Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
episode 209


__ADS_3

Hari masih sedikit gelap, dan Zain sudah menyelesaikan pekerjaannya. Semua barang yang akan dijualnya ditata rapi. Perlahan Ia mulai terbiasa dengan pekerjaannya.


Keuntungan lokasi tempatnya berjualan Ia dekat dengan pasar pagi. Dimana warga desa lain yang berbelanja kepasar akan singgah berbelanja ke warung sembakonya, sebab warung sembako milik Zain termasuk yang paling besar didesa tersebut.


"Huuuek..Huuuek.."


Suara Khumaira dari arah dapur.


Zain meraih tongkatnya dan meletakkannya diketiaknya. Sesaat Ia berjalan tertatih menuju arah dapur.


Ia melihat Khumairah yang tampak pucat sedari dua bulan yang lalu selalu muntah setiap paginya dan meninggalkan cairan kuning yang terasa sangat pahit ditenggorokannya.


Zain sudah membawa Khumairah ke bidan yang ada di desa tersebut dan dinyatakan Khumairah sedang mengandung anak hasil pernikahan mereka.


Zain perlahan merasakan kebahagiaan yang tak mampu Ia lukiskan, sebab Ia akan menjadi seorang ayah.


"Kamu baik-baik saja, Sayang?" tanya Zain dengan tulus.


Khumiarah tak menjawab pertanyaan dari suaminya, rasa mual itu terus melandanya. Setiap harinya Ia hanya memakan satu buah mangga dan segelas susu untuk bayi, itupun meminum susu khusus Ibu hamil harus dibarengi dengan memakan sepotong mangga agar menghilangkan rasa mualnya.


Semakin hari tubuh Khumairah semakin kurus dan memucat. Namun Zain semakin mengerti apa arti cinta sesungguhnya, sebab Khumairah menderita karena mengandung anaknya.


"Mai tidak bisa masak lagi, Mas.. Mai mau muntah mencium aroma masakan" ucap Khumairah merasa bersalah.


Zain hanya tersenyum tipis "Tak mengapa, yang penting Kamu baik-baik saja, Mas bisa makan apa saja, pakai yelur ceplok juga sudah beres" jawab Zain, sembari membelai punggung Istrinya dengan lembut.


Khumairah menunju kasur yang diletakkan diruang tamu menghadap televisi dan Ia berbaring disana.


Zain pergi ke dapur, lalu menyeduh susu khusus untuk ibu hamil dan mengupas sebuah mangga, lalu mengirisnya menjadi beberapa potong dan membawa segelas susu itu kepada Khumairah, lalu kembali lagi mengambil mangga yang sudah dipotong-potongnya dan diletakkan diatas piring, lalu membawanya kepada Khumairah.


"Diminum susunya, Sayang" ucap Zain dengan penuh ketulusan. Ia tak dapat membayangkan jika seperti itu wanita mengandung dengan banyak kesusahan.

__ADS_1


"Mas tinggal bentar, ya.. Mau sarapan,sebab bentar lagi warung akan ramai" ucap Zain dengan lembut kepada Khumairah.


Wanita itu menganggukkan kepalanya dan mulai meneguk susunya sembari menggigit potongan mangga untuk mendorong susu itu agar masuk ketenggorakannya.


Zain pergi kedapur, Ia berniat ingin menggoreng telur, namun Ia tahu aromanya akan mengganggu Khumairah, maka Ia memilih sarapan nasi putih dengan menggunakan kecap manis dan saos botolan saja.


Zain memakannya dengan lahab, Ia tak lagi banyak tingkah untuk menuntut lebih, sebab kini Ia sudah mengerti jika mencintai itu adalah saling mengerti dan memahami satu sama lain, sebab selama ini Khumairah melayaninya dengan baik, dan kali ini penyakitnya bukanlah seauatu yang dibuat-buat dan Ia harus dapat menerimanya.


Ditempat lain, Amyra masih duduk bersandar di ranjangnya. Setiap pagi Ia meminta sup daging, entah mengapa Ia menyukai sup daging selama masa kehamilannya, tidak ada makanan lain yang dapat membuatnya selera selain sup daging.


Selain itu, Amyra memiliki hal nyeleneh, yaitu Ia sangat suka mencium aroma ketiak suaminya. Sebelum pergi bekerja, Amyra akan meminta Denny untuk meletakkan lengannya dan diatas kepalanya, lalu Amyra akan menyelinap dibalik ketiak Denny, dan menyesap aromanya.


