
Najma si gadis kecil yang kini merasa keswpian. Ia belum tau caranya bercerita kepada seseorang tentang perasaannya saat ini. Ia mencari keberadaan Adnan yang tak pernah lagi terlihat.
Ingin bertanya kepada Ibunya tentulah Ia sangat sungkan. Ia mencoba memendam sendiri rasa kesepiannya dan menghabiskan waktunya dimeja komputer dan terus berkarya dengan berbwgai imajinasinya yang terus mulai membaik dan berkembang.
Najma setiap sorenya selalu menatap luar jendela, menanti sahabat sekaligus sepupunya yamg selalu mengajaknya bersepeda berkeliling kompleks. Namun beberapa bulan ini tidka terlihat.
Najma si gadis kecil merasakan hidupnya hampa dan sesuatu yang kosong dalam relung hati seorang gadis kecil yang merindjkan seseorang.
Sementara itu, Adnan masih terus berusaha untuk menghafal hafalannya. Entah hal apa yang membuatnya begitu tertarik untuk masuk kedalam pondok pesantren. Berawal dari teman kelasnya sewaktu duduk dibangku Sekolah Dasar yang bercerita ingin masuk pesantren agar dapat memberikan mahkota kepada kesua orangtuanya, terutama Papa dari sahabatnya sudah meninggal dunia, dan Ia ingin membahagiakan Papanya dialam sana.
Seketika Adnan yang mendengarnya lalu memiliki keinginan yang sama, meskipun Ia tau Mamanya petnah meninggalkannya, namun Ia berusaha menjadi seorang pemaaf dan tetap berbakti kepada Mamanya.
Rasa semangat dan antusiasnya membuat sang Mama sambungnya semakin menyayanginya dan terus mendukung semua yang dilakukan oleh Adnan.
Dengan bimbingan Nazla, Ia beranjak menjadi seorang remaja putera yang memiliki wawasan yang sangat mumpuni dibidang keagamaan. Bahkan kini Raisa juga sudah mulai dididik dalam ilmu agama.
Amyra memasuki kamar Najma "Sayang.. Sudah shalat Ashar?" tanya Amyra dengan lembut dan menghampiri puterinya.
Najma menganggukkan kepalanya, lalu memandang Mamanya dengan sendu, setelahnya Ia menatap keluar jendela.
Amyra mengetahui apa yang kini dirasakan oleh puteronya, Ia sedang mencari sosok bocah laki-laki yang merupakan sahabat dan juga sepupunya itu.
Namun Amyra sengaja tidak ingin memberitahu kemana Adnan pergi, sebab Ia ingin kedua bocah itu fokus kepada minat dan bakat mereka masing-masing. Belum saatnya mereka mengenal tentang apa itu perasaan yang bersemayam dihati keduanya.
"Kalau begitu segera mandi, hari hampir senja.. Nanti kita shalat berjamaah bersama Papa.." ucap Amyra kepada gadis kecilnya.
Najma hanya menganggukkan kepalanya, dan Amyra segera keluar dari kamarnya. Ia menuju kamarnya dan ingin membersihkan dirinya.
Saat Ia masuk kekamar mandi, Ia dikejutkan melihat Denny yang sudah terrlebih dahulu didalam kamar mandi.
Amyra ingin berbalik untuk keluar, namun Denny dengan cepat menariknya masuk kedalam lalu mengunci pintunya.
"Mas.. Ini mau Maghrib.. Jangan yang aneh-aneh deh.. " Amyra mencoba mengingatkan.
"Iya.. Siapa bilang ini Subuh?" jawab Denny sekenanya.Lalu Ia kembali melanjutkan menyikat giginya.
Amyra berdoa dalam hati meminta agar Denny tidak berbuat aneh senja ini.
Denny dapat menebak apa yang difikirkan Amyra saat ini, Ia tersenyum geli melihat sikap Amyra yang tampak ragu-ragu melepaskan pakaiannya.
__ADS_1
"Lepaskan saja, lagi pula Mas sudah melihat semuanya" Ledek Denny kepada istrinya.
Seketika wajah Amyra bersemu merah dan membolakan matanya, lalu Ia dengan cepat mencubit gemas lengan suaminya.
"Dasar me-sum.." ucap Amyra kesal sembari memanyunkan bibirnya.
Najma sudah menyeselaikan Animasinya, lalu Ia membersihkan dirinya dan menuju Mushallah yang ada didalam rumah mereka untuk shalat Maghrib berjamaah.
Tampak Papa dan Mamanya baru saja keluar dari kamar dan sudah mengenakan pakaian lengkap untuk shalat.
Ashraf dan Mbak Ridha juga ikut shalat berjamaah bersama dengan Denny.
