
Saat Fairi mulai aktif bekerja lagi banyak sekali undangan untuk didatangi dan juga pesta - pesta yang diadakan, mulai dari pesta ulang tahun perusahaan dan pesta peluncuran prodak lain dari perusahaan lain, pesta pernikahan rekan bisnis dan masih banyak pesta dan pertemuan lainnya. Fairi telah berkembang dengan baik dan pabrik teh yang ada di Bogor juga sangat maju pesat dengan kepemimpinan Handoko yang telah memiliki banyak pengalaman selama bekerja dengan ayah Fairi tuan Adi.
Tak terasa 3 tahun telah berlalu dan semuanya telah berubah, Fairi dan Kenan yang kini telah dekat kembali membuat banyak orang yang tak suka terutama Tyas dan melinda. Karena dimana ada Fairi disitu pasti ada Kenan yang kini telah menjadi sangat dekat selama mengurus anak - anak mereka bersama dan juga bekerja sama dengan menyatukan dua perusahan menjadi satu, sehingga mereka selalu terlihat bersama - sama dalam segala urusan perubahan dan juga urusan putra mereka.
"Kemal, haruskah aku membuat ini sendirian?" tanya teman Kemal yang satu tim dengannya di sekolah.
"Hem, jika kau tak ingin melakukannya sendiri haruskah aku yang melakukannya? Jika iya maka katakan padaku apa aku juga harus menjadi anak dari mama mu." jawab Kemal dengan santai saat ada temannya yang bertanya soal pekerjaan rumah yang harus dikerjakan sendiri.
"Dia sangat menyebalkan." gerutu teman Kemal dan dia pergi
"Kenapa kau berkata seperti itu, kakak Arman berkata benar karena itu adalah tugas rumahmu kenapa harus dia yang kerjakan, dan jangan dekat - dekat dengan kakakku karena dia hanya kakakku seorang." Arumi berkata dengan kesal pada temannya Kemal saat dia datang ke kelas Kemal.
"Arum, kenapa kamu kesini." Kemal menyambut kedatangan Arumi ke kelasnya.
"Aku mau ajak kakak pulang bermasa nanti, jadi aku datang untuk ingatkan kakak" jelas Arumi dengan tersenyum pada Kemal.
"Cieee... Kemal didatangi oleh istrinya." ledek teman - teman Kemal yang lain.
Ya sekarang kemal telah berusia 10 tahun dan dia terlihat lebih dewasa dari pada usianya, bahkan kata - katanya tak jauh beda dengan Kenan yang selalu bikin kesel orang yang mendengarkannya, jika dia tak suka dengan orang itu Kemal pun berkata dengan dingin dan tak acuh, namun saat bicara dengan orang terdekatnya Kemal sangat lembut dan perhatian.
...💔💔💔...
"Aku sudah sangat lama mengejarnya tapi malah tak ada hasil sama sekali, dan sudah 3 tahun berlalu maka aku tak akan menyia - nyiakan kesempatan yang akan datang pada ku lagi." gumam Tyas melihat liputan siaran langsung yang menampilkan Fairi dan Kenan sebagai pengusaha muda yang sukses.
"Lihat saja, jika waktu itu aku menunda karena ada sesuatu yang mendesak maka saat ini aku akan melakukannya dengan benar."
"Yas, apa kamu sudah mulai bekerja lagi hari ini? Kapan kamu kesini lagi" tanya nyonya Ayu yang saat ini dikunjunginya.
"Iya aku harus bekerja lagi dan aku tak ingin di berlama - lama ditempat sialan ini." Tyas berkata dengan kasar "ini semua gara kamu yang selalu saja menyusahkan ku" Tyas berkata dan pergi meninggalkan mamanya.
"Anak itu semakin kesini semakin tak terkendali." Nyonya Ayu berkata dengan sedih.
Ya saat ini nyonya Ayu sedang menjalani hukuman rumah dan selalu diawasi oleh pihak berwajib, jadi setiap bulannya dia harus melapor pada kantor polisi atas dirinya. Hal itu terjadi karena Fairi telah meringankan hukuman nyonya Ayu mengingat dia telah merawat ayahnya dulu. Dan nyonya Ayu yang waktu itu ditemukan berbunyi di desa karena ingin menghancurkan Fairi ditangkap dan diseret ke pengadilan atas tuduhan perencanaan percobaan pembunuhan dan pemberian tekanan metal. Namun karena dia mengakui semuanya dan telah meminta ampun akhirnya Fairi memberikan keringanan hukuman.
__ADS_1
Dan nyonya Ayu juga sedang menjalani hukuman atas perbuatannya karena sekarang dia telah menjalani pengobatan di rumah sakit atas tekanan dan beban mentalnya karena mengalami stres yang berat dan tekanan yang sangat luar biasa, sehingga membuat dirinya kini berada diantara sehat dan sakit, itulah kenapa saat ini nyonya Ayu sedang tinggal di rumah sakit jiwa dan diawasi oleh pihak berwajib serta dijaga dengan ketat.
...💔💔💔...
Siang itu Fairi pulang ke rumah dengan cepat karena dia ingin membawah putranya ke rumah sakit, dan saat sampai di rumah dia disambut oleh sang putra yang baru saja bangun dan menatap Fairi dengan tatapan polos.
"Sayang, anak mama sudah bangun ya. Lapar sayang?" Fairi sedang memanjakan putra keduanya yang saat ini baru berusia 3 setengah tahun.
"Aku tidak lapar ma, aku mau makan nunggu kakak Ar." jawab putra Fairi yang bernama Arlan dengan bahasa isyarat.
