Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 134


__ADS_3

Sesuai dengan janji Fairi dan Lina sudah sampai di tempat janjian namun orang yang membuat janji masih belum datang dan saat Lina menghubunginya sekretaris orang itu bilang kalau bosnya masih ada keperluan dan tidak bisa datang tepat waktu, juga tidak tau kapan pastinya akan datang.


"Bagaimana Lin, apa mereka terjebak macet atau salah jalan." Fairi bertanya dengan khawatir


"Tidak Bu, barusan sekretarisnya bilang kalau mereka masih ada keperluan dan tidak bisa datang tepat waktu." jawab Lina


"Eh, baiklah kita tunggu atau dibatalkan pertemuannya." Fairi bertanya lagi


"Lah itu saya yang tidak tau Bu, karena sekretarisnya bilang juga tidak tau karena bosnya tidak bisa dihubungi." Lina merasa bingung


"Oh..baiklah kita tunggu saja dulu kalau sampai 1 jam tak ada keputusan sebaiknya kita batalkan saja dan kita buat janji ulang di lain hari." Fairi pun tak ambil pusing dan dia mulai memanfaatkan waktu luangnya dengan bekerja dan mengkoreksi hasil rapat kemaren lewat laptopnya yang sengaja dia bawah.


Lina terlihat tak enak sama Fairi karena kerja sama ini ditawarkan oleh Lina pada Fairi karena sekretaris dari bos yang sejak tadi dihubungi oleh Lina adalah temannya semasa sekolah.


"Lin, duduk lah tak apa. Aku bisa mengkoreksi hasil kerja sambil menunggu dan menghabiskan waktu." Fairi yang sadar kalau Lina tak tenang berkata lagi dan meminta Lina untuk santai.


"Iya Bu maafkan saya, saya tak tau kalau bos dari teman saya ini sungguh sangat tak profesional." Lina mulai kesal.


"Tak apa, mungkin saja dia memang sedang sibuk dan tak bisa ditunda." Fairi berkata dengan sabar.


💔💔💔


"Hai Ken, surprise." Sofiana datang ke kantor Kenan.


"Kau, bagaimana kau bisa ada di sini." Kenan menatap Sofiana dan merasa bingung dari mana Sofiana tau kantornya.


"Kan sudah ku bilang kalau kejutan, bagaimana kau suka." Sofiana berjalan dan mendekati Kenan


"Ya suka, kau seperti biasanya suka datang tiba - tiba tanpa kabar, dan kau selalu bisa menemukan apa yang kau inginkan." Kenan menjawab dan tersenyum


"Ku anggap itu sebagai pujian." Sofiana tersenyum dan berjalan mendekati meja kenan.


"Ken, aku sangat merindukan mu apa kah kau tak merindukan aku." Sofiana berjalan kebelakang Kenan dan mulai memeluk Kenan dari belakang


"Kau tau Ken, selama ini aku bertahan dan merubah seluruh diriku untuk dirimu agar aku layak dan pantas untuk mu"

__ADS_1


"Aku sungguh tak mampu lagi rasanya, nafasku terasa sangat sesak. Aku bagaikan tercekik selama ini. Dan aku sangat senang bisa bertemu dengan mu lagi Ken."


Sofiana berkata sambil sedikit berbisik di telinga Kenan, serta tangannya dengan lincah menari di dada Kenan seolah dia tau dimana letak yang paling disukai oleh Kenan dalam belaian lembutnya.


"Hem, aku rasa cerita kita sudah selesai Sof." Kenan mengurai tangan Sofiana yang memeluknya dan berkeliling kesana sini.


"Bagaimana mungkin Ken, apa kau lupa dengan apa yang terjadi malam itu saat acara reuni kemaren. Aku yakin kamu masih memiliki perasaan untuk ku." Sofiana berputar dan duduk dipangkuan Kenan


"Ah Sof aku rasa ini tidak baik untuk kita." Kenan ingin bangun namun ditahan oleh Sofiana


"Ken, tolong jangan menolak aku lagi. Aku sudah tak sanggup dan tak tahan untuk bertahan lebih lama lagi."


Dengan cepat Sofiana meraih leher Kenan dan menarik Kenan kearahnya sehingga bibir mereka saling bertemu. Sofiana merasa sangat senang dan menang karena ternyata Kenan tak menolak ciumannya bahkan saat Kenan dalam keadaan sadar tanpa terpengaruh minuman.


"Oh oh maafkan aku, aku tidak bermaksud mengganggu." Fairi yang membuka pintu ruangan Kenan tanpa tau apa yang terjadi didalam sangat kaget melihat Kenan begitu intim dengan seorang wanita cantik.


