Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 112


__ADS_3

"Apa sebenarnya yang terjadi Ken." Fairi bertanya pada Kenan dengan panik.


"Tidak tau karena tadi aku juga diluar saat bibi menghubungiku dan aku mendengar Boo menangis memanggil namamu. Tapi bibi bilang kalau kamu masih belum pulang, makanya aku langsung menghubungi kamu dan menjemput mu biar cepat." jawab Kenan dan fokus menyetir.


Kenan melaju dengan cepat dan hening tak ada perbincangan lagi karena Kenan fokus pada jalanan dan Fairi juga menatap lurus kedepan dengan meremas tangannya karena takut terjadi apa - apa pada Kemal.


Kenan melirik Fairi yang duduk disebelahnya tanpa bersuara dan Kenan melihat Fairi merasa cemas sehingga Kenan berinisiatif menggenggam tangan Fairi "tenanglah pasti tak ada apa - apa, dia adalah anak kita yang kuat."


"Hem, iya." jawab Fairi seolah hilang fokus karena dia menjawab tanpa melihat Kenan.


Sesampai di rumah Fairi langsung keluar dari mobil dan lari masuk kedalam rumah. "Boo...Boo...dimana kamu sayang."


"Loh non Fairi, dia ada dibelakang sedang bakar ikan sama man Ayub" jawab bi Ningsih.


Fairi menatap bingung dan dia langsung melihat ke belakang rumah Kenan, di sana Kemal terlihat baik - baik saja dan sedang membakar ikan di tungku besar dengan man Ayub dan terlihat sangat senang."


"Mama..." Kemal lari menghampiri Fairi dan memeluknya "mama datang, tadi aku sedang mancing dengan Maman ma, banyak sekali dapat ikan terus sekarang sedang dibakar untuk dimakan. Ayo ma."


"Hem, iya." Fairi mengikuti Kemal dan Kenan menatap senang melihat Fairi dan Kemal kumpul di rumahnya.


"Tunggu apa yang terjadi sebenarnya, tadi Kenan bilang kalau Arman sakit dan mencari aku bi." Fairi bertanya pada man Ayub


"Oalah itu, iya maafkan saya non. Tadi itu saat bersihkan ikat saya lupa menyiram pelataran samping jadi nak Arman terpeleset dan jatuh, karena takut saya menghubungi mas Kenan dan bi Ningsih menghubungi bi Mina, hehehe." Man Ayub menjelaskan dan tertawa ringan sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.


"Iya non maaf kalau membuat non Fairi jadi cemas, soalnya tadi nak Arman nangis dan manggil - manggil non Fa terus jadi bibi panik." sambung bi Ningsih.


"Oh..ya sudah." Fairi tersenyum menatap bi Ningsih.


Saat Fairi bersama man Ayub, bi Ningsih dan Kemal sedang asik memanggang ikan serta masak Kenan sedang membersihkan dirinya dan setelah itu dia turun untuk bergabung. Lagi - lagi Kenan merasa senang dan tersenyum melihat dua orang yang penting baginya bersama - sama.


...💔💔💔...


"Halo non Tyas, saya sudah menemukan dan akan segera mengirimkan semua berkas yang anda minta lewat email."


"Baik, terima kasih. Aku akan mentransfer uangnya sekarang." jawab Tyas pada seseorang yang menghubunginya.


Setelah dia menekan handphonenya untuk mentransfer uang dia langsung membuka email lewat komputernya, Tyas terlihat tersenyum dan akan merencanakan sesuatu. "Jadi dia adalah Lime mantan sekretaris Fairi yang ada di Bangkok, dan dia menyukai Fairi dari sejak dia bertemu dan bekerja dengan Fairi. Hem, menarik."

__ADS_1


"Sekarang dia pindah perusahaan untuk bisa mendekati Fairi agar tak dianggap sebagai bawahannya, sungguh trik yang bagus. Dan dia juga lumayan orangnya."


Tyas tersenyum dan meminum minumannya lalu duduk bersantai dengan bersandar di sandaran sofa. "Lime dan Fairi."


"Aku akan membantu kalian untuk bersama, apa yang akan terjadi jika publik mengetahui hubungan kalian yang diluar nikah. Hahaha...itu pasti akan sangat menyenangkan, seorang pebisnis yang anti korupsi itu ternyata memiliki hubungan terlarang dengan rekan bisnisnya sendiri."


Tyas menghabiskan minumannya dengan sekali minum dan menatap layar komputernya dengan tajam.


...💔💔💔...


"Hei dia datang, dia datang." Model 3


"Huh dia pasti ada main dengan pak Danang, lihat saja dia masuk ke ruangan pak Danang dengan santai." Model 2


"Ya, secara kalian tau kan seperti apa pak Danang. Dia adalah orang yang suka bermain - main, pasti dia adalah salah satu dari mainannya yang lain. Karena aku pernah melihat pak Danang dengan seorang wanita dan juga seorang anak kecil bersama dengan mereka." Model 1


"Benarkah, apa kau melihat dengan jelas kalau itu adalah pak Danang?" Model 3


"Tentu saja karena aku diam - diam mengambil gambarnya juga." Model 1 dan dia menunjukkan foto dari handphonenya yang menunjukkan Danang sedang makan bersama dengan Melinda dan Mayang putri mereka.