Ya Arlan mengalami penurunan kemampuan bicara dan mendengar secara drastis 2 tahun ini karena tekanan mental dan trauma fisik yang dia dapatkan, dan selama 1 tahun Fairi berusaha dengan sabar mendekati Arlan dan melatihnya agar dia tak merasa takut pada orang lain dan bisa bersosialisasi secara normal, bahkan Fairi, Kenan dan juga Kemal ikut sekolah bahasa isyarat menemani Arlan agar bisa berkomunikasi dengan Arlan dengan baik yang memiliki kelainan yang aneh.
"Kakak kapan pulang ma." tanya Arlan yang merindukan Kemal, karena Kemal adalah anggota keluarga yang paling dekat dengannya dan yang selalu bersama dengannya.
"Ini sudah jam 12, bentar lagi kakak mu akan datang, sebaiknya kamu sekarang pergi mandi dulu agar tak dimarahi." ucap Fairi dengan isyarat.
"Iya." Arlan berlari ke kamar mandi untuk mandi.
Fairi adalah ibu yang baik untuk anak - anaknya, dia selalu membuat anak - anak yang ada dalam pengasuhannya tumbuh dengan baik dan juga dewasa melebihi usia mereka. Fairi tersenyum melihat Arlan yang mulai mau berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.
"Iya, nanti aku akan datang dan menyusul." jawab Fairi ringan yang terlihat sedang sibuk di dapur bersama Bu Mina.
Arlan melempar bola dan memanggil Kenan. "Pa..."
"Oh halo sayang, maaf papa tak melihat mu, hem, kamu habis mandi ya harus sekali." Kenan menoleh dan mendekati Arlan
"Lan lan..." teriak Kemal saat dia pulang sekolah.
Arlan yang sudah dari tadi menunggu kepulangan Kemal dari sekolah terlihat sangat senang dan dia langsung mengabaikan Kenan dan lari dengan cepat untuk menghampiri Kemal kakak yang sedang dia rindukan dari tadi pagi. "Hei..." Fairi menahan kedua putranya itu untuk saling berpelukan.
"Uhg." Kemal dan Arlan tertahan dan langsung berhenti spontan.
"Mama.!" Arlan menggunakan isyarat dan terlihat sangat marah pada Fairi
__ADS_1
"Mama apa an sih." begitu juga dengan Kemal
"Apa, pergi cuci tangan dan kakimu dulu, jorok. Dan kau pergi ke kursimu dan duduk dengan tenang." ucap Fairi dengan tegas.
Kemal terlihat nyengir dan berlalu pergi ke samping rumah dengan memberikan isyarat pada adiknya untuk menunggunya, dan Arlan mengangguk lalu ikut masuk rumah sama Fairi dan duduk dengan patuh di kursi meja makan.
Kenan yang melihat hanya bisa senyum, karena dia sangat kagum dengan Fairi yang mampu mengendalikan kedua jagoan mereka dengan sangat baik.
"Mama Fa." panggil Arumi yang datang dari samping rumah.
"Oh sayang kemari lah putri mama yang cantik, ayo kemari kita makan bersama." Fairi berta dengan lembut.
Siang itu keluarga Fairi terasa sangat lengkap dengan kedua anaknya dan juga putri kecilnya yang cantik, karena Arumi sudah 1 minggu ini tinggal bersama dengan Fairi karena sang mama Amrita sedang sibuk dengan pekerjaannya sebagai model dan Fahmi sebagai pengacara yang sibuk.
"Sayang nanti kita pergi ke rumah sakit untuk periksa ya, setelah itu ke rumah nenek untuk merayakan hari jadi nenek dan kakek bersama." ucap Fairi pada Arlan.
"Kakak." Arlan melihat Kemal dan memegang tangan Kemal lalu menggerakkannya seolah yang ditatap dan dipegang mengerti maksud dari adiknya.
"Iya kakak akan ikut juga, karena kakak gak ada tugas sekolah. Jadi bisa menemani mu ke rumah sakit agar kamu cepat sembuh." Kemal berkata dan menatap Arlan.
Arlan yang mengerti dan tau dengan maksud bahasa yang diucapkan oleh kemal pun mengangguk. Tapi Arumi yang tak bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Kemal memiringkan kepalanya bertanya - tanya.
"Kakak, sebenarnya apa yang kakak katakan kenapa tak menyuarakan kata - kata kakak aku kan jadi gak tau." Arumi merajuk dan menatap Kemal kesal.
Arlan pun menatap bingung karena tak tau apa yang dikatakan oleh Arumi, sehingga secara cepat Arlan meraih tangan Kemal dan memeluknya lagi dengan erat. Lalu menatap tajam pada Arumi dengan tatapan yang lucu dan menggemaskan.
"Sayang, tadi kakak bilang mau mengantarkan adik Arlan ke rumah sakit apa kamu juga mau ikut atau tinggal di rumah saja sama bibi?" jelas fairi pada Arumi.
"Oh...ikut, Arum akan ikut, karena Arum juga ingin menemani adik Arlan berobat" jawab Arumi dengan senang.
"Kakak Arum juga akan ikut menemani mu ke rumah sakit." Kemal menjelaskan pada Arlan. "Kau senang?"
"Hem." Arlan mengangguk dan tersenyum pada Arumi, dan Arumi juga membalas senyuman Arlan.
__ADS_1
Kenan dan Fairi saling tatap dan mereka tersenyum. Kenan merasa sangat senang dan juga sangat bahagia dengan kebersamaan yang ada selama ini.