
Teng tong
"Biar saya yang buka pintu." Agus membuka pintu dan melihat Fairi berdiri didepan pintu lalu mempersilakan Fairi untuk masuk
"Terima kasih, dimana bos anda?" tanya Fairi dengan sopan pada Agus
"Pak Kenan ada didalam bu, silakan." Agus menunjukkan Kenan dan Kemal yang sedang bermain di ruang tengah.
Fairi yang berdiri kaget melihat keseruan antara putranya dan papanya bermain, Fairi menelan salifanya dan perlahan bibirnya membentuk sudut dan setengah lengkungan karena dia merasa bahagia melihat senyum putranya yang tak pernah sesempurna itu saat dia bermain dengan Lime atau yang lainnya.
"Honey." Kemal memanggil Fairi dan seketika itu kesadaran Fairi kembali dan dia memasang wajah datar.
"Apa kau datang untuk menjemput ku?" Kemal lari mendekati Fairi dan memeluknya
"Hem, ayo kita pulang sekarang." Fairi yang menunduk dan menyambut pelukannya menepuk lembut punggung Kemal.
"Makanlah dulu, aku sudah memesan makanan untuk kalian. Dan dia tak mau makan sebelum kau datang." ucap Kenan dengan nada lembut pada Fairi
"Tidak terima kasih, kami akan makan di rumah. Ayo Boo." Fairi berdiri dan menggandeng tangan Kemal
"Tapi honey, aku lapar dan belum makan,,,ayo kita makan dulu." Kemal menarik tangan Fairi.
"Boo, tolong jangan nakal. Kita pulang sekarang." Fairi sedikit menekan nada bicaranya. "Terima kasih tuan Kenan telah menjaga putra ku, lain kali tolong jangan repot - repot seperti ini." sambung Fairi menatap Kenan
"Boo, kita akan bertemu lagi." ucap Kenan saat Fairi dan putranya berbalik mau keluar dari rumah Kenan.
Fairi menoleh dan menatap Kenan dengan tatapan bertanya karena Kenan memanggil putranya dengan sebutan kesayangannya. Melihat hal itu Kemal mengerti dengan tatapan bertanya dari sang mama karena hanya orang - orang spesial saja yang menyebutnya dengan nama Boo.
"Honey, om Kenan adalah orang baik dan aku sangat menyukainya jadi aku mengijinkan dia memanggilku Boo sama seperti nenek Mina, kau dan om Lime." jelas Kemal menatap Fairi dengan mendongak.
Fairi bernafas dalam seolah menahan emosinya karena dia merasa tak suka Kenan memanggil putranya dengan panggilan kesayangannya, tapi Fairi berusaha menahan amarahnya karena dia tak ingin marah didepan putranya.
"Ayo." Fairi membawah Kemal keluar dari rumah Kenan dan menggendong Kemal menuju parkiran.
"Honey, kenapa honey tak suka sama om Kenan? Dia orang baik dan aku sangat menyukainya. Tadi kami bermain dengan sangat seru." Kemal terus saja bercerita soal keseruannya dia bermain dengan Kenan, cerita Kemal seolah tak ada habisnya karena mereka menghabiskan waktu bersama. Dan Fairi yang mendengarkannya hanya diam membisu dengan terus fokus menyetir sampai mereka pun sampai di rumahnya.
...💔💔💔...
"Boo, bisa berhenti cerita soal dia gak? Apa kau begitu sangat menyukainya sehingga waktu yang kau habiskan dengannya yang hanya 1 jam itu terjadi begitu banyak hah. Sekarang turun mandi, ganti baju dan makan." Fairi sudah tak sabar mendengar cerita tentang keseruan Kenan dari putranya.
"Tapi honey kenapa? Dia orang baik honey." Kemal yang tak mengerti kenapa mamanya marah dan tak suka sama Kenan pun tak mau menyerah untuk bertanya apa alasan mamanya benci pada Kenan.
"Nak Fairi, ada apa?" Bi Mina yang melihat Fairi uring - uringan masuknkedalam rumah pun bertanya.
__ADS_1
"Honey, aku menyukainya dan kami sudah berteman." Kemal tetap berusaha untuk menjelaskan supaya mamanya menerima Kenan.
"Boo, kau baru melihatnya dan tak tau siapa dia, jadi mulai besok jangan bertemu dengan dia apa kau mengerti? Bukankah sudah ku katakan untuk tak ikut dengan sembarang orang, kenapa tak mendengarkan perkataan mama." Fairi yang berdiri di meja dapur untuk menyiapkan makan siang terus saja memarahi putranya.
