
Setelah kembali ke rumah Kenan masih saja bisa mencium aroma harum yang sangat dia sukai dan dia merindukan aroma wangi yang menyegarkan itu, dan aroma itu seolah mengganggu dia dalam aktifitasnya, karena terkadang aroma itu muncul membuat Kenan merindukannya dan ingin masuk kembali ke rumah yang dia kunjungi sama Melisa.
"Kau kenapa, apa kau menemukan sesuatu yang menarik disana?" Farid bertanya karena melihat Kenan dua hari ini merasa seperti orang yamg sedang kehilangan sesuatu dan gila, karena kadang Kenan terlihat linglung dan kadang senyum - senyum sendiri.
"Ah, tidak. Sesuatu yang menarik apa. Cuma, aku merindukan sesuatu di rumah tetangga Lisa." jawab Kenan dan itu membuat Farid penasaran
"Hah? Kau ngapain di rumah tetangga adik ku hah? Kau tidak melakukan hal yang aneh kan disana?" Farid bertanya bingung.
"Jangan konyol apa yang kau pikirkan, aku cuma mencium aroma harum yang sangat segar seperti aroma wangi bayi dan aku sangat menyukai aroma itu." jelas Kenan sambil tersenyum dan Farid malah tertawa terbahak mendengar hal itu
"Hei kenapa kau malah mentertawakan aku hah? Berhenti gak.!" Kenan melempar botol mineral pada Farid
"Aduh, ok ok sorry. Habis kau lucu sekali, ku pikir kau menemukan sesuatu yang menarik ini malah merindukan aroma bayi, konyol sekali kau." Farid memegangi perutnya.
"Ada apa ini, kalian kumpul tak ngabarin aku" Dafid ikut datang ke restoran Farid.
"Kenan, bagaimana apa kau menemukan sesuatu yang menarik selama disana?" Dafid ikut menanyakan sesuatu yang sama dengan Farid
"Ada apa dengan kalian, apa kalian tau sesuatu? Kenapa pertanyaan Kalina sama persis." Kenan menatap kedua temannya itu.
"Tak tau" Farid
"Hanya tanya saja" Dafid
Kenan menatap tajam pada mereka berdua, dan kedua orang itu saling tatap lalu Farid kembali tertawa lagi sehingga membuat Kenan semakin marah karena menganggap Farid mentertawakan dirinya.
"Ada apa sih?" Dafid bertanya bingung
"Tidak, tidak. teman kita kecanduan sama bayi." jawab Farid yang masih tertawa.
"Hah? Kenan kau pedofil ya." Dafid berkata langsung
"Apa kau sudah gila.!" Kenan marah besar dan Farid semakin terbahak.
...💔💔💔...
"Mama, apa mama tau? Mas Kenan dan wanita ****** itu sudah bercerai dan itu artinya ini adalah kesempatanku, kesempatan untuk ku masuk kedalam hati mas Kenan. Aku yakin dengan kecantikan ku dan daya tarik ku, aku bisa mendapatkan mas Kenan dalam genggaman ku." Tyas berkata dengan sangat percaya diri.
"Ma, bilang sama papa untuk membuat rencana perjodohan ku dengan mas Kenan ma." Tyas menyuruh mamanya untuk mempengaruhi papanya.
"Baik, mama akan coba" jawab nyonya Ayu
"Pa, tehnya." Nyonya Ayu membuatkan teh untuk suaminya.
"Ada apa, apa ada yang ingin kau minta katakan saja." Tuan Adi berkata langsung karena dia sangat tau sifat istrinya ini
"Papa tau saja." Nyonya Ayu berkata dengan tersenyum manis.
__ADS_1
"Apa kau butuh uang lagi? Katakan berapa" Tuan Adi berkata dan menatap istrinya
"Tidak, tidak pa. Bukan begitu, kenapa papa masih saja menganggap mama seperti itu, kemarilah pa." Nyonya Ayu menarik tangan suaminya dan duduk di sofa "Pa, waktu itu kan tuan Bram datang dan mengatakan kalau Kenan dan Fairi sudah berpisah dan Fairi pergi entah kemana. Kalau menurut mama jodoh mereka memang sampai di situ saja pa."
