Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 122


__ADS_3

Lama Kenan menatap bingkai foto itu dan dia terus berkata sendiri. Kenan terlihat kagum pada perubahan wajah Fairi, dan dia juga merasa bersalah atas segala yang pernah terjadi.


"Maafkan aku Fa, karena aku memang egois dan hanya memikirkan diriku sendiri dari dulu. Aku terlalu bahagia saat mendapati bahwa Tyas yang menyerupai dirimu menerima cintaku bahkan mau menjalin hubungan kita yang lama hancur dan aku sangat ingin memperbaikinya lagi." Kenan mengusap bingkai foto itu.


"Wajah baru dengan orang yang sama sungguh mengagumkan, kau juga terlihat sangat cantik dengan wajah ini. Kau terlihat lebih muda dari usiamu. Aku mencintaimu Fa, apakah kau tau begitu sulit dan sesak saat memikirkan tentang dirimu."


"Apakah ini juga yang kau rasakan dulu saat aku pulang membawah Melinda diantara kita, maafkan aku Fa aku tak pernah berfikir sejauh itu karena dulu yang aku tau kau tak mencintaiku."


"Sampai kapan kau akan menghukum ku Fa, aku telah menunggu hampir 20 tahun."


Kenan mulai meneteskan air matanya karena tak tahan dengan rasa sakit yang menghimpit dadanya dan membuatnya sesak.


"Aku mencintaimu Fa, sungguh sangat mencintaimu."


"Mencintai wajah yang baru dan terlihat muda, semua pria sama saja." tegur Fairi yang berdiri dibelakang Kenan.


"Oh Fa." Kenan terkejud dan langsung berdiri dan menghapus air matanya


"Kau menangis Ken" Fairi menatap heran pada Kenan yang menangis


"Ah tidak, tadi aku membersihkan debu di bingkai foto mu dan debunya masuk kedalam mata sepertinya." Kenan membuat alasan dan tersenyum


"Aku bukan anak kecil yang bisa kau bodohi, kau sudah makan." Fairi berkata dan berjalan ke arah dapur


"Sudah tadi, kapan kau sampai karena aku tak melihat mu datang." Kenan mengikuti Fairi setelah meletakkan foto pada tempatnya.


"Sudah lama dari sejak kau fokus pada foto ku." Fairi berbalik dan menatap Kenan


Kenan tersenyum malu dan dia menatap Fairi dengan sangat tulus. "Bagaimana hasil pemeriksaannya, karena bibi bilang kalau kau pergi ke rumah sakit untuk kontrol."


"Semuanya bagus dan baik, mau kopi atau teh." Fairi menawarkan minuman pada Kenan


"Terserah saja." Kenan menjawab dengan cepat


"Hem..." Fairi membuat minuman dan menyerahkan pada Kenan


"Eh, ini coklat." Kenan kaget saat meminumnya karena itu bukan teh atau kopi seperti yang ditawarkan.


"Kenapa tak suka." Fairi menatap Kenan


"Tidak bulan begitu, yang kau tawarkan tadi adalah teh atau kopi." jawab Kenan bingung


Fairi tersenyum lembut "itu akan membantu mu untuk istirahat dengan santai, habiskan dan cepat tidur karena sudah malam."


Fairi berjalan meninggalkan Kenan dan Kenan hanya bisa diam menatap Fairi berjalan menjauh, Kenan tak berani untuk menahannya walau dia masih ingin bicara lebih lama dengan Fairi.

__ADS_1


"Oh iya Ken" Fairi berbalik dan menatap Kenan


"Ya." Kenan melihat dengan penasaran


"Selamat malam" ucap Fairi dan pergi dengan senyumnya.


"Iya, selamat malam Fa." Kenan tersenyum dan langsung meminum minumannya "oh auh panas, ah..kenapa dia membuatnya dengan begitu panas"


Kenan tersenyum dan merasa bahagia hanya dengan kata - kata lembut dan senyum yang tulus dari Fairi. Kenan membawah coklatnya ke ruang tengah dan meminumnya dengan perlahan lalu terlelap di sofa dengan damai.


...💔💔💔...


Keesokan paginya Kenan sudah ada di kantornya pagi - pagi sekali karena dia menghubungi Agus untuk menjemputnya pagi - pagi sekali.


Pagi itu Kenan sangat sibuk dengan segala pekerjaannya dan dia terlihat sangat serius dan fokus sampai melupakan sarapan dan makan siang.


Melisa yang mulai ambil cuti karena kehamilannya jadi membuat Agus kerja dobel karena pekerjaan Melisa pun Agus yang kerjakan, karena pekerjaan mereka berdua memang berhubungan.


"Hei kasian ya bos kita." ucap seorang karyawan B saat di kafetaria kantor.


