
Grace melangkahkan kakinya dengan hentakan yang tampak kesal, Tony melihat kekesalan wanita itu begitu sangat nyata.
Tony mensejajarkan langkahnya kepada Grace "Hei.. Kau begitu terlihat sangat kesal?" Tony berbisik ditelinga Grace yang terus berjalan menuju lift.
Grace tak menjawab ucapan Tony dan memasuki lif dengan kasar yang diikuti oleh Tony.
Sesampainya didalam lift, tatapan Grace penuh kebencian, dan Ia mendenguskan nafasnya dengan kesal.
"Hei.. Kau tidak menjawab pertanyaanku" ucap Tony sedikit kesai karena diabaikan.
Grace menoleh kearah Tony, lalu menatapnya dengan tatapan tajam.
"Diamlah.. Kau bukan levelku, dan pria sepertimu bukan targetku" ucap Grace yang membuat telinga Denny terasa terbakar.
Tatapan Tony tajam penuh dendam, Ia melihat lampu lift akan terbuka, dengan cepat ia menekan tombol naik satu digit kelantai atas.
"Hei.. Dengar, Ya.. Kau itu benar-benar wanita murahan.. Bukannya diruangan pak Denny tadi Kau menikmati semuanya, dasar munafik!" ucap Tony sembari menekan rahang Grace, sehingga menimbulkan bekas kemerahan, membuat Grace meringis kesakitan.
Lalu pintu lift terbuka, dan Tony keluar dengan persaan kesal.
"Awas saja, Kau..!! Akan kubalas semua ucapanmu dengan sebuah penyesalan" guman Denny dengan hati yang masih terasa panas.
Grace tak perduli dengan Tony yang tampak kesal dengannya, sebab Ia masih tampak kesal dengan ucapan Denny yang terus menerus saja mengungkit cara berpakaiannya.
"Secantik apa sih istrinya, sampai segitunya Ia tidak melirikku" Grace menggerutu sembari memanyunkan bibirnya.
Grace yang merasa penasaran, berjalan dengan tergesah-gesah menuju ruangan kerjanya yang menyatu dengan ruqngan Fhytri dan beberapa orang lainnya.
Ruangan mereka hanya diberi pembatas berupa dinding setengah tubuh saja.
Grace membuka phonselnya, dan berselancar didunia maya, Ia mencari akun milik Denny, dan mencoba melihat semua postingan yang diunggah oleh sang big bos tersebut.
Grace memeperhatikan setiap unggahan dengan detailnya. Bahkan Ia melihat unggahan beberapa tahun silam saat Denny merayakann wedding anniversarynya di Bali yang dilaksankan begitu tampak romantisnya.
"Hemm.. Lumayan cantik, tapi jika dibanding denganku masih mempesona aku lagi dibanding iatrinya" Grace berguman dalam hatinya.
"Lalu apa istimewahnya wanita ini sehingga membuat Pak Denny begitu mencintainya? Apakah wanita begitu lihai di atas ranjang?"Grace terus berguman dan menysuri semua unggahan Denny yang menampilkan kebersamaannya bersama kekuarganya.
__ADS_1
Hingga akhirnya Grace menemukan sebuah unggahan sekitar 10 tahun yang lalu, dimana unggahan itu tampak beberapa momen kebersamaan Denny dengan seorang wanita yang wajahnya berbeda dari istri Denny.
Karena penasaran, Grace men- zoom fhoto tersebut untuk memperjelas wajah wanita didalam foto itu.
"Rania? Mengapa Pak Denny begitu mesra dengan wanita ini? Jika dilihat dari tahun pernikahan dan unggahan ini, tampaknya sesudah pernikahan dengan Istrinya" Grace mulai merasa kepo.
Ia terus memeriksa foto unggahan tersebut dan banyak momen kemesraan yang diunggah Denny bersama Rania, sepertinya Denny lupa menghapus semua unggahan tersebut.
Sesaat Grace tersenyum dengan sinis "Hemmm.. Ternyata Pak Denny dulunya pernah berselingkuh dari istrinya. Itu menandakan jika hatinya pernah goyah, namun berlagak munafik" Grace menggerutu.
"Hemm. Akan aku cari titik kelemahan dari Pak Denny, apapun caranya akan Ku temukan. Bukan Grace namanya jika tak mampu menaklukan hati pria yang ku inginkan.
*****
Sayang.. Hari ini Mas ada acara keluar kota, Mas sudah pesankan es campur kamu kepada sopir, nanti akan diantar.." ucap Denny sembari membenahi dasinya.
