
Denny kembali ke ruangan tempat Amyra dirawat. Ia menatap wajah lemah sang istri "Maafin Mas ya , Sayang.. Karena tanam saham dirahim kamu membuat kamu harus menderita seperti ini" ucap Denny merasa bersalah.
Amyra hanya menatap dengan senyum lemah. Ia tidak dapat menyalahkan sang suami, sebab ini sudah menjadi suratan dan janin yang bersemayam dirahimnya merupakan anugerah yang sudah diberikan Rabb-Nya dan masih banyak diluaran sana yang berjuang untuk mendapatkan garis dua.
Sesaat perawat datang lagi dan mengatakan jika sore nanti Amyra dapat dirawat jalan dan dokter akan mengontrol ulang kondisi Amyra.
Denny menghubungi Mbak Ridha agar sopir menjemput Najma dan juga Ashraf.
Denny juga menerintahkan Mbak Ridha untuk mempersiapka n kamar dan mengganti sprei.
Mbak Ridha mengabarkan jika Asisten rumah tangga sudah datang dari pihak penyedia jasa asisten rumah tangga.
Saat Ini mereka sudah bekerja dan membantu Ridha untuk membereskan rumah.
Denny sedikit lega, sebab kini ada yang akan membantu Ridha untuk mengurus rumah.
Denny meminta kepada pegawai laundry untuk mengurus semua keperluan laundry, sebab Amyra akan cuti selama 6 bulan kedepan.
Andai saja Amyra mau berhenti membuka laundry, Denny akan lebih senang, sebab agar membuat Amyra lebih beristirahat dirumah dan fokus kepada Ashraf dan juga Najma.
Setelah mengurus seluruh Administrasi, Amyra dapat dipulangkan dan dirawat jalan, namun tetap dengan bantuan infus yang terpasang sebagai membantu pemulihan tenaganya.
Amyra dibawa menggunakan ambulance menuju rumah. Saat ini Amyra didampingi Denny didalam ambulance, dan meminta sopir membawa mobilnya yang ditinggal diparkiran rumah sakit.
Sesampainya dirumah, Amyra dibawa menggunakan ranjang troli dan Denny meletakkan tubuh Amyra dengan begitu sangat hati-hati.
Setelah mendapatkan posisi yang nyaman, Denny menyelimuti setengah tubuh Amyra.
Setelah itu, Ambulance meninggalkan kediaman Denny dan kembali ke rumah sakit.
__ADS_1
Dua orang asisten rumah tangga yang bertugas membersihkan rumah dan juga memasak mulai bertugas hari ini.
Sedangkan Ridha dipercaya untuk menjaga Amyra, sebab Ridha sudah lama bekerja dirumah mereka.
Senja telah tiba, Amyra meminta untuk shalat maghrib, dan Denny membersihkan tubuhnya. Kali ini Denny shalat didalam kamar, sebab Amyra meminta shalat berjamaah dan Denny mengabulkannya.
Amyra menjadi makmum dengan cara berbaring di ranjang, lalu Ashraf dan juga najma ikut dibelakang Papanya dan menjadi makmum.
Ditempat lain, Reno dan Nazla juga tampak sedang bernahagia, sebab Nazla saat ini juga sedang mendapat amanah mengandung anak dari Reno. Namun berbeda dengan Amyra, Nazla tampak tidak mengalami mengidam apapun. Ia tidak mengalami mabuk berlebihan bahkan tidak mengalami sama sekali.
Nazla masih dapat beraktifitas seperti biasanya, Ia juga tetap mendidik anak-anak santrinya.
Dalam didikan Nazla, kini Adnan tumbuh sebagai seorang anak yang begitu patuh dan hafalannya sudah sangat hampir sempurnah. Nazla berjanji kepada Adnan, jika kelak Ia dapat menghafal 30 juz, maka Nazla akan menyekolahkan Adnan tjngakt Aliyah/SMA hingga perguruan tinggi di Mesir.
Mendapat perhatian yang sangat besar dari Nazla membuat Adnan semakin bersemangat, sehingga Adnan terus memacu dirinya untuk menjadi fokus.
Adnan menangis haru, sebab Ia mendapatkan hadiah yang sangat istimewa. Ternyata selama ini Adnan diam-diam berdoa dan berharap jika Ustazah Nazla akan menjadi ibu sambungnya, namun diluar dugaannya, ternyata doanya terkabul sudah sejak lama.
