
Amyra sedang sibuk berkutat didapurnya. Ia menyajikan sarapan untuk kedua buah hatinya beserta suaminya.
Denny sedang ada meeting, sehingga tampak begitu pagi Ia bangun.
Setelah menyelesaikan menu sarapan paginya, Amyra menatanya dimeja makan, lalu kembali ke washtafell dan sibuk meracik sesuatu.
Ia mengiris kunyit, buah manjakani, gula aren, asam jawa, dan juga kayu rapet. Amyra mengolah ramuan itu dari pesan nenek Rukkayah sebagai ramuan keberlangsungan kedamaian rumah tangganya.
Setelah menghaluskan kunyit dan juga manjakani, Ia mencampur bahan lainnya, dan merebusnya hingga mendidih.
Denny yang barus saja menyelesaikan sarapannya merasa mencium sesuatu yang mirip dengan jamu. Ia melihat Amyra sang istri yang masih sibuk didepan kompor dan mengaduk ramuan yang sedang dimasaknya.
Sementara itu, Najma dan Ashraf yang tidak tahan dengan bau menyengat tersebut beranjak dari meja makan dan menuju ruangan depan.
Denny menghampiri Amyra yang masih tampak mengaduk sesuatu diatas panci stainlees. Ia memeluk pinggang sang istri dari arah belakang.
"Masak apaan sih, Sayang? Kenapa aromanya mirip dengan jamu" tanya Denny penasaran.
"Jamu, Sayang" jawab Amyra dengan lembut.
"Jamu apaan? Sejak kapan kamu suka minum jamu?" Cecar Denny.
"Sejak dulu.. Biar Kamu tambah sayang dan kabur lagi" jawab Amyra sekenanya.
Denny tercenganng mendengar ucapan Amyra "Mana mungkin Mas kabur dari kamu, jika setiap saat Kamu selalu membuat Mas jatuh cinta.. Ternyata ini rahasia yang buat kamu selalu langsing dan terus seperti gadis" ucap Denny sembari mengecup pipi kanan Amyra.
Amyra menggeliatkan tubuhnya yang terasa geli karena ucapan dan perlakuan Suaminya "Semua ini kan agar Mas selalu betah dirumah, dan tidak suka keluyuran diluaran" jawab Amyra dengan cepat.
Denny mengeratkan pelukannya "Mas tambah sayang deh sama, Kamu.." ucapnya sembari tangannya yang sudah bergerilya didua melon Amyra yang tampak menggodanya.
"Mas.. Ini pagi, Mas mau kekantor dan anak-anak mqu pergi kesekolah"ucap Amyra mengingatkan.
Denny akhirnya tersadar jika Ia ada pertemuan penting hari ini. "Baiklah.. Mas kekantor, jangan kemana-mana, selesai meeting Mas pulang kerumah" ucap Denny mengingatkan.
Amyra membolakan matanya "Ya ampun, Mas.. Udah.. Sana, ntar ketinggalan lagi" jawab Amyra sembari meneguk ramuan jamunya.
__ADS_1
Denny semakin gemas melihat istrinya yang telaten merawat tubuhnya, Ia tidak perduli jika Amyra saat ini sedang bau jamu, namun baginya itu sangat segar sekali.
Ia menghujani Amyra dengan kecupan disana sini yang membuat Amyra kelabakan. Setelah puas dengan mengerjai sang istri, Ia bergegas berangkat ke kantor dan akan segera melakukan meeting.
Terlambat 15 menit dari perkiraan meeting, sehingga Denny sudah ditunggu para koleganya diruangan pertemuan.
Saat sedang memberikan presentase, tanpa sengaja Ia menatap satu sosok wanita yang ada diruangan pertemuan tersebut, Ia seperti merasa pernah pernah bertemu, namun entah dimana.
Denny mengabaikannya dan memberikan presentase terbaiknya dalam menarik minat investor untuk menanamkan saham dipeusahaannya.
Kali ini mereka meluncurkan produk terbaru mereka berupa makanan ringan yang diprediksi akan digemari oleh banyak kalangan, dan tentunya dengan harga terjangkau.
Saat meeting selesai, rasanya Denny sudah tak sabar ingin cepat pulang kerumah. Kepala bagian bawahnya sudah berdenyut saat membayangkan wajah Amyra yang pagi tadi sudah membuatnya hampir hilang konsentrasi.
Seluruh peserta meeting sudah keluar semua. Hanya tinggal satu orang wanita yang masih duduk dikursinya dan menatap Denny dengan senyuman yang begitu sangat sen-sual.