"Ya ampun dia adalah wanita yang bekerja di bar itu kan, apa dia putri mereka?" Model 2


Kasak kusuk para model ayang ada jadi satu dengan Tyas itu sedang membicarakan Tyas dan Danang yang ada hubungan serta mereka juga tau seperti apa Danang sebenarnya.


...💔💔💔...


Sore itu Fairi bersama dengan Kemal pergi ke sebuah mol untuk membeli kado ulang tahun untuk Arumi karena hari ini adalah hari ulang tahun Arumi yang ke 7 dan terlihat Fairi sama Kemal sangat seru memilih kadonya.


"Mama bagaimana dengan yang ini?" Kemal menunjuk pada boneka beruang yang sangat besar.


"Hem, boleh kita ambil itu saja untuk adik Arum, ayo sekarang kita bayar dan minta sama mereka untuk mengirim ke rumahnya." Fairi menyetujui pilihan Kemal, dan kemal terlihat sangat senang karena pilihannya disetujui oleh sang mama.


"Loh Fa, kebetulan sekali sedang apa kalian?" Lime tiba - tiba saja menegur Fairi saat dia melihat Fairi dan Kemal berjalan di mol


"Oh Lime sedang apa kau di sini?" Fairi


"Om Lime sedang mencari kado juga ya." Kemal bertanya dengan polos pada Lime.

__ADS_1


Lime tersenyum dan jongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan Kemal, "bagaimana keadaan mu, katanya kau sedang sakit kemarin."


"Sakit?" Kemal memiringkan kepalanya "oh...yang itu, sudah tak apa. Aku hanya terpeleset dan luka sedikit saja, cuma karena terasa sakit jadi aku menangis." jawab Kemal dengan lucu.


"Ok, sebagai jagoan tak boleh sering menangis karena jika tidak akan dianggap cemen ok." Lime berkata dan melakukan tos dengan Kemal


Fairi tersenyum melihat dua orang yang saling bicara dan terlihat seolah mereka adalah dua orang yang ada diusia yang sama, karena Kemal selalu bicara seolah dia adalah pria dewasa setiap kali bersama dengan Lime dan juga terlihat kuat.


"Kalian sedang apa di sini." Lime bertanya dan mendongak menatap Fairi.


"Aku sama mama sedang mencari kado untuk Arum." jawab Kemal untuk tujuannya datang ke mol sebelum Fairi menjawabnya dan Fairi tersenyum begitu juga dengan Lime


"Kami sedang mencari hadia untuk putri Amrita yang sedang berulang tahun hari ini." jawab Fairi setelahnya dan kemal mengangguk


"Iya, karena mama sedang sibuk seharian dan beberapa hari ini makannya baru bisa mencari hari ini dan akan langsung dikirimkan ke rumah Arum om, apa om Lime mau ikut nanti ke pesta ulang tahun Arum. Kita pergi bersama, tapi om harus memberi dia hadia karena dia akan melarang om masuk jika tak membawah hadiah untuknya" jelas Kemal dan Lime tersenyum mengusap kepala Kemal


"Om ingin ikut tapi sayang sekali om harus pergi karena ada pekerjaan." jawab Lime mencubit pipi Kemal.


"Kalian di sini, sedang apa." Kenan dari belang Kemal dan menarik Kemal kearahnya


"Papa." Kemal mendongak menatap Kenan.


"Oh tuan Ken, kebetulan sekali saya bertemu dengan Fairi dan Boo tadi." Lime bangun dan menatap Kenan.


"Benarkah, sepertinya aku sering melihat kau berkeliaran di sekitar orang - orang ku, apa benar setiap pertemuannya selalu sebuah kebetulan. Sungguh sangat beruntung ya, kalian seolah memiliki jodoh yang selalu bertemu dengan kebetulan." Kenan berkata dengan kesal


Fairi diam mendengarkan omongan Kenan dan Lime menatap Fairi dengan senyumnya. Sedangkan Agus yang berdiri dibelakang Kenan menunduk dengan senyum tipisnya karena dia tau kalau bosnya itu sedang dalam mood cemburu.


"Iya kami benar - benar kebetulan bertemu karena ada pekerjaan di sini, lalu anda sendiri sedang apa di sini." Lime bertanya balik pada Kenan.


"Sedang apa aku di sini apa aku harus bilang padamu, mereka adalah putra dan orang ku dimana mereka dan disitu ada aku apa terlihat aneh." Kenan menjawab dan menatap Lime


"Apa papa tak suka sama om Lime? Om Lime juga tak suka ya sama papa?" Kemal yang ada diantara mereka bertanya dan menatap Kenan serta Lime bergantian sambil dongak.


"Itu urusan mereka, ayo kita pergi" Fairi menarik tangan Kemal untuk pergi dan gak peduli dengan Kenan dan juga Lime.


"Dada om, dada pa." Kemal melambaikan tangan sambil tersenyum.

__ADS_1


"Apa mereka tak bisa untuk tak bertengkar setiap kali bertemu heran." gumam Fairi dalam hati dan berjalan dengan cepat sama Kemal.


__ADS_2