Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
episode 176


__ADS_3

Nazla duduk ditepian ranjang, saat ini Ia lagi bersama dengan Raisa membacakan kisah Nabi kepada puteri sambungnya. 


Cinta yang begitu tulus, membuat Raisa seolah mendapatkan Seorang Ibu setelah setahun lamanya tak merasakan kasih sayang seorang Ibu.


Setelah mendengarkan kisah Nabi yang dibacakan Oleh Nazla, perlahan Raisa mulai mengantuk dan ingin tertidur.


Nazla membelai lembut ujung kepala Raisa hingga membuat gadis kecil itu tertidur pulas.


Reno mengangkat Raisa dan memindahkan tidur bersama baby  sister.


Setelah selesai memindah Raisa, Reno kembali ke kamarnya menemui Nazla sang istri idamannya.


Ia menghampiri Nazla yang tampak menunggunya "Terimakasih, Sayang.. kamu menerima kedua anakku dengan begitu tulusnya" ucap Reno merasa tak mampu mengungkapkan perasaan bahagianya.


"Jika mereka putri dan putramu, maka mereka sama halnya dimataku.." jawab Nazla jujur.


"Kamu benar-benar malaikat tak bersayap yang dikirim Rabb kepadaku" ucap Reno dengan perasaan yang bahagianya.


Nazla menatap suaminya, lalu tersenyum dengan dengan penuh ketulusan.


Reno meraih wanitanya ke dalam pelukannya, Ia tak tahu dengan cara apa Ia membalas semua ketulusan dan cinta yang diberikan oleh Nazla kepadanya.


Disisi lain, Denny tampak mengamati sebuah berita tentang seorang buronan polisi yang berhasil kabur dari penjara karena insiden kebakaran atas kericuhan yang terjadi waktu itu.


Polisi kehilangan jejak dari Zain salah satu tahanan yang berhasil kabur dan sampai saat masih dalam pencarian polisi.


Denny menutup situs media online tersebut saat melihat Amyra menghampirinya dan berpura-pura mengerjakan konten animasinya.


Denny menyadari, ternyata cemburu itu menyakitkan saat kita mencintai seseorang, dan orang tersebut disukai oleh orang lainnya.


Denny tak dapat membayangkan bagaimana perasaan Amyra kala itu, saat Ia mencoba mengabaikan dan juga tidak peduli dengan kondisi wanita yang begitu kuat dan tulus mencintainya.


Bahkan Amyra sanggup meninggalkan Zain yang saat itu masih menjalin cinta dengan jarak jauh dan tanpa kabar, lalu menerima lamaran dari papanya Rudy untuk dirinya.


Bahkan, Denny seharusnya berterima kasih Almarhum Ayah mertuanya yang telah mengorbankan nyawanya demi untuk melindungi Papanya Rudy.


Begitu banyak pengorbanan yang dilakukan oleh Ayah Amyra dan juga dirinya. Sehingga Denny merasa jika Ia harus meratukan sosok wanita tersebut.


"Sedang apa, Mas?" Tanya Amyra lembut, sembari duduk di sisi Denny.


"Sedang menunggu Ratuku.." jawab Denny dengan santai.

__ADS_1


Seketika Amyra terdiam. "Ratu.. Mas punya simpanan lain ya..?" Tanya Amyra penuh selidik.


"Ya.. Ratu yang selama ini Mas abaikan.." jawab Denny, dan hal itu semakin membuat Amyra merasa sangat kesal.


"Oh.. begitu.." jawab Amyra dengan wajah kesal dan cemberut.


Denny meraih pinggang ramping itu dan membawanya kedalam pangkuannya.


"Kamu Ratuku itu.." ucap Denny sembari berbisik lembut ditelinga Amyra, sehingga membuat wanita merasa tersanjung.


"Gombal.." jawab Amyra menepis ucapan Denny yang terasa menggelikan ditelinganya.


Denny mencubit pipi yang Amyra yang merona karena ucapannya.


"Mas.. Najma setelah lulus SD kita arahkan kemana? Su Adnan masuk pesantren dan apakah Najma juga akan Kita masukkan kedalam pesantren?" tanya Amyra dengan serius.


Denny terdkam sejenak, lalu mencoba memikirkan apa yang diucapkan oleh Amyra.


"Biarkan Najma memilih apa yang sesuai minatnya. Sebab jika sesuatu yang tidak diminati akan tidak menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Namun Ia tetap kita awasi dan dibimbing dengan ilmu agama" jawab Denny dengan sahaja.


