Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Episode 264


__ADS_3

"Sayang, Hubby akan ikut Mama umrah, dan berniat menziarahi makam Mamanya Adnan dan Raisya" ucap Reno jujur kepada Nazla.


Wanita itu tersenyum mendengar ucapan Suaminya "Pergilah, Hubby.. semoga perjalanan menuju tanah suci berjalan dengan lancar" jawab Nazla dengan tulus.


"Apakah Kamu tidak marah jika Hubby berziarah ke makam Rania?" tanya Reno dengan hati-hati.


"Haruskan Aku marah atau cemburu kepada orang yang telah tiada? Tidak, Bby, itu tidaklah wajar. Bagaimanapun Ia adalah ibu dari Adnan dan juga Raisya, Aku tidak memiliki hak untuk marah" jawab Nazla dengan tenang, dan hal itu membuat Reno begitu merasakan kenyamanan yang sangat nyata.


"Terimakasih, Sayang.. Kamu benar-benar wanita pilihan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.." jawab Reno yang tulus dari hatinya.


Hal tersebut membuat Nazla merasa tersanjung dan sangat begitu dicinta. Ternyata menikahi duda beranak dua tidaklah menakutkan seperti kebanyakan yang dikatakan oleh orang-orang, sebab Ia merasakan hal yang berbeda, karena Reno begitu sangat menghargainya dan juga memperlakukannya bagaikan ratu.


Nazla menganggukkan kepalanya "Hubby, Adnan hafalannya sudah hampir selesai, dan ada rencana untuk melanjutkannya ke Mesir, apakah Hubby setuju" ucap Nazla sembari menatap suaminya.


"Masya Allah, Sayang.. Hubby tidak pernah menduga jika Kamu telah menjadikan anak Hubby seseorang yang sangat begitu berhasil" ucap Reno seakan tak percaya.


"Adnan pernah mengatakan, jika Ia ingin menghadiakan mahkota untuk Mamanya yang sudah berada ditempat terindah" jawab Nazla dengan begitu tenang.


Seketika Reno terdiam. Jika Ia mengingat saat Rania meninggalkan Adnan saat masih berusia 4 bulan hanya demi seorang pria dan kekayaannya, maka hal itu sangat mustahil bagi seorang anak untuk dapat memberikan doanya kepada Ibunya yang telah membuat kesalahan besar.


Namun sepertinya Adnan mewarisi sifat seperti dirinya, tanpa dendam dan juga menerima takdir.


"Ia memiliki sifat yang tidak menyimpan dendam, sebab jika mengingat masa lalunya dari usia 6 bulan hingga Ia berusia hampir 6 tahun mamanya mengabaikannya demi sebuah ambisi dan seorang pria , lalu mengorbankan kasih sayang yang seharusnya didapatkannya dalam usia seperti itu" Reno kembali mengulik masa lalunya.

__ADS_1


"Namun, Ia belajar begitu sangat keras, hanya untuk membuat Ibunya merasakan doa dari anak yang sholeh yang akan membantunya dari segala siksa atas dosa-dosanya" ucap Reno lirih.


Nazla menatap suaminya yang tampak pernah memiliki luka didalam hatinya. Meskipun Ia telah mencoba memaafkan dan melupakan masa lalunya, namun tetap saja luka itu masih meninggalkan bekas yang begitu teramat dalam.


Nazla menyentuh jemari Reno "Semua yang terjadi biarlah terjadi, dan jangan mencoba untuk mengingatnya. Adnan dengan Ibunya adalah hubungan yang tidak dapat diputuskan dengan apapun. Meskipun ibunya pernah melakukan kesalahan, namun tugasnya sebagai seorang anak adalah berbakti kepada Ibunya. Ia seorang anak laki-laki, dan doanya begitu cepat akan tersampaikan tanpa halangangan apapun" jawab Nazla sembari membelai jemari kekar itu.


"Hubby harus bangga pada Adnan. Karena Ia adalah seorang anak yang sangat begitu baik dan Sholeh" Nazla kembali menimpali ucapannya.


"Dan Hubby juga bangga pada Kamu, Sayang.. Sebab Kamu menjadi Ibu sambung yang mampu membuat Adnan seperti sekarang, tanpa harus membedakannya" jawab Reno, yang menarik tangan Nazla dan mengecup punggung tangan istrinya.


Nazla mengembangkan senyum termanisnya yang tampak begitu menenangkan hati seorang duda yang mengharapkan akan kasih sayang.


