
"Bagaimana apakah sudah bisa dilepas karena sudah terasa tak nyaman dan terasa gatal sekali." Fairi bertanya pada Dafid yang sedang memeriksa kondisi kaki Fairi.
"Ya sepertinya sudah bisa dilepaskan, apa tak sakit saat di telapak kan seperti itu." tanya Dafid
"Tidak lagi dan terasa nyaman" jawab Fairi dengan menggerakkan kakinya dengan berjalan bolak balik di ruangan Dafid, juga lompat kecil.
"Bagus - bagus kalau begitu sudah tak masalah, tapi tetap harus hati - hati ya" Dafid mengingatkan Fairi
"Iya terima kasih banyak." Fairi tersenyum penuh rasa lega.
"Ok, dan jangan lupa datang ke acara selamatan anak kami lusa." Dafid mengingatkan Fairi kalau Melisa baru saja melahirkan buah hati mereka dan akan diadakan acara pemberian nama.
"Ok aku pasti akan datang, kalau begitu aku balik dulu. Dan sekali lagi terima kasih banyak atas perawatannya." Fairi pun pamit pada Dafid
"Hei hati - hati berjalannya apa kau tak dengar tadi kata dokter kau masih harus berhati - hati." Lime menahan Fairi yang berjalan dengan cepat
"Du elah, berikan perhatian mu pada Sri Wati saja." Fairi mencubit Lime
"Apa an, aku juga sangat memperhatikan mu tau." Lime mengelak dan merangkul Fairi.
Dua orang ini terlihat saling nyaman satu sama lain bahkan mereka bisa saling menggoda bahkan jail. Dan Fairi tersenyum lebar begitu juga dengan Lime, mereka terlihat seperti pasangan yang sangat dimabuk cinta. Sementara sepasang mata yang memperhatikan mereka merasa ciut dan terlihat dengan sangat jelas ada luka didalam pandangan mata itu.
Beberapa hari kemudian Kenan pamit pada anak - anaknya karena dia akan melakukan perjalan bisnis ke luar kota dan berpesan pada mereka agar tak membuat mamanya susah dan harus jadi anak yang baik.
...💔💔💔...
Kenan yang habis dari pertemuan dan sedang duduk santai di cafe dengan secangkir kopi menemaninya untuk menunggu Farid dan Agus yang sedang pergi membeli barang yang dipesan oleh para wanita mereka karena mereka sedang ada di Bandung.
Dari jauh seorang wanita cantik menatap dan mengawasi Kenan dari sejak Kenan, Farid dan Agus berjalan ke cafe itu, dan saat Kenan memesan serta memilih duduk di luar cafe wanita itu tak lepas dari pandangannya, hingga dia bangun dan menghampiri Kenan saat Kenan sudah sendirian.
"Hai Ken, kau beneran Kenan." sapa wanita itu pada Kenan
Dengan wajah bingung Kenan menatap wanita yang berdiri didepannya, Kenan mengerutkan keningnya karena merasa tak mengenal wanita itu.
"Kenan Adi Prayoga anak IPA 1 dan juara kelas selama 3 tahun berturut - turut." ucap wanita itu dan hal itu membuat Kenan semakin mengerutkan keningnya.
"Aku Sofiana, apa kau sudah melupakan aku. Kau sungguh kejam Ken." ucap wanita cantik itu
"Sofiana..." Kenan terlihat sedang berfikir
"Iya apa kau sudah lupa dengan ku." wanita itu duduk dan menunjukkan wajah cemberutnya.
"Oh, Sofiana Putri anak IPA 3." Kenan mulai mengingatnya.
"Iya benar, sekarang kau ingat. Bagaimana kabarmu, sudah lama sekali kita tak bertemu aku sangat merindukanmu Ken." ucap Sofiana dan tersenyum lebar
"Ya aku baik seperti yang kau lihat, kau sungguh berbeda dari yang dulu." jawab Kenan
__ADS_1
"Kenapa aku terlihat semakin jelek atau semakin cantik di matamu." Sofiana berkata dan mendekatkan wajahnya pada Kenan.
"Cantik, kau tambah cantik. Dulu kau berkulit kecoklatan dan rambut kriting. Tapi sekarang kau sangat putih dan rambutmu jadi lurus, bahkan kau memakai poni." jawab Kenan dan tersenyum
"Apa masih sesuai dengan selera mu?" tanya Sofiana
"Hem." jawab Kenan dan tersenyum.
Dan mereka pun berbincang dengan sangat seru saling bercerita tentang kisah mereka sampai Farid dan Agus tiba dengan berbagai bawaan yang dipesan oleh Ambar istri Farid dan Agus dengan barangnya serta titipan Kenan. Dan mereka pun berbincang dengan seru bersama karena mereka saling kenal dan Farid adalah teman 1 kelas dengan Sofiana di IPA 3. Sedangkan Agus menata barang bawaan ke dalam mobil serat menunggu mereka di mobil sambil teleponan dengan Lina.
...💔💔💔...