Mendapati kenyataan tersebut, Adnan semakin bersemangat, bahkan dihari ulang tahunnya, Ia dengan rasa bersyukur menyetorkan hasil hafalannya kepada Ibu sambungnya dengan perasaan yang sangat bahagia.
Reno tak mampu mengungkapkan perasaannya yang begitu sangat bangga dan bersyukur, sebab dikarunia istri yang begitu sangat menyayangi kedua anak dari pernikahannya terdahulu.
Saat mengetahui Nazla mengandung anaknya, kini Reno semakin mencurahkan kasih sayangnya kepada wanita solehanya.
Raisa yang mendengar kabar akan memiliki adik lagi, merasa sangat senang, sebab Ia berharap memiliki teman bermain, karena Kakaknya Adnan sudah tidak lagi bersamanya sebab telah mondok dipesantren.
"Horeee.. Raisya punya adik lagi" celoteh Gadis kecil itu, sembari membelai lembut perut Nazla yang tertutup dengan hijabnya yang lebar.
Suasana ulang tahun Adnan yang dirayakan dirumah Abah seketika menjadi riuh karena ocehan Raisya yang sangat polosnya.
__ADS_1
Kali ini acara ulang tahun Adnan tentu berbeda, tanpa tiup lilin dan lagu ulang tahun, namun dipenuhi shalawat dan doa yang menggema diruangan itu.
Anak-anak panti asuhan dan yatim piatu dan juga kaum dhuafa menjadi tamu istimewa diacara ulang tahun Adanan yang ikut memeriahkan hari bahagia bocah laki-laki tersebut.
Hidup bersama Nazla, maka Reno mulai membiasakan mengikuti aturan yang berlaku didalam kehidupan Nazla.
Anak-anak panti asuhan dan juga yatim piatu serta kaum dhuafa mendapatkan bingkisan sembako dan juga amplop berisi uang sebagai cindera mata. Bahkan mereka disuguhi makanan yang lezat dan tak pernah dimakan oleh mereka.
Semua orang yang berada dijamuan ulang tahun Adnan tampak begitu sangat berbahagia dan mengucapkan doa terbaik untuk bocah laki-laki itu.
Reno memandang sang istri dengan penuh cinta. Hidupnya kini berubah drastis, bahkan rezekinya terus bertambah dan perusahaanjha mengalami kemajuan yang pesat. Sebab Nazla mengajarkan agar Reno mengeluarkan zakat setiap bulannya dari laba yang diperoleh oleh perusahaannya.
Semakin Ia berbagi, ternyata Rabb-Nya menggantinya dengan beripat-lipat lebih dari yang di keluarkannya.
Nazla pernah berpesan kepadanya 'Kunci keberkahan itu, jangan takut berbagi kepada yang membutuhkan, sebab semakin rajin berbagi, maka Rabb akan semakin menambahnya dengan keberkahan yang berlipat dari apa yang telah Kita keluarkan'.
Saat ini Reno benar-benar merasakan jika apa yang dikatakan sang istri benar-benar terbukti.
Bahkan Nazla juga berpesan, jangan pernah menipu keringat karyawan dan membayar upah sesuai kewajiban, tanpa menguranginya. Bahkan memberikan bonus juga merupakan sedekah yang juga merupakan menambah keberkahan bagi perusahaan.
Reno merasakan jika apa yang diajarkan oleh Nazla merupakan hal baru yang diketahuinya dan Ia akan mengajarkannya kelak kepada Adnan sebagai penerusnya dalam menajalankan perusahaan yang akan dipegangnya suatu saat nanti.
Reno kini menemukan berlian yang begitu indah dihidupnya. Setiap perjalanan hidupnya bersama Nazla, penuh dengan pelajaran hidup yang sangat berharga.
"Terimakasih, Sayang.. Sudah mengajarkanku arti hidup yang sesungguhnya" ucap Reno dengan perasaan cinta yang begitu dalam.
Disatu sisi, Adnan memandang tamu acara ulang tahunnya, Ia mencari seseorang disana, namun tidak terlihat.
"Najma" Gumannya dalam hati, sebuah nama yang begitu terpatri direlung hatinya.
__ADS_1