Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 68


__ADS_3

"Permisi, saya mau ambil minuman dulu." Fairi berdiri dan berjalan kearah meja minuman.


Terlihat sekeliling adalah orang - orang yang sungguh sangat menikmati acara pesta malam itu, bahkan anak - anak pun terlihat sangat seru bermain. "Ini sungguh acara yang baik" gumam Fairi dengan senyum tipis berdiri didepan meja menu.


Terlihat dari jauh Tyas yang mengawasi pun bergegas berjalan mendekati Fairi dengan perasaan yang sangat tak suka dan tatapan penuh dengan kebencian, dengan langkah yang dibuat seolah dia adalah model profesional Tyas berjalan meliuk dengan keindahan lekuk tubuhnya yang mampu membuat orang mabuk dan senyum profesionalnya dia berdiri tepat dibelakang Fairi, dengan sengaja Tyas berjalan saat Fairi mau berbalik dan menendang Fairi hingga minuman yang dipegang oleh Fairi tumpah mengenai gaunnya. "Oh, maaf aku terburu - buru dan tak melihat jadi tak sengaja menendang mu, apa kau tak apa?" Tyas berkata dengan nada dan tatapan mengejek Fairi.


"Aku tak apa adik ku, dan tolong lain kali kamu harus lebih berhati - hati lagi, karena jika tidak justru kau yang akan celana nanti." Fairi membalas dengan nada ramah dan senyuman manis.


Fairi meletakkan gelasnya di meja dan berjalan mendekati Tyas serta memeluk Tyas dengan senyuman nya yang bisa membuat orang lain terkecoh akan apa yang mereka lihat, Fairi berbisik tepat ditelinga Tyas dan hal itu membuat Tyas kaget serta marah namun tak bisa untuk membalasnya karena dia tak ingin merusak citra dirinya.


"Ok, aku pergi dulu." Fairi langsung meninggalkan Tyas dan berlalu.


"Sialan, dia jadi semakin berani sekarang. Sebenarnya selama ini dia menghilang kemana, dan kenapa dia jadi berubah saat kembali. Fairi, rupanya kau sudah bukan lagi Fairi yang dulu mudah untuk ditangani ya, aku tak salah dengan mengirim orang itu dan ayo kita lihat siapa yang akan menang pada akhirnya." Tyas bergumam dengan kesal dan marah.


Acara malam itu pun berlalu dan sebelum benar - benar selesai Fairi sudah kembali dan membawah putranya karena keesokan paginya Kemal harus masuk sekolah, dan Fairi tak ingin mengajarkan pada putranya itu cara yang salah dengan bolos sekolah hanya karena pergi ke pesta


...💔💔💔...


"Ayo... Kita lari kesana." teriak Kemal dengan sangat seru yang sedang bermain dengan teman - temannya.


Bruk (Kemal tak sengaja menabrak Kenan yang berdiri didekat tempat mainan anak)


"Oh, maaf." dengan wajah menciut Kemal meminta maaf pada Kenan yang saat itu sedang berdiri menatapnya.


Kenan tersenyum menatap Kemal, karena siang itu Kenan memang sengaja untuk datang ke sekolah Kemal karena ingin bertemu dengan Kemal. "Tak apa boy, masih ingat dengan om?" Kenan berjongkok dan bertanya pada Kemal


Kemal memiringkan kepalanya dan berusaha untuk mengingat sambil menatap Kenan dengan tatapan bertanya - tanya, Kenan tersenyum melihat ekspresi lucu dari Kemal dan tanpa sengaja Kenan pun tersenyum serta mencubit pipi Kemal lalu mengusap kepala Kemal dengan lembut.


"Oh, ya aku ingat. Om adalah om yang dari pesta semalam kan? Tapi kenapa om di sini, apa om juga bersekolah di sini?" tanya Kemal dengan wajah polosnya.

__ADS_1


Kenan tersenyum mendapatkan pertanyaan dari Kemal "Sedewasa apa pun cara anak - anak menghadapi situasi, dia tetap saja anak - anak dan selalu berkata dengan polos tanpa berfikir hal lainnya." gumam Kenan dan mengusap kepala Kemal lagi.


"Om tidak bersekolah di sini tapi om datang untuk menemui mu, apa kau mau ikut dengan om?" Kenan berkata dan menatap Kemal


"Tapi aku tak kenal dengan om, dan kata honey aku gak boleh ikut dengan sembarang orang." Kemal berkata dan menatap Kenan.


"Apa om terlihat seperti orang jahat? Apa kamu tak suka dengan om?" Kenan bertanya lagi


"Tidak, om kan teman kerja honey. Jadi om pasti orang baik dan aku juga suka dengan om... Oh iya, namaku Kemal nama om siapa?" ucap Kemal dengan nada polos


"Nama kita hampir sama, karena nama om adalah Kenan. Jadi apa kita bisa berteman sekarang?" Kenan mengulurkan tangannya.