"Fairi." Kenan pun kaget karena Fairi melihat dirinya dan Sofiana sedang berciuman.


"Siapa dia Ken, tidak sopan sekali masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu." Sofiana terlihat kesal karena Kenan langsung berdiri membuat Sofiana hampir jatuh.


"Siapa Ken?" Sofiana masih penasaran.


"Lupakan ada apa kau datang tiba - tiba." Kenan mengalihkan pembicaraan


"Tak ada, aku hanya kesal saja karena pertemuannya dibatalkan dan itu membuat aku sangat marah, makanya aku ke sini, sungguh tak profesional." kesal Sofiana dan dia duduk di kursi Kenan.


Sementara di luar Fairi terlihat linglung saat dia berjalan keluar dari lif, bayangan kenangan masa lalunya saat dia harus membayangkan Kenan bercinta dengan Melinda terlintas lagi dalam ingatannya.


"Tidak, tidak mungkin. Itu tidak mungkin, tidak mungkin aku mencintainya, tidak mungkin."


Fairi berusaha menahan air matanya yang hampir tumpah karena teringat kenangan menyakitkannya. Dan dia menampik perasaannya yang mulai tumbuh untuk Kenan, didalam mobil Fairi berdiam diri sangat lama dan dia bengong serta menerawang jauh kedepan pandangannya, namun seolah tak ada yang dapat ditangkap oleh bola matanya.


"Loh bukankah itu mobil non Fairi" Agus yang dari luar setelah parkir melihat mobil Fairi.


Perlahan Agus mendekati mobil itu dan melihat ada Fairi didalam mobil itu dengan bengong, Agus berkali - kali memanggil Fairi dan mengetuk kaca mobil tapi Fairi tak merespon dan terlihat dia sedang tenggelam dalam suatu pemikiran yang sangat dalam.

__ADS_1


"Non, non Fa, non." Agus masih berusaha


"Oh, ya Allah Gus maaf." Fairi akhirnya merespon dan membuka kaca mobilnya.


"Ada apa non, kenap non Fa bengong di sini." Agus bertanya dengan bingung


"Tidak ada, aku barusan bertemu dengan Kenan. Cuma sepertinya dia sedang sibuk jadi aku mau balik. Cuma aku terlalu capek untuk nyetir sendiri." Fairi mencari alasan dan tersenyum pada Agus


"Lina kemana non, kenapa kok tak terlihat sama non Fa." Agus bertanya karena tak melihat Lina


"Aku menyuruhnya langsung pulang karena tadi pagi aku datang dengan bawah mobil sendiri." jawab Fairi.


"Baiklah kalau begitu aku balik dulu ya Gus." Fairi menyalakan mesin mobilnya.


"Apakah perlu saya bantu non." Agus menawarkan diri


"Tidak tidak, tidak perlu aku akan berkendara pelan - pelan" Fairi menolak dan mulai melaju


"Hati - hati non." teriak Agus dan Fairi menjawab dengan lambaian tangannya.


💔💔💔


"Fairi..." seseorang langsung lari menghampiri Fairi begitu masuk kedalam rumah


"Em, ya Allah sesak aku gak bisa nafas." Fairi memukul bahu orang itu.


"Hehe maaf maaf." Amrita mengurai pelukannya.


"Kemarilah" Amrita menarik Fairi untuk duduk di sofa "kau tau Fa, saat mas Fahmi memberitahu aku soal dirimu dan perubahanmu aku sungguh sangat terkejud karena kau jadi berubah lebih cantik, muda, segar dan bergaya." Amrita berkata tanpa henti.


"Benar - benar aku pun kaget saat Lime menunjukkan gambar fotomu." Sri Wati pun ikut berkata


"Kalian, kenapa kalian kesini bersamaan hah? Setelah kalian menghilang dan ternyata kalian bekerja di tempat yang sama kalian benar - benar sibuk dengan dunia kalian dan melupakan aku." ucap Fairi pada kedua sahabatnya itu


"Dan kau Sri, bagaimana ceritanya kau sampai bisa bersama dengan Lime. Apa yang kau lakukan padanya sampai dia takut dan harus berlatih dulu dengan ku untuk menyatakan perasaannya padamu."

__ADS_1


Sri tertawa terbahak mendengar itu dan dia merasa sangat bahagia dengan Lime, karena sekarang Sri dan Lime telah resmi bersama setelah dipertemukan dalam moment saat hilangnya Fairi 2 tahun lalu. Hingga mereka memutuskan untuk bersama.


__ADS_2