"Om Kenan bukan orang jahat, aku menyukainya dan kami sudah berteman." Kemal mulai berkaca - kaca karena mamanya melarang dia bertemu dengan Kenan.
"Boo, pergi dan masuk kedalam kamar mu sekarang." bentak Fairi pada putranya.
Kemal yang mendapati mamanya marah padanya untuk pertama kalinya merasa takut dan langsung lari masuk kamar dengan menangis. Sedangkan Fairi merasa bingung dengan perasaannya karena dia sangat takut kalau nanti Kenan tau siapa Kemal dan akan merebutnya dari tangannya.
"Nak Fairi, kenapa kamu harus marah padanya. Dia masih anak - anak dan tak mengerti urusan orang dewasa, bukankah aku sudah pernah bilang pada mu kalau hal ini mungkin saja akan terjadi, sebab bagaimana pun mereka adalah ayah dan anak, itu pasti akan ada ikatan yang tak terlihat dan kamu tak akan bisa memungkiri semuanya." Bi Mina mendekati Fairi dan menepuk bahu Fairi.
"Tapi aku tak ingin ada hubungan apa pun dengan mereka bi, dan apa bibi tau bagaimana Boo bermain dan tertawa bahagia dengannya tadi, sekilas aku sangat senang tapi aku sadar kalau aku tak bisa kehilangan putraku dan aku tak ingin mereka mengambilnya dari ku." Fairi terduduk di lantai dapur dan menangis.
"Nak Fairi, semua tak bisa kau hindari. Tapi jika kau tak ingin kehilangan putra mu maka kau jangan membuatnya takut pada mu, dia tak akan pernah meninggalkan mu kemana - mana karena bibi tau Boo sangat menyayangi mu dan dia pasti akan tetap memilihmu." Bi Mina memeluk Fairi.
"Sudah, sudah bibi akan melihat Boo dulu, sekarang sebaiknya kau bersihkan dirimu dulu." Bi Mina berdiri dan membawah Fairi ke kamarnya lalu dia melihat kamar Kemal
Didalam kamar Kemal menangis tersedu - sedu sambil memeluk bingkai foto Fairi dengan dirinya, melihat itu bi Mina tersenyum karena bagaimana pun Kemal akan selalu menyayangi mamanya. Bi Mina berjalan mendekati Kemal yang duduk meringkuk di lantai kamarnya.
"Sayang, cucuk nenek." Bi Mina duduk disamping Kemal dan memeluk Kemal
"Nenek, kenapa honey memarahi ku, apa salah ku? Aku hanya ingin berteman dengan om Kenan dan om Kenan bukan orang jahat. Aku sangat menyayangi honey nek, aku juga menyayangi om Kenan." tangis kemal pecah dan memeluk balik bi Mina sambil menggenggam bingkai foto Fairi dengan erat.
"Sayang, mama tak marah pada mu. Mama hanya takut kehilangan mu, bukankah mama sudah sering bilang pada mu kalau kamu tak boleh ikut dengan orang sembarangan yang belum kau kenal, hem... Tapi hari ini kamu tak mendengarkannya dan pergi ikut dengan orang yang belum kau ketahui siapa dia. Jadi mama merasa sangat takut, kau mengerti kan? Mama sangat menyayangimu." Bi Mina menarik Kemal ke pangkuannya dan menjelaskan dengan lembut.
"Apa kamu sangat menyukai om Kenan?" Bi Mina bertanya dan menghapus air mata Kemal
"Hem." Kemal mengangguk "Om kenan sangat baik dan juga mau menemani ku bermain kuda - kudaan."
"Tapi kamu tau kan kalau mama tak suka, jadi kamu jangan membuat mama takut dan sedih ya, kamu adalah harta mama satu - satunya jadi mama sangat menyayangi mu dan kamu juga menyayangi mama kan?" Bi Mina berkata lagi
"Hem." Kemal mengangguk lagi
"Jadi kamu harus mematuhi mama jika sayang mama, biar mama tak marah lagi pada Boo tersayang ini ya." Bi Mina tersenyum dan mencium pipi Kemal
"Ya." jawab Kemal walau dalam hatinya dia masih tak mengerti kenapa mamanya marah besar sama Kenan.
Malam harinya, setelah selesai masak Fairi masuk kedalam kamar Kemal dan melihat putranya itu tidur dengan memeluk bingkai fotonya. Fairi tersenyum dan mengusap lembut kepala Kemal.
