
"kakeeek" teriak rania sambil berlari dan memanggil kakek nya waktu keluar dari mobil, dia masuk kerumah dan mendapati kakek nya yang baru turun dari tangga dia memeluk kakek nya karena merindukan beliau "kakek, rania kangen banget sama kakek" kata nya dengan wajah imut nya yang bisa membuat setiap orang melihat nya jadi gemas sendiri
"benarkah kamu kangen sama kakek?" goda pak surya
"iya kek rania kangen banget sama kakek makanya lain Kali kakek ikut ya?" bujuk rania
"iya lain Kali kakek janji bakalan ikut bersama kalian" janji pak Surya kepada cucu nya
"horee"riang Rania
"ya sudah kalian istirahat dulu gih, pasti kalian capek Kan habis perjalanan jauh" kata pak surya menyuruh mereka untuk istirahat terlebih dahulu
"iya kek" jawab mereka bertiga
__ADS_1
pak surya memanggil Anita ketika Anita melewati pak surya
"tunggu sebentar an, ayah mau membicarakan sesuatu pada mu" pak surya duduk di kursi yang tak jauh dari beliau berdiri
"ada apa yah?" tanya anita yang ikutan duduk juga tidak jauh dari Ayah nya
"ayah hanya mau bertanya sesuatu padamu"
"ayah mau bertanya tentang apa?" tanya anita penasaran
"baik kok yah" anita merasa bingung dengan pertanyaan ayah nya "hanya itu yang ayah mau tanyakan ya?" tanya anita balik
"sebenarnya bukan itu yang mau ayah tanyakan pada mu"
__ADS_1
"lalu apa" penasaran anita di buat ayah nya yang berbicara nya terlalu berbelit belit "sebenar nya ada apa dengan ayah hari ini ya?" batin anita bertanya tanya sendiri
"apa kamu masih mencintai mantan suami mu itu?" tanya pak surya langsung karena dia tidak mau berlama lama basa dan basi pada anak sendiri
"kenapa ayah menanyakan itu sekarang? kenapa sebelum aku dan bang bian resmi bercerai" tanya anita gamblang
"ayah hanya ingin tau saja" jawab pak surya
"sebenarnya rasa itu memang masih ada yah, tapi jika mengingat perlakuan nya pada kami selama ini, itu membuat aku jadi mikir apa benar itu cinta atau hanya sebuah kebodohan karena cinta dan terus bertahan padanya, karena aku pernah berpikir bahwa aku sudah tidak punya siapa siapa lagi dan hanya dialah tempat aku untuk berteduh dan tempat aku berlindung tapi ternyata dia tidak bisa jadi pelindung bagi diri ku maupun anak anak ku, aku menyadari itu sebelum aku ketemu dengan ayah, waktu itu aku juga sudah kerja walaupun cuma tukang cuci baju uang nya aku gunakan untuk jajan anak Anak ku" anita menceritakan tentang kehidupan nya yang lampau dengan bersedih dia menangis sesenggukan mengingat kembali luka lama yang pernah bian toreh kan padanya
pak surya menyimak cerita anita dengan hati yang bagai teriris iris, beliau bisa merasakan sakit yang dirasakan oleh anita selama ini "jadi sekarang kamu mau bagaimana menyingkapi masalah itu" pak surya mencoba untuk membantu anita untuk membalas perbuatan bian pada nya selama ini.
"ya gak gimana gimana yah, semua nya sudah lewat yang penting sekarang buat ku adalah kebahagiaan anak anak ku karena demi mereka lah aku bisa berjuang sampai seperti ini, dan ini semua juga berkat bantuan ayah yang bisa mengembalikan kebahagiaan mereka, jika ayah tidak ada maka aku tidak tau lagi bagaimana cara nya bisa membuat mereka bahagia bahkan mungkin sekarang mereka akan kelaparan karena aku gak punya cukup uang untuk makan kami sehari haru, jadi aku sangat bersyukur bisa ketemu dengan ayah, dan maafin aku atas sikap ku waktu itu yang tidak mau mengakui mu sebagai ayah ku" ungkap anita panjang dia tak henti henti nya menangis sampai sampai pak surya merangkul dirinya pun dia tidak taupak surya mencoba untuk menenangkan diri nya
__ADS_1
"sudah jangan nangis lagi, lupakan masa lalu dan sekarang tatap masa depan mu bersama anak anak mu, ayah sudah maafin kamu dan ayah pantas mendapatkan itu bahkan itu hukuman tidak sebanding dengan penderitaan yang kalian alami selama ini, ayah minta maaf untuk itu semua dan ayah sudah pasrah dengan semua itu, tapi sewaktu ayah melihat cucu cucu ku aku jadi punya semangat lagi dan aku berjanji pada diri ku sendiri kalau aku akan menjaga kalian terus selama nya untuk menebus kesalahan ayah di masa lalu" pak surya menerawang, beliau seperti nya melihat sosok istri nya yang sedang duduk sambil minum teh di sore hari, kenangan indah itu akan selalu menjadi kenangan terendah bagi nya,