
Grace merasa sangat penasaran dengan sikap Denny yang begitu sangat cuek kepadanya.
"Secantik apakah istrinya sampai Ia tidak melirikku? Selama Aku menjadi sekretaris diberbagai perusahaan, seluruh CEO dan Presedir ku buat bertekuk lutut. Kecantikan body aduhai adalah modal bagiku untuk menggaet semua pria yang ku inginkan" Grace berguman dalam hatinya.
Selama ini, beberapa CEO perusahaan tempatnya bekerja selalu masih menghubunginya untuk bertemu janji meski hanya menginap semalam dihotel.
Mereka tidak dapat melupakan pelayanan Grace yang menurut mereka sangat memuaskan.
Saat ini, Denny melintasi ruangan kerja Grace yang hanya berdiding kaca dan tampak Denny tak melirik sedikitpun.
Denny memasuki ruangannya dan meminta Fhytri untuk mengambil berkas yang sudah dikerjakan oleh Grace dan menganterkan keruangannya.
Fhytri mendengus kesal, sebab Ia merasa jika ini bukan pekerjaannya, dan mengapa bukan Grace yang diminta untuk mengantarkannya langsung.
"Apaan sih, Bos.. Masa Iya sudah ada sekretaris pengganti Dwy masih harus aku juga yang mengantarkan berkas ini" gerutu Fhytri dengan kesal.
Namun karena tidak ingin mendapatkan hukuman yang mengenaskan, Ia lebih memilih untuk mengerjakan tugas tersebut.
"Grace.. Berkas yang kemarin sudah kamu kerjakan?" tanya Fhytri berusaha bersikap tenang, dan menyimpan kekesalannya.
Grace menyerahkan map berwarna kuning dan menatap Fhytri dengan tatapan tak suka.
"Mengapa Kamu yang mengantarkan berkas ini kesana?" tanya Grace penuh selidik.
"Ini perintah, Bos, dan jangan membantah jika tak ingin mendapatkan hukuman yang parah" ucap Fhytri mengingatkan.
"Namun ini seharusnya menjadi tugasku, bukan tugasmu?" jawab Grace kesal.
Fhytri menatap pada Grace yang seolah merasa jika Fhytri memasuki ranah tugasnya.
"Heei.. Apakah Kamu fikir aku senang menggantkkan pekerjaanmu? ini juga terpaksa, maka jangan berfikiran kotor" ucap Fhytri kesal, lalu meraih paksa dari tangan Grace dan meninggalkan Sekretaris tersebut dengan perasaan kesal.
Fhytri mengegrutu sepanjang jalan koridor menuju ruangan kerja Denny, sebab Ia merasa jika adanya Grace semakin menambah beban pekerjaannya.
Fhytri merasa ada sesuatu yang salah pada Grace, sehingga membuat Bos-nya enggan bertemu dengan sekretaris baru tersebut.
__ADS_1
Sesampainya didepan pintu ruangan kerja Denny, Fhytri melangkah dengan memasang wajah berpura-pura tenang, meski sebenarnya Ia terlihat kesal.
"Ini berkas penawaran kerja yang masuk dari PT. Maju Jaya, Pak" ucap Fhytri sembari menyodorkan berkas tersebut ke atas meja Denny.
"Letakkan, jika harganya sudah Deal, maka buatkan SPO untuk PT tersebut, agar mesin produksi yang mengalami kerusakan segera dikerjakan" Titah Denny kepada Fhytri.
"Pak.. Mengapa tidak berbicara langsung kepada Grace, sebab Dia kan sekretaris Bapak" ucap Fhytri hati-hati.
Denny menatap tajam kepada Fhytri "Kamu keberatan dengan tugas yang saya berikan?" tanya Denny kepada Fhytri dengan nada penuh penekanan, lalu memeriksa berkas tersebut dan menandatanganinya.
Seketika Fhytri bergidik melihat tatapan mata Denny yang menurutnya akan membawa sial untuk dirinya "Tidak, Pak.. Akan dengan senang hati saya kerjakan" ucap Fhytri sembari meraih Map kuning tersebut dan beranjak pergi dari ruangan sang Bos yang sekarang bersikap sedikit arogan dan juga konyol.
Fhytri menyerahkan berkas yang baru ditanda tangani oleh Denny kepada Grace.
"Buatkan SPO-nya segera" ucap Fhytri dengan nada dingin dan segera meninggalkan ruangan Grace dengan sedikit kesal.