"Lalu maksud mu apa, katakan terus terang jangan berbelit - belit." Tuan Adi memotong kata - kata istrinya.
"Iya, bagaimana kalau papa menjalin dan mengeratkan persahabatan papa dengan menjodohkan Tyas dengan Kenan? Dengan begitu kan hubungan bisnis papa dengan teman papa itu tidak putus dan hubungan keluarga juga tetap terjalin baik, lagi pula bukankah Kenan tak pernah menyukai Fairi dari dulu. Bagaimana menurut papa?" Nyonya Ayu memberikan saran pada suaminya
"Maksud mu aku mengajukan permohonan perjodohan antara Kenan dan Tyas begitu?" Nyonya Ayu mengangguk "Jangan aneh - aneh, apa kau sudah gila hah?! Mereka pasti menemukan Fairi dan aku juga akan mencarinya doai ketemu." tuan Adi berkata dengan marah.
"Pa, lalu apa yang akan papa lakukan jika sudah menemukan anak itu? Apakah papa akan menikahkan mereka lagi? Akankah mereka mau dan setuju pa? Pikirkan itu, sekarang saja mereka berpisah dan itu sudah jelas kalau mereka tak akan mau hidup bersama." nyonya Ayu berkata dengan kesal
"Lalu menurut mu apakah Tyas akan mau dan setuju." tuan Adi bertanya dengan nada keras.
"Tyas setuju pa, demi kebaikan papa dan perusahaan Tyas setuju untuk dijodohkan sama mas Kenan, dan Tyas sangat menyukai mas Kenan pa." Tyas yang dari tadi mendengarkan dari luar langsung nyeletuk.
"Hem," tuan Adi terlihat berfikir "Ku pikirkan lagi nanti, karena belum tentu kalau Kenan akan setuju." gumam tuan Adi.
"Kalau soal itu papa tenang saja, aku akan mendekati mas Kenan pelan - pelan dan mengenalkan diri sebagai putri papa, aku yakin dia akan tertarik dan setuju dengan perjodohan ini boleh ya pa? Papa. Atau kalau tidak tolong atur aku untuk masuk ke perusahaan mas Kenan agar aku bisa kenal lebih dekat dengannya." Tyas terlihat sangat antusias.
"Jangan berfikir yang aneh h aneh, sebaiknya kamu fokus belajar saja." Tuan Adi berkata dan beranjak pergi.
...💔💔💔...
"Pa, tumben papa kesini? Ada urusan apa pa?" Kenan menyambut papanya yang tiba - tiba datang ke kantornya.
"Tidak, papa kebetulan sejalan jadi mampir." jawab tuan Bram dengan santai
"Baik pak, pak Bram ingin kopi apa? Pahit, manis atau yang sedikit asam?" Agus bertanya dan menunggu jawaban.
"Hm, kau baru bekerja disisi Kenan ya?" Tuan Bram bertanya karena merasa asing dengan Agus.
"Benar pak, saya baru 6 bulan di sini pak." jawab Agus dengan canggung.
"Om, kenapa om datang kesini tak bilang - bilang. Tau gitu Ambar minta dibelikan oleh - oleh." celetuk Ambar yang langsung masuk dan berbicara non formal sama papa Kenan.
"Ya jika kau sudah menikah dengan Farid akan ku berikan segalanya." jawab tuan Bram dengan santai.
"Hais." Ambar mendengus dan pergi begitu saja
"Hahaha, anak itu masih tetap saja." gumam tuan Bram.
"Kenapa papa suka sekali menjodohkan dia dengan Farid." Kenan bertanya dan tak habis pikir dengan papanya yang suka sekali menjodohkan semua pegawainya dengan orang yang dia anggap cocok.