Denny mengemasi tasnya dan akan beranjak pergi, namun wanita itu beranjak dari kursinya dan berjalan menghampiri Denny.
"Hai.. Masih ingat denganku?" ucap wanita yang memiliki postur dan gerakan menggoda.
"Kita pernah bertemu dipenginapan California saat berlibur, dan saya memberikan kartu namaku.. Apakah kamu tidak menyimpannya?" tanya wanita itu dengan gerakan menggodanya.
Denny mencoba mengingatnya "Oh.. Iya.. Maaf saya lupa, dan Saya juga tidak menyimpan kartu kartu Anda. Terimakasih sudah bergabung diperusahaan Kami dan semoga dengan bergabungnya Anda dapat membuat perusahaan ini semakin berkembang kedepannya" jawab Denny dengan tersenyum sahaja.
"Perkenalkan.. Aku Julia" ucap Wanita itu sembari mengulurkan tangannya.
"Denny" balasnya cepat dan meraih uluran tangan Julia dengan sopan.
Namun Julia tampak menggenggam tangan Dennya dengan erat, lalu menggerakkan jemari jempolnya ditelapak tangan Denny yang menimbulkan sensasi geli.
Dengan cepat Denny menarik tangannya dan tersentak kaget karena perbuatan liar rekan bisnisnya.
"Permisi.. Saya ada janji dengan seseorang" jawab Denny dengan cepat dan berusaha sopan meski wanita itu sudah tidak sopan kepadanya.
Denny segera berlalu dari ruangan tersebut dan meninggalkan rekan bisnisnya begitu saja.
__ADS_1
Dwy dan Fhitry masuk kedalam ruangan meetkng untuk membereskan semua sisa dari pertemuan itu.
Julia juga beranjak pergi dan meninggalkan ruangan tersebut. Ia tak pernah menduga sama sekali jika dapat bertemu Denny diruangan ini, dan siapa sangka jika Denny adalah presedir dari perusahaan yang Ia akan menanamkan modal tersebut.
Denny segera menuju parkiran dan mengendarai mobilnya.
Wajah Amyra yang sedari tadi sudah membayanginya, tak mampu membuatnya untuk bertahan lebih lama lagi.
Denny memacu mobilnya dengan cepat dan ingin segera sampai kerumah.
Setelah sampai didepan rumah, Ia bergegas masuk dan mencari Amyra keseluruh ruangan.
Tampak Ridha baru saja setelah selesai membersihkan kamar Ashraf. "Mbak.. Dimana istri saya" tanya Denny yang sudah tak sabar.
"Tadi kelantai tiga, Pak.. Katanya Ibu mau merawat tanaman bonsai sudah lama tidak dirawat" jawab Ridha.
Tanpa menunggu lama, Denny segera beranjak kelantai tiga. Ridha mengerutkan keningnya, yang merasa heran dengan majikan prianya itu.
Sesampainya dilantai tiga, Ia melihat Amyra sedang berada dibalkon dan merawat tananman bonsai serta tanaman lainnya.
Denny seperti orang yang sedang kerasukan tak sabar mempercepat langkahnya untuk menghampiri sang istri.
Amyra dikagetkan dengan sebuah tangan yang sedang mendekapnya dengan tiba-tiba dari arah belakang, namun setelah mencium aroma parfum dari tubuh pria tersebut, Ia memastikan jika itu adalah suaminya.
Amyra tersenyum geli melihat tingkah Denny yang tampak seperti remaja yang lagi kasmaran.
"Mas.. Myra mau rawat bonsai ini dulu, sudah lama tidak dirawat" ucap Amyra mencoba memberi peringatan kepada Denny.
"Bonsai yang itu nanti saja merawatnya, Bonsai milik Mas dulu yang dirawat, dari tadi sudah berdenyut hanya membayangkan wajah kamu"Jawab Denny, yang sudah menarik Amyra kedalam ruangan. Dilantai tiga ini hanya ada sebuah ruangan tidak terpakai dan juga gudang.
Diruangan itu ada sebuah sofa tempat untuk bersantai jkka Amyra merasa lelah merawat tanamannya.
Denny meletakkan tubuh ramping sang istri di sofa, dengan cepat Ia mencumbu rayu Amyra. Aroma jamu masih tertinggal dimulut Amyra, namun hal itu membuat Denny semakin berhasrat.
"Kamu terlalu membuatku candu, Sayang" bisiknya lembut, sembari menyesap bibir Amyra yang saat ini tanpa polesan lipstik.
__ADS_1