Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 117


__ADS_3

Setelah mencari sekian lama akhirnya kabar penculikan Fairi pun mendapatkan titik terang, warga setempat yang melihat pengumuman atas moner mobil yang disuarakan secara langsung menghubungi kantor polisi setempat dan menginfokan kalau mobil yang mereka cari mengalami kecelakaan dan ada 3 korban yang salah satunya adalah seorang wanita namun tak ada yang tau seperti apa wanita itu, karena langsung dilarikan ke rumah sakit karena mengalami cidera berat dan kemungkinan dia sudah meninggal ditempat saat kecelakaan.


Kenan dan papanya langsung bergegas menuju ke tempat yang di infokan oleh Handoko, kalau mobil yang menculik Fairi ada di daerah Bogor Selatan di kecamatan Ciawi desa genteng.


Hati Kenan sangat sakit mendengar kabar itu, dan bersama dengan pihak berwajib Kenan dan papanya juga Handoko mendatangi rumah sakit setempat untuk memastikan para korban yang ada di sana.


Kenan dengan hati yang sangat berat melangkahkan kakinya di rumah sakit dan menuju ke ruang jenazah. Tuan Bram menepuk punggung Kenan lembut untuk menguatkan kenan begitu mereka sampai di ruangan itu, ada 3 bed yang ditutup dengan kain putih dan tertidur orang dengan kaku diatas bed itu.


"Ku harap bukan dirimu." gumam Kenan saat dia mendekati salah satu bed dan dengan perlahan menarik kain yang menutupinya untuk melihat orang yang telah terbaring dengan tenang di bed itu.


"Alhamdulillah...dia bukan Fairi pa." Kenan menangis dan merasa lega karena wanita itu bukanlah Fairi, dan itu artinya masih ada kemungkinan kalau Fairi masih hidup.


"Dia bukan orang yang kami cari pak." ucap tuan Bram pada polisi yang menangani kecelakaan itu.


"Kalau begitu mungkin ada korban lain yang bisa anda kenali, karena sebelum jatuh terguling mobil sempat menabrak mini bus, mari saya antar." polisi itu membawah Kenan dan yang lain melihat ke ruang perawatan yang lain yang ada korban selamat dengan luka - luka ringan.


Setiap korden dibuka sama Kenan, tuan Bram dan Handoko. Sampai akhirnya Handoko memanggil Kenan dan tuan Bram kalau dia menemukan Fairi. Terlihat wajah pucat itu terbaring dengan lemah tak sadarkan diri di tempat tidur.


Seketika Kenan merasa bersyukur karena Fairi selamat, dengan hati penuh rasa sayang Kenan mendekati Fairi dan menggenggam tangannya erat sambil nangis sesenggukan.


"Apakah anda keluarga dari pasien ini pak?" tanya seorang perawat pada Handoko dan tuan Bram.


"Benar dia putri saya, bagaimana keadaannya apa saya bisa menemui dokter?" tuan Bram menjawab dengan cepat.


"Kami sudah menemukan keluarga kami pak, terima kasih atas bantuannya." Handoko berbicara dengan pihak polisi.


Setelah berbicara dengan dokter tuan Bram merasa lega karena tak ada yang serius dari Fairi dan dia bisa langsung pulang begitu sadar nanti. Orang - orang di perkebunan juga merasa sangat senang karena bos mereka ternyata selamat dan tak apa - apa.


"Fa, cepatlah sadar anak - anak sedang menunggumu dengan cemas" Kenan berbicara dan mengusap lembut kepala Fairi

__ADS_1


Sekitar 3 jam akhirnya Fairi terbangun dan dia melihat ke sekitar dengan bingung, dia mengamati seluruh ruangan itu dan bangun dengan perlahan sambil memegangi tangannya yang sakit.


"Ya Allah Fa kau sudah sadar." Kenan sangat senang dan langsung memeluk Fairi dengan erat. Tuan Bram dan Handoko juga merasa senang.


"Ada apa Ken, kenapa aku di sini dan kenapa kau memelukku. Bukannya kau tak mencintaiku." Fairi mendorong tubuh Kenan dan menatapnya penuh tanda tanya.


"Fa, apa maksudmu" Kenan bertanya dengan bingung


"Harusnya aku yang tanya kenapa kau begini, dan kenapa kau sok akrab dengan ku." Fairi berkata dan menatap tajam pada Kenan "aduh."


"Apa kepalamu sakit?" Kenan melihat kepala Fairi yang diperban.


"Kau kenapa Ken, jangan seperti ini terasa aneh." lagi - lagi Fairi mendorong Kenan.


Tuan Bram dan Handoko menatap bingung, kenapa sikap Fairi terasa aneh bagi mereka dan nada bicaranya juga sangat aneh.


