Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 158


__ADS_3

Sofiana merasa sangat marah dan dia berteriak keras karena dia tak pernah menyangka kalau dia akan bertemu lagi dengan Sucipto, orang yang dia hindari selama ini karena dia memiliki hasrat yang berlebihan dalam sek hingga membuat Sofiana beberapa kali dirawat di rumah sakit karena mengalami luka pada daerah intinya saat dia masih bersama dengan Sucipto, dan kali ini dia kembali lagi.


"Aku membencimu, aku benci." Sofiana mengguyur tubuhnya dibawah pancuran air shower sambil menangis dan menahan sakit hati dan juga tubuhnya.


Selama 1 Minggu Sofiana tak keluar dari rumahnya dan dia menahan diri untuk memulihkan semua luka dan juga memar di tubuhnya, serta dia sedang menyusun rencana untuk bisa terlepas lagi dari Sucipto dan kedua keponakannya.


Sudah lebih dari 1 bulan Sofiana diawasi oleh anak buah Sucipto hingga setiap gerakannya tak bisa bebas karena dia akan mendapatkan telepon dari Sucipto langsung jika sampai keluar jauh dari rumahnya.


"Kenan, iya Kenan aku harus minta bantuan dia untuk bisa lepas darinya, tapi jika aku bilang kalau aku sedang diawasi atau dalam pengawasan pria lain pasti Kenan akan marah atau bahkan curiga padaku." Sofiana sedang berfikir agar dia bisa lepas dari cengkraman dan pengawasan Sucipto.


"Tunggu, Maya mungkin bisa ku gunakan untuk mengalihkan perhatian Sucipto karena dia pasti akan menyukai yang baru. Baiklah aku kan melakukannya, dulu aku bisa lepas karena Tyas dan sekarang aku akan menggunakan Maya"


Sofiana pun menghubungi Maya dan mengajak Maya untuk bertemu dan dia juga menghubungi Sucipto karena dia ingin membawah barang baru untuk dirinya.


Malam itu Sofiana membawah Maya kesebuah klub milik Sucipto yang ada di daerah ibu kota dan itu merupakan klub yang terkenal dengan kerawanannya karena merupakan tempat legal dan juga ilegal. Segala hal ada di sana, mulai dari judi, permainan wanita, penjualan barang - barang yang terlarang bahkan tempat para pertukaran barang curian.


"Tante ini dimana, kenapa Tante membawah ku sini?" Maya mulai curiga dan merasa takut


"Sudah diam saja kamu dan ikut saja." Sofiana membawah masuk Maya


"Dia barang tuan Cipto" ucap Sofiana pada dua penjaga yang ada didepan pintu masuk


"Apa yang kalian lakukan, Tante apa ini semua, Tante, Tante Sofi aku gak mau Tante tolong aku." Maya mulai takut dan panik, serta terus memohon pada Sofiana saat dia pria besar menyeretnya masuk dengan paksa.


"Aku melihat dia pergi ke klub malam milik tuan Cipto dan dia pergi bersama dengan seorang gadis muda tuan." Mr X sedang menghubungi tuan Bram


"Apa ada tanda - tanda dia akan keluar dengan cepat" tuan Bram


"Maaf tuan ini sudah 60 menit dan mereka tak juga keluar, apakah kami harus bergerak sekarang" mr X


"Lakukan sesuai rencana dan lakukan dengan cepat" tuan Bram


"Baik tuan." Mr X


"Apa yang kau lakukan ini" Baron menatap Sofiana


"Aku hanya mengantarkan barang untuk paman mu" Sofiana berkata dan duduk dengan santai


"Barang?" Baron menatap curiga pada Sofiana


"Aku yakin kau dan adikmu itu pasti akan menyukainya juga, sama seperti Tyas." Sofiana berkata dengan tersenyum


"Ah apa yang kau lakukan?" Sofiana kaget karena Baron mencekam lehernya dengan kuat


"Kau ingin aku menghabisi mu di sini, andai aku tau dia adalah saudariku sudah pasti aku akan menghancurkan mu juga." Baron berkata dengan dingin


"Tapi, tapi kalian menyukainya dan menyimpannya hingga 2 tahun lebih." Sofiana berkata dengan susah.