Amyra menatap Denny yang tampak merapikan pakaiannya sendiri. Selama ini Ia selalu membantu memakainnya, namun semenjak Amyra mengalami kandungannya yang lemah, Ia hanya bisa berbaring ditempat tidur.
"Pulang jam berapa, Mas?" tanya Amyra lirih.
"Sekitar pukul 10 malam Insya Allah sudsh sampai dirumah" jawab Denny yang masih merapikan jasnya.
Denny menghampiri Amyra, lalu mengecup lembut ujung kepala istrinya.
"Jangan terlalu capek ya, Sayang. Jaga anak Kita" ucap Denny lalu membelai lembut perut Amyra yang terlihat sedikit membuncit.
Amyra menganggukkan kepalanya dan menatap pada suaminya. Denny menyesap lembut bibir Amyra, seolah tak pernah bosan dengan segalanya.
"I Love U" ucapnya saat melepaskan pagutannya.
"Love U To" jawab Amyra dengan senyum manisnya, membuat Denny semakin gemas.
"Mas pulang kerja nanti malam karoke lagi, Ya" ucap Denny sembari mengedipkan matanya.
Amyra membolakan matanya, hal konyol yang diucapkan oleh Denny yang terdengar sangat menggelikan.
"Ih.. Mas mulai Me -sum" ucap Amyra dengan wajah memerah.
__ADS_1
"Obat capek lho, Sayang" rengek Denny yang juga tak beranjak dari ranjang untuk berangkat bekerja.
"Iya..iya.." jawab Amyra dengan senyum gemasnya melihat ulah Denny yang bersikap aneh.
"Kalau begitu kecup dulu dong sebelum berangkat kerja" Ucap Denny yang sudah mengeluarkan kepala juniornya.
Amyra membolakan matanya "Mas.. Kamu kurang kerjaan banget sih.." ucap Amyra yang melihat tingkah Aneh Denny.
"Ayolah.. Seharian dia bakal gak ketemu kamu" ucap Denny memaksa.
Dengan terpaksa Amyra mengecup kepala junior suaminya yang sudah tampak mengeras.
Setealh itu Denny memasukkannya kembali kedalam sarangnya "Makasih ya, Sayang.. Mas berangkat dulu, kalau ada perlu apapun minta bantuan Mbak Ridha"Ucap Denny seolah tak.ada masalah apapun setelah apa yang dibuatnya barusan.
Amyra menagangguk, dan masih merasakan rasa hangat dari kepala Junior Denny yang barus saja dikecupnya.
Denny berpamitan dan beranjak keluar dari kamarnya, sebab sopir sudah menunggu sedari tadi.
Amyra menggelengkan kepalanya setelah kepergain suaminya, Ia menganggap Denny yang bersikap semakin aneh saja, namun Ia mencoba menurutinya untuk demi menyenangkan hati sang suami.
Sebab didalam hidup berumah tangga tidak seharusnya selalu monoton dan perlu ada juga humor dan saling bercanda, atau juga kadang bersikap konyol untuk membuat kehidupan berumah tangga terasa berwarna.
Sementara itu, Tony diminta menjemput Grace oleh Denny, sebab mobil kantor akan digunakan Fhytri untuk keperluan lain.
Dengan adanya perintah dari Denny, maka Tony menjemput Grace dirumahnya, dan tampak Grace sudah menunggunya dengan wajah masam, sebab Ia berharap akan satu mobil dengan Denny, namun semua diluar dari expectasinya.
"Naiklah, atau Kau akan terlambat" ucap Tony kepada wanita yang hari ini menggunakan dress plisket berbahan ceruty peremium dengan motif bjnga sakura dan model mengembang dibagian bawahnya.
Grace memasuki mobil dengan wajah yang masih tetap masam dan terlihat sangat kesal, lalu Ia duduk dijok depan dengan tatapan lurus kedepan.
Tony merasakan jika niatnya membalas dendam kepada wanita yang sudah menghina dirinya akan dengan muda Ia lakukan.
"Lihat saja, Grace.. Apa yang akan Aku lakukan padamu" Guman Tony dalam hatinya, dan dengan tatapan sinisnya.
Tony melajukan mobil yang dikendarainya dengan kecepatan tinggi, mereka harus segera sampai ditempat lokasi pertemuan sebelum siang, karena perjalanan dilokadi pertemuan membutuhkan waktu 3 jam perjalanan.
Grace masih saja dengan wajah manyun dan tak ingin menatap kepada Tony. Keduanya masih terdiam sepanjang perjalanan.
__ADS_1
Sementara itu, Denny yang berada di jok tengah karena ada sopir yang membawanya, tersenyum-senyum sendiri saat mengenang Amyra yang menuruti permintaannya untuk mengecup kepala si junior.