"Oh, iya. Buatkan aku kopi pahit saja karena aku lelah sekali dan ingin menikmati manisnya dunia." jawab tuan Bram sambil tersenyum pada Agus.
"Baik pak." Agus langsung keluar
__ADS_1
"Kenan, kemaren papa ketemu sama Adi papa Fairi. Dan dia membicarakan soal perjodohan antara kau dan putrinya yang kedua Tyas Putri Wijaya. Hahaha,,,papa tak habis pikir dengan mereka, tapi ibu dan putrinya sangat ngotot jadi atasi sendiri. Papa yakin kamu pasti punya jawabannya, jadi papa cuma memberitahu mu ini saja." jelas tuan Bram
"Lalu papa setuju dengan mereka? Bagaimana dengan mama?" Kenan bertanya karena dia merasa kaget dengan papanya
"Tidak, soal mamamu. Kau pasti suda tau pasti apa jawabannya kan. Papa tak mengiyakan dan juga tak menolak, papa hanya bilang semua keputusan ada ditangan mu." Tuan Bram berkata dengan santai.
"Papa begitu percaya pada ku? Bagaimana jika aku oleng lagi?" Kenan berkata dengan nada bercanda.
"Coba saja maka selamanya papa tak akan memberitahu mu soal Fairi." Tuan Bram berkata dengan serius.
"Papa tau dimana Fairi? Katakan dimana dia pa, pa katakan pada Kenan dimana dia?" Kenan terlihat tak sabar pada papanya setelah tau kalau papanya tau dimana Fairi.
"Atasi dulu semua masalahmu dan selesaikan semuanya. Terima kasih Gus." Tuan Bram berkata dengan ramah dan meminum kopi buatan Agus.
"Iya pak." Agus berkata dengan senang dan dia menata berkas di meja Kenan untuk dibawah ke Farid.
"Setelah semuanya selesai papa akan beritahu kamu dimana dia." Tuan Bram berkata dan beranjak pergi.
1 jam sebelumnya
"Halo om ini Melisa." Suara dari sebrang yang sedang menghubungi tuan Bram
"Oh, iya katakan ada apa nak? Oh iya coba video call saja biar om tau keadaan mu." Tuan Bram
"Om, Lisa mau pulang minggu depan dan Lisa minta tolong jangan bilang sama kak Farid ya
karena Lisa mau buat kejutan di hari ulang tahun kakak." Melisa merubah panggilannya menjadi video call.
"Hm, baiklah. Kau ingin seperti apa kejutannya? Om sama Tante akan membantu." Tuan Bram
"Iya Om Lisa ingin seperti ini..." Melisa mengatakan rencananya dan tanpa sengaja tuan Bram melihat Fairi dibelakang Melisa sedang berbincang dengan seseorang.
"Tunggu Lisa, apa orang dibelakang mu itu adalah orang Indonesia?" Tuan Bram
"Eh, iya. Dia adalah manajer di hotel ini om. Dan dialah yang sering Lisa ceritakan sama om selama ini." Melisa
"Bukankah manajer mu itu bernama Laras." Tuan Bram
"Iya, di sini dia terkenal dengan nama Larasati. Tapi saat sendirian Lisa memanggilnya mbak Fairi, orangnya sangat baik om dan Lisa sangat menyukainya." Melisa
"Hm, jaga dia dengan baik." Tuan Bram
"Maksud om?" Melisa
"Tidak, kamu dan dia harus saling menjaga dengan baik." Tuan Bram
"Pasti om, oh iya jangan lupa ya om apa yang Lisa pesan tadi. Lisa kerja lagi, salam sama Tante." Melisa mematikan sambungan video call dengan tuan Bram.
__ADS_1
1 jam kemudian
"Akhirnya aku telah menemukan menantuku, tapi aku tak akan memberitahu Kenan dulu karena aku ingin melihat Kenan menderita sedikit lebih lama." gumam tuan Bram sambil tersenyum setelah mematikan sambungan telepon dengan Melisa.