"Jangan sebut namanya lagi." Baron semakin mencekam leher Sofiana


"Ah." Sofiana mulai sesak nafas.

__ADS_1


"Sial apa yang kalian lakukan hah?! Siapa kalian ini." Broto terlihat sedang melawan beberapa orang yang berusaha untuk membebaskan Maya


"Apa yang terjadi?" Baron kaget melihat keributan yang ada, dia melepaskan Sofiana dan bertanya pada salah satu pegawai klub


"Wanita milik tuan Cipto yang dibawah non Sofia diambil orang tuan, dan kelihatannya dia adalah orang - orang dari kepolisian." ucap anak buah Sucipto


"Apa?! Apa yang kau lakukan hah!?" Baron menatap marah pada Sofiana yang masih melonggarkan tenggorokannya


"Seret dia." perintah Baron dan Sofiana langsung dibawah pergi oleh beberapa orang.


"Apa yang kau lakukan, lepaskan aku." teriak Sofiana dan tak ada yang menghiraukannya


...💔💔💔...


"Ada apa ini, kenapa kalian berkumpul di sini" Danang merasa bingung saat Fairi beserta suami dan ayah mertuanya mendatangi rumahnya malam - malam dan membawah beberapa orang pengawal.


"Kau akan tau apa yang terjadi, dan ku harap kau bisa berterima kasih pada kami." Kenan berkata dan menatap tajam pada Danang


"Putrimu sedang dalam perjalanan pulang dari penculikan, sebaiknya kita tunggu saja." Fairi berkata dan berjalan masuk kedalam rumah Danang


"Apa yang kau katakan, putriku pergi belajar kelompok dengan teman - temannya" Danang berkata dengan bingung


"Tak ku sangka kau jadi begitu bod*h, padahal dulu kau terlihat sangat berani dan penuh pikiran licik." Kenan mengatasi Danang.


"Langsung ke alamat yang ku kirimkan pada kalian, aku menunggu di sana." tuan Bram berbicara pada seseorang lewat panggilan telepon


Tak lama kemudian sebuah mobil melaju dan berhenti tepat di depan rumah Danang, beberapa orang keluar dari dl mobil itu dan dia menyeret Maya untuk turun.


"Maya, kamu tak apa nak." Danang membantu Maya untuk bangun karena dia terjatuh akibat kaget.


"Ada apa ini pa?" Maya melihat bingung dan takut


"Hei gadis kecil, jika bukan karena permintaan dari putriku aku tak akan mau membantumu keluar dari sarang singa itu." tuan Bram berkata dengan dingin menatap Maya


"Terima kasih tuan, terima kasih Bu Laras, terima kasih Kenan." Danang mengucapkan terima kasih pada Fairi dan yang lainnya.


"Ku harap kamu tak mengulangi lagi perbuatan mu kali ini, ku anggap kamu tak bersalah untuk semuanya dan hanya dimanfaatkan saja. Tapi jika kamu tak bisa menggunakan pertolongan ini maka kedepannya aku tak akan bisa membantumu lagi." Fairi berkata dan mendekati Maya sama Danang yang berdiri diam.


"Ku harap kamu mengerti dan mau berubah kalau semua yang kamu lakukan itu salah, dan tidak semua yang kau inginkan bisa ditempuh dengan jalan dan cara yang instan." Fairi menepuk bahu Maya dan tersenyum lembut


"Maafkan aku, tolong maafkan salah ku Tante." Maya menangis dan bersimpuh di kaki Fairi.


Fairi tersenyum dan membantu Maya untuk bangun, "kau adalah putriku jadi jangan lakukan itu."


