Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 106


__ADS_3

"Oh iya mas Kenan boleh tidak kalau minggu besok aku datang dan mengajak Kemal untuk jalan - jalan, karena aku off dan juga sudah lama sekali aku gak ketemu sama dia." Tyas berkata dengan nada manja pada Kenan.


"Aku tidak tau dia akan mau atau tidak, lihat nanti saja." Kenan menjawab tanpa menatap Tyas


Saat lampu menyala kuning Kenan menoleh kesamping dan dia melihat Fairi duduk didalam mobil yang ada disebelahnya. Kenan terlihat terkejud dan panik tiba - tiba. Tapi Fairi yang tau Kenan bersama dengan seorang wanita hanya melemparkan senyumnya, namun Fairi tak tau siapa wanita yang bersama dengan Kenan didalam mobil Kenan.


"Kenapa mas Kenan, apa ada sesuatu yang salah?" Tyas yang juga tak tau apa yang terjadi bertanya karena bingung melihat Kenan yang panik dengan tiba - tiba.


"Tak apa, aku antar kau di pemberhentian depan karena aku gak bisa mengantar mu. Maafkan aku." Kenan langsung melajukan mobilnya saat lampu sudah hijau dan menurunkan Tyas di halte bis.


"Maafkan aku Tyas, aku ada keperluan dan harus segerah pergi." ucap Kenan setelah menurunkan Tyas.


Dengan cepat Kenan melajukan mobilnya dan menghubungi nomer Fairi, namun tak ada respon dari Fairi dan hal itu membuat Kenan jadi semakin tak sabar untuk segerah bertemu dan menjelaskan kepada Fairi soal yang tadi dilihat oleh Fairi.


"Non kami pergi dulu, apa ada sesuatu yang non Ayu inginkan?" tanya Anita pada Fairi setelah menurunkan Fairi.


"Tidak ada, terima kasih untuk semuanya hari ini. Dan besok kamu tak usah datang karena Lina akan menjemput ku. Sudah saatnya aku kembali untuk masuk kantor lagi." Fairi berkata dan dia masuk kedalam rumah.


"Oh pak Kenan, ada apa anda datang kemari malam - malam. Apa ada hal penting yang harus dibicarakan?" Anita yang bertemu Kenan di pintu masuk bertanya dengan heran melihat Kenan yang terlihat gusar dan tak tenang.


"Apa Fairi ada di rumah, karena nomernya tak bisa dihubungi" Kenan bertanya dengan tak sabar.


"Iya baru saja saya menurunkannya, dan nomernya memang mati karena dimatikan. Jika ingin bertemu dengan non Ayu silakan masuk, saya harus pergi dulu." Anita kembali masuk kedalam mobilnya dan melaju keluar.


"Fa, Fa, Fairi." Kenan masuk kedalam rumah dan meneriakkan nama Fairi sambil berjalan masuk kedalam rumah.


"Tuan Kenan ada masalah?" Sabrina menahan Kenan didepan ruang tamu.


"Fairi dimana." Kenan terlihat tak sabar.

__ADS_1


"Non Ayu baru saja naik." Sabrina menatap heran pada Kenan.


"Boleh aku naik? Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya." Kenan meminta ijin pada Sabrina


"Silakan." Sabrina memberikan jalan pada Kenan.


Dengan cepat Kenan naik keatas dan mencari kamar Fairi yang mana, Kenan terlihat berputar putar karena di lantai atas ada banyak kamar disana dan Kenan tak tau pastinya kamar Fairi yang mana.


"Ya Allah, kenapa aku tak tanya kamar Fairi yang mana." Kenan terlihat sangat frustasi dan mengusap kepalanya dengan kasar. Dan berbalik ingin turun untuk tanya Sabrina kamar Fairi yang mana.


"Baik aku tau, terima kasih Rin." Fairi menutup panggilan teleponnya dari Sabrina dan dia berganti baju lalu keluar dari kamarnya.


"Ken, ada apa. Kau mencari aku" Fairi keluar dan menegur Kenan yang terlihat bingung dan mau turun kebawah.


"Fa." Kenan berbalik mendekati Fairi dan berdiri didepan Fairi.


"Apa kau ingin bertemu dengan Arman, dia sudah tidur dari tadi. Kamarnya di sini." Fairi berjalan dan akan membuka kamar Kemal


"Baiklah, kalau begitu kita ke ruang kerja saja." Fairi berjalan kearah ruang kerjanya yang ada di ujung ruangan dan mereka masuk bersama kesana.


"Duduklah, apa kau ingin minum." Fairi bertanya dan menatap Kenan.


"Tidak." jawab Kenan cepat dan Fairi pun duduk


"Em...Fa kau pasti melihat dan tau kan kalau tadi kita ketemu di jalan dan aku bersama dengan seseorang." Kenan memulai pembicaraan.


Fairi menatap Kenan dengan bingung lalu dia tersenyum "iya terus kenapa Ken, itu adalah urusan mu dan tak ada sangkut pautnya dengan ku. Kau mau bertemu dan berjalan dengan siapa itu terserah kamu, kenapa kau terlihat seperti seseorang yang sedang ketahuan berselingkuh dan berusaha untuk menjelaskannya pada ku."


