
Setelah pulang dari rumah sakit Kenan kaget karena di siaran berita banyak menyiarkan tentang skandal Handoko dengan 3 wanita dalam kamar hotel. Hampir semua televisi memutar siaran itu dan membuat media masa berkerumun ditempat Handoko ditemukan sedang bermain dengan 3 wanita sekaligus dalam semalam.
Hal itu membuat semua pihak yang berhubungan dengan perusahaan langsung mengadakan rapat darurat untuk menurunkan dan mengeluarkan Handoko dari jabatannya sebagai pimpinan dan juga wali pewaris utama perusahaan.
"Tunggu dulu pak Bagus, ini tidak bisa diputuskan begitu saja. Setidaknya kita harus memberikan kesempatan kepada pak Han untuk memberikan penjelas atas hal yang terkait dalam pemberitaan. Karena sebagi kuasa hukum aku memiliki wewenang untuk memberikan klien ku kesempatan." Fahmi mencoba untuk menjelaskan dan meminta kepada semuanya untuk memberikan kesempatan pada Handoko mengklarifikasi semua berita yang diberitakan.
"Apa lagi yang ingin kau jelaskan, karena buktinya sudah jelas ada didepan mata." Tuan Bagus berkata dengan emosi
"Tapi apa yang kita lihat belum tentu kebenaran, coba anda pikir lagi, jika memang itu adalah hal yang benar kenapa harus direkam, aku yakin ada orang lain yang ingin menjatuhkan pak Han." Fahmi masih bersih keras.
"Pengacara Fahmi, walau pun itu adalah ketidak benaran apakah bisa dibenarkan sebagai wali dari seorang anak yang masih dibawah umur memberikan contoh yang buruk seperti itu." Nyonya Ayu berpendapat dan semua orang yang ada disana membenarkan.
"Benar, dia tak pantas untuk menjadi wali karena sikap dan perbuatannya yang tak memberikan contoh yang bagus."
"Benar sekali, dia tak boleh menjadi wali lagi."
Para orang - orang ya g ikut dalam rapat dan juga yang merupakan orang berpengaruh itu mulai mengutarakan pendapatnya dan mereka setuju dengan pendapat dari nyonya Ayu.
"Bukankah dalam surat kuasanya dijelaskan selama tak ada kesalahan maka dia bisa menjadi wali sampai Kemal beranjak dewasa, tapi beda dengan situasi sekarang." Nyonya Ayu berpendapat lagi.
"Kau tak perlu memprovokasi orang - orang, karena aku berani bersumpah kalau semua itu tidaklah benar, dan aku telah dijebak." Handoko membela diri.
"Benar, tolong berikan kesempatan pada tuan Han untuk mencaritahu siapa dalang dibalik semua itu." Fahmi berusaha untuk mendapatkan kesempatan
"Tak perlu mencaritahu, pasti kalian akan membuat rencana dan pemalsuan." Nyonya Ayu berkata dengan nada tinggi
__ADS_1
"Itu tidak benar, aku bisa membuktikan kalau itu semua salah." Handoko mencoba membela dirinya lagi.
"Sudahlah Han, kau tak perlu bersih keras untuk membela dan mencari pembenaran. Semuanya sudah jelas dan nyata dan kau tak pantas untuk jabatan pimpinan di perusahaan apa lagi sebagai wali dari ahli waris." Tuan Bagus berkata dengan menekan semua kata - katanya.
Setelah rapat dan perdebatan yang panjang serta alot akhirnya telah diputuskan kalau Handoko diberhentikan dari pekerjaannya dan dipecat secara tak hormat karena video perbuatannya yang telah membuat malu dan merusak citra perusahaan.
Handoko memilih mundur karena dia tak ingin mendekam di teratai besi dan tak dapat melindungi peninggalan tuan Adi. Dengan terpaksa Handoko memilih berdamai dan mundur dari jabat sehingga dia masih bisa bebas melakukan pembersihan diri dan mengungkap siapa yang telah menjebaknya.
Nyonya Ayu dan tuan Bagus serta para pengikutnya yang memiliki pemikiran sama dengan mereka sedang berpesta bahagia karena merasa menang bisa menyingkirkan Handoko yang merupakan batu sandungan, dan dengan cepat nyonya Ayu akan melakukan proses untuk menjadi wali dari ahli waris atau cucu tuan Adi yang bernama Kemal.
...💔💔💔...
1 Minggu berlalu kondisi luka - luka Kenan telah membaik dan dia menemui Handoko untuk menanyakan permasalahan yang telah terjadi padanya saat pesta berlangsung karena hal yang serupa terjadi pada Kenan, hanya bedanya Handoko terjebak dan Kenan bisa bebas.
