
Rudy keluar dari ruang kerjanya dan tampak sedang bertelefon dengan seseirang. Ia tampaknya ingin keluar karena tampak terburu-buru.
Seaat Ia menutup telefonnya, dan memasukkan phonsel itu ke dompet phonsel yang terpasang dipinggangnya.
Tanpa sengaja Ia melihat Renata yang sedang berada didapur sedang memakan sesuatu,Ia mencoba menghampirinya.
"Sedang makan apa, Sayang? Tanya Rudy yang sudah berada disisi Renata dan melihat Renata sedang menyantab terung panggang dengan sambal matah.
"Kamu hanya makan ini?" tanya Rudy penasaran danntak percaya.
Renata menganggukkan kepalanya dan mentap pada Rudy.
"Sepertinya calon anak kita ini perempuan" ucap Rudy sembari tersenyum smrik.
Renata menatap Rudy dengan bingung "Kenapa Mas bisa menebak kearah situ?" tanya Renata penasaran.
"Karena jik seorang wanita mengidam suka makan sayur-sayuran itu mendominasi anak perempuan, namun jika suka makan jenis daging, biasanya mendominasi anak laki-laki" ucap Rudy menjelaskan.
Renata hanya tersenyum tipis "Mas nenginginkan anak laki-laki apa perempuan?" tanya Renata.
"Apapun hasilnya semua sama saja" ucap Rudy sembari mengecup ujung kepala Renata "Mas ada keperluan sebentar, dan mungkin pulang agak lama, jangan terlalu capek" pesan Rudy kepada Renata.
Wanita itu menganggukkan kepalanya, lalu Rudy beranjak berlalu meninggalkan dapur.
Renata menatap punggung pria itu, bagaimana Ia tidak Jatuh cinta pada sang pria, jika perangainya begitu memabukkan dan memanjakannya.
Rudy mengendarai mobilnya menuju sebuah lembaga permasyarakatan. Ia tampak begitu tenang dan tak sedikitpun guratan cemas dihatinya.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit lamanya, Ia sampai didepan gerbang lembaga permasyarakatan tersebut.
__ADS_1
Rudy mengetuk gerbang, dan memeprlihatkan dirinya. Seorang sipir yang melihatnya langsung membuka pintu gerbang dan mempersilahkannya masuk.
Rudy menemui kepala sipir dan mengatakan ingin bertemu seorang narapidana yang telah menjalani masa tahanannnya beberpa tahun, dan masih menyisakan waktu yang sangat lama untuk mendekam didalamnya.
Dengan begitu mudahnya Eudy melewati ruang pemeriksaan dan Seorang pria sudah duduk diruang jenguk karena seorang Sipir mengeluarkannya dan memberitahu jika ada yang akan menjenguknya.
Seketika wajah narapidana yang tak lain adalah Ramli terbeliak melihat siapa yang mengunjunginya.
Seketika Ia tersenyum sinis menyambut orang yang mengunjunginya.
Rudy duduk disebuah kursi yang mana mereka salaing berhadapan satu sama lain dan dipisahkan oleh sebuah meja.
"Bagaimana Kabarmu? Apakah sangat menyenagkan didalam sini atau ingin menambah masanya?" ucap Rudy dengan nada penuh penekanan.
Seketika Ramli mengerutkan keningnya mendengar ucapan Rudy.
"Apa maksudmu deengan menambah masa tahanan" tanya Ramli tak mengerti.
"Apakah Kau lupa telah mengirimkan pesan ini kepadaku?" tanya Rudy dengan nada setenang mungkin.
Ramli tercengang melihatnya "Bukankah semua itu benar adanya? Kau merebut istriku saat Aku berada didalam penjara" ucap Ramli dengan nada sinis.
Rudy menyandarkan tubuhnya disandaran kursi dengan tatapan datar dan dingin.
"Merebut darimu? Apakah Kau lupa? Jika Kau telah menyerahkannya sejak 20 tahun yang lalu, dengan menukar Istri asliku dengannya, dan karena ulahmu aku melakukan perzinahan berpuluh tahun lamanya tanpa pernah aku sadari" ucap Rudy dengan nada yang penuh intimidasi.
"Persetan.. Aku ingin Ia menghasilkan untuk menghidupi kebutuhanku dengan mengirimnya kepadamu" jawab Ramli kesal.
"Berarti Aku tidak merebutnya, namun kau yang menyerahkannya" jawab Rudy dengan senyum sinis.
__ADS_1
Ramli mengepalkan tinjunya dan rasanya ingin menonjok wajah tampan Rudy.