Fhytri menuju toilet dan bergegas menutup pintu toilet. Fhytri meraih phonselnya dan menelefon seseorang.
"Hallo.. Apa kabar cin.. Kangen deh sama kamu" ucap Fhytri dengan nada sedih. Ia tak mampu menahan air mata yang mengalir dari sudut matanya.
"Aku kangen, Kamu.. Kapan bisa masuk kerja lagi" ucap Fhytri dengan nada yang mulai tersedu.
Dwy terdiam sejenak "Anakku masih butuh perawatan ekstra, Say.. Kamu kenapa?" tanya Dwy dengan penuh ketulusan.
"Sejak Kamu resign Aku kesepian.. Mana Pak Denny sekarang sedikit resek lagi" ucap Fhytri kembali menahan sedu sedan tangisnya.
"Heeei.. Yang kuat ya, Say.. Meskipun sedikit resek dan konyol, tetapi Pak Denny baik koq" ucap Dwy menguatkan hati sahabatnya.
"Emangnya sekretaris baru penggantiku belum ada?" tanya Dwy penasaran.
"Sudah ada sih, tetapi Pak Denny tetap Aku juga yang harus mengantarkan berkas keruangannnya" ucap Fhytri mencurahkan isi hatinya. Bahkan Fhytri bercerita jika dua hari yang lalu Ia dihukum karena hanya kesalahan kecil mengantarkan makan siang pesanan Pak Denny yang diambil alih oleh Grace.
"Grace? Mantan sekeretaris perusahaan yang tergolong raksasa itu, bukan?" tanya Dwy penasaran.
"Iya.. Itu.." ucap Fhytri dengan cepat.
__ADS_1
"Waaah. Bahaya tu, sebab wanita merangkap sebagai penggoda kelas kakap" ucap Dwy menimpali.
Lalu keduanya terlibat obrolan yang sangat serius melalui sambungan seluler.
Seaat Denny terdiam karena tanpa sengaja menguping pembicaraan Fhytri ditoilet.
Ia tadi merasa sesak buang air, namun ternyata toiletnya sedang rusak dan mengalami perbaikan, sehingga Ia menuju toilet karyawan.
Denny merasa bersalah atas perbuatannya yang telah membuat Fhytri merasa tak nyaman, namun Ia juga bersikap hati-hati karena perkataan Fhytri mengenai Grace sang sekretaris barunya.
Bukannya tanpa alasan, sebab Ia melihat Grace teralalu agresif dan bersikap sangat tampak seperti penggoda.
Denny berjalan menuju ruangan kerjanya, Ia melihat jam makan siang hampir tiba, Ia berniat untuk meminta maaf kepada Fhytri dengan caranya.
Denny memesan sup daging yang pernah dipesannya dua hari yang lalu melalui Fhytri.
Denny memesan untuk karyawan yang berada di kantor agar tidak menimbulkan fitnah jika Ia memesan hanya untuk Fhytri saja.
Untuk menghindari keterlambatan, Ia memesan dari 3 rumah makan agar selesai tepat jam makan siang.
Setelah jam makan siang tiba, satpam menerima 300 kotak makan siang yang mana akan dibagikan bagi karuawan yang bertempat dikantor. Bahkan security, OB, dan bagian cleaning service juga kebagian makan siang gratis.
Fhytri menuju meja kerjanya, dan tiba-tiba saja mendapat kotak makan siang dari merk tempatnya memesan sup daging dua hari yang lalu.
Beberapa karyawan mendapatkan merk yang sama dengannya dan ada yang berbeda.
Fhytri mengernyitkan keningnya "Mas.. Ini kenapa tiba-tiba ada kotak makan gratis?" tanya Fhytri dengan penasaran.
OB itu mengangkat kedua bahunya "Kata security pesanan Pak Denny, mungkin lagi ada acara syukuran" jawab OB itu mencoba menduga-duga.
Fhytri tersenyum smrik, ternyata benar yang dikatakan Dwy, jika bosnya itu terkadang bersikap jahil dan juga konyol, namun ada sisi baik dibalik sikapnya yang menyebalkan tersebut.
Fhytri bernafas lega, Ia mengambil bedak padat berbentuk bundar yang terdapat cermin didalamnya. Ia membubuhkan bedak padat tersebut disekitar matanyajya yang terlihat sedikit membengkak karena baru saja menumpahkan kesedihannya kepada sahabatnya.
Kini Fhytri merasa jika Ia memang harus kuat untuk hari kedepannya.
__ADS_1