"Eh emang kenapa?" Karyawan A


"Loh kamu gak tau apa masalah bos dan pimpinan perusahaan Wijaya" karyawan B


"Oh iya aku lupa kamu baru datang setelah prahara itu ada." Karyawan B


"Memang ada apa?" Karyawan A


"Duh tolong ceritakan padanya aku tak sanggup untuk cerita." Karyawan B


"Haa..jadi begini ceritanya.." karyawan D pun menceritakan semua masalah antara Kenan dan Fairi dan juga Tyas yang menyamar sebagai Fairi untuk menikah dengan Kenan.


"Apa, benarkah? Kenapa bisa seperti itu, bos kita kan sangat keren dan juga luar biasa, jadi tak heran kalau ada banyak wanita yang menginginkannya." Karyawan A


"Ya katanya kalau pimpinan Wijaya itu adalah mantan istrinya yang telah diselingkuhi oleh bos bahkan diduakan." Karyawan C


"Hem." Karyawan yang lain mengangguk serempak


"Ya ampun bos kita. Ya orang kaya dan tampan selalu bebas berbuat apa saja." Karyawan A


"Iya sih, tapi bos juga sangat tak beruntung karena selalu saja dapat masalah dan dibohongi berkali - kali." Karyawan B


"Kasian juga ya bos, tapi semoga saja akan ada hal baik untuk bos kita. Karena aku mendukung bos dengan pimpinan Wijaya." Karyawan A


"Eh tapi kamu belum tau kan wajah asli dari pimpinan Wijaya itu" karyawan C

__ADS_1


"Memang kenapa, apa dia orang yang licik dan picik." Karyawan A


"Tidak - tidak bukan seperti itu, dia telah melakukan operasi dan merubah seluruh wajahnya. Entah berapa banyak operasi yang dilakukannya sampai menjadi seperti sekarang. Tapi dia tetap sama - sama cantiknya" karyawan C


"Iya benar lihatlah wajahnya yang dulu." Karyawan D


"Ya ampun kenapa dia bisa berubah jadi orang lain yang tak kalah cantiknya, dulu dia cantik dan terlihat dewasa, sekarang dia cantik dan terlihat muda serta segar." Karyawan A


"Ehem." Agus yang mendengar obrolan para karyawan wanita itu berdehem untuk menyadarkan mereka agar tak terlalu dalam membahas maslah bos mereka.


"Hei ssstt, itu asisten Agus orang kepercayaan kedua bos." Karyawan B


Mereka pun pergi setelah kepergok sama Agus karena sedang menjadikan bos mereka sebagai bahan obrolan yang terdengar sangat seru bagi mereka.


"Ya ampun mulut para wanita ya, kalau sedang bergosip sungguh terlihat sangat seru tanpa lihat kanan dan kiri." gerutu Agus sambil berjalan kembali ke kantornya


Tak lama setelah jam istirahat makan siang selesai terlihat Lina dan Fairi datang ke kantor Kenan untuk menyerahkan berkas yang harus ditandatangani oleh Kenan secara langsung dan mengetahui Fairi dari pertemuan jadi dia ikut sekalian turun karena tak ingin menunggu di mobil.


Semua karyawan Kenan melihat kedatangan Fairi termasuk para karyawan yang tadi bergosip di kafetaria. Mereka semua melihat dan saling berbisik dengan temannya.


"Pak sekretaris Lina dan Bu Laras ada di sini." Agus menyampaikan kabar kedatangan Lina dan Fairi.


"Iya suruh masuk" jawab Kenan tanpa melihat.


"Selamat siang tuan Kenan." sapa Lina saat dia masuk ke kantor Kenan.


"Hem Lin kau datang." Kenan kaget saat dia juga melihat Fairi


"Fa." Kenan langsung bangun dari duduknya dan berjalan kearah sofa


"Aku kebetulan di luar tadi, jadi sekalian ikut kesini." Fairi menjelaskan dan duduk di sofa


"Tentu, apa semuanya sudah selesai." Kenan menerima berkas yang diberikan oleh Lina.


"Sudah pak Kenan, semuanya sudah selesai. Silakan anda lihat dan baca dulu sebelum ditandatangani." Lina berkata dengan sopan


"Hem, baiklah." Kenan terlihat sedang membaca berkas itu.


Agus mencolek Lina dan memberi isyarat pada Lina untuk ikut pergi dengannya agar bosnya bisa berduaan. Dan dengan cepat Lina meminta ijin sama Fairi untuk membuatkan minuman untuk Fairi dan keluar bersama dengan Agus.


"Ok aku setuju semuanya, aku akan tandatangani ini dan ku kembalikan pada mu. Loh, kemana mereka." Kenan bingung melihat tak ada siapa pun selain dirinya dan Fairi di ruangan itu.


"Mereka pergi berdua, dan kelihatannya mereka tak bisa meninggalkan waktu untuk tak berdua sebentar saja setiap kali bertemu" jawab Fairi sambil memainkan handphonenya


"Jadi kau tau mereka pacaran" Kenan tersenyum dan mulai menandatangani semua berkas perjanjiannya dengan Fairi.

__ADS_1


__ADS_2