
anita berjalan masuk kekantor ketika dia akan masuk lift tiba tiba saja ada yang memanggil nya
"anita, tunggu jangan masuk dulu" kata anton sambil berlari menghampiri anita
"ada apa ton?" tanya anita
"aku cuma mau bertanya karena masih penasaran saja" kata anton sambil mengatur nafas nya yang ngos ngosan karena baru saja berlari
"kamu mau nanya apa memang nya, sampai ngos ngosan gitu nafas nya" tanya anaita prihatin
"kamu jangan tersinggung dulu ya" tanya nya berbelit belit
"iya, kamu mau tanya apa? " tanya anita tidak sabaran
"apa benar kalau kamu memang anak kandung pak surya?" tanya anton langsung pada inti nya
"oh kirain ada masalah apa, iya aku memang anak kandung pak surya karena ada masalah dulu nya yang membuat ibu pergi dari ayah maka nya kami bisa hidup terpisah dan alhamdulillah sekarang sudah bisa bertemu kembali" kata anita sambil tersenyum kepada anton dan itu sukses membuat anton jadi pangling
"jadi benar ya, aku kira kamu cuma jadi anak angkat nya saja" kata anton kecewa
__ADS_1
" memang nya ada apa ya ton" tanya anita keheranan ketika melihat raut wajah anton yang berubah ubah
"tidak kenapa napa kok nit" anton tersenyum terpaksa
"ya sudah kalau begitu aku tinggal dulu ya karena masih banyak kerjaan yang menumpuk" canda anita
"iya nit" balas nya malu malu
"kenapa aku jadi malu begini ya di hadapan anita padahal kan dia cuma memberikan senyuman kecil saja tapi rasa nya sungguh ada yang aneh seperti ada yang menggelitik di hati" batin anton
anita menuju ruangan nya sambil tertawa kecil kala mengingat wajah angon yang tiba tiba merona merah
"aish apa dia tadi sedang jatuh cinta ya, tapi pada siapa? aku akan memancing nya untuk jujur kepada ku nanti, entah kenapa sekarang rasa nya jika melihat ada orang lain yang bahagia aku juga turut merasakan kebahagiaan itu walau pun itu tidak ada sangkut paut nya dengan ku" pikir anita
"demi anak anak aku harus berjuang keras supaya mereka tidak pernah merasakan yang nama nya dihina orang lain lagi, cukup aku saja yang dihina selama ini aku tidak rela jika anak anak ku juga merasakan nya" tiba tiba anita jadi emosi sendiri jika mengingat semua hinaan yang pernah dia alami.
"hemmm sekarang aku harus fokus kerja, jangan mikir yang lain nya" pikir anita dan dia sudah mulai tenggelam dengan pekerjaan nya
__ADS_1
bian sedang duduk santai sambil minum kopi di teras rumah ibu nya ketika ada orang yang mengantarkan surat dan diapun terkejut dengan isi surat itu
"kamu kenapa bi, itu ditangani kamu surat apaan?" tanya ibu nya bian
"ini bu, ini surat gugatan cerai dari anita" jawab bian lemas padahal dia sendiri yang mau menceraikan anita tapi kenapa waktu melihat surat gugatan cerai dari anita dia baru merasakan rasa nya kehilangan
"bagus, akhir nya kalian jadi cerai juga" ibu bian merasa sangat senang karena dia berpikir kalau bian akan terlepas dari istri yang pemalas itu dan juga uang gaji bian akan masuk sepenuh nya untuk diri nya bukan untuk orang lain
"ibu kelihatan nya senang sekali mendengar kabar perceraian ku" kata bian lesu
"ya iyalah ibu senang karena sudah lama ibu mau kalian berdua cerai" Kata Ibu nya tanpa peduli perasaan bian
"baiklah bu jika memang itu bisa membuat ibu senang" bian akhir nya mengalah dan pergi ke kamar nya, dia merenungi semua nya dan ketika dia mengingat agnes dia pun kembali tersenyum karena dia punya pengganti anita bahkan lebih dari segala nya dari anita
bian bangkit mengambil jaket nya dan pergi keluar ketika melewati ruang tamu dia berpapasan dengan ibu nya
"kamu mau kelana bi? "tanya ibu nya penasaran karena tidak biasa nya waktu libur dia keluar rumah kecuali dia pulang keruma istri nya dulu
"aku mau jalan jalan dulu bu" kata bian sambil tersenyum senang
__ADS_1
"kok kamu senyum senyum sendiri, udah kayak orang gila saja, jangan sampai kamu jadi gila ya gara gara cerai sama wanita itu" ibu nya bian masih juga tidak menganggap anita sebagai menantu nya walau pun sekarang mereka sudah resmi bercerai dan status nya sudah jadi mantan menantu tapi tetap saja dia tidak menerima nya
padahal selama anita menjadi menantu nya anita selalu menghormati nya sebagai mertua dan selalu memperlakukan beliau dengan sangat baik tapi itu semua lantas tidak bisa membuat hati ibu nya bian merasa tersentuh yang ada hanya kebencian karena bisa menikah hanya dengan seorang gadis kampung biasa.