"Tentu, kita akan berteman." Kemal mendekat, memeluk Kenan dan mencium pipi Kenan.


Deg (jantung Kenan berdetak karena dia kaget dengan reaksi Kemal dan dia juga merasakan rasa suka serta sayang pada Kemal yang baru saja dia kenal dua hari ini)


"Kita teman." Kemal menarik tangan Kenan dan memegangnya setelah memeluk dan mencium pipi Kenan.


"Maaf pak, bapak siapa ya? Apa bapak kenal dengan anak didik saya?" guru tadi bertanya pada Kenan


"Bu guru, dia adalah teman Kemal dan namanya adalah om Kenan." jawab Kemal dengan lantang.


Kenan berdiri dan tersenyum pada guru itu, "Maaf saya Kenan, teman dari mama Kemal nyonya Fairi." jawab Kenan memperkenalkan diri


"Eh, kenapa om memanggil nama Fairi pada honey, bukan Laras. Apa om orang spesial honey?" Kemal menatap Kenan dan bertanya dengan memasang wajah penasaran.


"Kamu sebaiknya masuk kedalam barisan dulu, om tunggu di sini dan setelah itu om akan jelaskan ok." Kenan berkata dan menunduk menatap Kemal


"Ok, tunggu aku" Kemal berlari kedalam barisan dan terus melambaikan tangannya pada Kenan.

__ADS_1


"Saya permisi dulu pak." ucap guru itu dan masuk.


Setelah sekolah selesai guru yang tadi bertemu dengan Kenan pun menghubungi Fairi untuk menanyakan apakah Fairi punya teman bernama Kenan yang hari ini datang untuk menjemput Kemal, karena Kemal terlihat sangat senang dan juga dekat Kenan.


"Tunggu pak, barusan nyonya Laras bilang kalau Kemal harus menunggu karena sebentar lagi beliau akan segerah datang." guru Kemal menghentikan Kenan membawah kemal


"Maaf saya bukan orang jahat, dan tolong berikan ini pada dia saat dia sudah sampai saya pergi dulu." Kenan memberikan sebuah kertas pada guru itu untuk diberikan pada Fairi.


"Ayo, boy" Kenan membawah Kemal masuk kedalam mobilnya dan pergi menuju tempat yang akan dituju oleh Kenan.


Kebersamaan Kemal dan Kenan sangat akrab dan Kemal begitu cerewet sama Kenan hampir sama persis saat dia bersama dengan mamanya, seolah Kemal merasa sudah mengenal Kenan sangat lama, dan keduanya terlihat begitu dekat satu sama lain hingga tak pernah ada batas diantara keduanya.


...💔💔💔...


Fairi sampai pada alamat yang ditujukan dan diberikan oleh guru Kemal yang telah ditinggalkan oleh Kenan untuk dirinya, dengan langkah kaki berat serta was - was Fairi berjalan memasuki area apartemen itu serta melihat sekeliling.


Nafas Fairi terasa berat seolah dia tak ingin membayangkan apa yang akan terjadi jika sampai Kenan tau siapa Kemal sebenarnya, karena bagi Fairi putranya adalah segalanya dan dia tak ingin siapa pun mengambilnya darinya.


Jantung Fairi berdetak semakin kencang saat dia sampai dan berdiri didepan pintu rumah Kenan, Fairi memegangi dadanya sendiri dan bernafas dalam sebelum dia menekan tombol rumah Kenan.


"Hahaha... Aku menang, aku menang." teriak Kemal dengan serunya karena bermain bersama dengan Kenan dan juga Agus asisten Kenan.


"Ya om harus menjadi kuda sekarang." Kemal begitu sangat antusias untuk naik ke punggung Kenan yang menjadi kuda baginya.


Teng tong


"Biar saya yang buka pintu." Agus membuka pintu dan melihat Fairi berdiri didepan pintu lalu mempersilakan Fairi untuk masuk


"Terima kasih, dimana bos anda?" tanya Fairi dengan sopan pada Agus

__ADS_1


"Pak Kenan ada didalam bu, silakan." Agus menunjukkan Kenan dan Kemal yang bermain di ruang tengah.


Fairi yang berdiri kaget melihat keseruan antara putranya dan papanya bermain, Fairi menelan salifanya dan perlahan bibirnya membentuk sudut dan setengah lengkungan karena dia merasa bahagia melihat senyum putranya yang tak pernah sesempurna itu dan selepas itu saat dia bermain dengan Lime atau yang lainnya.


__ADS_2