
Kenan yang sibuk hampir seharian lupa untuk membuka handphonenya, dia baru buka sehari setelahnya dan Kenan kaget mendapati pesan yang dikirim oleh Fairi tapi isinya sangat aneh. Awalnya Kenan bingung membaca pesan singkat itu tapi setelah dibaca ulang dia jadi tersenyum dan tau siapa yang mengirim pesan itu untuknya karena isinya mengatakan kalau "Fafa pergi dengan bule ke Bogor besok."
"Boo, jadi kau ingin melaporkan apa yang akan dilakukan oleh mamamu ya. Anak yang pintar, aku pasti akan menjaga mamamu dan tak akan ku biarkan serigala manapun akan mendekatinya." Kenan bergumam sendiri sambil tersenyum "tunggu, tapi aku tak tau untuk berapa lama Fairi disana, sebaiknya aku hubungi ayah saja untuk tanya." Kenan pun menghubungi tuan Adi untuk menanyakan keperluan Fairi dan berapa lama Fairi akan di Bogor.
Terdengar suara dari sebrang yang sangat lemas dan juga pelan, Kenan sedikit berfikir karena merasa aneh dengan suara yang dia dengar. "Yah, apa ayah tak apa. Atau ayah sedang sakit?"
Tuan Adi : "Tidak Ken, kenapa kau menghubungi aku apa ada yang ingin kau tanyakan, hem."
Kenan : "Ayah dimana sekarang, ayah beneran tak papa" (Kenan khawatir)
Tuan Adi : "Aku tak apa, katakan ada apa kau menghubungi ku."
Kenan : "Tidak yah, Ken cuma mau tanya apa Fairi ada di Bogor? Dan bagaimana perkembangannya disana."
Tuan Adi : "Hem, semua baik - baik saja dan perbaikan sudah mulai berjalan sejak 2 Minggu lalu, Han bilang mungkin 2 atau 3 bulan lagi pabrik sudah bisa beroperasi dengan baik. Fairi kesana mungkin dia sedang menyelesaikan maslah dengan para karyawan dan juga melihat perkembangan perbaikan sudah berapa persen."
Kenan : "Berapa lama Fairi disana yah?"
Tuan Adi : "Untuk itu aku tak tau, coba kau tanya pada Han karena dia yang melakukan pengurusan bersama dengan Fairi."
Kenan : "Baiklah, kalau begitu Ken akan tanya pada om Han. Tapi ayah benar - benar tak apa kan? Kalau ayah butuh bantuan Ken bilang saja dan jangan terlalu capek."
"Tuan Adi : "Iya aku tau, tapi aku memang memerlukan bantuan mu."
Kenan : "Katakan yah, apa yang ingin aku lakukan."
Tuan Adi : "Aku hanya ingin kau untuk menjaga Fairi dan melindunginya, tolong jangan kecewakan dia lagi."
Kenan : "Maksud ayah apa?"
Tuan Adi : "Hanya itu yang aku inginkan, jadi tolong berjanjilah untuk tak mengecewakan dia lagi, karena aku tau kau berniat untuk mengejarnya."
Kenan : "Baik yah, aku janji tak akan mengecewakan dia lagi. Dan kali ini aku akan melakukannya dengan baik"
Tuan Adi : "Tolong jangan kecewakan kepercayaannya."
Kenan : "Aku tak akan mengecewakan ayah dan juga Fairi."
Tuan Adi : "Baiklah aku percaya padamu, soal Fairi sebaiknya kau tanya pada Han."
__ADS_1
Kenan : "Iya aku akan tanya padanya sekarang."
Tuan Adi : "Hem."
Saat Kenan mau mematikan sambungan telepon dia mendengar ada sesuatu yang jatuh dari sebrang dan suara jeritan dari tuan Adi hingga membuat Kenan panik "Ayah, ayah. Ayah kenapa, ayah. Ah...sial."
Kenan langsung menghubungi Handoko dan bertanya tuan Adi ada dimana serta menceritakan apa yang baru saja dia dengarkan setelah selesai menghubungi dan berbincang dengan tuan Adi.
Disisi lain Handoko yang mendengar kabar dari Kenan seketika langsung panik dan bergegas keluar kantor untuk menuju ke rumah tuan Adi karena kondisi tuan Adi belakangan ini memang sedang kurang baik.
...💔💔💔...
"Papa...apa yang terjadi pa." Nyonya Ayu yang menemukan tuan Adi jatuh dari tempat tidur langsung bergegas.
Dengan cepat nyonya Ayu membawah tuan Adi ke rumah sakit dan setelah sampai di rumah sakit nyonya Ayu menghubungi Handoko juga Fairi dan menceritakan apa yang terjadi pada ayahnya, dan meminta Fairi untuk segerah kembali karena ayahnya mencarinya dan nyonya Ayu juga mengatakan kalau Fairi harus kembali dengan cepat hari itu juga.