"Maafkan aku Fa, aku tidak bermaksud." jawab Kenan dengan nada rendah dan merasa bersalah.

__ADS_1


"Lupakanlah, aku tak apa dan itu adalah urusanmu." jawab Fairi dan kembali tersenyum lagi.


"Tapi aku tak ingin kau salah paham padaku, dan aku juga tak akan melakukan hal itu padamu. Makanya aku menjelaskannya padamu sekarang." Kenan berkata dengan serius.


Fairi terbahak "apa, kenapa kau baru mengatakan itu semua sekarang, bukannya kau sudah pernah melakukannya padaku dulu Ken." Fairi berkata dengan santai.


Kenan terdiam mendengar jawaban dari Fairi dan dia tertunduk "maafkan aku Fa atas perbuatan ku yang menyakitimu dulu"


"Sudah ku bilang itu adalah urusan mu dan aku tak masalah, diantara kita sudah selesai dan sudah lama berlalu, jadi kau santai saja." jawab Fairi santai


"Tapi aku tak ingin kau berfikiran yang terlalu banyak karena aku adalah ayah Arman. Aku sangat menyayanginya dan tak ingin kau memandang ku seperti seorang ayah yang buruk." Kenan bicara ngelantur


Fairi semakin bingung dengan apa yang dikatakan oleh Kenan, karena bagi Fairi Kenan terlihat seperti orang bingung dan bicara ngelantur "kau...sedang mabuk ya? Apa kau sekarang mulai minum - minum Ken."


"Hei, apa yang kau katakan. Apa kau pikir aku adalah orang seperti itu, aku sudah tak pernah menyentuh alkohol lagi. Dan aku tak lagi mabuk, aku sadar saat ini. Aku hanya ingin menjelaskan pada mu kalau aku tak ada hubungannya dengan Tyas, tadi aku bertemu dengannya di bar bersama dengan Sujono, dan saat mau pulang Tyas numpang di mobilku karena mobilnya sedang di bengkel." Kenan menjelaskan panjang lebar soal dia dan Tyas pada Fairi, dan apa yang dikatakan oleh Kenan semuanya adalah kebenaran tak ada yang ditutupi atau ditambahi.


Fairi semakin tersenyum mendengar hal itu dari Kenan, karena selama Fairi menjadi istri Kenan dan mengenal Kenan tak pernah sekali pun Kenan menjelaskan apa yang terjadi dan dilakukannya. Dan Fairi seperti orang asing bahkan tak terlihat bagi Kenan walau mereka tinggal dalam satu rumah selama 3 tahun.


"Kenapa kau malah tersenyum Fa, apa ada yang lucu? Apa yang aku katakan adalah yang sebenarnya, bahkan saat di bar Tyas lebih banyak bicara dengan Sujono dari pada dengan ku." Kenan menatap Fairi bingung.


"Tidak ada, aku hanya merasa aneh saja. Kenapa kau harus menjelaskan hal itu padaku padahal kita tak ada hubungan apa pun lagi." jawab Fairi yang bingung dan berjalan kearah lemari es yang ada di ruang kerjanya.


"Bukan begitu Fa, kita adalah orang tua Arman dan aku ingin menjadi orang tau yang baik untuk dia." Kenan pun ikut berdiri dan berjalan mendekati Fairi.


"Kamu adalah orang tua yang baik Ken dan aku tau itu, karena selama 1 tahun ini kamu telah membuktikan dan menjaga dia dengan baik." Fairi berkata dan menyerahkan air mineral pada Kenan.


"Aku ingin kita memberikan keluarga yang utuh padanya Fa." jawab Kenan langsung.


Fairi menatap Kenan, dan terlihat Kenan pun menatap Fairi dengan dalam. Keduanya terdiam dalam kebisuan yang cukup lama, dengan disinari cahaya bulan malam itu yang menembus melewati jendela ruang kerja Fairi. Dan angin malam yang berhembus ringan menyapu rambut Fairi yang tergerai dengan lembut sehingga rambut itu berkibar dan menyapu wajah Fairi.

__ADS_1


"Bagaimana menurutmu Fa, tidakkah aku memiliki harapan lagi? Kalau bisa tolong berikan kesempatan pada ku untuk memperbaiki segalanya dan memulai lagi semuanya dari awal Fa." Suara dan pertanyaan Kenan membuyarkan lamunan Fairi yang tertegun oleh kata - kata Kenan namun Fairi masih terdiam dalam kebisuannya dan tak memberikan jawab apa pun pada Kenan.


Fairi berbalik membelakangi Kenan dan berjalan kearah jendela lalu menatap jauh keluar jendela dan memandang sampai ketitik terjauh pandangannya. Kenan yang melihat itu mendekati Fairi dan menatap Fairi dari samping, terlihat Fairi mengulas senyuman tipis di bibirnya dan bernafas dalam.


__ADS_2