Awalnya Denny merasa geli dan menganggap aneh kebiasaan Amyra, namun setelah berkonsultasi dengan dokter, Ia diberi penjelasan jika wanita hamil memiliki kebiasaan yang berbeda-beda.


"Mas berangkat kerja, ya.. Hari ini perusahaan Reno mau mengadakan penandatanganan konttak sebagai distributor untuk produk baru kita" ucap Denny menjelaskan, setelah Amyra melepaskan kepalanya yang bersembunyi dari ketiak Denny.


Amyra menganggukkan kepalanya "Mas.. Nanti beli es campur lagi, Ya" pesan Amyra kepada suaminya.


Hari ini Amyra akan melepaskan jarum infus ditangannya, Ia merasa akan sangat bebas dari jarum yang menyiksanya selama hampir dua bulan.


Denny berangkat bekerja dan berusaha untuk datang tepat waktu, sebab kini perusahaannya menjalin kerjasama dengan perusahaan Reno.


Setelah Reno menikahi Nazla, tak ada lagi rasa kecemburuan dihatinya, kini Ia mulai menata hidupnya dalam melepaskan semua rasa beban dan curiga yang pernah menggelayuti hidupnya.


Tampak Reno telah menunggunya di ruangan meeting, lalu mereka membahas tentang barang yang akan di distributorkan ke seluruh wilayah Indonesia dan semuanya mendapat kesepakatan yang telah ditandatangani.


Setelah meeting selesai, Reno mendapat telefon dari Nazla, itu terdengar oleh Denny pembicaraan yang tanpa sengaja. Dimana sepertinya Nazla meminta dibelikan sesuatu kepada Reno.


"Sepertinya setiap wanita hamil memang memiliki bawaan yang berbeda, dan pria yang telah menemukan pawangnya, akan melakukan apapun demi memenuhi keinginan sang pawang" Denny berguman dalam hatinya.


Reno tampak terburu-buru keluar dari ruangan meeting yang sudah selesai dilaksanakan, sepertinya ada sesuatu yang akan dibelinya.

__ADS_1


Sementara itu, Denny melirik arlojinya "Masih ada waktu 3 jam lagi untuk membeli es campur Amyra, sebaiknya Aku mengerjakan animasiku dulu, sudah dua hari tidak upload, pasti penggemarku menunggunya" guman Denny sembari menuju ruangan kerjanya.


Sesampainya diruangan kerjanya, Ia mulai membuat konten Animasi puteri cantik berhijab dalam bentuk vedeo dan dimana puteri itu tangguh dan menunggangi kuda.


Karena larut dalam kontennya, Denny melewati beberapa menit daru waktu yang diperkirakannya.


Saat Ia melirik arlojinya, Ia menepuk keningnya dan bergegas turun untuk membeli es campur yang ada didepan kantornya.


Sesampainya ditempat penjual es campur tersebut, Ia mendapati pedagang itu sudah mengemasi barang dagangnya.


"Apa masih ada, Kang?" tanya Denny kepada pedagang es campur tersebut.


"Wah.. Baru saja habis, Pak.. Maklumlah Pak, cuaca panas cetar membahana, jadi yang dagangan es pasti cepat habis" jawab akang penjual es tersebut.


Denny menggaruk kepalanya yang tak gatal, lalu Ia menyeberangi jalan dan menuju mobilnya. Ia mengendarai mobilnya dan mencari penjual es campur yang ada disepanjang jalan menuju sampai ke rumahnya. Setelah hampir putus asa, akhirnya Denny menemukan penjual es campur yang masih tampak berjualan dagangannya.


Denny memesan es tersebut dan membawanya pulang kerumah.


Sesampainya dirumah, Ia membawa es tersebut kepada Amyra, dan meyerahkannya.


Amyra memandangi cup dari es tersebut hang tampak berbeda dari biasanya.


Amyra menerima es tersebut, Ia melihat jika ada yang berbeda, dan Ia mencoba menyeruputnya, dan benar saja, rasanya berbeda dari es yang biasa dibelinya.


"Ini bukan es campur yang biasanya ya, Mas?" tanya Amyra penuh selidik.


Denny bengong dan tak menduga jika Amyra mengetahui es tersebut bukanlah es ditempat langganannya.


"Myra gak mau.. Myra mau es campur yang biasanya" ucap Amyra sembari meletakkan es campur tersebut diatas meja nakas dengan wajah manyun.


Denny mengerutkan keningnya dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.

__ADS_1


__ADS_2