Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Episode 185


__ADS_3

Setelah Amyra menutup pintu kamar hotel, kini tinggal Julia yang masih tersungkur dilantai koridor.


Ketiga bule itu saling pandang dan menganggukkan kepalanya. Tanpa menunggu lama, ketiganya menyeret Julia masuk kedalam kamar yang berhadapan dengan kamar Denny.


Tindakan ketiga pria bule itu membuat keiga pil yang tersangkut ditenggorokan Julia tertelan dengan sempurna.


Julia ingin memberontak, namun reaksi dari ketiga pil yang tertelan itu begitu cepat karena dosis yang berlebihan.


Wajah Julia memerah menahan gejolak hasratnya.


Ia ingin memberontak, namun hati dan tubuhnya bertentangan. Ketiga pria bule itu tertawa melihat Julia yang tampak gelisah. Mereka menyadari jika wanita itu dalam kondisi kacau.


Julia yang sudah dikuasai hasrat iblisnya tanpa perduli dengan kondosinya melucuti pakaiannya sendiri dan menyerang salah seorang pria bule yang didekatnya.


Melihat sikap Julia yang lapar, ketiga tertawa licik, lalu menggarap Julia dengan brutal.


Tanpa memberikan rasa ampun, mereka bersama-sama memberikan apa yang diminta wanita ja-lang itu.


Hingga tiga jam lamanya Julia bertempur melayani ketiga pria itu. Hingga akhirnya Ia terkapar diatas lantai hotel dengan tubuh penuh memar, sebab salah seorang diantara mereka melakukan pergumulan dengan ekstrim.


Melihat Julia yang sudah tak berdaya, bukannya merasa iba, salah seorang diantara ketiga bule itu memasang sebuah alat junior palsu dan memasangnya di organ sensitif milik Julia, lalu menekan tombol maksimal dan membiarkan Julia menggeliat bagaikan cacing kepanasan.


Setelah merasa puas, ketiganya meninggalkan kamar hotel dengan alat junior yang masih terpasang diorgan sensitif Julia.


Mereka bahkan meludahi Julia yang kini terkapar tak sadarkan diri.


Disatu sisi, Amyra memandangi Denny yang masih mendengkur dalam buaian mimpi.


Rasa sakit tentu saja dirasakannya saat melihat sang suami berduaan dengan wanita lain didalam kamar hotel dengan wanita lain. Namun Ia mencoba mempercayai suaminya, sebab posisi Denny saat ini sedang dalam kondisi dijebak.


Setelah tiga jam lamanya Ia tertidur, Denny mengerjapkan kedua matanya. Rasa sakit dikepalanya masih bergelayut dengan rasa nyeri yang semakin lama mulai mereda.


Ia menatap kamar dengan rasa bingung. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi. Ia mengingat saat Julia ingin menggagahinya, dan Ia memandang kesisi kanannya.


"Hah.. Sayang" ucap Denny dengan tersentak kaget karena melihat Amyra berada dikamar hotel.


"Sayang.. ini tidak seperti apa yang Kamu fikirkan" ucap Denny mencoba membela dirinya dan ingjn menjelaskan apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


Amyra diam memnadang suaminya yang tampak begitu sangat ketakutan.


Denny membenahi posisinya menjadi duduk, Ia ingin mejelaskan apa yang sebemarnya terjadi.


"Sayang.. maafkan Mas.. ini semua tidak terjadi.. dan tidak seperti yang kamu sangkakan" ucap Denny mencoba meyakinkan hati Amyra yang saat ini masih tampak bungkam.


Amyra menatap suaminya dan mencoba tersenyum meski hatinya masih terasa sakit, namun Ia mencoba meyakinkan hatinya, jika suaminya memang tidak bersalah.


"Ya sudah.. Kita pulang yuk.." Ajak Amyra kepada Denny.


Pria itu menganggukkan kepalanya dan mengenakan pakaiannya yang tampak berantakan.


Keduanya pergi menunggalkan kamar hotel, setelah mandi hadast terlebih dahulu.


******


Julia terbangun saat pukul 9 malam. Ia terbaring dilantai dengan bersimbah cairan kental milik ketiga pria bule dan juga cairan miliknya yang melekat dilantai dan juga di sekujur tubuhnya.


Alat junior getar yang masih bersarang didalam organ intinya masih bergetar tanpa henti, karena para pria bule menghubungkan chargernya ke saklar listrik.