"Entahlah bagaimana bisa semuanya terjadi, yang aku ingat waktu itu setelah aku meminum minuman dari seorang peramu saji aku merasakan pusing, dan aku berniat untuk istirahat. Tapi aku merasa ada seseorang yang menyerang ku dari belang. Dan saat aku sadar semua sudah terlambat karena mereka menyimpan rekaman yang entah bagaimana aku bisa melakukan semua itu." Handoko berkata dengan bingung.
"Aku minta maaf untuk semuanya, aku tak bisa menjaga semuanya dengan baik. Dan nyonya Ayu berniat untuk mengambil hak asuh atas Kemal dan juga semua aset yang ditinggalkan tuan Adi." Handoko berkata dengan putus asa.
"Ya, prosesnya sedang dilakukan dan sepertinya ada beberapa diantara mereka yang juga berbuat curang, termasuk tuan Bagus. Nyonya Ayu dan tuan Bagus sepertinya mereka bekerja sama untuk mengalihkan kepemilikan saham yang ditinggalkan oleh tuan Adi." Fahmi juga ikut bersuara karena dia telah menemukan banyak kecurangan yang dilakukan oleh tuan Bagus dan kawanannya.
"Tuan Bagus ya, bukankah dia adalah sahabat ayah. Bagaimana bisa dia melakukan kecurangan." Kenan merasa bingung karena selama ini dari yang dia dengar kalau tuan Bagus dan papanya serta ayahnya adalah sahabat yang baik dan selalu bekerja sama.
"Itu aku tak tau, yang jelas aku menemukan beberapa pemalsuan data yang dilakukan oleh tuan Bagus selama 5 tahun kebelakang." jelas Fahmi.
"Ya itu memang dilakukan dan baru ku ketahui setelah Fahmi dan Lina melakukan riset ulang dari semua data. Sepertinya ada seseorang yang dengan sengaja membantu atau melancarkan jalannya penyelidikan kami." Handoko ikut berpendapat.
__ADS_1
"Pemalsuan data? Ada orang yang membantu, maksudnya bagaimana?" Kenan merasa bingung dengan penjelasan Handoko dan juga Fahmi.
"Ken, Lina menemukan data - data dari emailnya yang sama persis dengan data yang ada di perusahan, namun isinya ada dua. Dan didalam data itu tertulis dokumen asli dan juga dokumen palsu. Saat aku melihat dan membaca ulang semua dokumen itu sama persis dengan dokumen yang saat ini ada di perusahaan, namun yang ada adalah yang palsu. Dan anehnya dokumen itu dikirim oleh seseorang dengan alamat email random kedalam email Fairi yang dipegang oleh Lina." jelas Fahmi.
"Itu artinya ada seseorang yang tau dan juga terlibat dalam urusan ini semua. Tapi yang harus kita ketahui orang ini siapa dan apa motifnya dia membantu kita untuk membuka semua kecurangan orang - orang terlihat ini." Kenan berkata dan berfikir.
"Kau benar, aku dan tuan Han juga berfikiran sama. Siapa orang dibalik semua ini dan apa motifnya. Karena dia mengetahui semua tentang perusahaan, itu sudah pasti dia adalah orang dari perusahan itu sendiri." Fahmi juga mengutarakan pendapatnya.
"Dia mengetahui semua dokumen tentang perusahaan, dokumen keuangan, dokumen pemasaran bahkan semua kepemilikan saham perusahaan yamg dipalsukan namanya. Sudah pasti dia adalah orang dalam, atau kalau tidak orang yang berhubungan dengan tuan Adi." Farid mengutarakan pendapatnya.
"Kalau seperti itu, harusnya tuan Han lebih tau Karama dia adalah asisten tuan Adi sudah puluhan tahun. Namun dia tak tau apa pun." Fahmi membantah kata - kata Farid.
"Aoh. Kau benar pengacara Fah, kalau begitu menurutmu siapa orang ini. Orang yang mencobak untuk membantu kalian mengungkap kecurangan mereka." Farid bertanya pada Fahmi.
"Kirim balik saja dan tanyakan padanya apa maunya." Kenan memberikan saran.
"Tidak bisa, semua alamat email yang pernah digunakan akan dinon aktifkan setelah selesai. Dan terakhir yang dia kirim adalah untuk mendapatkan data pribadi milik nyonya ayu yang berhubungan dengan kematian nyonya Ayu Larasati istri pertama tuan Adi." jelas Fahmi.
"Hem, untuk apa?" Fahmi
"Iya untuk apa itu?" Kenan bertanya dengan bingung.
"Entahlah, sepertinya ada kaitannya antara kematian tuan Adi dan istri pertanyaan. Atau mungkin istri keduanya adalah dalang dibalik semuanya." jawab Fahmi yang juga bingung.
Kenan dan yang lainnya membuka email dari orang random dan mencoba masuk untuk mengetahui alamat pastinya karena Kenan ahli peretas, jadi tak akan sulit bagi Kenan untuk mengetahui siapa dan posisi diman si pengirim. Cukup lama Kenan untuk berusaha masuk dan mendapatkan pemilik akun.
__ADS_1