
Rudy kembali dari Lembaga permasyarakatan. Ianmengendari mobilnya dengan kecepatan sedang, Ia tak pernah menduga ada seorang pria serendah itu yang mampu menggadaikan istrinya hanya demi uang.
Ketika seorang suami tak memiliki rasa cemburu pada istrinya, maka tidak ada cinta pada hatinya, dan suami seperti itu tidak layak menyandang gelar seorang imam dalam rumahtangga.
Sebab jika Ia mencintai istrinya, jangankam menggadaikan tubuh istrinya pada pria lain, ketika pria lain melirik istrinya saja Ia sudah akan sangat terbakar cemburu, atau ada istrinya tanpa sengaja memakai pakaian robek dibagian tertentu, Ia akan sangat marah. Intinya Ia tidak rela jika anggota tubuh istrinya dilihat oleh pria lain.
Namun Ramli, Ia menggadaikan Renata padanya hingga kurang lebih 20 tahun hidup dalam satu atap tanpa ikatan apapun, dan itu cukup membuktikan tidak adanya cinta di hati Ramli, yang ada hanya uang dan kesenangan.
Lalu mengapa tiba-tiba sekrang Ia menuduhnya menjadi perebut istrinya, jika sebelumnya Ia sendiri yang mengantarkan Renata ke rumahnya? Sungguh sangat ironis, dan lagi-lagi semuanya karena uang.
Jika ingin menurutkan emosi, maka Rudy ingin membuat Ramli mendekam dipenjara seumur hiudpnya. Sebab sudah melakukan pasal berlapis.
Dimulai dari perencanaan pembunuhan terhadapnya hingga menewaskan Burhan sahabatnya, pembunuhan terhadap Denada istrinya, penculikan dan eksploitasi terhadap baby sisiters Rania, serta penipuan karena mengirimkan Renata sebagai Denada palsu sehingga Ia harus berzinah selama 20 tahin lamanya, dan perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman yang baru saja dilakukannya dengan diiringi pemerasan.
Rudy menghela nafasnya dengan berat. Sebenarnya Ia juga tidak ingin repot-repot ke lembaga permasyarakatan untuk membereskan masalah ini dan hanya tinggal mengirim orang suruhannya, namun Ia ingin membuat Ramli mengerti, jika Ia berhdapan dengan orang yang salah.
Namun jika Ramli masih tetap mengganggunya, maka Ia tidak akan memberikan ampunan pada pria itu.
Tanpa sadar, Rudy melintasi sebuah pasar tradisional modern. Ia memperlambat laju mobilnya, dan menepi ditempat parkir. Ia menatap pasar tersebut, dan bukanlah typenya untuk turun ke pasar dan berbelanja.
Rudy turun dari mobilnya, lalu menuju ke dalam pasar melihat berbagai penjual sayuran serta kebutuhan pokok lainnya disana. Ia berjalan menuju pedagang sayur, lalu melihat terung ungu yang segar karena sepertinya baru dipetik.
Rudy menghampirinya dan mengambil 2 kg terung ungu tersebut, dan tanpa menawarnya langsung membayarnya.
Bahkan Rudy meninggalkan kembaliannya sehingga membuat pedagang sayur itu tercengang.
Entah apa yang ada dibenak Rudy saat ini, apakah cinta telah membuat seseorang dapat merubah segalanya? Ia seorang pria yang serba instan dan tak ingin ribet dengan sesuatu hal, harus repot-repot memasuki pasar, hanya karena melihat Renata memakan terung itu sebagai asupan untuk calon janin mereka.
__ADS_1
Itulah cinta, penuh misteri dan tak dapat ditebak. Hingga membuat orang kuat menjadi lemah, dan orang lemah menjadi kuat.
Rudy menenteng plastik kreseknya, dan meletakkannya di jok mobil dekat kemudi. Kemudian Ia mengemudikannya menuju kerumah.
Dilain sisi, Grace perlahan merasakan jika luka disekujur tubuhnya mulai membaik, Ia sudah dapat memulai aktifitasnya. Namun Tony belum berani menyentuh wanita itu, sebab ingin memastikan kondisi Grace benar-benar sembuh.
Keduanya sepakat untuk melamar pekerjaan yang memeperkejakan pekerjanya dari rumah. Mereka melamar melalui perusahaan asing dan karena keterampilan dan pengalaman yang mereka miliki, membuat keduanya dapat diterima dengan mudah.