"Sialan Kau.. Itu sama halnya Aku menyewakannya untukmu, Kau mendapatkan tubuhnya, dan mendapatkan uang dari itu semua" jawab Ramli kesal.
"Wow.. Menyewakan seorang istri demi sebuah ambisi menguasai uang seseorang? Begitu murahkah istrimu hingga Kau membuatnya seperti itu?" tanya Rudy dengan nada sedikit emosi karena Ia mengggap begitu murahnya Renata dimata Ramli.
Ramli tersenyum mengejek "Dan Kau sudah memakainya, maka bayarlah sewanya padaku, jika tidak aku akan menuntutmu!" ancam Ramli dengan cepat.
"Coba saja! Dia istriku, dan tidak ada sewa menyewa dalam hal ini. Aku sudah menjadikannya halal dan Kau juga sudah menandatangi surat perceraian itu dengan menerima uang yang banyak sebagai imbalan yang kau minta" jawab Rudy dengan tatapan dingin.
"Aku tak perduli.! Berikan Aku uang untuk mengganti tubuhnya" ucap Ramli kesal.
"Sudah ku katakan, Dia istri sah ku saat ini, dan tidak ada uang apapun untukmu! Tetapi jika Kau mau, Aku akan menggantinya dengan tambahan masa tahananmu atas pasal perbuatan tidak menyenangkan dan ancaman, aku masih memiliki rekam jejak chat mu, dan sangat mudah bagiku untuk membuatmu membusuk seumur hidup didalam tahanan ini" ucap Rudy dengan penuh ancaman.
Seketika Ramli tersentak kaget mendengar ucapan Rudy, niatnya dapat memeras pria itu kini berbalik menghantamnya, jangankan mendapatkan uang yang diinginkannya, justru Ia akan terancam mendekam dibalik jeruji besi dengan tambahan masa tahanan.
"Baiklah, selamat tinggal, jika Kau tak ingin masa tahananmu bertambah, maka buanglah mimpimu untuk mendapatkan apapun dari Renata. Aku telah berusaha memuliakannya saat Kau menghinakannya. Kini Ia telah berubah menjadi lebih baik, dan jangan pernah mengusik kehidupannya!!" Rudy mencoba memperingatkan Ramli dengan sebuah penekanan disetiap kata-katanya.
Ramli mendengus kesal, karena tak mendapatkan apapun yang diinginkannya.
Ramli beranjak dari duduknya, lalu bergegas pergi meninggalkan Ramli yang tampak masih kebingungan dengan apa yang dialaminya. Ia tidak ingin mendekam terlalu lama didalam tempat yang sangat menyesakkan tersebut.
"Sialan Kau Rudy!!" umpat Ramli dengan geram, lalu petugas sipir kembali membawa masuk Ramli ke tempat ruang jeruji besi karena masa waktu kunjungan sudah habis.
Selama ini Ia memang memnafaatkan Renata untuk tinggal dirumah Rudy agar dapat menghidupinya dan bahkan Ia seolah seperti menyewakan tubuh Renata demi mendapatkan uang.
Danntanpa sadar jika Ramli adalah suami Dayyus yang diancam dalam Al-Quran akan dimasukkan kedalam api neraka karena menjadi suami yang tidak memiliki rasa cemburu terhadap istrinya, dan menjual istrinya kepada pria lain adalah perbuatan yang sangat dilaknat oleh Rabb-Nya dan ancamannya adalah api neraka.
Maka berhati-hatilah para kaum laki-laki, jika rasa cemburu tidak ada dihatimu saat istrimu mengumbar auratnya dan bahkan saat pria lain berusaha menikmati aurat istrimu ayau sengaja menjual istrimu demi alasan apapun, maka Kau akan diancam dalam api neraka.
__ADS_1
~Sekedar mengingatkan banyaknya beredar konten seorang suami yang sengaja memvediokan istrinya untuk konten vulgar dan menjualnya untuk mendapatkan uang bahkan ada juga yang sampai menjual istrinya ke lelaki hidung belang demi alasan ekonomi, maka suami itu adalah kelompok Dayyus yang mana Allah mengancamnya dalam laknat Api neraka~
Doain aurhor sehat selalu, agar dapat segera menamatkan novel ini dan akan ada novel berikutnya yang tak kalah menggemaskan, dimana dengan judul "SUAMIKI MENIPUKU" dimana tentang sebuah kisah nyata yang dialami oleh sahabat dekat author yang mana sudah berjalan 3 bab, dan akan berlanjut setelah novel ini tamat setelah mencapai 300 ribu kata sesuai target dari pihak platfom untuk mendapatkan reward kontrak tamat.