"Hei Kem apa kau tak sadar kalau para wanita itu sedang memperhatikan mu, sepertinya sepupu Agung juga berusaha untuk mendekatimu." ucap Putra saat mereka bersiap untuk latihan.
"Apa yang kau katakan, cepat siap - siap untuk latihan." Kemal tak peduli dengan ucapan Putra.
"Hei boy...kau adalah kapten terfavorit semua orang termasuk kami." Putra berteriak dengan menggerakkan kedua tangannya melayang di udara.
"Cepat siap - siap apa kau tak ingin latihan hah.!" Ajeng menendang kaki Putra dengan keras.
"Ya ampun ni nenek lampir bener - bener ya." Putra berkata dengan mengolok Ajeng.
"Apa kau bilang." Ageng siap memukul Putra dan dengan cepat Putra lari menghindar.
"Aku akan menahannya ma" ucap Wisnu yang siap menghadang Putra
"Hoi hoi, ampun geli sudah cukup." Putra menyerah dan meminta ampunan dari Ajeng yang menggelitiknya dengan dibantu Wisnu dan Surya yang memegangi Putra.
"Mereka selalu saja rusuh." Kemal tersenyum melihat tingkah teman - temannya
"Kau siap kapten." Andi berkata dan memberikan botol air pada Kemal
"Thanks." Kemal tersenyum pada Andi
"Lihatlah para wanita itu, sepertinya mereka datang untuk melihatmu." Andi duduk di sebelah Kemal
"Apa aku peduli." Kemal berkata dengan santai.
"Hooo...kau selalu cool." Andi meninju bahu Kemal dan pergi.
...💔💔💔...
"Bu Laras semuanya sudah siap apa kita perlu mengecek ulang." tanya Lina saat mereka selesai rapat
"Aku rasa iya, kita akan cek ulang lagi nanti untuk lebih memastikan agar tak ada kesalahan." Fairi berkata dan meninggalkan ruang rapat
"Oh ya Lin apa masih ada jadwal untuk ku nanti sore?" tanya Fairi pada Lina
__ADS_1
"Sepertinya tidak ada Bu, besok yang ada dengan pihak PT Warsa Air. Siang jam 2." jawab Lina.
"Hem, baiklah kalau begitu aku akan langsung pulang saja nanti." Fairi masuk ke ruangannya dan Lina berjalan ke mejanya yang ada tepat di depan ruangan kerja Fairi.
...💔💔💔...
"Hei lihat siapa yang datang ini." Angel berjalan dan menendang Arumi saat mereka berpapasan di pintu lapangan basket.
"Hei apa kau tak bisa berjalan hati - hati." Sulis dan Santo menahan Arumi yang mau jatuh.
"Hem." Angel berpaling dan berjalan meninggalkan Arumi beserta teman - temannya.
Semua teriakan dan keseruan mereka menguasai ruang basket karena permainan Kemal dan teman - temannya.
"Ya ampun kak Kem, aku padamu kak kemal."
"Kak Surya sukses selalu"
Teriakan semua wanita membuat riuk karena mereka meneriaki Kemal dan Surya yang merupakan favorit mereka.
"Hem, sepertinya Kemal dan Surya masih jadi favorit." Bara berkata dan tersenyum
"Ya tapi mereka tak tau kalau kedua jagoan kita sudah itu sudah memiliki nyonya rumah mereka." Putra berkata dan terbahak.
...💔💔💔...
"Ken di sini." teriak Sofiana
"Hei, sorry aku telat." Kenan mendekat dan meminta maaf
"Tak apa Ken, kami tau kok orang sibuk seperti mu." ucap temannya yang lain
Ya hari itu karena Sofiana datang dan dia mengadakan reuni dengan teman - temannya yang dikenal semuanya datang termasuk Kenan, hanya Farid yang tak bisa datang karena dia ada urusan.
"Wah aku tak pernah menyangka kalau Kenan telah menjadi orang yang sangat luar biasa, ku pikir dulu dia hanya akan mengandalkan papanya yang kaya itu, dan ternyata dia bisa berkembang sendiri." ucap teman Kenan
"Kau benar dan dia juga memiliki banyak skandal dengan beberapa wanita cantik." ucap teman yang lainnya dan mereka terbahak
"Lalu sekarang dia dengan siapa? Apakah ada wanita yang berada disisinya." tanya Sofiana
"Sepertinya tak ada, karena terakhir pernikahannya gagal karena dia adalah wanita penipu." jawab teman Kenan
"Benar - benar, padahal waktu itu pestanya akan sangat meriah dan pengantinnya juga sangat cantik" ucap yang lain
"Ya bahkan wanita yang datang juga tak kalah cantiknya." ucap lainnya lagi
Teman - teman Kenan yang tau akan cerita Kenan semuanya menceritakan dan malam pertemuan itu Kenan telah menjadi bahan pembicaraan. Sedangkan Kenan yang menjadi topik utama hanya menanggapi mereka semua dengan senyuman.
__ADS_1