Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
episode 270


__ADS_3

Khumairah masih mondar-mandir didalam rumahnya, sesekali Ia melongok ke arah jendela kaca untuk melihat apakah Zain sudah pulang atau belum. Ia terlihat gelisah menantikan kehadiran sang suami, sebab hanya Zain satu-satunya yang Ia miliki didalam hidupnya.


Sesekali Ia memegang perut bawahnya yang terkadang meeasa nyeri karena tendangan lembut sang janin yang bergerak begitu aktif mengikuti perkembangan usianya.


Namun karena janin yang mengalami posisi melintang, membuat janinya tidak dapat berputar untuk mencari jalan lahirnya sehingga membuat rasa nyeri berlebihan yang sering membuat Khumairah meringis menahan sakit.


Namun semua itu Ia sembunyikan dari Zain, karena Ia melihat suaminya telah lelah bekerja untuk mencari nafkah dan memenuhi kebutuhannya.


Zain mengemudikan mobilnya dengan penuh rasa bahagia, sebab dagangannya laris manis hari ini. Ia berencana akan pulang cepat esok hari dari berdagang untuk membawa Khumairah USG kandungannya demi memastikan kondisi Kumairah dan janinnya baik-baik saja, sebab sebentar lagi akan menanti kelahiran sang buah hati mereka.


Ia tersenyum sepanjang jalan, dan membayangkan wajah sang istri yang pastinya sudah tak sabar menyambut kepulangannya.


Simpang rumah kontrakannya sudah terlihat, dan Ia akan berbelok untuk menuju simpang, namun Ia melihat sebuah sepeda motor yang membawa kasur lipat melaju kencang dari arah belakang dan Ia mengurungkan niatnya untuk berbelok memberi kesempatan kepada sepeda motor tersebut untuk melintas.


Dan saat sepeda motor itu melintasinya Zain lalu berbelok menuju simpang, lalu terdengar suara dentuman yang sangat keras..


Buuuuuummmm... Braaaak..


Zain telah sampai diujung persimpangan, dan saat Ia menoleh ke sisi kirinya, dari jarak 30 meter, ternyata pengendara sepeda motor itu bertabrakan dengan sebuah mobil truck yang melaju kencang dari arah berlawanan.


Pengendara itu terpental hingga sejauh 7 meter dari lokasi kejadian.


Zain yang tak ingin berurusan dengan kepolisian segera melajukan mobilnya masuk kedalam gang rumah kontrakannya, Ia tidak ingin terlibat menjadi saksi atas kejadian tersebut, sebab itu akan membahayakan dirinya sendiri.


Warga berkerumun melihat kejadian tersebut dan tak ada satupun yang berani untuk menolong si pengendara sepeda motor yang tampak terluka parah.


Si pengendara truck tak dapat melarikan diri karena warga telah mencegahnya.

__ADS_1


Gak berselang lama, kepolisian datang untuk memeriksa tempat kejadian perkara, lalu mengangkat sang pengendara sepeda motor yang tampak tak sadarkan diri karena mengalami benturan yang sangat keras dibagian kepalanya.


Setelah mengevakuasi korban, polisi membuat seketsa gambar pada posisi dimana korban terpental dan kendaraan sepeda motornya terseret.


Lalu mereka menahan sopir truck yang kini dijadikan saksi dan juga ditetapkan sebagai tersangka.


Kepolisian membawa korban kecelakaan ke rumah sakit, dan setelah memeriksa identitasnya, ternyata korban adalah seorang Intel yang sedang menyelidiki sebuah kasus tentang daftar pencarian orang yang melarikan diri dari penjara beberapa waktu yang silam.


"Korban seorang kesatuan dari polsek Kota, sebaiknya Kita laporkan ke kesatuannya untuk segera datang" ucap seorang penyidik kepada bawahannya.


Lalu mereka menghubungi polsek Kota dan menginformasikan jika ada anggota mereka yang mengalami kecelakaan saat dalam bertugas.


Sementara ity, Zain yang tadinya tersenyum bahagia, tiba-tiba merasa sangat ketakutan. Ia memastikan jika dilokasi kejadian kecelakaan akan banyak polisi.


Khumairah yang melihat sorot lampu mobil sjaminya tiba dihalam rumah kontrakan merasa bahagia. Seketika rasa nyeri diperut bagian bawahnya tak lagi Ia rasakan saat melihat kehadiran sang pujaan hatinya sudah tjba dirumah.