"Dia benar - benar baik dan penuh rasa sayang." gumam Kenan dalam hati dan tersenyum melihat Fairi


"Baiklah, jika nanti aku membutuhkan bantuan mu apakah kamu mau membantuku? Aku akan mempertemukan mu dengan Arlan atau Dandi adikmu yang saat ini sedang berlatih untuk mengatasi traumanya." Fairi menatap lembut pada Maya


"Baik Tante, aku juga punya bukti rekaman suara Tante Sofia." Maya masuk dan mengambil hanponnya lalu mengirim rekaman percakapannya dengan Sofiana


Kenan dan Fairi saling melihat dan Kenan tersenyum lalu memeluk Fairi "kejahatannya akan kita ungkap semuanya"

__ADS_1


"Hem" Fairi menangis dalam pelukan Kenan karena merasa lega ada bukti yang membuktikan kejahatan Sofiana pada Arlan putranya.


...💔💔💔...


2 bulan berlalu dan dengan susah paya Sofiana meloloskan diri dari hukuman Sucipto karena telah menyebabkan kerugian yang lumayan besar untuk tempat bisnisnya, karena pas hari anak buah tuan Bram membantu Maya keluar juga ada beberapa polisi yang datang setelahnya dan telah menangkap mereka yang telah melakukan perjudian ilegal di tempat itu, sehingga Sucipto mengalami kerugian jutaan dari hal itu.


"Kenan, Kenan.!!" Maya terus berteriak memanggil dan menekan bel apartemen Kenan, namun tak ada respon dari dalam


"Maaf Bu, anda mencari penghuni apartemen ini? Beliau sedang keluar karena ada pesta di hotel Jhonson." seorang satpam yang sedang bertugas melihat Sofiana yang terus berteriak memanggil Kenan, dan mengganggu penghuni lain.


"Terima kasih." Sofiana pun pergi ke alamat yang di sebutkan oleh satpam itu.


...💔💔💔...


"Kenan." Sofiana berjalan masuk dan melihat kedekatan serta perlakuan intim antara Kenan dan Fairi.


"Tunggu anda tak boleh masuk Bu." seorang sekuriti menahan Sofiana di depan pintu masuk ke aula pesta.


"Tidak biarkan aku masuk." Sofiana mendorong orang itu dan menerobos masuk


"Kenan." teriak Sofiana dan berjalan dengan lunglai


Fairi tersenyum menatap Sofiana, lalu berdiri menghadang Sofiana agar tak mendekati Kenan, "oh rupanya kau bisa melarikan diri juga dari sana, bagaimana rasanya disekap dan ditahan oleh mereka."


"Apa maksudmu, apa semua ini adalah rencanamu" Sofiana


"Kenapa kau tak tau" Fairi


"Kenapa kau begitu kejam, padahal kau juga seorang wanita. Harusnya orang yang ada ditempat itu adalah kau bukan aku." Sofiana marah dan berkata dengan nada tinggi pada Fairi


"Hem, aku hanya melakukan seperti apa yang kau lakukan pada Tyas." Fairi


"Tyas, apa hubungan mu dengan dia. Tapi kalian adalah sama - sama wanita murahan dan wanita oplas jadi tak heran jika kalian saling kenal." Sofiana


"Sofi jaga bicaramu"


"Kau boleh melakukan apa pun asal jangan pernah menghina istriku."


Kenan menegur Sofiana dengan keras telah berani menghina Fairi di depan umum.


"Istri, wanita oplas seperti dia kau bilang istri. Kenan kau melihat apa pada wanita seperti dia." Sofiana berteriak marah


"Kau." Kenan


"Mas" Fairi menahan Kenan agar tak bicara lagi


"Aku mungkin adalah wanita oplas bagimu tapi setidaknya aku tak pernah menyakiti sesama ku. Dan lagi aku juga tak pernah melakukan perbuatan atau tindakan kotor untuk bisa mencapai puncak." Fairi


"Kau berani menghinaku hah?!" Sofiana


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, jika kau tak merasa melakukannya harusnya kau tak akan marah, dan satu lagi kau harus tau kalau Tyas adalah saudaraku" Fairi

__ADS_1


"Sebelum kau berkata lebih lanjut, kau pasti masih ingat aku pernah mengatakan padamu untuk memberimu kejutan bukan." Fairi tersenyum menatap Sofiana.


__ADS_2