ia hanya diam saja.
"Hallo Denny.." Suara manja seorang wanita dari seberang telefon.
Seketika jantung Amyra berdetak kencang dan debarannya bagaikan gemuruh yang menggelegar.
"Bisakah Kita bertemu malam ini..? Sebentar saja.. Aku membutuhkanmu" ucap wanita itu dengan suara lembut penuh godaan.
Amyra semakin gemetar mendengar ucapan wanita tersebut.
"Jawablah.. Aku benar-benar membutuhkanmu.. Dan Aku menunggumu" Ucap wanita dari seberang telefon dengan nada penuh kehausan.
Sesaat Denny keluar dari kamar mandi, mendadak Amyra menjatuhkan phonsel Denny keatas ranjang dan mentap suaminya dengan nanar untuk meminta penjelasan.
Denny merasa bingung dengan tatapan Amyra yang tak biasa. Ia tidka mengerti mengapa istrinya begitu seakan mengintimidasinya.
Lalu Denny menuju ranjang dan memakai pakaian yang telah disiapkan istrinya dan mengenakannya.
Amyra mengikutinya dari arah belakang dan wajah yang tampak begitu pucat.
Ia mencoba percaya dengan suamijya. Ia begitu senang jika Denny dapat bangkit dari keterpurukan dan juga sudah kembali seperti semula.
Namun hatinya kini gelisah karena suara wanita yang sangat meresahkannya.
Sementara itu, Julia masih dalam lamunannya dan beranjak dari ranjangnya. Ia menatap layar phonselnya, tak ada balasan apapun dari aplikasinya.
Julia menuju ke kamar mandi, Ia merendamkan dirinya dalam buthub. Julia seorang wanita single yang kesepian. Hodup menjanda tanpa anak membuatnya dalam kegelisahan dan juga kerapuhan.
Banyak pria yang mencoba mendekatinya, namun Ia hanya menjadikannya sebagai bahan untuk bersenang-senang saja tanpa sebuah keseriusan.
Kini Ia dipertemukan kembali oleh Denny, pria yang pernah menggetarkan hatinya, namun seperti biasanya, pria itu bersikap dingin.
"Secantik apa wanitamu? Sehingga Kau tidak tertarik pada ke molekan tubuhku" Julia berguman lirih.
Disisi lain, Amyra mencoba menetralkan degub jantungnya yang bergemuruh. Siapapun wanitanya, pasti akan merasakan hal yang sama jika mendengar suara wanita lain di phonsel suaminya dengan suara yang bernada manja seperti wanita penggoda.
__ADS_1
Amyra melirik Denny yang saat ini masih sibuk dengan konten animasinya. Selain bekerja seharian dikantor, malamnya Ia masih sibuk dengan pekerjaan sampingnya.
Amyra mengerutkan keningnya. Jika Denny memiliki hubungan khusus dengan wanita tanpa nama tersebut, pastinya Denny sudah sibuk ber-chat ria ataupun pergi keluar rumah, namun Ia tampak biasa saja.
Amyra tidak ingin gegabah dalam menyimpulkan sesuatu dan dalam kondisi saat ini Ia harus dapat berfikir jernih.
Amyra mendenguskan nafasnya dengan berat, lalu beranjak kedapur dan menyiapkan asupan energi untuk suaminya.
Susu jahe telur ayam kampung merupakan asupan energi yang selalu diberikan oleh Amyra minimal seminggu sekali.
Amyra harus dapat menjadi istri idaman jika tidak ingin pelakor masuk kedalam celah lubang sebuah pernikahan. Karena pelakor akan mencari celah dari sisi kelemahan seorang istri untuk dapat masuk dan menjadi perusak atau duri dalam daging.
Amyra tidak rela jika suaminya kembali terjebak pada masa lalu yang kelam dan tentunya sangat menyakitkan.
Amyra tampak sibuk didapur dan menyiapkan racikan andalannya.
Setelah selesai, Ia membawanya kekamar dan menghidangkan kepada Denny, suaminya.
"Mas.. Ini susu jahe telurnya, diminum ya.." titah Amyra lembut. Ia tidak ingin membuat kesan yang jutek kepada suaminya.
"Denny menoleh kepada Amyra, lalu menganggukkan kepalanya. Ia menyeruput minuman racikan istinya, lalu kembali menatap layar laptopnya.
Phonsel Denny kembali berbunyi, satu pesan foto masuk kedalam aplikasi WA-nya, namun Denny sepertinya tak menghiraukannya, karena Ia terlalu sibuk menggambar.
"Mas.. Ada pesan di WA" ucap Amyra lirih.
"Dari siapa?" tanya Denny dengan santai, seperti orang tanpa masalah.
"Dari orang tanpa nama, nomornya tidak di save" jawab Amyra dengan hati-hati.
Denny hanya memanyunkan bibirnya..
"Jika tidak penting yang blokir saja" jawab Denny sekenanya.
Amyra menganggukkan kepalanya, namun Ia penasaran dengan pesan gambar tersebut, dan Ia terperangah melihat jika pengirim pesan itu adalah nomor wanita yang sama saat menelefon tadi.
Wanita itu mengirimkan gambar dirinya sedang berendam didalam buthtub dan memamerkan tonjolan dadanya yang tampak membusung.
Amyra membekap mulutnya karena tampak terkejut dengan gambar tersebut.
__ADS_1