Amyra terdiam sejenak, Ia mencoba memikirkan apa yang baru saja diucapkan oleh suaminya.


Najma memang memiliki bakat dalam hal seni, namun setidaknya bakatnya itu harus juga dibimbing dalam hal positif dan didampingi ilmu agama, agar kelak Ia tidak tersesat dalam bakatnya.


Denny mebganggukkan kepalanya, pertanda menyetujui pendapat istrinya.


"Kita dukung bakatnya, namun tetap Kita awasi" ucap Denny menimpali.


Lalu Amyra menganggukkan kepalanya sembari mengerjapkan kedua matanya.


"Reno sangat beruntung, jika Anaknya memilih masuk kedalam pesantren dengan keinginannya sendiri, tanpa paksaan dari siapapun. Semoga kelak puteranya menjadi orang berguna dan menyejukkan hati dalam memandangnya.." ucap Amyra dengan lirih.


"Jangan membandingkan anak yang satu dengan yang lainnya. Sebab setiap anak itu istimewa dan membawa bakatnya sejak dari dalam kandungan dan itu alamiah.." jawab Denny singkat.


Amyra menatap suaminya. Ia sangat faham apa yang dinginkan oleh suaminya . Ia menarik pergelangan tangan suaminya, lalu meletakkannya diatas perutnya dan mencoba tertidur dalam dekapan sang pujaan hatinya.


Denny mengecup lembut ujung kepala sang istri dengan penuh cinta dan kasih.


Setelah Amyra tertidur, Ia melepaskan dekapannya, dan meletakkan Amyra diatas ranjang dengan benar. Setelah itu Ia keluar dari kamarnya, menuju kamar Najma.


Sesampainya didepan pintu kamar sang puteri, Denny mengetuk pintu kamar Najma dengan perlahan.

__ADS_1


Tok..tok..tok..


Denny mengetuk pintu kamar Najma.


"Masuk" ucap Najma dari dalam kamar.


Dennya membuka pintu kamar dan memasuki kamar tersebut. Ia berjalan menghampiri puterinya yang masih menatap layar laptopnya.


Denny mengamati animasi yang sedang dibuat oleh Najma. "Sayang.. Pakaiannya mungkin bisa kamu ganti dengan berhijab" ucap Denny mengomentari karya Najma.


"Tetapi ini peran tokohnya seorang jagoan, Pa" jawab Najma mencoba menjelaskan apa yang menjadi kritikan dari Papanya.


Denny tersenyum smrik.. "Seorang jagoan juga ada yang menggunakan hijab. jika Ia berhijab juga jagoan" jawab Denny tenang.


Najma terdiam sejenak, memandang pada Papanya dengan penuh selidik.


"Benarkah, Pa?" tanya Najma kembali.


Denny menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada puterinya.."Coba saja.. Nanti kamu akan tahu seperti apa hasilnya" ucap Denny mencoba meyakinkan.


Najma kemudian menganggukkan kepalanya, kemudian menatap lapotopnya dan jari jemarinya kemuadian dengan lancarnya. Gadis kecil itu kemudian mengganti pakaian tokoh wanitanya dari berpakaian menggoda menjadi pakaian Syar'i.


"Bagaimana dengan yang ini, Pa?" tanya Najma antusias.


Denny tersenyum, lalu menatap layar laptop Najma dengan seksama.


"Nah.. Ini sangat penuh pesona." ucap Denny memberikan penilaian kepada hasil karya puterinya.


Najma tersenyum puas "Terima Kasi, Ya Pa" ucap Najma sembari menatap Denny, Papanya.


"Sama-sama, sayang" ucap Denny dengan perasaan senang.


Lalu Najma kembali meneruskan karya animasinya.


"Najma, setelah kamu lulus Sekoalh Dasar, Jamu ingin bersekolah kemana?" tanya Denny dengan rasa penasaran.


Najma menghentikan jemarinya dari papan keyboard, lalu Ia menoleh ke papanya "Najma ingin bersekolah yang berkompetesi dibidang komputer." jawab Najma menjelasan.


Denny menatap Najma, ada binar harapan dikedua mata puterinya.


"Boleh.. Tap nanti kamu belajar mengaji dan mengjafal beberapa surah, Ya?" ucap Denny dengan lembut. "Yang Papa inginkan, Kamu berkarya, namun tetap beretika" ucap Denny dengan nada serius.

__ADS_1


Najma menganggukkan kepalanya "Iya, Pa.. Najma akan berusaha menjadi yang terbaik" jawab Najma dengan yakin.


__ADS_2