Ditempat lain, Reno yang kini harus terpaksa pindah ke kediaman Nazla dan Ia harus mengikuti apa yang dilakukan oleh keluarga mertuanya.
Dimana Ia yang tidak pernah mengikuti pengajian harus belajar mengikuti pengajian yang rutin dilakukan setiap Malam jum'atnya.
Perlahan Reno mulai menata hidupnya, setiap dibalik ujian ada hikmah yang dapat diambli dari sebagai pembelajaran hidup.
Raisa mulai tumbuh menjadi gadis kecil yang patuh dan juga menggemaskan.
Kehidupan yang dulunya pernah menyakitkan, kini berbalas dengan sebuah kehidupan yang sangat manis.
Perlahan Reno mulai mengenal ilmu agama dan juga faham akan sebuah kehidupan yang hakiki dan sebenarnya.
Sementara itu, Denny baru saja selesai dengan konten Animasinya. Ia tampak begitu sangat lelah. Amyra membuatkannya kopi dan juga camilan kesukaan suaminya.
"Mas.. Ini diminum kopinya, Mas.."ucap Amyra, sembari menyajikan kopi tersebut kepada suaminya.
Denny menoleh kepada istrinya "Tubuh Mas rasanya pegal banget, bisa urut gak..?" pinta Denny memelas.
Amyra menatap suaminya yang tampak sangat lelah, lalu menganggukkan kepalanya. Ia meminta suaminya untuk naik keatas ranjang dan bertelungkup.
Lalu Denny beranjak dari kursinya dan menuruti perintah Amyra.
Lalu Amyra melucuti pakaian suaminya dan mencoba menjadi tukang pijat profesional yang berusaha membuat pasiennya merasa rileks.
Amyra memulai pijatannya dan Denny mencoba merasakan setiap sentuhan dari pijatan istrinya.
"Ternyata kamu berbakat juga Sayang jadi tukang pijat" puji Denny membuat Amyra merasa tersanjung.
__ADS_1
"Benarkah?" tanya Amyra yang semakin bersemangat untuk memijat suaminya.
Denny menganggukkan kepalanya dan merubah posisi tidurnya menjadi telentang.
"Dibawah mata kaki itu coba pijatkan menggunakan minyak urut, biar aliran darahnya lancar" pinta Denny.
Amyra menganggukkan kepalanya, lalu menuruti perintah suaminya.
Denny tampak menggeliat karena terasa sangat sakit.
"Kenapa, Mas..? Apakah terasa sakit?" tanya Amyra dengan khawatir.
"Tidak.. Itu biasa, berarti tepat ditempat yang sakit" jawab Denny sembari tersenyum.
Denny menatap Amyra yang tampak serius untuk memijatnya, lalu dengan perlahan Ia menarik tangan wanitanya dengan lembut yang membuat Amyra terjerembab jatuh keatas tubuh suaminya.
Sesaat keduanya saling bertatapan, lalu Denny membawa kepala wanitanya untuk mendekati wajahnya.
Denny menyesap bibir wanitanya dengan lembut dan membuat Amyra larut dalam buaian cinta yang memabukkan.
Keduanya mulai terlibat pergumulan panas yang membuat keduanya merasa berada dilautan cinta yang penuh dengan keindahan.
"Kau membuatku selalu terbuai, Sayang.. Pesonamu semakin membuatku tak ingin jauh darimu.. " bisik Denny yang membuat Amyra semakin tersanjung.
Denny tak mampu lagi menahan segala hasratnya yang kian semakin memuncak dan menggebu.
"Cintai Aku selamanya.. Jangan pernah berniat pergi.." Denny terus memacu gelombamg cinta yang hampir mencapai puncak surgawinya.
"Sayang...Aku mencintaimu.." teriak Denny saat Puncak surgawinya semakin menjalar diseluruh aliran darahnya.
Ia terus memacu laju pencapaiannya, hingga akhirnya Ia melenguh panjang dan tak mampu menahan laju desiran surgawinya.
Amyra tersentak kaget "Mas.. Aku lupa ber-KB bulan ini" ucap Amyra dengan nada panik.
"Biarin.. Biar saja Ia menjadi seorang insan yang akan tumbuh berkembang didalam kehidupan kita" jawab Denny, lalu mengecup lembut ujung kepala Amyra.
Setelah mendengar jawaban suaminya, Amyra mendorong tubuh Denny agar menyingkir dari tubuhnya, lalu Ia menarik Denny hingga terlentang.
"Kalay begitu, Myra yang sekarang bekerja.. Sebab Myra belum mencapai puncak" ucap Amyra tersenyum nakal, lalu Ia memacu kendali permainan.
__ADS_1
sesaat
~Minal Idin walfa izin.. Mohon maaf lahir bathin.. Maaf author jarang UP.. Masih sibuk silaturahmi..🙏🙏🙏~