Tenaga Julia terkuras habis karena terus menerus mengalami puncak surgawinya.


Ia menekan nomor layanan hotel untuk meminta mengevakuasinya.


Tak berselang lama, seorang pelayan hotel masuk kedalam kamar yang disebutkan oleh Julia, lalu membukanya.


Pelayan itu tersentak saat melihat kondisi Julia yang sangat mengenaskan, namun juga sangat menggiurkan.


Pelayan hotel itu merasa khilaf dan akhirnya mencicipi sawah milik Julia sebelum menolongnya.


Julia yang sudah tak berdaya, akhirnya pasrah dengan perlakuan pelayan itu.


Setelah merasa puas dengan garapannya, Pelayan itu membantu Julia mengenakan pakaiannya dan mengevakuasi ke rumah sakit.


Sementara itu, Denny dan juga Amyra telah sampai dirumah. Denny berjalan sedikit tertatih karena tenaganya yang terkuras saat bergumul dengan Amyra di kamar hotel.


Amyra yang melihat wajah pucat suaminya lalu mengambil telur ayam kampung didalam lemari es.

__ADS_1


Ia membuang putih telur dan menyisakan kuningnya. Lalu Ia menanmbahkan setengah sendok makan madu dan juga perasan air jeruk nipis, lalu memberikannya kepada Denny yqng tampak begitu sangat pucat.


"Mas.. Makanlah ini, agar tenaga Mas kembali pulih" ucap Amyra sembari menyodorkan cangkang telur berisi kuning telur dengan campuran madu dan perasan air limau.


Denny meraihnya, dan menelannya. Setelah itu Ia menatap Amyra, masih ada keraguan dihatinya, apakah Amyra benar-benar memaafkannya.


Amyra hanya membalas dengan tatapan datar, tanpa ekspresi.


Di sisi lain, Julia mendapatkan perawatan intensif dan masuk kedalam ruang UGD.


Julia memerlukan tambahan energi dan jarum infus kini terpasang di pergelangan tangannya. Rasa sakit di organ intinya membuatnya begitu ngilu. Tubuhnya penuh dengan luka karena mereka memperlakukannya dengan sangat brutal.


Perlahan tenaganya mulai pulih. Julia meminta tolong kepada perawat untuk mengambil phonselnya dan Ia mencoba menghubungi polisi untuk memberikan aduan jika Ia adalah korban pemerko -saan yang dilakukan secara brutal.


Tak berselang lama, polisi datang dan meminta keterangan dari Julia.


Julia dengan linangan air mata memberikan keterangan dengan suara yang tersedu-sedu.


Hasil visum akan membuatnya memperkuat adjan yang dituntutnya.


Setelah memberikan keterangan yang kepada Polisi, maka pihak kepolisian mencatat semua pernyataan Julia yang menyatakan jika dirinya dalam kondisi parah dan juga teraniaya.


Denny menuju ranjangnya, lalu Ia menoleh kepada Amyra yang sudah berbaring terlebih dahulu. Rasa bersalah masih terus menggelayutinya dan Ia begitu takut jika sampai Amyra tiba-tiba meninggalkannya disaat Ia tertidur.


Saat Denny berperang dengan preasaannya, Ia mendengar suara pintu kamar diketuk oleh Mbak Ridha yang memanggil namanya.


Denny beranjakturun dari ranjang dan menuju pintu kamar.


Saat Ia membukanya, tampak olehnya Ridha yang berwajah pucat dan tubuh bergetar menatapnya.


"Ada apa, Mbak?" tanya Denny dengan penasaran.


"A.. Ada polisi yang mencari Tuan.. Katanya ada keperluan penting" ucap Ridha dengan nada bergetar.


Seketika Amyra beranjak dari ranjang dan ikut menemani Denny yang tampak berjalan menuju kepintu depan.


Sesampainya disana, tampak dua orang polisi sedang berdiri diambang pintu menunggunya.

__ADS_1


Denny dan juga Amyra tampak bingung dan juga penasaran dengan apa yang terjadi.


"Maaf, Pak.. Malam ini Bapak harus ikut kekantor polisi karena adanya aduan dari seseorang jika Bapak melakukan tindakan asusila terhadap seorang wanita disebuah hotel" ucap Polisi tersebut, sembari menyerahkan surat perintah penangkapan.


__ADS_2