Ia dengan cepat menutup rumahnya, menutup tirai jendela dan memeluk Khumairah untuk menghilangkan rasa gugupnya.


Melihat kondisi suaminya yang tampak berbesa, Khumairah membalas pelukan sang suami, mencoba memberi rasa nyaman dan berusaha membelai punggung Zain dengan lembut untuk membuat suaminya merasa tenang.


Khumairah dapat merasakan degub jantung sang suami yang tampak berdegub kencang dengan debaran yang menderu. Ia tidak mengerti apa yang kini sedang terjadi pada suaminya, namun Ia tahu jika suaminya saat ini sedang tidak baik-baik saja.


Zain seperti mengalami phobia saat mendengar atau melihat polisi. Saat ada polisi berada didekatnya, Ia akan merasa menggigil dan juga ketakutan.


Khumairah masih mendekap sang suami, dan saat Zain merasa sedikit dapat mengontrol deguban dijantungnya, Ia melepaskan pekukannya terhadap Khumairah, lalu berjalan duduk diatas lantai beralaskan sebuah tikar dan mesedekapkan kakinya.


Khumiarah beranjak ke dapur, menyeduh teh manis panas dan membawa roti crackers lalu menyajikannya pada sang suami yang tampak sangat begitu memprihatinkan.

__ADS_1


"Minumlah, Mas.. Mungkin sedikit membantu untuk membuatmu tenang" ucap Khumiarah, Ia tak tahu apa yang harus dilakukannya, sebab Ia juga tidak mengetahui apa yang sedang terjadi, namun Ia berusaha untuk tidak menambah beban suaminya, meskipun saat ini merasakan nyeri yang tak terperi diperut bagian bawahnya.


Zain meraih gelas teh panas itu, lalu menyeruputnya, dan ternyata itu membantu membuatnya lebih sedikit tenang.


Khumairah menghampirinya, lalu menatap sang suami, dan memberikan kecupan lembut dikening Sang Suami. Hal itu Ia lakukan karena Zain selalu memberikannya saat Ia sedang merasa resah, dan itu juga membantu membuatnya sedikit tenang.


Zain menatap kedua bola mata sang istri, ada rasa bersalah dalam hidupnya, karena harus membawa Khumairah dalam lingkaran masa lalunya.


"Terimakasih, Sayang" ucapnya lirih, dan Ia juga tidak ingin apa yang saat ini sedang dialaminya diketahui oleh Khumairah. Sebab jikapun Ia memberitahunya itu juga percuma, karena Khumairah tidak akan memahaminya.


Malam berlalu, Khumairah merasa mengantuk, lalu tertidur didalam dekapan sang suami. Ia merasa jika tak ingin berjauhan dari suaminya.


Zain menyelimuti Khumairah, Ia belum dapat tidur karena peristiwa yang baru terjadi saat selepas maghrib tadi.


Zain yang tak pernah merokok lagi, Mengambil sebungkus rokok dan menghisapnya dengan begitu dalam. Ia ingin menghilangkan sejwnak kegugupannya.


Samar-samar Ia mendengar obrolan tetangga rumah kontrakannya yang mana mengatakan jika korban tabrakan itu adalah seorang Intel yang sedang menyelidiki sebuah kasus tentang seirang DPO (Daftar Paencarian Orang) yang melarikan diri saat beberapa tahun yang lalu disebuah lembaga permasyarakatan yang terbakar akibat sebuah insiden oleh ulah para narapidana.


Mendengar obrolan tetangga tersebut, membuat Zain kembali gugup, dan tangannya seakan thremor saat memegang batang rokok yang dihisapnya hingga terjatuh ke lantai dan menyentuh punggung tapak kakinya.


Zain menginjak puntung rokok tersebut hingga mati, lalu menghampiri kasur lipat mereka, dwn berbaring dibelakang Khumairah yang tidur dalam kondisi miring karena sudah sangat sulit untuk tidur terlentang.


Zain memeluk sang istri, lalu mencoba memejamkan matanya, mencari kedamaian disana.


Rasa ternyamannya saat ini adalah Khumiarah, Ia hanya memiliki kekuatan saat bersama sang wanita.


Baginya kini Khumairah adalah penguat dan semangat hidupnya, yang mana Ia harus dapat melewati semuanya, meskipun keraguan masih berada didalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2