"Maafkan Mama sayang, mama hanya tak ingin kehilangan mu, kau adalah segalanya untuk mama." gumam Fairi dan mencium kening Kemal
"Honey." Kemal terbangun dan langsung memeluk Fairi
__ADS_1
"Putra kesayangan mama, apa kamu sakit sayang? Maafkan Mama ya karena membentak mu tadi, mama sangat menyayangi mu, kita berbaikan." Fairi berkata dan tersenyum menatap putranya
"Ya kita berbaikan, aku juga sangat menyayangi honey." Kemal berdiri dan memeluk Fairi lalu mencium pipi dan bibir Fairi.
"Ayo cuci muka dan makan, mama sudah masak makanan kesukaan mu." Fairi menggendong Kemal keluar kamar.
Keesokan harinya setelah Fairi dan Kemal berbaikan dan saling memaafkan mereka pun kembali seperti biasanya dan Fairi mengantarkan Kemal ke sekolahnya, "Jangan nakal dan belajar yang rajin ok."
"Ya, da honey" Jawab Kemal dan lari masuk kedalam sekolahnya.
Fairi melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke kantornya karena pagi itu dia ada pertemuan dengan para investor. Fairi terlihat sangat cerah dan juga segar pagi itu karena dia merasa sangat tenang setelah berbaikan dengan putranya.
...💔💔💔...
Setelah Fairi selesai dengan pertemuannya dia berjalan menuju ke ruangannya bersama dengan Lina dibelakangnya yang membawah beberapa berkas miliknya. Tapi di dalam kantornya Fairi melihat Tyas yang sudah membuat kantornya berantakan.
"Kau." Fairi terkejud dan juga marah
"Iya ini aku, kenapa?" Tyas berkata dengan melipat kedua tangannya di dada dan berkata dengan angkuh
Tanpa bicara Fairi langsung menarik tangan Tyas dan menyeretnya keluar dari kantornya. "Apa yang kau lakukan hah?! Apa kau sudah gila, lepaskan aku." Tyas yang berontak seolah tak ada gunanya karena Fairi terlalu kuat untuk menariknya
"Fairi, lepaskan aku" Tyas terus saja berontak
"Diam! Apa kau ingin aku lebih mempermalukan mu dari ini hah?!" bentak Fairi pada Tyas didepan semua orang.
Semua orang dan karyawan yang ada hanya melihat dan berkasak kusuk untuk saling berbisik satu sama lain dengan teman mereka karena melihat Tyas dan Fairi. Sedangkan Lina yang mengikuti dari belakang merasa bingung harus berbuat apa pada mereka berdua.
"Masuk" Fairi mendorong Tyas masuk kedalam kantor tuan Adi.
"Ada apa ini?" Tuan Adi yang kaget pun bertanya dan menatap Fairi sama Tyas bergantian
"Dia mempermalukan aku dengan kasar dan juga menyeret ku kesini sepanjang jalan" Tyas membela dan memegang tangannya yang sakit karena cengkraman Fairi.
"Ajari putri kesayangan anda sopan santun agar dia tak mengusik hal yang bukan miliknya, dan lagi aku paling tak suka orang yang membuat onar di tempat ku. Ini hanya peringatan jika aku melihat dia datang dan membuat onar lagi maka aku tak akan segan - segan untuk menariknya ke jalanan." Fairi berkata dengan tegas dan penuh amarah.
"Kamu jangan asal bicara ya, kamu yang memulai duluan. Kenapa kamu harus kembali lagi kesini kalau sudah kabur dan pergi." Tyas berkata dengan berteriak. "Aku tak akan pernah membiarkan mu merusak perusahaan ini."
"Jika kau punya kemampuan tunjukkan jangan hanya bicara omong kosong dengan ku." Fairi membalas perkataan Tyas.
"Sudah cukup, apa kalian ingin mempermalukan ku." Tuan Adi berteriak dengan keras
"Tapi dia yang mulai pa, dan kenapa papa membiarkan dia menangani kerja sama dengan perusahaan mas Kenan." Tyas berkata dengan kesal.
__ADS_1
Fairi tersenyum tipis, "Aku di sini hanya untuk bekerja dan mencari nafkah, selebihnya aku tak peduli. Jadi sebaiknya tuan Adi urus istri dan anak anda agar jangan sampai karena ulah mereka anda akan dipermalukan." ucap Fairi lalu pergi meninggalkan kantor ayahnya.
Tuan Adi bernafas berat dia tak tau harus berbuat apa dengan kedua putrinya, karena tuan Adi tak ingin mereka saling bermusuhan namun tuan Adi juga tak bisa menyalahkan Fairi yang masih tak bisa memaafkannya karena masa lalunya.