Keduanya mulai menata hidup mereka yang selama ini penganut kaum hedonisme menjadi seseorang yang memiliki aturan dan batasan.
Tony membantu mengoleskan salep di beberapa luka ditubuh Grace yang tidak terjangkau oleh wanita itu. Ia membayangkan jika saat itu pasti Grace mengalami rasa sakit yang luar biasa saat melayani fantasi liar para pria asing tersebut.
"Malam ini Kita menikah sirri, apakahkah Kamu mau?" tanya Tony sembari mengoleskan salep itu.
Grace menoleh kearah Tony yang berada dibelakang punggungnya "Apakah Kau serius dengan hubungan ini?" Grace kembali bertanya.
Grace menatap pria yang pernah Ia benci dan dianggapnya rendahan "Baiklah, Aku setuju" jawab Grace dengan sebuah anggukan kepala.
Tony tersenyum smirk, lalu menyambar bibir wanita itu dan menyesapnya sesaat.
"Terimakasih, dan jika kamu sudah sembuh nanti, apakah Kamu mau memberikanku anak?" tanya Tony yang mulai berfikir untuk perencanaan memiliki anak dalam hubungan mereka nantinya.
Grace tak terfikirkan sedikitpun selama ini akan hal itu, sebab Ia hanya ingin hidup bebas tanpa ada anak yang akan mengganggu kehidupan bebasnya.
Namun sepertinya Ia akan merubah pola fikirnya saat ini, sebab usianya juga semakin bertambah bersama seiring waktu berjalan.
Ia melihat Denny yang merupakan sebaya dengannya telah memiliki 2 orang anak dan kini sedang menanti kelahiran anak ketiga mereka, dan mungkin itu merupakan suatu pembelajaran yang akan diambilnya, jika hidup ini bukan hanya tentang kebebasan dan hidup liar, namun harus ada planing yang dapat mengarahkan hidupnya kelak.
__ADS_1
"Apakah Kau tidak menyesali memiliki anak dari wanita sepertiku?" tanya Grace dengan ragu.
Tony menatap wanita itu " Kita hanyalah sama-sama sang pendosa yang mencoba merubah diri menjadi baik, dan Kita akan menerima setiap kekurangan dan kelemahan kita masing-masing. Mari kita bangun sebuah hubungan dengan ikatan yang baik" ucap Tony yang saat ini mulai tampak bijak dalam bersikap.
"Lalu dimana Kita akan menikah?" tanya Grace penasaran.
"Aku memiliki seorang teman yang dapat mengurus masalah ini, dan jika kamu bersedia, malam ini kita pergi ke mesjid yang mana temanku sudah membuat janji dengan seirang ustaz disana untuk menikahkan kita" ucap Tony menjelaskan.
Grace menganggukkan kepalanya "Namun Aku tak memiliki pakaian yang bisa untuk dipakai melakukan ijab qabul" ucap Grace dengan lirih.
"Masalah itu sangat mudah, bagaimana jika Kita membelinya sekarang?" tanya Tony kepada Grace.
"Baiklah, Ayo Kita pergi" jawab Grace, lalu memungut pakaiannya yang berserakan dan menggunakannya.
Keduanya menuju sebuah pusat perbelanjaan untuk mencari pakaian yang sesuai dengan ijab qabul mereka.
Sesampainya di sebuah Mall, mereka memasuki toko penjual busana yang menawarkan berbagai desaian dan bahan yang sesuai kualitas dan harganya.
Saat keduanya asyik memilih pakaian muslimah tersebut, tanpa sengaja Grace menyenggol seorang wanita berhijab lebar yang juga sedang memilih busana muslimah.
Grace menatapnya, seperti pernah melihatnya, namun entah dimana.
"Sudah selesai, Sayang? Yang mana yang kamu suka?" terdengar suara seorang pria yang menghampir wanita berhijab tersebut.
Seketika Grace membolakan matanya dan memalingkan wajahnya, lalu membawa Tony ke luar dari toko tersebut dan mencari toko lain.
"Lho.. Kenapa tidak jadi? Apakah tidak ada yang cocok ucap Tony saat mendapati dirinya ditarik keluar dari toko oleh Grace dengan tiba.
__ADS_1
"Ada Pak Denny bersama istrinya ditoko itu, aku malu berhadapan dengannya" ucap Grace tanpa menoleh ke arah Tony dan terus menarik pergelangan tangan Tony menjauhi toko tersebut.