"Nak apa kau tak apa, atau ada yang kau rasa tak nyaman." Tuan Bram bertanya dan berjalan mendekati Fairi.


"Fa, apa yang kau katakan. Aku merasa sangat senang karena kau selamat. Dan anak - anak juga pasti akan sangat senang melihat mu nanti, karena mereka sangat merindukanmu" jelas Kenan pada Fairi.


"Anak - anak? Anak siapa, dan kenapa harus merindukan ku. Kau jangan bicara omong kosong Ken." Fairi bangun lagi dan menatap dengan tajam pada Kenan.


"Apa, tentu saja anak - anak kita Fa. Mereka sedang menunggumu di rumah, dan Arlan sangat terpukul karena dia melihat dan menyaksikan kamu diculik secara langsung di depannya." jelas Kenan


"Diculik, aku diculik." Fairi bertanya dengan bingung


"Iya benar, kamu diculik saat mau datang ke acara sekolah Arman." Kenan pun menjelaskan dengan sabar


"Tunggu dulu, tadi kamu bilang kalau kita punya anak Ken? tapi bagaimana mungkin, bukannya kau menikah dengan wanita lain Ken." Fairi berkata dengan bingung dan menatap Kenan penuh dengan pertanyaan, mendengar hal itu Kenan merasa kaget.

__ADS_1


"Pa, kenapa dengan dia." Kenan berdiri dan menatap papanya.


"Papa juga tak tau dan tak mengerti." Tuan Bram menjawab dengan bingung.


"Apa mungkin dia hilang ingatan." Handoko berkata dan menatap Kenan sama tuan Bram bergantian.


"Aku akan ke ruangan dokter dan bertanya." Kenan pergi ke ruangan dokter.


Kenan menjelaskan semuanya pada dokter tentang apa yang terjadi pada Fairi saat dia sadar tadi, dan dokter pun melakukan pemeriksaan lagi pada kondisi Fairi untuk lebih lanjut lagi agar tau apa penyebabnya.


Setelah dilakukan pemeriksaan penunjang lainnya, dan tak didapatkan kelainan apa pun pada Fairi. Dokter dan perawat merasa bingung kenapa pasien mengalami hilang ingatan jika tak ditemukan benturan atau gumpalan darah di otak.


"Apa yang terjadi dokter, kenapa dia seolah tak ingat akan anak - anak kami, dan dia hanya ingat soal kejadian yang dulu saja." Kenan bertanya dengan tak sabar pada dokter.


"Iya pak ini kemungkinan pasien mengalami Trauma psikologis akibat penculikan seperti yang anda ceritakan kalau dia mengalami penculikan sebelum ditemukan dalam kondisi ini, dan itu menyebabkan dia menghapus ingatan barunya yang baru dia alami. Dan pasien sedang dalam kondisi Amnesia retrograde pak, jadi dia sedang berhenti di ingatan 5 atau 10 tahun yang lalu." jelas dokter pada Kenan dan papanya.


"Apakah kondisi ini bisa disembuhkan dok." Kenan bertanya dengan suara bergetar.


"Tak masalah pak, hal ini hanya bersifat sementara karena tak ada kerusakan di batang otaknya, jadi dia masih bisa pulih kembali namun kita juga harus terus menjaganya agar tak terjadi kerusakan otak untuk membuat traumanya lebih dalam. Dan sebaiknya tetap harus kontrol untuk melatih kemampuan otak kembali." jelas dokter dan Kenan merasa sedikit lebih lega


Setelah 3 hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Fairi bisa pulang. Dan Kenan merasa sangat senang karena Fairi sangat respek padanya, setelah Kenan menjelaskan kalau dia tak ada hubungan lagi dengan Melinda dan mereka telah berpisah untuk selamanya.


Kenan tersenyum dan menggenggam tangan Fairi selama dalam perjalanan, karena selama 3 hari merawat Fairi di rumah sakit Kenan menyatakan perasaannya pada Fairi dan dengan senang hati Fairi menerimanya, sehingga Kenan dan Fairi kini telah resmi menjalin hubungan lagi.


"Aku sangat bahagia Fa." Kenan menarik dan mencium tangan Fairi


"Aku juga bahagia mas Kenan." jawab Fairi dengan senyum mengembang.


Selama dalam perjalanan kembali seolah dunia Kenan dipenuhi dengan taman bunga yang bermekaran. Senyum terus mengembang di bibir Kenan dan Fairi.

__ADS_1


"Ya Allah..mungkinkah ini adalah berkah dari mu, karena musibah ini selain memberikan pukulan berat juga telah memberikan kebahagian untuk ku, terima kasih." gumam Kenan dalam hati karena dia merasa bersyukur pada akhirnya Fairi menerima perasaannya dan mau menjalani hubungan dengannya.


__ADS_2