"Nyonya bagaimana keadaan tuan?" Handoko datang dengan panik
"Dia sedang didalam dan dokter masih juga belum keluar." Nyonya Ayu berkata dengan berderai air mata.
"Mama apa yang terjadi? Kenapa mama tak bilang kalau papa sedang sakit, kalau Tyas tak pulang ke rumah dan berpapasan sama om Han Tyas tak akan tau apa pun." Tyas datang dan memarahi mamanya.
"Om Han" kenan dan Agus pun juga datang ke rumah sakit
"Kenapa om." Kenan yang menyadari itu bertanya dengan aneh
"Tak ada, semoga tak terjadi apa - apa." Handoko mengalihkan pandangan.
"Dokter, bagaimana dengan papaku." Tyas langsung lari saat seorang dokter keluar dari ruangan tuan Adi.
"Keluarganya yang mana?" tanya dokter itu.
"Saya putrinya." jawab Tyas
"Saya istrinya, bagaimana dengan suami saya dok." Nyonya Ayu ikut mendekati dokter.
"Saat ini pasien sedang istirahat dan keadaannya mulai stabil. Dia telah mengalami serangan jantung ringan, jadi tolong usahakan agar dia tak mendapatkan tekanan atau kabar yang mengejutkan lagi." jelas dokter itu lalu pergi.
"Apakah non Fairi sudah tau soal ini?" Handoko bertanya pada nyonya Ayu
__ADS_1
"Aku sudah menghubunginya dan memberitahu apa yang terjadi, juga menyuruhnya untuk langsung ke rumah sakit." Nyonya Ayu menjawab dengan yakin
Tak lama kemudian tuan Adi di geledek keluar untuk dipindahkan ke kamar rawat jalan dengan infus yang terpasang di lengan kanannya dan sungkup oksigen. Semua orang yang tadi menunggunya mengikuti perawat yang mengantarkan.
"Tolong jangan terlalu banyak orang dalam ruangan biarkan pasien mendapatkan cukup kelonggaran, dan kalau nanti ada apa - apa anda bisa menekan tombol yang ada diatas tempat tidur." jelas seorang perawat lalu dia keluar.
...💔💔💔...
Di Bogor Fairi yang mendapatkan kabar dari nyonya Ayu kalau ayahnya sedang sakit dan masuk rumah sakit dia langsung bergegas untuk kembali ke rumah, dan berpamitan pada Jhon kalau dia tak bisa menemani Jhon untuk melihat lebih jauh lagi perkebunan teh milik Fairi.
"Ya Allah kenapa ban mobil ini harus kempes sekarang sih." Fairi terlihat sangat frustasi
"Kenapa non, apa ada masalah?" seorang warga desa setempat bertanya pada Fairi.
"Anda...?" Fairi bertanya karena tak pernah melihat orang itu diantara pegawainya.
"Saya pegawai baru non, apa anda sedang buru - buru?" tanya orang itu.
"Ya saya harus kembali ke Jakarta tapi lihatlah ban mobil saya kempes." Fairi berkata dengan frustasi
"Gunakan mobil saya saja non, tak apa. Nanti biar mobil non saya perbaiki." jawab orang itu menawarkan bantuan
"Oh benarkah apa tak apa? Tolong ya mas." Fairi terlihat sangat berterima kasih
"Iya non, ini kuncinya. Hati - hati mengemudi." ucap orang itu
"Terima kasih mas, ini kunci mobil saya." Fairi langsung bergegas dan malajukan mobil orang itu.
"Dia sudah pergi." ucap orang itu pada seseorang lewat panggilan telepon. Setelah orang itu menyerahkan kunci mobil Fairi kepada salah satu pegawai Fairi dan mengatakan kalau itu terjatuh dan dia temukan.
Dalam perjalanan kembali saat sampai ditikungan tiba - tiba saja mobil yang fairi tumpangi tak bisa direm dan mobil melaju dengan kecepatan yang sangat cepat karena tikungan itu merupakan turunan, Fairi merasa sangat panik dan juga bingung hingga Fairi membanting setir ke kiri saat berpapasan dengan sebuah mobil lain dari arah yang berlawanan.
"Hei, apa yang terjadi. Sepertinya mobil itu jatuh masuk jurang." seorang pengudi berhenti dan melihat mobil yang dikendarai Fairi menabrak pembatas dan masuk kedalam jurang
"Apakah ada orangnya, atau dia sempat lompat untuk keluar dari mobil." beberapa orang sedang berkasak kusuk memperhatikan mobil yang meledak di dasar jurang.
"Bagaimana bisa kita menyelamatkan orang yang ada didalam mobil itu, karena mobil langsung meledak begitu jatuh."
"Cepat lapor polisi, ya ampun siapa dia, kasian sekali."
__ADS_1
"Ada berapa orang yang didalam mobil itu."
"Sepertinya dia sendirian tapi aku tak yakin, karena dia melaju dengan sangat cepat dan saat ditikungan, aku menghindar dan dia membanting setir ke kiri." jelas supir dari mobil lain yang berpapasan dengan mobil Fairi.