"Terimakasih atas hadirmu dihidup Hubby" ucap Reno yang tak dapat mengungkapkan rasa syukurnya yang teramat begitu besar.


Seketika Reno terperangah mendengar apa yang diucapkan oleh sang istri.


"Saat itu Ku melihat sisi lain dari diri Hubby yang berbeda dari mahasiswa lainnya. Sejak saat itu Ku selalu memperhatikan apapun yang Hubby lakukan. Namun Ku hanya wanita, dam semuanya hanya ku pendam begitu saja" Nazla melanjutkan ucapannya.


Reno semakin terperangah dengan apa yang diucapkan oleh Nazla. Bagaimana seorang wanita bercadar dan terlihat begitu dingin mencintainya dalam diam dan menyimpannya begitu dalam didalam didalam hatinya.


"Hingga akhirnya Kita berpisah disaat wisuda, dan Ku tak mendapatkan informasi apapun tentangmu" Nazla menarik nafasnya dengan dalam.


"Aku terus menyimpan perasaan ini, berharap suatu saat Rabb-Ku mempertemukanku dengan Hubby, dan Aku berharap pertemuan itu adalah pertemuan terindah" Nazlah menghentikan ucapannya.

__ADS_1


Ia mencoba ingin melanjutkan ucapnnya "Abah mulai gelisah karena Ku terus menolak setiap pria yang datang melamarku. Karena Aku masih meyakini dapat bertemu dengan Hubby suatu saat nanti" Nazla terus mengingat masa dimana Ia menanti sesuatu yang belum pasti.


"Hingga akhirnya Ku memutuskan untuk pergi ber-umrah, sebab Abah memberikan satu syarat kepadaku, jika akan ada pria yang datang melamarku, dan Aku tidak boleh menolak lamamran itu lagi karena usiaku juga sudah seharusnya untuk menikah" ucap Nazla dengan lirih.


"Dan saat Umrah tersebut, Ku memunajatkan doa, agar diberi petunjuk, jika Hubby bukanlah takdirku, maka Aku berharap dibukakan hatiku untuk menerima lamaran pria yang akan datang melamarku, namun jika Hubby adalah Takdirku, maka Ku meminta untuk dipertemukan dengan cara-Nya" Nazla menghela nafasnya dengan berat.


Ia menoleh ke arah Reno yang tak berkedip menatapnya dan dengan masih wajah yang melongo.


"Dan siapa sangka, saat menaiki pesawat pulang dari Mekkah kita dipertemukan tanpa sengaja" ucap Nazla sembari tersenyum.


"Dan itu memperkuat keyakinanku, jika Hubby adalah takdirku. Lalu ketika Adnan menjadi santri di pondok pesantren ini, yang akhirnya mempertemukan kit kembali" ucap Nazla dengan lirih.


Reno tak menyaka akan semuanya. Bagaimana mungkin seorang gadis yang bersikap dingin dan juga tampak begitu pintar dikelasnya ternyata diam-diam menyimpan rasa untuknya. Bahkan Ia sampai begitu lamanya sang gadis mencintainya dalam diam, dan tentunya itu sangat begitu menyiksa bathin seseorang ketika menyimpan rasa yang Ia pendam sendiri.


"Mengapa tidak untuk mengungkapkannya saat masa dikampus?" tanya Reno kepada Nazla. Namun Ia tak dapat memungkiri saat itu Ia sedang mengejar Rania, seorang gadis penuh pesona yang menjadi primadona dikampus tersebut.


Reno tak melihat jika sesuatu berlian yang tersembunyi dibalik cadar menyimpan rasa yang begitu sangat dalam padanya.


Bahkan berlian itu memilih untu menolak beberpa pria yang datang melamarnya hanya demi seseorang yang belum pasti keberadaannya dan juga cinta pria itu.


"Aku hanya wanita, dan Saat itu masih berstatus seorang single, tidak lazim bagiku menyatakan perasaan itu, dan Ku memilih untuk memendamnya. Namun saat ini statusku telah berubah menjadi istrinya, dan sebab Itu Ku berani ungkapkan rasa yang bertahun lamanya Ku pendam sendiri" ucap Nazla dengan tatapan sendunya.


Reno tak kuasa mendengarnya, Ia segera memeluk Nazla dengan erat dan ingin membalas semua pengorbanan sang wanita, dengan cinta yang lebih besar.

__ADS_1


__ADS_2